Sabtu, 11 November 2017

Cantik dengan Akupunktur, bagian II.

2. Auter Millieu Pollution.

Pencemaran alam atau lingkungan luar, dimana manusia tinggal dan hidup, dengan sendirinya akan menyebabkan terjadinya penyakit.
Kita lihat saja orang membuang sampah di sembarang tempat sepertinya tak ada beban, air kotor (banjir ) dan sebainya.
Hal seperti ini banyak mengundang perhatian dunia.

Dengan menghindari faktor tersebut diatas, setidaknya syarat-syarat untuk menjadi cantik, dalam pengertian kebersihan dan/atau kesehatan sudah dapat dilestarikan.

Akupunktur kosmetik mulai dikenal keberadaannya di masyarakat Barat.
Pada tahun 1972 " Der spiegel " mempublikasikan dalam artikelnya " Akupunktur sieg uber den schmerz ? "
Mengenai artis Anna Moffo yang berhasil diobati dengan akupunktur perihal sakit pinggangnya.
Akupunktur kosmetik dapat menanggulangi beberapa masalah, seperti :
Koreksi payudara, acne vulgaris, keriput pada muka, kantung mata, flek pada muka, muka lebih terlihat segar dan cerah, kegemukan ( obesitas ), mengidealkan tubuh ( bila terlalu kurus atau gemuk ), kerontokan rambut ( psilosis ), kebotakan ( alopesia ), anorexia, peremajaan ( terlihat awet muda ), dan masih banyak lagi masalah yang terkait dengan kecantikan.

Pengobatan impotentia coeundu, ejeculatio praecox, koreksi penis dan frigiditas, semuanya termasuk dalam kategori akupunktur kosmetik.

Disini dilakukan terapi dengan metode akupunktur dan kombinasi dengan masase melalui akupunktur masase dilakukan menurut jalur titik akupunktur, tujuannya untuk mendapatkan respons hasil terapi yang optimal.
Silahkan mencoba pengobatan dengan metode akupunktur.
Terima kasih.

Minggu, 05 November 2017

Cantik dengan Akupunktur.

Dalam sejarah kemanusiaan, ukuran dan bentuk tubuh perempuan kerap kali diidentikkan dengan kecantikan.
Beberapa mitologi patung dan lukisan kuno melukiskan bahwa bentuk tubuh perempuan merupakan representasi kecantikannya.
Ukuran kecantikan terkait dengan idealitas bentuk tubuh perempuan sangat relatif, serta berbeda antara satu masyarakat dengan masyarakat lainnya, bahkan satu masyarakat pada masa tertentu dengan masa yang lain, di samping perbedaan-perbedaan antar individu.

Dahulu banyak masyarakat menilai, perempuan gemuk adalah perempuan yang cantik.
Gemuk juga juga dijadikan pertanda kesejahteraan hidup, karena itu perempuan di masa lalu selalu ingin tampil gemuk.
Badan yang " penuh lemak " adalah ukuran utama, sedang yang lainnya tidak terlalu penting.

Masyarakat Romawi, misalnya, lebih menyukai perempuan yang tidak gemuk, tetapi yang berisi ; sedangkan masyarakat Andalusia ( Spanyol ) sangat menyukai perempuan yang ramping.

Di Jepang kuno, sebagaimana China zaman pertengahan, para perempuan sering dilukiskan sebagai sosok yang kokoh, dengan wajah gemuk, dada besar, pinggang ramping, tetapi pinggul besar, yang mengesankan kesuburan.
Akan tetapi, pada abad ke 17, ideal-ideal China mengenai keindahan perempuan berubah ke sisi lain.
Orang Jepang juga mengikuti gaya ini.

Cetakan-cetakan ukiyoe dimasa belakangan menggambarkan kecantikan dalam citra perempuan yang tampak lembut, dimana wajah ovalnya disepakati sebagai puncak kecantikan.

Dalam lukisan-lukisan klasik abad pertengahan di Barat, perempuan juga dilukiskan dengan tubuh yang subur, dengan perut, lengan, dan wajah yang padat berisi.
Bentuk tubuh yang ideal bagi mereka adalah tubuh yang gemuk dan berlekuk-lekuk layaknya perempuan rumahan.
Ini mengesankan, bentuk ideal tubuh perempuan pada masa itu adalah yang mampu mencitrakan kesuburan.
Tidak diketahui, sejak kapan bentuk tubuh perempuan yang gemuk tersebut menjadi sosok ideal.
Yang jelas, para ahli purbakala banyak menemukan patung atau relief yang menggambarkan sosok perempuan yang bertubuh gemuk dan subur.
Bahkan, sebuah patung yang cukup terkenal bernama Venus of willendorf seolah-olah mencitrakan bahwa Dewi Venus yang banyak dipuja sebagai simbol kecantikan pun bertubuh sangat gemuk.

