Stroke adalah penyakit penyebab cacat nomor satu dan penyebab kematian nomor dua di dunia.
Penyakit ini telah menjadi masalah kesehatan yang mendunia dan semakin penting, dengan dua pertiga stroke sekarang terjadi di negara berkembang.
Stroke adalah penyakit otak paling destruktif dengan konsekuensi berat, termasuk beban psikologis, fisik dan finansial.
Stroke dapat terjadi pada siapa saja, yang paling sering terkena stroke mereka yang berusia diatas 50 tahun pada umumnya.
Tetapi dalam beberapa tahun terakhir keadaan ini telah bergeser.
Diseluruh dunia jumlah penderita stroke dibawah usia 45 tahun terus meningkat.
Di Indonesia sendiri terdapat 15,3 persen.
Pada konferensi ahli saraf internasional di Inggris dilaporkan terdapat lebih dari 1000 penderita stroke berusia kurang dari 30 tahun.
Setiap tahunnya angka ini terus meningkat dibanding dekade sebelumnya yang jauh lebih rendah.
Dari tahun ke tahun jumlah penderita stroke berusia muda memang terus meningkat.
Stroke pada usia muda dapat menimbulkan masalah lebih pelik dibanding pada usia tua.
Disamping keterbatasan fisik berbeda dengan yang lebih tua.
Laki-laki muda seringkali menjadi tumpuan nafkah keluarganya, yang biasanya sangat aktif dan dinamis.
Penyakit ini juga bisa menimbulkan masalah psikologis yang hebat pada orang muda.
Hadirnya stroke pada usia muda berhubungan dengan gaya hidup kaum muda pada akhir-akhir ini, seperti banyak mengkonsumsi makanan yang enak berlemak serta cenderung malas bergerak.
Hal ini dapat menyebabkan lemak dalam tubuh menumpuk.
Belum lagi konsumsi gula yang berlebihan, alias menyukai makanan yang manis-manis, kue-kue, camilan manis, sirup, kopi, coklat dsb yang dapat menimbulkan penyakit diabetes, penyakit diabetes ini jika ditambah dengan kadar cholesterol tinggi, trigliserida tinggi serta tekanan darah juga tinggi, ini sangat mungkin terjadi stroke 4 kali lipat lebih besar'
Sepuluh tahun yang lalu merokok masih menjadi faktor risiko yang kesekian, tetapi sekarang merokok termasuk faktor risiko utama terjadinya stroke.
Faktor risiko lainnya yang sudah baku adalah usia tua, riwayat stroke sebelumnya, keturunan dan ras.
Sebenarnya ada sebagian besar faktor risiko yang dapat di kontrol antara lain : Tekanan darah tinggi, penyakit jantung, kencing manis, kebiasaan merokok, kegemukan, cholesterol tinggi dan konsumsi alkohol berlebihan.
Gejala yang ditimbulkan pada stroke selain lumpuh sebelah, lumpuh total, masih banyak gejala lain yang perlu diwaspadai, dikarenakan stroke mempengaruhi otak yang merupakan pusat kendali dari seluruh bagian dalam tubuh.
Maka gejala stroke sangat bervariasi, bergantung pada lokasi, luas, dan fungsi otak yang terkena.
Salah satu gejala yang khas adalah timbul secara mendadak, tanpa ada keluhan sebelumnya.
Perhatikan rasa baal, kesemutan, atau lemah pada wajah, kaki, atau tangan yang timbul mendadak, terutama pada satu sisi tubuh.
Terkadang penderita tidak menyadari rasa lemahnya.
Keluhan bisa berupa jalan tersandung, sulit memakai alas kaki, sulit memakai pakaian, atau tiba-tiba terjatuh.
Gejala lainnya adalah bicara pelo, sulit mengerti pembicaraan, mulut mencong, sulit bicara, gangguan penglihatan, nyeri kepala yang hebat, pusing, tidak sadar, atau kehilangan keseimbangan.
Pada keadaan tertentu bisa juga disertai gejala mengompol dan muntah hebat.
Sebagai catatan, seluruh kasus stroke tidak boleh dianggap enteng dan termasuk kasus gawat darurat pada otak.
Namun mengenali gejala stroke terkadang sulit, belum lagi ada anggapan bahwa stroke hanya milik orang yang sudah berusia tua.
Akibatnya yang muda-muda kurang waspada akan adanya gejala penyakit stroke ini.
Yang paling utama dan terpenting pengobatan stroke harus cepat.
Dikarenakan keberhasilan pengobatan sangat tergantung pada pertolongan pertama.
Penderita stroke dapat sembuh sempurna jika dibawa ke rumah sakit kurang dari 3 jam setelah gejala awal.
Namun jarang sekali waktu ini bisa terpenuhi, dikarenakan ketidaktahuan masyarakat akan gejala stroke.
Pada dasarnya, sel otak yang sudah mati tidak dapat tumbuh kembali namun, sel-sel otak yang masih utuh disekitar lokasi sel yang mati dapat mengambil alih sebagian fungsi sel yang telah rusak.
Oleh karena itu disini sangat penting membawa penderita ke rumah sakit untuk segera mendapat pertolongan, agar aliran darah ke daerah otak yang tersumbat kembali lancar.
Dengan demikian sel-sel disekitar yang masih utuh ini dapat dipertahankan hidup sebisa mungkin.
Jangan terlambat membawa penderita untuk pengobatan.
Trimakasih, Tuhan memberkati.
Kamis, 13 Januari 2011
Selasa, 04 Januari 2011
Tentang Asesori Kesehatan.
Anda pernah melihat atau bahkan ditawari jenis kalung atau gelang kesehatan yang akhir-akhir ini semakin marak di masyarakat.
Barang-barang ini dipromosikan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan mampu merebut pasaran konsumen dari berbagai kalangan mulai dari yang berduit tipis sampai ke yang berduit tebal, dari orang biasa sampai orang yang terkenal.
Tehnologi yang dibilang baru ini memanfaatkan inframerah dengan menyimpannya disuatu benda untuk tujuan pengobatan terhadap manusia.
Mekanisme yang dijadikan pengobatan adalah medan magnet.
Benda atau alat ini menggunakan metode medan magnet dan inframerah sekaligus.
Pada dasarnya setiap manusia memiliki medan magnet ditubuhnya, pada sistem saraf dan otot terdapat aliran arus listrik yang tentu saja akan menghasilkan medan magnet.
Para ilmuwan berpendapat, bahwa setiap orang yang hidup dibawah garis khatulistiwa, seperti Indonesia memiliki medan magnet 300 militesla didalam tubuhnya.
Sedangkan manusia yang hidup di benua Eropa atau Amerika, mencapai 450 militesla, jumlahnya lebih besar dibandingkan penduduk Asia, karena mereka hidupnya berdekatan dengan kutub utara dan selatan.
Dengan mengandalkan tekhnologi dari Jepang, kalung dan gelang untuk kesehatan yang dipasarkan itu dikatakan menghasilkan meterial yang dapat memancarkan gelombang inframarah panjang ( FIR = Far Infrared Ray ), dengan panjang gelombang 4 - 16 mikron.
Orang yang memakai kalung atau gelang dikatakan akan bertambah medan magnetnya didalam tubuhnya.
Dengan meningkatnya medan magnet di dalam tubuh, maka diharapkan dapat membantu sistem tubuh kita, salah satunya meningkatkan metabolisme tubuh.
Menurut teori medis, proses kimiawi untuk menunjang kehidupan manusia dibagi 2 bagian :
1. Anabolisme bersifat " membangun " yang dibentuk biasanya protein atau asam nucleat.
2. Katabolisme bersifat " membongkar " yaitu saat tubuh memproses, memecah molekul saat terjadi proses pencernaan atau untuk respirasi selluler.
Peningkatan metabolisme tubuh manusia diperoleh dari makanan dan zat dalam tubuh.
Metabolisme bergantung pada ketersediaan substrat, umumnya dari bahan makanan atau dari simpanan zat dalam tubuh, enzim yang berperan dalam proses tersebut dan tingkat kebutuhannya.