Berbeda 180 derajat dengan zaman 1950-an yang memuja perempuan bertubuh subur, pada era 1960-an, mendadak tubuh kurus justru menjadi simbol kecantikan.
Banyak perempuan pemerhati masalah tubuh sepakat bahwa citra ideal perempuan bertubuh subur mulai tergusur seiring munculnya industri media dan periklanan.
Media masa, terutama pada 1960-an, banyak memunculkan figur langsing,
Selain dijadikan simbol kecantikan, tubuh langsing juga dianggap sebagai simbol pemberontakan kaum perempuan.
Kalau di era sebelumnya perempuan bertubuh gemuklah yang dikatakan subur.

Tren tubuh ramping yang mulai booming pada 1960-an mengalami momentumnya di era 1970-an.
Pada masa itu, hampir semua model yang muncul di media masa memiliki tubuh seperti tanpa daging atau biasa disebut seperti tengkorak hidup.
Pemujaan terhadap bentuk tubuh kurus mencapai puncaknya pada tahun 1980-an.
Di era ini, tubuh langsing tetapi atletis, tidak berlemak, dan berpayudara kecil menjadi tren.

Di era 2000-an sampai sekarang, pribadi yang penuh percaya diri, aktif, dan bugar menjadi gambaran ideal sosok perempuan idaman.
Badan yang langsing dan kencang, bahu dan lengan sedikit berotot menjadi tren.
Begitulah luasnya definisi kecantikan, sehingga ia bukanlah sesuatu yang objektif universal yang tidak dapat berubah.
Konsep tentang apa itu cantik dapat berubah dari waktu ke waktu.
Oleh karena itu, kecantikan sesungguhnya bukan hanya terkait dengan penampilan fisik ( outer beauty ) semata.

Kecantikan seseorang juga sangat ditentukan oleh kondisi batin seseorang ( inner beauty ).
Inner beauty dan Outer beauty ini harus saling melengkapi.
Selain itu, faktor kesehatan dan lingkungan juga menentukan dalam membentuk kecantikan seseorang yang sesungguhnya.

Faktor kesehatan disini peranannya sangat penting untuk menjadi cantik.
Dan metode Akupunktur merupakan salah satu jalan yang akan memberikan solusi dan akan membuktikan keampuhannya dalam hal kecantikan ini.

Bidang Akupunktur yang bergerak dalam kecantikan atau cosmetology ini sebetulnya sudah ada sejak zaman purbakala selama periode Huang Ti didapatkan prinsip-prinsip pendekatannya dalam arti Eugenisme secara Taoistis.
Disini ditentukan bahwa kecantikan itu identik dengan kesehatan.
Sesuai dengan konsep ini, maka kecantikan hanya mungkin terdapat pada badan yang sehat, karena apa yang tampak di luar adalah sebetulnya proyeksi dari " dalam ".

Jika kita masih ingat pengertian Yang dan Yin.
Ibaratnya kecantikan di kulit yang kita lihat itu adalah pancaran dari organ Cang Fu dari dalam tubuh.
Disini identitas kulit dengan fenomena Yang dan identitas organ-organ Cang Fu dengan Yin.
Jadi Yin sebenarnya yang menghasilkan Yang.

Adapun yang dimaksud dengan cosmetology itu adalah suatu pelajaran yang membahas pemeliharaan yang benar-benar dari tubuh yang dilihat dari sudut kebersihan dan kecantikan atau kejelitaan.

Ilmu Akupunktur ini ingin memberikan kontribusi untuk tercapainya tujuan sebagai cara alternatif disamping metode lainnya disebut " Akupunktur Kosmetik "
Dasarnya dari Akupunktur Kosmetik ini ialah sebuah rangsangan fisiologis dengan arti kata Hormonal - Metabolistis yang mampu mengatur sirkulasi dan respirasi kulit secara integral berdasarkan aliran Ci atau energi yang harmonis.
" Kebersihan " disini adalah menurut pengertian holistik, dimana " bebas dari morbiditas dalam tubuh "
Hal ini tergantung dari beberapa faktor diantaranya :

1. Inner Milieu Pollution.

Polusi dari lingkungan dalam, salah satu dari penyebab manusia menjadi sakit.
Polusi ini sebagai racun seperti makan obat terlalu banyak, konsumsi makanan tidak bergizi, minum alkohol, kopi, teh, obat-obat psikotropik dan seterusnya.

2. Auter Millieu Pollution.

Bersambung..

Kamis, 21 September 2017

Gejolak " Darah muda ", Gejolak remaja.

Kalau kita melihat perilaku remaja terkadang menyebalkan dan sekaligus menjengkelkan
Sudah lebih dari 2300 tahun yang lalu Aristoteles menyimpulkan bahwa " kaum muda dibuat gila oleh alam seperti orang mabuk anggur ".

Seorang gembala dalam drama The winter's tale karya William Shakespeare membayangkan " andai saja tak ada usia antara sepuluh dan dua puluh tiga, atau kaum muda tidur pada masa itu ; karena diantara ke dua usia itu kerja remaja hanya menghamili gadis, membantah orang tua, mencuri,dan berkelahi ".

G. Stanley Hall dalam penelitian ilmiah modern mengatakan masa remaja adalah masa " Badai dan stres ".
Hal ini mencerminkan tahap perkembangan awal umat manusia yang belum beradab.