Secara umum metabolisme meningkat jika proses kimia yang berlangsung berjumlah banyak, misalnya pada saat setelah makan, maka banyak bahan makanan tersedia untuk berlangsungnya proses kimiawi, sehingga tubuh menjadi lebih panas ( hangat ).
Sebaliknya metabolisme menurun jika bahan yang dibutuhkan untuk proses kimiawi hanya ada sedikit, misalnya waktu puasa dan pada keadaan ekstrim, sehingga dapat menurunkan suhu tubuh.
Metode infrared ( panas ), memicu panas dan dapat mempercepat pergerakkan molekul sehingga dapat meningkatkan proses kimiawi.
Didalam ilmu kedokteran penggunaan sinar inframerah dapat menghasilkan pemanasan pada permukaan tubuh, akibatnya pembuluh darah permukaan melebar.
Kalau benda kalung atau gelang dipakai permanen, berarti perangsangan terhadap tubuh oleh sinar inframerah yang sekaligus bermuatan magnet secara terus menerus ( Continue ), perangsangan seperti ini dapat memicu keganasan ( kanker ) dan menimbulkan perubahan dalam pengaturan biorithme tubuh, karena tubuh merespon ada sesuatu yang berubah.
Sinar inframerah jika digunakan sesuai kebutuhan, seperti halnya bila kita berjemur dibawah sinar matahari ( antara jam 6.00 sampai dengan jam 9.00 wib pagi hari, lamanya 15 - 30 menit ) sangat membantu untuk memperbaiki sirkulasi, memberikan rasa hangat, nyaman bahkan bisa untuk penyembuhan suatu penyakit.
Tetapi bukan pemaparan yang terus menerus secara tetap.
Pada benda gelang atau kalung kesehatan juga tidak mencantumkan militesla yang terukur, sampai batas berapa yang dapat merugikan dan sampai batas berapa yang dianggap menguntungkan bagi tubuh manusia.
Jadi jelasnya sampai batas berapa manusia dapat menerima militesla ditubuhnya masih belum ada ketentuan yang pasti.
Semoga sumbangsih keilmuan saya ini dapat menjadi referensi bagi para pembaca.
Trimakasih, Tuhan memberkati.
Barang-barang ini dipromosikan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan mampu merebut pasaran konsumen dari berbagai kalangan mulai dari yang berduit tipis sampai ke yang berduit tebal, dari orang biasa sampai orang yang terkenal.
Tehnologi yang dibilang baru ini memanfaatkan inframerah dengan menyimpannya disuatu benda untuk tujuan pengobatan terhadap manusia.
Mekanisme yang dijadikan pengobatan adalah medan magnet.
Benda atau alat ini menggunakan metode medan magnet dan inframerah sekaligus.
Pada dasarnya setiap manusia memiliki medan magnet ditubuhnya, pada sistem saraf dan otot terdapat aliran arus listrik yang tentu saja akan menghasilkan medan magnet.
Para ilmuwan berpendapat, bahwa setiap orang yang hidup dibawah garis khatulistiwa, seperti Indonesia memiliki medan magnet 300 militesla didalam tubuhnya.
Sedangkan manusia yang hidup di benua Eropa atau Amerika, mencapai 450 militesla, jumlahnya lebih besar dibandingkan penduduk Asia, karena mereka hidupnya berdekatan dengan kutub utara dan selatan.
Dengan mengandalkan tekhnologi dari Jepang, kalung dan gelang untuk kesehatan yang dipasarkan itu dikatakan menghasilkan meterial yang dapat memancarkan gelombang inframarah panjang ( FIR = Far Infrared Ray ), dengan panjang gelombang 4 - 16 mikron.
Orang yang memakai kalung atau gelang dikatakan akan bertambah medan magnetnya didalam tubuhnya.
Dengan meningkatnya medan magnet di dalam tubuh, maka diharapkan dapat membantu sistem tubuh kita, salah satunya meningkatkan metabolisme tubuh.
Menurut teori medis, proses kimiawi untuk menunjang kehidupan manusia dibagi 2 bagian :
1. Anabolisme bersifat " membangun " yang dibentuk biasanya protein atau asam nucleat.
2. Katabolisme bersifat " membongkar " yaitu saat tubuh memproses, memecah molekul saat terjadi proses pencernaan atau untuk respirasi selluler.
Peningkatan metabolisme tubuh manusia diperoleh dari makanan dan zat dalam tubuh.
Metabolisme bergantung pada ketersediaan substrat, umumnya dari bahan makanan atau dari simpanan zat dalam tubuh, enzim yang berperan dalam proses tersebut dan tingkat kebutuhannya.
Secara umum metabolisme meningkat jika proses kimia yang berlangsung berjumlah banyak, misalnya pada saat setelah makan, maka banyak bahan makanan tersedia untuk berlangsungnya proses kimiawi, sehingga tubuh menjadi lebih panas ( hangat ).
Sebaliknya metabolisme menurun jika bahan yang dibutuhkan untuk proses kimiawi hanya ada sedikit, misalnya waktu puasa dan pada keadaan ekstrim, sehingga dapat menurunkan suhu tubuh.
Metode infrared ( panas ), memicu panas dan dapat mempercepat pergerakkan molekul sehingga dapat meningkatkan proses kimiawi.
Didalam ilmu kedokteran penggunaan sinar inframerah dapat menghasilkan pemanasan pada permukaan tubuh, akibatnya pembuluh darah permukaan melebar.
Kalau benda kalung atau gelang dipakai permanen, berarti perangsangan terhadap tubuh oleh sinar inframerah yang sekaligus bermuatan magnet secara terus menerus ( Continue ), perangsangan seperti ini dapat memicu keganasan ( kanker ) dan menimbulkan perubahan dalam pengaturan biorithme tubuh, karena tubuh merespon ada sesuatu yang berubah.
Sinar inframerah jika digunakan sesuai kebutuhan, seperti halnya bila kita berjemur dibawah sinar matahari ( antara jam 6.00 sampai dengan jam 9.00 wib pagi hari, lamanya 15 - 30 menit ) sangat membantu untuk memperbaiki sirkulasi, memberikan rasa hangat, nyaman bahkan bisa untuk penyembuhan suatu penyakit.
Tetapi bukan pemaparan yang terus menerus secara tetap.
Pada benda gelang atau kalung kesehatan juga tidak mencantumkan militesla yang terukur, sampai batas berapa yang dapat merugikan dan sampai batas berapa yang dianggap menguntungkan bagi tubuh manusia.
Jadi jelasnya sampai batas berapa manusia dapat menerima militesla ditubuhnya masih belum ada ketentuan yang pasti.
Semoga sumbangsih keilmuan saya ini dapat menjadi referensi bagi para pembaca.
Trimakasih, Tuhan memberkati.
Sabtu, 01 Januari 2011
Sering gunakan obat tetes mata, mengundang masalah.
Ada suatu kebiasaan beberapa orang sering menggunakan obat tetes mata, jika matanya dirasa kurang nyaman.
Penggunaan obat tetes mata ini sudah menjadi kebiasaan baru yang rutin dikerjakan.
Pekerjaan seperti ini disebut habituasi.
Jika mata sudah mulai merah, terasa gatal, perih orang selalu mengambil jalan pintas dengan mengambil obat tetes mata bebas dari sakunya atau laci mobilnya.
Bila keluhan ini berkali-kali timbul, tentu saja obat tetes mata yang digunakan semakin sering dan banyak.
Tetapi apakah diperbolehkan secara medis penggunaan yang tidak rasional ini ?
Sebenarnya masalah yang sering terjadi pada mata hanya merupakan proses inflamasi ( radang ).
Radang ini bisa disebabkan oleh infeksi atau reaksi immunologi ( kekebalan tubuh ), untuk mengatasinya, tersedia berbagai pilihan obat mata yang dapat mengatasi proses iritasi dan inflamasi, mulai dari air mata buatan ( artificial tears ) hingga obat yang mengandung kortikosteroid.