Freud memandang masa remaja sebagai ekspresi konflik psikoseksual yang menyiksa.
Erik Erikson mengatakan sebagai krisis identitas yang paling bergejolak dalam hidup.
Masa remaja selalu bermasalah.
Pemikiran seperti itu terus berlanjut hingga akhir abad ke 20, saat para peneliti  mengembangkan teknologi pencitraan otak yang memungkinkan untuk melihat otak remaja secara terperinci, sehingga mampu melacak perkembangan fisik dan pola aktivitasnya.
Ternyata meneliti perkembangan otak manusia memerlukan waktu lebih lama daripada perkiraan semula.
Penemuan baru ini menawarkan penjelasan tentang perilaku remaja yang seringkali menjengkelkan.

Proyek National Institutes of Health ( NIH ) yang meneliti lebih dari seratus remaja yang tumbuh besar pada tahun 1900 an menunjukkan bahwa otak manusia mengalami penataan ulang besar-besaran antara usia 12 dan 25.
Otak tidak banyak membesar pada masa ini. Namun, ketika kita menempuh nasa remaja, otak mengalami renovasi meluas, mirip peningkatan jaringan dan perkabelan komputer.
Pertama-tama akson otak, dimana serat saraf panjang yang digunakan neuron untuk mengirim sinyal ke neuron lain akan perlahan-lahan diselubungi semakin tebal oleh zat berlemak bernama mielin ( materi putih pada otak ), yang kelak melejitkan kecepatan transmisi akson hingga seratus kali lipat.
Sementara itu dendrit, yaitu perpanjangan seperti cabang yang digunakan neuron untuk menerima sinyal dari akson didekatnya, semakin bercabang.
Sinapsis yang paling sering digunakan pada persimpangan kimiawi kecil yang digunakan akson dan dendrit untuk bertukar informasi akan semakin kaya dan kuat.
Sementara itu, sinapsis yang jarang digunakan mulai layu.
Pemangkasan sinapsis menyebabkan kortek otak dan lapisan luar materi abu-abu tempat berlangsungnya pikiran sadar yang rumit akan menipis tapi semakin efisien.

Perubahan-perubahan ini membuat seluruh otak menjadi organ yang lebih cepat dan canggih.
Proses pematangan ini terus berlanjut sepanjang masa remaja.

Dari hasil pencitraan ( 1900 ) menunjukkan bahwa perubahan fisik ini terjadi secara bertahap dan perlahan dari bagian belakang otak ke dapan, dari area didekat batang otak yang mengurus fungsi perilaku dasar yang lebih tua, seperti penglihatan, gerakan, dan pemrosesan dasar, hingga area berpikir di depan yang lebih baru dan lebih rumit dari segi evolusi.
Korpus kalosum, yang menghubungkan belahan otak kiri dan otak kanan serta mengangkut lalu lintas yang penting bagi banyak fungsi otak tingkat lanjut, terus menebal.
Hubungan yang lebih kuat juga berkembang antara hipokampus, yaitu semacam direktori ingatan, dan area depan yang menetapkan sasaran dan mempertimbangkan pro-kontra dalam memutuskan ; akibatnya kita semakin mahir menyertakan ingatan dan pengalaman ke dalam keputusan kita.

Seiring dengan itu, area depan semakin cepat dan koneksinya semakin kaya, sehingga kita dapat menghasilkan dan mempertimbangkan variabel dan agenda yang jauh lebih banyak daripada sebelumnya.

Bila perkembangan berlangsung normal kita akan semakin mampu menyeimbangkan antara dorongan hati, keinginan,sasaran, kepentingan pribadi, dan etika, sehingga menghasilkan perilaku yang lebih kompleks dan setidaknya lebih masuk akal.
Tapi ada kalanya di masa perkembangan otak masih belum biasa melakukannya.
Tidak mudah mengatur kerjasama yang baik antara berbagai area dan sistem yang baru berubah ini.

Pada pemindaian otak, remaja cenderung tidak terlalu menggunakan area otak yang memantau kinerja, mengenali kesalahan, menyusun rencana, dan menjaga fokus.
Pada orang dewasa, area otak tampaknya otomatis aktif.
Namun, jika ditawari hadiah ekstra , remaja menunjukka bahwa mereka mampu mendorong area-area pelaksana itu bekerja lebih keras, sehingga nilai mereka naik.

Dan pada usia 20, otak mereka sudah menanggapi tugas ini sebaik orang dewasa.
Disini ketika jaringan yang lebih kaya dan koneksi yang lebih cepat menjadikan area pelaksana itu lebih efektif.

Kajian seperti ini membantu menjelaskan mengapa remaja berperilaku begitu tidak konsisten dan mengesalkan : senyum saat sarapan, menyebalkan saat makan malam, ugal-ugalan saat hari sabtu, membunyikan musik keras-keras, dan seterusnya.
Selain kurang pengalaman secara umum, mereka juga masih belajar menggunakan jaringan baru otaknya.
Stres, lelah, atau tantangan dapat mengacaukan fungsi otak mereka.