Obat-obat tetes mata yang mengandung steroid ini dikenal sebagai obat yang paling manjur, dikarenakan dapat mengatasi reaksi inflamasi yang hebat, dan sangat mengurangi keluhan.
Berbagai masalah yang berhubungan dengan inflamasi atau reaksi pertahanan tubuh dapat diatasi dengan obat ini.
Walaupun memberikan banyak keuntungan, steroid memiliki efek samping yang tidak ringan, misalnya dapat menurunkan daya tahan tubuh, membuat keropos tulang dan menimbulkan banyak kerusakan organ.
Oleh sebab itu penggunaan obat tetes mata itu harus dipertimbangkan antara manfaat dengan efek sampingnya.
Biasanya obat tersebut diberikan dalam waktu singkat.
Jika digunakan dalam waktu yang lama, harus dilakukan pemantauan terhadap efek samping obat tersebut.
Untuk mengatasi iritasi ringan, biasanya culup dengan pemberian artificial tears atau obat yang mengandung antihistamin.
Penggunaan kortikosteroid dalam jumlah yang tidak terlalu besar dilakukan jika reaksi peradangan yang terjadi cukup berat.
Pada beberapa jenis obat, steroid juga digunakan bersamaan dengan antibiotika.
Obat seperti ini digunakan untuk mengatasi infeksi dan proses radang.
Steroid dapat mengakibatkan kebutaan, karena steroid dapat menghambat pengeluaran cairan bola mata sehingga menyebabkan peningkatan tekanan bola mata.
Secara berkala mata memproduksi cairan bola mata yang berperan untuk melindungi bola mata, memberikan nutrisi dan oksigenasi.
Cairan tersebut terus- menerus diproduksi dan akhirnya dibuang ke sirkulasi hubung dengan keseimbangan yang baik.
Akibat penggunaan steroid, mekanisme pembuangan terganggu, sehingga cairan tersebut tetap terkumpul di mata.
Lama-kelamaan tekanan bola mata meningkat, sehingga menjadikan faktor risiko terjadinya kerusakkan saraf optik disertai penyempitan lapang pandang, yang dikenal dengan istilah glaukoma.
Terjadinya glaukoma akibat penggunaan steroid sudah diketahui sejak 50 tahun yang lalu, sayangnya hal itu tidak diketahui masyarakat, sehingga sering orang awam menggunakan obat tetes mata tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Setiap orang memiliki risiko mengalami glaukoma akibat penggunaan steroid.
Ada beberapa orang yang mamiliki risiko lebih tinggi dibandingkan dari lainnya, diantaranya :
mereka yang memiliki keluarga pernah menderita glaukoma, anak berusia dibawah 15 tahun, atau lanjut usia, diabetes tipe 1, penderita yang mengalami penyakit jaringan ikat, penderita miopia, dan mereka yang sudah menderita glaukoma.
Penggunaan steroid yang mamicu timbulnya glaukoma biasanya terjadi setelah penggunaan terus-menerus dalam waktu lebih dari satu bulan.
Dari hasil penelitian rata-rata timbul 3 bulan.
Sayangnya gejala yang terjadi tidak terlalu dirasakan penderitanya sehingga penderita tidak menyadari kerusakan yang terjadi.
Gejala yang mungkin muncul diantaranya, mata terasa tidak nyaman, sering berair, rasa pegal disekitar mata, kepala terasa pusing, atau gangguan pandangan.
Jika tidak dikenali secara dini, penderita akan mengalami kerusakkan saraf yang berat dan menyebabkan kebutaan yang tidak dapat disembuhkan.
Sebaiknya sebelum melakukan penggunaan obat tetes mata, tidak ada salahnya berkonsultasi dulu dengan dokter, terutama yang menggunakan dalam waktu yang lama.
Untuk mengatasi permasalahan mata, sebaiknya dilakukan pengobatan menurut penyebabnya.
Jika disebabkan oleh kotoran, debu cukup menggunakan pelindung mata.
Jika penyebabnya alergi, gunakan pengobatan untuk mengatasi alerginya.
Penggunaan steroid tidak untuk mengatasi iritasi ringan.
Jika diperlukan pengobatan dengan steroid hanya bersifat sementara dan tidak dianjurkan terus-menerus, kecuali memang dokter yang menganjurkan.
Jika keluhan masih saja berlanjut segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai.
Sebagai catatan dari penulis hati- hati bila anda menonton iklan ditelevisi, disitu ditayangkan mata orang yang merah bagai kirmizi, jika ditetesi dengan obat tetes mata merk tertentu, mata akan cepat berubah menjadi putih seperti salju.
Obat-obat yang demikian diduga mengandung steroid.
Jadi kalau ada suatu yang sudah menjadi kebiasaan seperti menggunakan obat tetes mata yang tidak pada tempatnya dan hanya mengikuti keinginan emosi pribadi yang tak gatuk diakal, harus hati-hati karena bisa mengundang permasalahan yang seharusnya tidak diundang.
Trimakasih, Tuhan memberkati.
Penulis juga mengucapkan selamat Hari Natal 2010 dan Tahun Baru Masehi 2011.
Nyatakan terang Natal sebagai anak-anak kebenaran, anak-anak yang berkwalitas yang menerangi dunia, pada gelapnya dunia.
" Karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang " ( I Tes 5 : 5 ).
Penggunaan obat tetes mata ini sudah menjadi kebiasaan baru yang rutin dikerjakan.
Pekerjaan seperti ini disebut habituasi.
Jika mata sudah mulai merah, terasa gatal, perih orang selalu mengambil jalan pintas dengan mengambil obat tetes mata bebas dari sakunya atau laci mobilnya.
Bila keluhan ini berkali-kali timbul, tentu saja obat tetes mata yang digunakan semakin sering dan banyak.
Tetapi apakah diperbolehkan secara medis penggunaan yang tidak rasional ini ?
Sebenarnya masalah yang sering terjadi pada mata hanya merupakan proses inflamasi ( radang ).
Radang ini bisa disebabkan oleh infeksi atau reaksi immunologi ( kekebalan tubuh ), untuk mengatasinya, tersedia berbagai pilihan obat mata yang dapat mengatasi proses iritasi dan inflamasi, mulai dari air mata buatan ( artificial tears ) hingga obat yang mengandung kortikosteroid.
Obat-obat tetes mata yang mengandung steroid ini dikenal sebagai obat yang paling manjur, dikarenakan dapat mengatasi reaksi inflamasi yang hebat, dan sangat mengurangi keluhan.
Berbagai masalah yang berhubungan dengan inflamasi atau reaksi pertahanan tubuh dapat diatasi dengan obat ini.
Walaupun memberikan banyak keuntungan, steroid memiliki efek samping yang tidak ringan, misalnya dapat menurunkan daya tahan tubuh, membuat keropos tulang dan menimbulkan banyak kerusakan organ.
Oleh sebab itu penggunaan obat tetes mata itu harus dipertimbangkan antara manfaat dengan efek sampingnya.
Biasanya obat tersebut diberikan dalam waktu singkat.
Jika digunakan dalam waktu yang lama, harus dilakukan pemantauan terhadap efek samping obat tersebut.
Untuk mengatasi iritasi ringan, biasanya culup dengan pemberian artificial tears atau obat yang mengandung antihistamin.
Penggunaan kortikosteroid dalam jumlah yang tidak terlalu besar dilakukan jika reaksi peradangan yang terjadi cukup berat.
Pada beberapa jenis obat, steroid juga digunakan bersamaan dengan antibiotika.
Obat seperti ini digunakan untuk mengatasi infeksi dan proses radang.
Steroid dapat mengakibatkan kebutaan, karena steroid dapat menghambat pengeluaran cairan bola mata sehingga menyebabkan peningkatan tekanan bola mata.
Secara berkala mata memproduksi cairan bola mata yang berperan untuk melindungi bola mata, memberikan nutrisi dan oksigenasi.
Cairan tersebut terus- menerus diproduksi dan akhirnya dibuang ke sirkulasi hubung dengan keseimbangan yang baik.