Mengapa remaja sering melakukan hal bodoh, karena otak mereka belum selesai tumbuh.
Remaja ibaratnya " barang setengah jadi " atau disebut juga " otak pra - matang ".
Penemuan otak dan gen baru-baru ini sangat dipengaruhi oleh teori evolusi.
Teori otak remaja adaptif tidak menggambarkan remaja sebagai draf kasar, tetapi sebagai makhluk yang sangat peka dan mudah beradaptasi, yang otaknya sangat cocok untuk menghadapi tugas beralih dari rumah yang aman ke dunia yang rumit di luar.

Pandangan ini sesuai dengan prinsip paling dasar dalam biologi yaitu seleksi alam, seleksi alam biasanya membabat sifat yang tidak bermanfaat.
Remaja adaptif, biasanya mencari ketegangan, menyukai hal baru yang mengasyikkan.
Pada masa ini mencapai puncak pencarian sensasi, ilmuwan menyebutnya memicu adrenalin.

Mencari sensasi belum tentu impulsif.
Impulsivitas biasanya menurun sepanjang hidup, mulai sekitar usia 10, tetapi kesukaan pada ketegangan memuncak sekitar usia 15.
Dan pencarian sensasi dapat menghasilkan perilaku positif :
Keinginan berkenalan dengan orang baru, misalnya, dapat menciptakan lingkaran teman yang lebih luas, yang secara umum membuat kita lebih sehat, lebih bahagia, lebih aman, dan lebih sukses.

Yang memuncak semasa remaja kira-kira di usia 15 hingga 25 tahun yaitu kegiatan yang berisiko.
Jadi secara ilmiah, di usia remaja memang menjengkelkan dan berperilaku menyebalkan, tetapi mereka tergolong manusia yang paling mampu beradaptasi secara sempurna.

Remaja sebenarnya mampu mengenali risiko sebaik orang dewasa tetapi apadaya jika dalam situasi ketika risiko dapat memberi imbalan yang diinginkan, mereka lebih menghargai imbalan itu daripada orang dewasa.

Remaja lebih tertarik pada teman sebaya alasannya berinvestasi di masa depan, bukan masa lalu.
Kita memasuki dunia yang dibentuk oleh orang tua, tetapi kita akan menjalani sebagian besar hidup kita, dan akan menentukannya dengan rekan seusia kita nantinya.

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa saat orang tua berkomunikasi dan membimbing anak remajanya secara tegas tetapi tidak terlalu ikut campur, tetap akrab tetapi membiarkan mereka sendiri, anak-anak mereka umumnya lebih sukses dalam hidup.

Sekian terima kasih, Tuhan memberkati.

Minggu, 17 September 2017

Sore-muscle bukanlah overtraining.

Pernahkah anda bila sebelumnya tidak pernah melakukan olahraga, lalu tiba-tiba melakukan olahraga berlebihan.
Sekitar 12 jam kemudian seluruh tubuh akan merasakan seperti " remuk redam ", pegal-pegal di sekujur tubuh.
Hal seperti ini sebenarnya hanya merupakan kelainan yang fisiologis saja.
Keluhan itu akan hilang setelah 3 - 7 hari.
Kejadian seperti ini hanya faktor kelelahan dan ada sedikit jejas luka di otot ( fatique dan sore muscle ) akibat olahraga berlebihan tada, yang sebelumnya tidak pernah berolahraga.
Kalau cuma merasa cape sekali, sebenarnya yang dialami hanya fatique, kelelahan fisik.
Kelelahan ini sifatnya lokal di otot lantaran karbohidratnya habis, ATP - asam laktat nya terlambat.
Dengan beristirahat beberapa saat, rasa capek akan segera hilang.
Masalah seperti ini sebenarnya termasuk masalah yang ringan dan sangat sederhana alias simpel saja.

Lain halnya dengan apa yang disebut Overtraining.
Overtraining adalah suatu kelainan tubuh patologis yang kronis akibat akumulasi kelelahan fisik ( karena kegiatan olahraga ) dan mental.
Kelainan ini sering disebut pula sport neurosis, dan arahnya lebih pada kelainan neuromuscular function
( fungsi saraf otot ).
Overtraining bukan kondisi akut.
Kelelahan fisik dan mental itu akibat kegiatan olahraga, fisik, dan mental, yang berlebihan selama jangka waktu tertentu.
Kelelahan fisik terjadi akibat beban latihan yang berat dan kelelahan mental akibat tekanan psikologis.
Beban mental itu bisa dalam bentuk masalah keluarga, sekolah, pekerjaan, atau masalah sosial seperti hubungan dengan pelatih, pacar, dan sebagainya.

Pada seorang atlet tuntutan masyarakat terhadap prestasinya juga menjadi beban mental yang berat.
Jadi, overtraining bukan terjadi hanya karena latihan olahraga berlebih.
Hal seperti ini tidak hanya menimpa para atlet saja, orang awam pun bisa saja terjadi, bila mengalami kelelahan kronis akibat olahraga dan tekanan mental yang berlebih.
Pengaruh beban psikologis untuk terjadinya overtraining sangatlah besar.
Kelelahan fisik biasanya hanya merupakan pencetus terjadinya overtraining.

Setiap individu memiliki kapasitas fisik dan mental tertentu.
Begitu beban fisiknya sudah tak sanggup lagi ditahan, maka overtraining pun terjadi.
Saat itu biasanya daya tahan mental sudah tidak kuat.
Oleh karena itu, untuk melakukan terapi overtraining perlu penggalian informasi tentang beban yang dialami atlet.
Penggaliannya harus sangat dalam dan melibatkan sebuah tim yang diantaranya meliputi dokter olahraga, dokter gizi, dan psikolog atau psikiater.
Melakukan diagnosis terhadap overtraining juga tidak gampang..
Seorang dokter tidak bisa mendiagnosis overtraining dalam waktu sehari.
Kurang bersemangat sampai tidak bergairah.
Perubahan performa yang terjadi pada seseorang yang menderita overtraining diantaranya :
Intoleransi terhadap latihan, sehingga performanya tidak meningkat meskipun intensitas latihannya ditingkatkan.
Yang terjadi malah sebaliknya, dia malah mengalami keletihan.
Dia juga mengalami penurunan performa.

Penderita mengalami penundaan pemulihan dari dampak latihan akibat rasa sakit yang tidak mengenakan dan rasa " berat " pada otot.

Seorang yang mengalami overtraining diketahui melalui gejala-gejala psikologi dan fisik.
Secara psikologi, orang yang mengalami overtraining merasa loyo kurang bertenaga, kurang motivasi untuk berlatih atau memperbaiki prestasi, menurun kemampuannya berkonsentrasi, lekas marah dan depresi, serta pola tidurnya kacau.
Cepat tersinggung atau suka menyendiri.

Gejala fisik penderita overtraining antara lain : denyut nadi meningkat saat istirahat ( normalnya tanpa olahraga 60 x / menit ), frekuensi pernapasan meningkat ( normalnya 12 - 15 kali / menit ), adanya rasa sakit dan " berat " pada otot yang menetap akibat terjadinya penurunan cadangan glikogen dalam otot.
Tangannya gemetar ( tremor ) dan mata suka goyang.
Perubahan tingkat enzim, dan hormon seperti insulin.
Gangguan proses-proses yang menghasilkan energi.
Gangguan imunologis dalam bentuk sakit ringan yang terus-menerus.
Kehilangan selera makan.
Terjadi gangguan termodinamika sehingga sering berkeringat.

Secara subyektif, penderita overtraining merasakan keluhan otot terasa " berat ", tidak bergairah, tidak bertenaga, pola makan berubah yang berakibat bobot badannya turun naik, dan mudah letih meskipun menjalani latihan olahraga dengan tingkat intensitas relatif rendah.

Informasi dari gejala-gejala tersebut pada atlet umumnya didapat dari seorang pelatih dan diketahui dari grafiknya selama jangka waktu tertentu.
Setelah diketahui adanya dugaan overtraining, barulah dilakukan pengumpulan data psikologis lebih dalam dari si atlet dan lingkungan yang memberinya beban mental oleh psikolog.
Pengumpulan data fisik dilakukan oleh dokter di lapangan.
Bila diperlukan dilakukan pemeriksaan laboratorium, diantaranya terhadap adrenalin dan nor adrenalin/

Pada orang yang mengalami overtraining biasanya pompa adrenalin dan nor adrenalin meningkat, sehingga menyebabkan berdebar-debar ( deg-degan ) pada jantung nya dan gemetar ( tremor ) pada tangannya.

Semua hasil penggalian data kesehatan fisik dan mental itu lalu dianalisis untuk bisa mengambil kesimpulan apakah seseorang menderita overtraining atau tidak.
Begitu hasilnya positif, penderita harus istirahat minimal 3 - 6 bulan dibawah pengawasan dokter.
Istirahat ini suatu keharusan tidak ada yang namanya toleransi atau setengah-setengah.
Yang ada sakit atau tidak, harus istirahat atau tidak.
Kalau sakit, harus istirahat.
Kalau tidak, boleh olahraga.

Selama masa istirahat penderita mendapatkan treatment fisik dan mental.
Kalau penderita bukan atlet, biasanya cukup ditangani psikolog karena overtraining lebih bersifat psikologis.

Pada terapi fisik,penderita harus menjalani program peningkatan kapasitas fisik di bawah pengawasan dokter, dan untuk mental pengawasan psikoterapi.
Penderita tidak diperbolehkan latihan sama sekali, harus menerima gizi yang baik, dan diberi suplemen vitamin.
Istirahat harus cukup dan perlu rekreasi.

Jika neurosisnya agak berat, diperlukan obat penenang.
Jika sulit tidur diberi obat tidur.
Dibebaskan dari lingkungan yang menyebabkan penderita tekanan mental.