Akibat penggunaan steroid, mekanisme pembuangan terganggu, sehingga cairan tersebut tetap terkumpul di mata.
Lama-kelamaan tekanan bola mata meningkat, sehingga menjadikan faktor risiko terjadinya kerusakkan saraf optik disertai penyempitan lapang pandang, yang dikenal dengan istilah glaukoma.
Terjadinya glaukoma akibat penggunaan steroid sudah diketahui sejak 50 tahun yang lalu, sayangnya hal itu tidak diketahui masyarakat, sehingga sering orang awam menggunakan obat tetes mata tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Setiap orang memiliki risiko mengalami glaukoma akibat penggunaan steroid.
Ada beberapa orang yang mamiliki risiko lebih tinggi dibandingkan dari lainnya, diantaranya :
mereka yang memiliki keluarga pernah menderita glaukoma, anak berusia dibawah 15 tahun, atau lanjut usia, diabetes tipe 1, penderita yang mengalami penyakit jaringan ikat, penderita miopia, dan mereka yang sudah menderita glaukoma.
Penggunaan steroid yang mamicu timbulnya glaukoma biasanya terjadi setelah penggunaan terus-menerus dalam waktu lebih dari satu bulan.
Dari hasil penelitian rata-rata timbul 3 bulan.
Sayangnya gejala yang terjadi tidak terlalu dirasakan penderitanya sehingga penderita tidak menyadari kerusakan yang terjadi.
Gejala yang mungkin muncul diantaranya, mata terasa tidak nyaman, sering berair, rasa pegal disekitar mata, kepala terasa pusing, atau gangguan pandangan.
Jika tidak dikenali secara dini, penderita akan mengalami kerusakkan saraf yang berat dan menyebabkan kebutaan yang tidak dapat disembuhkan.
Sebaiknya sebelum melakukan penggunaan obat tetes mata, tidak ada salahnya berkonsultasi dulu dengan dokter, terutama yang menggunakan dalam waktu yang lama.
Untuk mengatasi permasalahan mata, sebaiknya dilakukan pengobatan menurut penyebabnya.
Jika disebabkan oleh kotoran, debu cukup menggunakan pelindung mata.
Jika penyebabnya alergi, gunakan pengobatan untuk mengatasi alerginya.
Penggunaan steroid tidak untuk mengatasi iritasi ringan.
Jika diperlukan pengobatan dengan steroid hanya bersifat sementara dan tidak dianjurkan terus-menerus, kecuali memang dokter yang menganjurkan.
Jika keluhan masih saja berlanjut segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai.
Sebagai catatan dari penulis hati- hati bila anda menonton iklan ditelevisi, disitu ditayangkan mata orang yang merah bagai kirmizi, jika ditetesi dengan obat tetes mata merk tertentu, mata akan cepat berubah menjadi putih seperti salju.
Obat-obat yang demikian diduga mengandung steroid.
Jadi kalau ada suatu yang sudah menjadi kebiasaan seperti menggunakan obat tetes mata yang tidak pada tempatnya dan hanya mengikuti keinginan emosi pribadi yang tak gatuk diakal, harus hati-hati karena bisa mengundang permasalahan yang seharusnya tidak diundang.
Trimakasih, Tuhan memberkati.
Penulis juga mengucapkan selamat Hari Natal 2010 dan Tahun Baru Masehi 2011.
Nyatakan terang Natal sebagai anak-anak kebenaran, anak-anak yang berkwalitas yang menerangi dunia, pada gelapnya dunia.
" Karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang " ( I Tes 5 : 5 ).
Jumat, 17 Desember 2010
Selulit timbulkan tulalit penampilan.
Bagi kaum hawa, strech mark atau biasa disebut selulit adalah sesuatu yang sangat mengganggu penampilan.
Tidak hanya dari segi estetika, tetapi juga mengenai perihal kepercayaan diri.
Selulit timbul karena timbunan lemak.
Jika hanya melibatkan lapisan lemak, mungkin selulit tidak akan terlihat.
Masalahnya, ada jaringan serat ( conective tissue ) yang menghubungkan otot ke kulit.
Jaringan itulah yang membuat kantong.
Selulit dimiliki pada setiap orang, hanya dalam gradasinya saja yang berbeda.
Selulit akan tampak jelas pada orang yang gemuk.
Perempuan lebih berpotensi terkena selulit, karena mempunyai lemak di tempat-tempat tertentu yang lebih besar dibandingkan laki-laki.
Timbunan lemak itu kerap ditemui di bagian paha, pinggang, dan bokong.
Tak heran dan tak usah terheran-heran jika selulit sering muncul di wilayah tersebut.
Kegemukan, konsumsi makanan yang tidak sehat, minuman beralkohol dan mengandung kafein merupakan faktor timbulnya selulit.
Selain itu, merokok juga dapat memicu selulit, karena rokok mengurangi kelenturan kulit
Racun akibat merokok dapat menyumbat pembuluh kapiler kulit sehingga darah yang penuh nutrisi bagi kulit tidak beredar lancar.
Stres dan kurang istirahat juga dapat memicu selulit.
Ketegangan otot yang berkelanjutan menyebabkan tertutupnya kelenjar di dalam kulit, sehingga menghambat proses metabolisme kulit.
Selulit dapat dihilangkan dengan memijat kulit yang mengalami selulit dengan teh, kopi, atau krem khusus untuk kulit.
Pemijatan yang benar akan melancarkan sistem sirkulasi getah bening yang menghancurkan jaringan lemak di bawah kulit.
Lakukan body scrub dengan krem secara rutin, body scrub dapat membantu mengangkat lapisan kulit mati dan merangsang pembentukkan sel baru yang lebih kencang.
Pelembab tubuh yang mengandung formula pengencang juga dapat digunakan.
Pelembab jenis ini membantu mengembalikan kekenyalan dan kekencangan kulit.
Perawatan kulit juga harus diimbangi dengan olah raga teratur, untuk membakar lemak yang tertimbun di bawah kulit.
Untuk menghilangkan dan mencegah timbulnya selulit, ada beberapa tips :
1. Olah raga teratur.
Olah raga memang tidak serta merta mencegah selulit, namun dapat membantu membuang racun dan lelebihan lemak dibawah kulit sehingga lemak tidak tertimbun dan menyebabkan selulit.
2. Perbanyak konsimsi makanan berprotein tinggi, buah, dan sayur.
Kandungan serat didalam bahan makanan tersebut membantu melancarkan proses pembuangan lemak.
3. perbanyak minum air putih agar kelembaban dan kelenturan kulit tetap terjaga.
Kulit yang sehat tidak hanya mencegah selulit, tetapi juga gangguan kulit lainnya.
Belajar pola hidup sehat dari sekarang.
Jangan sampai terjadi kegemukan, makanlah secukupnya yang sesuai dengan tinggi dan berat badan serta jangan lupa olah raga secara teratur.
Trimakasih, Tuhan memberkati.
Tidak hanya dari segi estetika, tetapi juga mengenai perihal kepercayaan diri.
Selulit timbul karena timbunan lemak.
Jika hanya melibatkan lapisan lemak, mungkin selulit tidak akan terlihat.
Masalahnya, ada jaringan serat ( conective tissue ) yang menghubungkan otot ke kulit.
Jaringan itulah yang membuat kantong.
Selulit dimiliki pada setiap orang, hanya dalam gradasinya saja yang berbeda.
Selulit akan tampak jelas pada orang yang gemuk.
Perempuan lebih berpotensi terkena selulit, karena mempunyai lemak di tempat-tempat tertentu yang lebih besar dibandingkan laki-laki.
Timbunan lemak itu kerap ditemui di bagian paha, pinggang, dan bokong.
Tak heran dan tak usah terheran-heran jika selulit sering muncul di wilayah tersebut.
Kegemukan, konsumsi makanan yang tidak sehat, minuman beralkohol dan mengandung kafein merupakan faktor timbulnya selulit.