Setelah selesai menjalani masa istirahat, kondisi fisiknya masih harus diperiksa kembali untuk menentukan bisa tidaknya si penderita dilatih untuk sampai pada prestasi yang pernah dicapai.
Artinya, si atlet masih mempunyai peluang untuk kembali ke kondisi semula.

Menurut E. Randy Eichner dari laboratorium hematologi pusat ilmu pengetahuan kesehatan Universitas Oklahoma, pencegahan merupakan cara terbaik dalam menghadapi overtraining. untuk itu perlu adanya keseimbangan antara latihan dan istirahat dengan membuat program latihan yang baik dan diimbangi dengan masa istirahat yang cukup.
Latihan berat pun, bila kemudian disertai dengan istirahat, memungkinkan tubuh beradaptasi dengan yang sedang dihasilkan oleh latihan yang telah dilakukan
Adaptasi itu ditandai dengan peningkatan kebugaran ke tingkat lebih baik daripada sebelumnya.
Sebagai contoh, ketika mulai berlatih mendaki bukit kita merasakan sebagai perjuangan berat.
Setelah beberapa kali latihan dan ratusan kilometer jarak yang ditempuh, kita bisa merasakan betapa mudahnya bukit itu didaki.
Dengan keseimbangan yang benar antara latihan dan istirahat, berikutnya kita tidak lagi merasa letih, gelisah, dan kelebihan latihan

Bila kita tidak memberikan waktu yang cukup pada tubuh untuk pemulihan, maka bisa terjadi cedera dengan berbagai cara.

Penelitian di Afrika Selatan ditemukan, pada seorang pelari yang menjalani latihan berlebih produksi hormonnya, termasuk hormon pertumbuhan mengalami penurunan dari keadaan normal.
Untuk memulihkan kembali ke kapasitas produksi semula diperlukan waktu istirahat selama paling sedikit 4 minggu

Yang perlu diperhatikan dalam latihan ; bila kita merasa enak saat latihan, jangan cepat-cepat meningkatkan intensitas latihan atau memperpanjang waktu latihan, jangan menaikkan jumlah latihan lebih dari 10 % setiap minggunya.
Selingi hari-hari atau minggu latihan yang berat dengan hari-hari atau minggu-minggu latihan yang ringan.

Pemantauan terhadap suasana hati, keletihan, gejala adanya ketidakberesan dan performa, juga penting dalam mencegah terjadinnya overtraining.

Pemantauan dengan pemeriksaan kesehatan dan evaluasi perkembangan fisik secara berkala.
Pengurangan terjadinya stres perlu dilakukan.
Penyediaan menu makanan yang mengandung nutrisi optimal, khususnya asupan vitamin, mineral, dan karbohidrat.
Bila tidak cukup mengkonsumsi karbohidrat, otat-otot akan mengalami kekurangan glikogen yang akhirnya dapat menyebabkan kelelahan kronis.
Jika pada saat yang bersamaan terjadi kelelahan mental, maka akan lebih memudahkan untuk terjadinya overtraining.

Terima kasih, Tuhan memberkati..

Semakin akrab dengan bahaya HCA ( Heterocyclic Amines ).

Bahaya amina-amina heterosiklis yang biasa terbentuk saat memasak daging.
Senyawa HCA ini muncul sebagai reaksi antar - protein hewani selama proses terjadinya reaksi pencoklatan ( browning reaction ).
Sayangnya, HCA ini tidak terdapat di permukaan daging sehingga kita tidak dapat mengeruknya, seperti kita mengeruk arang pada makanan yang gosong.

HCA ini sendiri memang dihasilkan dari makanan yang digoreng atau dipanggang.
Namun, memanggang daging di dalam oven akan menghasilkan HCA yang lebih sedikit dibandingkan menggoreng, menyate, atau memanggang diatas kompor yang suhunya tinggi.
Sedangkan merebus secara perlahan-lahan dengan panas bertahap, mengukus, atau memasak dengan oven, praktis tidak menghasilkan HCA.
HCA  paling banyak ditemukan pada daging babi asap yang dipanggang.
Menurut publikasi pada The National Cancer Institutes,, proses pemanasan daging pada suhu 100 derajat celsius dapat menyebabkan timbulnya HCA.


HCA merupakan zat penyebab mutasi yang dapat merangsang munculnya radikal bebas dan secara luas merusak DNA sel-sel tubuh manusia.
Berbagai penelitian pada hewan percobaan menunjukkan bahwa HCA mengakibatkan terjadinya kanker usus besar, payudara, pankreas, hati, dan kandung kemih.
HCA disinyalir bertanggung jawab juga terhadap meningkatnya insiden kanker payudara dan usus besar pada kaum wanita di Amerika Serikat.

Hasil laporan dari penelitian terbaru juga menyebutkan, daging merah jika dibakar atau dipanggang pada suhu tinggi dapat memunculkan zat karsinogen ( HCA ).
Sementara untuk daging ayam dan ikan atau jenis daging putih lainnya tidak menimbulkan kanker.

Untuk daging yang diproses, disajikan dalam bentuk kaleng haruslah lebih hati-hati, karena banyak mengandung HCA.
Terima kasih, Tuhan memberkati.

Minggu, 10 September 2017

Kekuatan penyembuh kerokan

Ingat semasa kecil dulu kalau badan sudah merasa kurang enak, batuk, pilek, meriang alias ngreges, solusinya yang paling ampuh adalah kerokan.
Dan bila sudah mulai dikerok harus sampai merah benar, persis seperti film Bruce Lee ; Enter the Dragon.
Kerokan atau kerikan berkembang dari kearifan lokal masyarakat kita, khususnya Jawa.
Tetapi sekarang bukan lagi milik sebagian kecil dari masyarakat, melainkan sudah menjadi milik nasional dan bahkan internasional.

Pengaruh kerokan terhadap kesehatan tubuh, kini banyak diteliti oleh kalangan medis.
Biasanya yang namanya kerokan / kerikan adalah suatu kegiatan penyembuhan atau penyegaran tubuh yang sangat familier di masyarakat Jawa sebagai pengobatan tradisional untuk mengatasi gejala masuk angin ( di medis dikenal sebagai Common Cold atau Sindrome dingin ).
Pengetahuan tersebut diperoleh secara turun temurun dari nenek moyang, kake buyut.
Masyarakat sudah terbiasa dengan kerokan untuk mengatasi gejala-gejala masuk angin, seperti meriang ( panas-dingin ), kepala pusing, rasa mual, perut kembung dan pegal-linu ( nyeri otot ).
Bahkan sakit pun segera lenyap bila sudah di kerik dan zonder ke dokter lagi.
Karena bagi mereka/ masyarakat ke dokter itu perlu biaya mahal, jadi cukup di kerok dan kesembuhan pun lebih menjanjikan, alat kerok yang digunakan pun murah meriah, cukup dengan gelendong jaman Belanda atau pengerok lainnya plus minyak kayu putih, balsam dan sejenisnya, sudah bablas penyakitnya.

Masyarakat punya keyakinan pengobatan alternatif mampu memberi solusi penyembuhan dengan biaya yang relatif lebih murah.
Kerikan tidak menimbulkan rasa sakit bila dilakukan dengan benar, misalnya secara pelan, teratur, dan konstan.
Gesekan alat kerik yang terlalu keras dan tekanan yang kuat akan menimbulkan rasa sakit pada bagian yang di kerik.
Oleh karena itu, orang yang mengerik harus benar-benar terampil dan berpengalaman.
Tarikan alat kerik pada permukaan kulit akan menghasilkan balur-balur merah.
Warna balur-balur merah tersebut dipercaya oleh masyarakat dapat digunakan untuk mengukur derajat ringan beratnya masuk angin, semakin merah warna balurnya ( bekas kerikannya ) semakin berat derajat penyakitnya.
Warna kemerahan tersebut akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.
Kerikan ini tidak boleh dilakukan asal-asalan, karena dapat berbahaya.
Kerikan akan efektif bila menyentuh titik-titik akupunktur dan meridian ( alur titik-titik akupunktur ) sesuai keluhannya.
Kalau sesuai meridian tidak hanya satu titik akupunktur yang terangsang, melainkan merangsang lebih banyak lagi titik-titik akupunktur.
Bagian tubuh yang akan dikerok pun tak bisa sembarangan misalnya pada leher bagian depan dan leher bagian samping tidak boleh dikerik, karena leher bagian depan dan leher bagian samping terdapat banyak pembuluh darah dan saraf-saraf kecil yang sangat penting.
Bila bagian tersebut di kerok akan sangat berbahaya dan dapat berakibat fatal.
Karena jika saraf yang tertekan akan menyebabkan napas tersumbat yang berujung pada kematian.

Kerikan tidak boleh dilakukan pada kulit yang teriritasi, sensitif, luka, alergi, luka bakar, anak-anak dibawah lima tahun dan wanita hamil.
Untuk anak-anak diatas lima tahun dilakukan harus hati-hati, dan wajib mengikuti prosedur kerikan seperti tidak diperbolehkan mengerik pada bagian depan badan, hanya diperbolehkan di belakang badan dengan hati-hati.
Kerikan pada anak-anak bisa dilakukan dengan bawang merah dengan hati-hati.

Manfaat Kerikan :
Manfaat kerikan khususnya di masyarakat Jawa memberikan andil yang sangat besar.
Kerikan dilakukan bila merasakan gejala-gejala seperti masuk angin dan badan yang kurang nyaman.
Masuk angin dan nyeri-nyeri pada bagian tubuh merupakan gangguan kesehatan yang sering kali dialami masyarakat.
Ke duanya mempunyai gejala-gejala yang spesifik.

1. Masuk angin.

Yang dimaksud gejala masuk angin disini, yaitu timbulnya rasa dingin mendadak disertai bersin-bersin dan hidung berair.
Gejala tersebut sering disebut dengan istilah flu atau pilek.
Di dunia kedokteran tidak mengenal istilah masuk angin, karena angin masuk lewat mana/
? kecuali kalau tubuh kita seperti balon.
Fenomena angin masuk ke dalam tubuh tidak dapat diterima di kalangan medis.
Medis lebih suka menggunakan istilah Common Cold.
Masuk angin dimasyarakat awam identik dengan istilah tidak enak badan untuk menggambarkan berbagai kondisi tubuh, seperti perut kembung, pegal linu, batuk pilek, pusing, sakit kepala, dan meriang.