Selain itu, merokok juga dapat memicu selulit, karena rokok mengurangi kelenturan kulit
Racun akibat merokok dapat menyumbat pembuluh kapiler kulit sehingga darah yang penuh nutrisi bagi kulit tidak beredar lancar.
Stres dan kurang istirahat juga dapat memicu selulit.
Ketegangan otot yang berkelanjutan menyebabkan tertutupnya kelenjar di dalam kulit, sehingga menghambat proses metabolisme kulit.
Selulit dapat dihilangkan dengan memijat kulit yang mengalami selulit dengan teh, kopi, atau krem khusus untuk kulit.
Pemijatan yang benar akan melancarkan sistem sirkulasi getah bening yang menghancurkan jaringan lemak di bawah kulit.
Lakukan body scrub dengan krem secara rutin, body scrub dapat membantu mengangkat lapisan kulit mati dan merangsang pembentukkan sel baru yang lebih kencang.
Pelembab tubuh yang mengandung formula pengencang juga dapat digunakan.
Pelembab jenis ini membantu mengembalikan kekenyalan dan kekencangan kulit.
Perawatan kulit juga harus diimbangi dengan olah raga teratur, untuk membakar lemak yang tertimbun di bawah kulit.
Untuk menghilangkan dan mencegah timbulnya selulit, ada beberapa tips :
1. Olah raga teratur.
Olah raga memang tidak serta merta mencegah selulit, namun dapat membantu membuang racun dan lelebihan lemak dibawah kulit sehingga lemak tidak tertimbun dan menyebabkan selulit.
2. Perbanyak konsimsi makanan berprotein tinggi, buah, dan sayur.
Kandungan serat didalam bahan makanan tersebut membantu melancarkan proses pembuangan lemak.
3. perbanyak minum air putih agar kelembaban dan kelenturan kulit tetap terjaga.
Kulit yang sehat tidak hanya mencegah selulit, tetapi juga gangguan kulit lainnya.
Belajar pola hidup sehat dari sekarang.
Jangan sampai terjadi kegemukan, makanlah secukupnya yang sesuai dengan tinggi dan berat badan serta jangan lupa olah raga secara teratur.
Trimakasih, Tuhan memberkati.
Minggu, 12 Desember 2010
Homoseksual bisa pada setiap orang.
Hati-hati jika ada seorang anak laki-laki dengan gaya anggota badannya yang luwes dan gaya bicaranya yang kenes atau kemayu, jangan-jangan anak itu homoseksual.
Setiap orang bisa berpotensi untuk menjadi homoseksual, kesimpulan ini diambil dari hasil penelitian, dimana faktor yang paling berpengaruh mengapa seseorang menjadi homoseksual adalah genetik, pola asuh keluarga, dan lingkungan.
Penggunaan kata homoseksual pertama kali pada tahun 1869 oleh Karl- Maria Kertbeny dan kemudian dipopulerkan oleh Richard Freiherr von Krafft Ebing pada bukunya Psychopathia sexualis, sejak jaman itu homoseksualitas menjadi suatu pokok kajian dan debat.
Pada awalnya homoseksual dipandang sebagai penyakit untuk diobati, tetapi sekarang lebih sering diselidiki sebagai bagian untuk memahami sejarah, ilmu biologi, ilmu jiwa, serta variasi budaya dari identitas dan praktek seksual.
Orientasi seksual terbagi dalam tiga bentuk, yaitu ; homoseksual, heteroseksual, dan biseksual.
Homoseksual adalah penyuka sesama jenis, termasuk didalamnya adalah kaum gay dan lesbian.
Heteroseksual adalah yang menyukai lawan jenis, laki-laki menyukai perempuan ataupun sebakiknya.
Biseksual adalah gabungan dari ke dua jenis tersebut.
Jadi bagi yang biseksual selain berhubungan dengan yang lawan jenis, juga berhubungan dengan sesama jenis.
Derajat orientasi seksual seseorang dapat dijelaskan dengan skala Kinsley sebagai berikut :
Skala 0 adalah homoseksual murni.
Skala 1 adalah homoseksual dengan minimal 1 kali pengalaman heteroseksual.
Skala 2 adalah homoseksual dengan beberapa kali pengalaman heteroseksual.
Skala 3 adalah homoseksual dan heteroseksual yang seimbang atau disebut juga sebagai biseksual.
Skala 4 adalah heteroseksual dengan beberapa kali pengalaman homoseksual.
Skala 5 adalah heterodeksual dengan 1 kali pengalaman homoseksual.
Terakhir, Skala 6 adalah heteroseksual murni.
Lingkungan sangat besar pengaruhnya dalam membentuk seorang anak manusia pria untuk menjadi seorang homoseksual ( gay ).
Lingkungan terdekat seperti keluarga, kemudian lingkungan sekitarnya di tempat tinggal memberi pengaruh cukup besar.
Pada penelitian didapatkan 15 % orang homoseksual ( gay ) dikarenakan faktor genetik, sedangkan 85 % karena faktor pola asuh dalam keluarga.
Untuk seorang anak laki-laki, adanya figur ayah atau figur pengganti yang berperan sebagai ayah, sangat penting, karena peran itu akan sangat berpengaruh pada pembentukkan orientasi seksualnya di kemudian hari.
Seorang anak sejak berusia 4 tahun, mulai akan mengalami pembentukkan orientasi seksual secara sederhana, sesuai dengan pola asuh didalam keluarga dan lingkungan.
Tidak adanya figur ayah dalam keluarga membuat sifat sang anak laki-laki, yang dasarnya cenderung meniru, menjadi tidak terarah.
Tidak adanya figur ayah yang bisa menjadi panutan, merupakan sebagian dari pola asuh yang salah.
Kecenderungan ke arah gay, biasanya mulai tampak pada anak laki-laki yang lebih senang bermain dengan anak perempuan, seperti bermain masak-masakan, boneka, dandan, dsb yang berhubungan dengan permainan anak perempuan.
Anak laki-laki yang dibesarkan ibunya dengan perlakuan seperti anak perempuan.
Usia yang rawan untuk menjadi seorang gay umumnya usia 4 - 11 tahun adalah usia yang rawan untuk pembentukan orientasi seks pada seorang anak.
Jadi sebaiknya mencegah lebih baik, agar orientasi seks seorang anak laki-laki tidak mengarah menjadi homoseksual.
Trimakasih, Tuhan memberkati.
Setiap orang bisa berpotensi untuk menjadi homoseksual, kesimpulan ini diambil dari hasil penelitian, dimana faktor yang paling berpengaruh mengapa seseorang menjadi homoseksual adalah genetik, pola asuh keluarga, dan lingkungan.
Penggunaan kata homoseksual pertama kali pada tahun 1869 oleh Karl- Maria Kertbeny dan kemudian dipopulerkan oleh Richard Freiherr von Krafft Ebing pada bukunya Psychopathia sexualis, sejak jaman itu homoseksualitas menjadi suatu pokok kajian dan debat.
Pada awalnya homoseksual dipandang sebagai penyakit untuk diobati, tetapi sekarang lebih sering diselidiki sebagai bagian untuk memahami sejarah, ilmu biologi, ilmu jiwa, serta variasi budaya dari identitas dan praktek seksual.
Orientasi seksual terbagi dalam tiga bentuk, yaitu ; homoseksual, heteroseksual, dan biseksual.
Homoseksual adalah penyuka sesama jenis, termasuk didalamnya adalah kaum gay dan lesbian.
Heteroseksual adalah yang menyukai lawan jenis, laki-laki menyukai perempuan ataupun sebakiknya.
Biseksual adalah gabungan dari ke dua jenis tersebut.
Jadi bagi yang biseksual selain berhubungan dengan yang lawan jenis, juga berhubungan dengan sesama jenis.
Derajat orientasi seksual seseorang dapat dijelaskan dengan skala Kinsley sebagai berikut :
Skala 0 adalah homoseksual murni.
Skala 1 adalah homoseksual dengan minimal 1 kali pengalaman heteroseksual.
Skala 2 adalah homoseksual dengan beberapa kali pengalaman heteroseksual.