Pada saat orang terkena masuk angin, suhu tubuh bagian belakang akan turun atau terjadi defisiensi energi ( panas ) pada tubuh bagian belakang.
Itulah sebabnya kalangan medis menyebut masuk angin dengan istilah Common Cold atau Sindrome dingin.

Secara umum, medis mendefinisikan masuk angin sebagai suatu kumpulan gejala dan kondisi dari Common Cold sampai stres pasca trauma, yaitu sebagai berikut :
- Bukan angin atau udara secara fisik, tetapi keadaan tubuh yang tidak stabil karena kerja yang berlebihan, kurang makan, kurang tidur, dan terpapar cuaca yang tidak bersahabat seperti saat pergantian cuaca.

- Keadaan tubuh merespons kondisi Common Cold, diabetes, dan hipertensi.

- Keadaan ketidakseimbangan empat basis elemen tubuh ( air, angin, tanah dan api ).
Di dalam ilmu akupunktur di tambah unsur logam ( lima unsur atau U sing sesuai ajaran Taoisme yang mengklasifikasikan alam semesta ).

Gambaran klinis masuk angin menurut Graham et al, (1997 ) :
-Perasaan panas atau dingin, sakit kepala, dan nyeri otot.
- Lelah, lemas, nyeri perut, mual, dan diare.
- Sulit tidur, tidak napsu makan, dan sesak napas.



2. Nyeri.

Nyeri menurut kamus Besar Bahasa Indonesia adalah rasa sakit seperti ditusuk-tusuk jarum atau bagian tubuh seperti di jepit.
Nyeri ini merupakan sensasi spasial dan kompleks sehingga sulit untuk memberi definisi.
Nyeri merupakan bagian dari mekanisme pertahanan tubuh terhadap rangsangan yang dapat merusak jaringan.
Nyeri merupakan suatu masalah yang tidak dapat dihindari, dapat terjadi tiba-tiba tanpa peringatan sebelumnya, dan dapat berjalan lama sehingga menyebabkan disabilitas.
Disabilitas diartikan sebagai ketidakmampuan tubuh untuk terlibat dalam aktivitas penting yang berguna karena keterbatasan fisik / mental.
Oleh karena itu, nyeri merupakan suatu fenomena yang sangat penting.

Bagian tubuh yang sering muncul rasa nyeri menurut Sidharta ( 1983 ).

a. Tengkuk.
Jika bagian ini sakit/ nyeri otot dapat menyebabkan gerakan aktif leher menjadi terbatas.
Rasa nyeri atau ngilu dirasakan pada otot yang disebut otot splenicus capitis et cervicalis atau otot levator scapulae.
Nyeri pada bagian ini disebut Torticalis miofacial, yaitu nyeri otot yang hebat sehingga leher terpaksa miring untuk mencegah rasa nyeri tersebut.
Masyarakat Jawa menyebut tengeng atau biasa juga disebut tegleg.

b. Bahu.
Nyeri bahu ini sering disebut nyeri akibat tumpuan saat memikul beban.
Otot yang terkena imbas biasanya : otot trapezius, otot supraspinatus, dan otot levator scapulae.
Mialgia ini sering menyerang para penata rambut, tukang cat, pekerja bangunan, pedagang keliling dengan alat pikul, atau karyawan kantor yang mengetik dengan bahu terangkat karena mejanya terlalu tinggi..

c. Antar tulang belikat.
Bagian ini terdiri dari atas otot seratus anterior, otot ranboit, dan sebagian otot levator scapulae.
Juru ketik, tukang cat yang mengecat langit-langit, atau ibu yang mencuci baju sering menderita penyakit ini.
Rasa nyeri ini bertambah hebat karena keletihan, stres mental, iklim, AC, kipas angin, atau kehujanan.

d. Pinggang.
Biasanya akibat beban gendongan, pinggang sering digunakan sebagai tumpuan menggendong barang.
Otot-ototnya yang berperan : otot erektor trunksi dan otot abdominal.
Rasa nyeri ini diberi nama Low Back Pain.
Biasanya menyerang pekerja kasar yang kekurangan gizi, pekerja kasar yang sudah uzur, pekerja yang banyak duduk, dan orang yang kegemukan.
Nyeri ini menjalar secara menyebar.


Sampai pada zaman gejet, zaman generasi Z ini kerokan masih tetap eksis kehadiranya.
Kerikan masih tetap digemari, baik di kota-kota besar maupun di desa.
Alangkah baiknya di desa-desa dan di kota-kota didirikan Balai Pengobatan Kerokan ( BPK ) tak lain bertujuan untuk melestarikan pengobatan tradisional ala nenek moyang kita.

Terima kasih, Tuhan memberkati.