Skala 3 adalah homoseksual dan heteroseksual yang seimbang atau disebut juga sebagai biseksual.
Skala 4 adalah heteroseksual dengan beberapa kali pengalaman homoseksual.
Skala 5 adalah heterodeksual dengan 1 kali pengalaman homoseksual.
Terakhir, Skala 6 adalah heteroseksual murni.
Lingkungan sangat besar pengaruhnya dalam membentuk seorang anak manusia pria untuk menjadi seorang homoseksual ( gay ).
Lingkungan terdekat seperti keluarga, kemudian lingkungan sekitarnya di tempat tinggal memberi pengaruh cukup besar.
Pada penelitian didapatkan 15 % orang homoseksual ( gay ) dikarenakan faktor genetik, sedangkan 85 % karena faktor pola asuh dalam keluarga.
Untuk seorang anak laki-laki, adanya figur ayah atau figur pengganti yang berperan sebagai ayah, sangat penting, karena peran itu akan sangat berpengaruh pada pembentukkan orientasi seksualnya di kemudian hari.
Seorang anak sejak berusia 4 tahun, mulai akan mengalami pembentukkan orientasi seksual secara sederhana, sesuai dengan pola asuh didalam keluarga dan lingkungan.
Tidak adanya figur ayah dalam keluarga membuat sifat sang anak laki-laki, yang dasarnya cenderung meniru, menjadi tidak terarah.
Tidak adanya figur ayah yang bisa menjadi panutan, merupakan sebagian dari pola asuh yang salah.
Kecenderungan ke arah gay, biasanya mulai tampak pada anak laki-laki yang lebih senang bermain dengan anak perempuan, seperti bermain masak-masakan, boneka, dandan, dsb yang berhubungan dengan permainan anak perempuan.
Anak laki-laki yang dibesarkan ibunya dengan perlakuan seperti anak perempuan.
Usia yang rawan untuk menjadi seorang gay umumnya usia 4 - 11 tahun adalah usia yang rawan untuk pembentukan orientasi seks pada seorang anak.
Jadi sebaiknya mencegah lebih baik, agar orientasi seks seorang anak laki-laki tidak mengarah menjadi homoseksual.
Trimakasih, Tuhan memberkati.
Anak Pendek.
Anak yang berperawakan pendek atau memiliki tinggi badan yang tertinggal dari teman-teman sebayanya.
Tidak perlu merasa minder dan kecil hati, melainkan perlu disikapi dengan tanya, kenapa bisa terjadi hal yang demikian.
Perawakan pendek adalah suatu keadaan bila tinggi badan seseorang di bawah ukuran normal sesuai umur dan jenis kelamin.
Pendek adalah gejala, bukan merupakan suatu penyakit dan bisa merupakan variasi normal.
Seseorang dikatakan berperawakan pendek bila tinggi badannya berada di bawah 2 standar deviasi dari rata-rata populasi atau di bawah persentil 3 kurva pertumbuhan.
Kasus perawakan pendek cukup sering, namun data epidemiologinya masih sangat sedikit.
Dari hasil konsultasi didapatkan 60 % diantaranya mengeluhkan masalah pertumbuhan dan atau merasa pendek.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tinggi badan diantaranya :
1. Faktor Genetik.
Perkiraan tinggi badan akhir anak sesuai potensi genetiknya dapat dihitung dari tinggi badan orang tuanya, dengan catatan tidak ada kelainan.
2. Faktor Nutrisi.
Nutrisi turut berperan dalam menentukan tinggi badan seorang anak mulai dari dalam kandungan sampai setelah anak lahir, paling sensitif dalam dua tahun pertama kehidupan.
3. Hormon.
Kekurangan hormon tertentu selama anak dalam masa pertumbuhan akan mempengaruhi tinggi badan si anak, khususnya hormon pertumbuhan.
4. Faktor Lingkungan.
Anak kembar identik yang diadopsi oleh keluarga yang berada belum tentu mempunyai tinggi badan yang sama, walaupun memiliki potensi tinggi genetik yang sama
Anak yang dibesarkan dalam keluarga bahagia mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang lebih baik dibandingkan anak yang hidup penuh tekanan dan kurang kasih sayang.
Perawakan pendek pada anak juga dapat disebabkan oleh berbagai kondisi medis diantaranya :
1. Pendek Turunan.
Paling sering dijumpai, biasanya terdapat riwayat perawakan pendek pada orang tua.
Tinggi badan anak berada di bawah rata-rata tetapi kecepatan tumbuh sesuai untuk umurnya ( normal ).
Pada masa dewasa biasanya anak tetap pendek.
2. Contitutional delay growth and puberty ( CDGP ).
Anak tampak pendek sebelum usia pubertas, lebih sering terjadi pada anak laki-laki.
Perkembangan pubertasnya lebih lambat dibanding teman sebayanya.
Meski begitu, tinggi badan akhir akan mencapai batas normal.
3. Pertumbuhan janin terganggu ( PJT ).
Anak dikatakan mengalami PJT, bila berat badan saat lahir tidak sesuai dengan masa kehamilan ibu dan kelak berpotensi menyebabkan perawakan pendek.
Diperlukan pemantauan intensif PJT agar anak dapat mengejar pertumbuhannya.
Kejar tumbuh pada anak PJT sebagian besar ( 40 % ) terjadi pada usia sebelum 6 bulan, 25 % sebelum usia 3 tahun, dan 15 % tidak terjadi kejar tumbuh.
4. Penyakit Kronis.
Penyakit kronis seperti penyakit jantung, ginjal, paru, dan lain-lain dapat mengganggu pertumbuhan dengan berbagai mekanisme.
Pada anak dengan penyakit kronis, yang lebih dahulu terhambat adalah pertumbuhan berat badannya, baru kemudian diikuti tinggi badannya.
5. Perawakan pendek idiopatik.
Perawakan pendek idiopatik adalah perawakan pendek yang tidak jelas diketahui penyebabnya.
Dikatakan idiopatik apabila semua penyebab perawakan pendek lain sudah disingkirkan.
6. Kekurangan hormon peryumbuhan ( Growth Hormon Deficiency = GHD )
Anak yang kekurangan hormon pertumbuhan akan mengalami penurunan kecepatan pertumbuhan.
Gangguan pertumbuhan mulai terlihat setelah usia 6 bulan.
Sering kali orang tua baru menyadari setelah anak berusia 3 tahun karena perbedaan tinggi badan yang cukup mencolok dengan teman sebayanya.
Gejala kelainan itu adalah anak pendek, tampak gemuk tapi proporsional, wajah tampak lebih muda dari usianya dan montok dengan suara yang melengking.
Bisa terdapat dahi yang menonjol, lambatnya pertumbuhan gigi, dan atau terlambatnya tanggal gigi sulung dan disertai mikropenis ( penis kecil ) pada anak laki-laki.
Pada anak yang bermasalah dalam pertumbuhannya atau anak pendak dapat dilakukan beberapa jenis pemeriksaan diantaranya :
1. Pemeriksaan dengan kurva tinggi badan, yang dilakukan secara benar dan teratur. misalnya :
KMS ( Kartu menuju sehat ) di posyandu.
2.Pemeriksaan bone age ( umur tulang ).
Dilakukan rongen tulang tangan kiri dan dilakukan evaluasi apakah umur tulang sesuai dengan umur biologis anak dan prediksi tinggi akhir anak.
3. Pemeriksaan darah lengkap.
Diperiksa kadar feritin ( besi ), fungsi hati, dan ginjal untuk mendeteksi adakah penyakit tertentu pada anak.
4. Pemeriksaan growth hormone dan hormon tiroid.
Khusus pada anak perempuan dilakukan pemeriksaan analisis kromosom, karena yang sering menyebabkan perawakan pendek pada perempuan adalah kelainan kromosom yang disebut sindrom turner.
Sindrom turner terjadi pada satu diantara 2000 kelahiran normal bayi perempuan.
Keadaan ini kebanyakkan tidak terdeteksi, sehingga baru diperiksakan saat sudah terjadi delayed puberty ( pubertas terlambat ).
Ada juga kasus yang sulit memiliki keturunan saat telah berumah tangga yang akhirnya terdiagnosis sindrom turner.
Jadi setiap anak dengan perawakan pendek harus dicari penyebabnya dan keluarga perlu mengetahui tentang potensi genetik pertumbuhan anaknya.
Deteksi dini adalah tindakan yang paling penting misalnya dengan melakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan secara berkala.
Trimakasih, Tuhan memberkati.
Tidak perlu merasa minder dan kecil hati, melainkan perlu disikapi dengan tanya, kenapa bisa terjadi hal yang demikian.
Perawakan pendek adalah suatu keadaan bila tinggi badan seseorang di bawah ukuran normal sesuai umur dan jenis kelamin.
Pendek adalah gejala, bukan merupakan suatu penyakit dan bisa merupakan variasi normal.
Seseorang dikatakan berperawakan pendek bila tinggi badannya berada di bawah 2 standar deviasi dari rata-rata populasi atau di bawah persentil 3 kurva pertumbuhan.
Kasus perawakan pendek cukup sering, namun data epidemiologinya masih sangat sedikit.
Dari hasil konsultasi didapatkan 60 % diantaranya mengeluhkan masalah pertumbuhan dan atau merasa pendek.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tinggi badan diantaranya :
1. Faktor Genetik.
Perkiraan tinggi badan akhir anak sesuai potensi genetiknya dapat dihitung dari tinggi badan orang tuanya, dengan catatan tidak ada kelainan.
2. Faktor Nutrisi.
Nutrisi turut berperan dalam menentukan tinggi badan seorang anak mulai dari dalam kandungan sampai setelah anak lahir, paling sensitif dalam dua tahun pertama kehidupan.
3. Hormon.
Kekurangan hormon tertentu selama anak dalam masa pertumbuhan akan mempengaruhi tinggi badan si anak, khususnya hormon pertumbuhan.
4. Faktor Lingkungan.
Anak kembar identik yang diadopsi oleh keluarga yang berada belum tentu mempunyai tinggi badan yang sama, walaupun memiliki potensi tinggi genetik yang sama
Anak yang dibesarkan dalam keluarga bahagia mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang lebih baik dibandingkan anak yang hidup penuh tekanan dan kurang kasih sayang.
Perawakan pendek pada anak juga dapat disebabkan oleh berbagai kondisi medis diantaranya :
1. Pendek Turunan.
Paling sering dijumpai, biasanya terdapat riwayat perawakan pendek pada orang tua.
Tinggi badan anak berada di bawah rata-rata tetapi kecepatan tumbuh sesuai untuk umurnya ( normal ).
Pada masa dewasa biasanya anak tetap pendek.
2. Contitutional delay growth and puberty ( CDGP ).
Anak tampak pendek sebelum usia pubertas, lebih sering terjadi pada anak laki-laki.
Perkembangan pubertasnya lebih lambat dibanding teman sebayanya.
Meski begitu, tinggi badan akhir akan mencapai batas normal.
3. Pertumbuhan janin terganggu ( PJT ).
Anak dikatakan mengalami PJT, bila berat badan saat lahir tidak sesuai dengan masa kehamilan ibu dan kelak berpotensi menyebabkan perawakan pendek.
Diperlukan pemantauan intensif PJT agar anak dapat mengejar pertumbuhannya.
Kejar tumbuh pada anak PJT sebagian besar ( 40 % ) terjadi pada usia sebelum 6 bulan, 25 % sebelum usia 3 tahun, dan 15 % tidak terjadi kejar tumbuh.
4. Penyakit Kronis.
Penyakit kronis seperti penyakit jantung, ginjal, paru, dan lain-lain dapat mengganggu pertumbuhan dengan berbagai mekanisme.
Pada anak dengan penyakit kronis, yang lebih dahulu terhambat adalah pertumbuhan berat badannya, baru kemudian diikuti tinggi badannya.
5. Perawakan pendek idiopatik.
Perawakan pendek idiopatik adalah perawakan pendek yang tidak jelas diketahui penyebabnya.
Dikatakan idiopatik apabila semua penyebab perawakan pendek lain sudah disingkirkan.
6. Kekurangan hormon peryumbuhan ( Growth Hormon Deficiency = GHD )
Anak yang kekurangan hormon pertumbuhan akan mengalami penurunan kecepatan pertumbuhan.
Gangguan pertumbuhan mulai terlihat setelah usia 6 bulan.
Sering kali orang tua baru menyadari setelah anak berusia 3 tahun karena perbedaan tinggi badan yang cukup mencolok dengan teman sebayanya.
Gejala kelainan itu adalah anak pendek, tampak gemuk tapi proporsional, wajah tampak lebih muda dari usianya dan montok dengan suara yang melengking.
Bisa terdapat dahi yang menonjol, lambatnya pertumbuhan gigi, dan atau terlambatnya tanggal gigi sulung dan disertai mikropenis ( penis kecil ) pada anak laki-laki.
Pada anak yang bermasalah dalam pertumbuhannya atau anak pendak dapat dilakukan beberapa jenis pemeriksaan diantaranya :
1. Pemeriksaan dengan kurva tinggi badan, yang dilakukan secara benar dan teratur. misalnya :
KMS ( Kartu menuju sehat ) di posyandu.
2.Pemeriksaan bone age ( umur tulang ).
Dilakukan rongen tulang tangan kiri dan dilakukan evaluasi apakah umur tulang sesuai dengan umur biologis anak dan prediksi tinggi akhir anak.
3. Pemeriksaan darah lengkap.
Diperiksa kadar feritin ( besi ), fungsi hati, dan ginjal untuk mendeteksi adakah penyakit tertentu pada anak.
4. Pemeriksaan growth hormone dan hormon tiroid.
Khusus pada anak perempuan dilakukan pemeriksaan analisis kromosom, karena yang sering menyebabkan perawakan pendek pada perempuan adalah kelainan kromosom yang disebut sindrom turner.
Sindrom turner terjadi pada satu diantara 2000 kelahiran normal bayi perempuan.
Keadaan ini kebanyakkan tidak terdeteksi, sehingga baru diperiksakan saat sudah terjadi delayed puberty ( pubertas terlambat ).
Ada juga kasus yang sulit memiliki keturunan saat telah berumah tangga yang akhirnya terdiagnosis sindrom turner.
Jadi setiap anak dengan perawakan pendek harus dicari penyebabnya dan keluarga perlu mengetahui tentang potensi genetik pertumbuhan anaknya.
Deteksi dini adalah tindakan yang paling penting misalnya dengan melakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan secara berkala.
Trimakasih, Tuhan memberkati.
Selasa, 07 Desember 2010
Asupan, tentukan kecerdasan otak.
Kalau kita kebetulan sedang membaca surat kabar, tabloid, atau majalah, dan melihat ada iklan menu masakan atau makanan yang ditata begitu menarik berikut dengan foto menu yang ditampilkan, begitu juga dengan buku daftar menu di rumah makan yang tersusun apik dan enak dilihat mata.
Tentu melihat yang demikian adalah suatu hal yang biasa.
Tetapi kenapa harus dalam penampilan menarik? , tentu ada apa-apanya, dan kenapa demikian, inilah jawabannya ;
Dari hasil penelitian di Amerika Serikat menemukan bahwa sistem kerja otak dapat diaktivasi dengan kehadiran senyawa dari makanan.
Selain menikmati makanan yang disajikan, metabolisme otak bagian kanan dapat ditingkatkan dengan melihat ataupun merasakan makanan favorit yang dilihat.
Dalam hal ini kita teringat penemuan Pavlov, ilmuwan asal Rusia yang pernah meraih hadiah Nobel 1904, melalui teorinya tentang conditioned reflex atau involuntary reflex action, ia membuktikan prilaku manusia dapat diatur atau dikondisikan sesuai proses pembelajaran yang diperolehnya.
Dalam exsperimennya ; ketika seekor anjing diberi makanan, ia mengeluarkan air liur. Ini disebut refleks yang lazim atau conditioned reflex. Ia tak perlu menjalani proses pembelajaran, namun pada saat yang sama bila dibunyikan lonceng, terjadilah proses pembelajaran.
Anjing itu mulai " mengaitkan " bunyi lonceng dengan makanan dan air liurnya.
Setelah beberapa kali mengalami kejadian serupa, maka saat mendengar bunyi lonceng, air liurnya keluar sendiri meski tidak diberi makanan.
Ini disebut unconditioned reflex, reflex tak lazim keluarnya air liur itu tidak lazim, tidak ada makanan.
Namun ia tetap mengeluarkan air liur.
Pembelajaran ini harus diulang beberapa kali agar " keterkaitan " yang dikehendaki tertanam dalam gagasan pikiran atau mind hewan atau juga pada manusia.
Dalam ilmu psikologi dan neurologi modern, pengulangan atau repetition dikaitkan dengan intensity.
Apa yang hendak ditanam harus terus diulang secara intensif.
Jadi kenapa gambar atau foto makanan itu ditampilkan begitu menarik, supaya tertanam dalam otak dan menimbulkan keinginan akan selera dari makanan itu.
Otak memang bagian terpenting dalam tubuh manusia, dan memerlukan asupan beberapa kebutuhan makanan yang specifik.
Apapun yang dimakan seseorang menjadi faktor yang dapat mempengaruhi fungsi dan perkembangan otaknya.
untuk menjadi pintar dan cerdas, otak memerlukan nutrisi yang berkwalitas.
Makanan sehari-hari juga menjadi faktor peningkat kepandaian seseorang.
Sarapan pagi dapat membantu kerja otak, dikarenakan kehadiran glukosa sangat diperlukan.
Pada penelitian, seseorang yang melewatkan sarapan paginya dapat mengalami penurunan kinerja otaknya, baik disekolah maupun di kantor.
Dan dapat menimbulkan kepikunan dini diusia produktif.
Peran glukosa bukan hanya sebagai penambah kalori tubuh semata.
Seorang anak yang menikmati sarapan pagi dengan minum susu dan makanan ringan yang manis menunjukkan tingkat ingatan dan konsentrasi yang tinggi saat bersekolah.
Menurut penelitian : hidangan sarapan pagi yang banyak memasukkan unsur karbohidrat dan kacang-kacangan tinggi protein dapat membantu peningkatan daya ingat dan konsentrasi.
Sebagai contoh : Nasi lengko, makanan khas daerah Losarang, Indramayu, dan Cirebon, lebih banyak memasukkan unsur karbohidrat dan kacang-kacangan.
Makanan yang baik untuk dihidangkan saat makan siang, hidangan yang banyak memasukkan unsur telur dan sayur-sayuran atau salad.
Telur kaya akan senyawa kholin yang dapat digunakan tubuh untuk memproduksi senyawa asetilkholin ( neurotransmiter acetylcholine ).
Daya ingat seseorang dapat berkurang apabila kekurangan senyawa asetilkholin.
Salad mengandung banyak senyawa antioksidan termasuk beta-caroten, vitamin C, dan vitamin E, yang dapat membantu untuk menghindari proses penuaan otak.
proses penuaan otak ini berkaitan dengan menurunnya daya ingat.
Yoghurt bisa diminum pada saat makan siang, dapat membantu menurunkan stress di siang hari, dikarenakan yoghurt mengandung asam amino tirosin, yang juga diperlukan untuk memproduksi senyawa asetilkholin.
Peningkatan tirosin dapat membantu meningkatkan daya ingat otak.
Sebagian orang senang menikmati makanan ringan ( ngemil ) di sore hari.
Ngemil di sore hari sebenarnya baik untuk meningkatkan glukosa bagi kebutuhan otak dan tubuh.
Namun perlu diperhatikan jenis makanan yang dinikmati saat mengemil. ( lihat tulisan dr. Sintoso Pujianto sebelumnya, Tentang ngemil ).
Jadi untuk meningkatkan daya ingat harus diperhatikan asupan makanan yang di konsumsi, sebab apa yang dimakan oleh seseorang menjadi faktor yang dapat mempengaruhi fungsi dan perkembangan otaknya.
Trimakasih, Tuhan memberkati.
Tentu melihat yang demikian adalah suatu hal yang biasa.
Tetapi kenapa harus dalam penampilan menarik? , tentu ada apa-apanya, dan kenapa demikian, inilah jawabannya ;
Dari hasil penelitian di Amerika Serikat menemukan bahwa sistem kerja otak dapat diaktivasi dengan kehadiran senyawa dari makanan.
Selain menikmati makanan yang disajikan, metabolisme otak bagian kanan dapat ditingkatkan dengan melihat ataupun merasakan makanan favorit yang dilihat.
Dalam hal ini kita teringat penemuan Pavlov, ilmuwan asal Rusia yang pernah meraih hadiah Nobel 1904, melalui teorinya tentang conditioned reflex atau involuntary reflex action, ia membuktikan prilaku manusia dapat diatur atau dikondisikan sesuai proses pembelajaran yang diperolehnya.
Dalam exsperimennya ; ketika seekor anjing diberi makanan, ia mengeluarkan air liur. Ini disebut refleks yang lazim atau conditioned reflex. Ia tak perlu menjalani proses pembelajaran, namun pada saat yang sama bila dibunyikan lonceng, terjadilah proses pembelajaran.
Anjing itu mulai " mengaitkan " bunyi lonceng dengan makanan dan air liurnya.
Setelah beberapa kali mengalami kejadian serupa, maka saat mendengar bunyi lonceng, air liurnya keluar sendiri meski tidak diberi makanan.
Ini disebut unconditioned reflex, reflex tak lazim keluarnya air liur itu tidak lazim, tidak ada makanan.
Namun ia tetap mengeluarkan air liur.
Pembelajaran ini harus diulang beberapa kali agar " keterkaitan " yang dikehendaki tertanam dalam gagasan pikiran atau mind hewan atau juga pada manusia.
Dalam ilmu psikologi dan neurologi modern, pengulangan atau repetition dikaitkan dengan intensity.
Apa yang hendak ditanam harus terus diulang secara intensif.
Jadi kenapa gambar atau foto makanan itu ditampilkan begitu menarik, supaya tertanam dalam otak dan menimbulkan keinginan akan selera dari makanan itu.
Otak memang bagian terpenting dalam tubuh manusia, dan memerlukan asupan beberapa kebutuhan makanan yang specifik.
Apapun yang dimakan seseorang menjadi faktor yang dapat mempengaruhi fungsi dan perkembangan otaknya.
untuk menjadi pintar dan cerdas, otak memerlukan nutrisi yang berkwalitas.
Makanan sehari-hari juga menjadi faktor peningkat kepandaian seseorang.
Sarapan pagi dapat membantu kerja otak, dikarenakan kehadiran glukosa sangat diperlukan.
Pada penelitian, seseorang yang melewatkan sarapan paginya dapat mengalami penurunan kinerja otaknya, baik disekolah maupun di kantor.
Dan dapat menimbulkan kepikunan dini diusia produktif.
Peran glukosa bukan hanya sebagai penambah kalori tubuh semata.
Seorang anak yang menikmati sarapan pagi dengan minum susu dan makanan ringan yang manis menunjukkan tingkat ingatan dan konsentrasi yang tinggi saat bersekolah.
Menurut penelitian : hidangan sarapan pagi yang banyak memasukkan unsur karbohidrat dan kacang-kacangan tinggi protein dapat membantu peningkatan daya ingat dan konsentrasi.
Sebagai contoh : Nasi lengko, makanan khas daerah Losarang, Indramayu, dan Cirebon, lebih banyak memasukkan unsur karbohidrat dan kacang-kacangan.
Makanan yang baik untuk dihidangkan saat makan siang, hidangan yang banyak memasukkan unsur telur dan sayur-sayuran atau salad.
Telur kaya akan senyawa kholin yang dapat digunakan tubuh untuk memproduksi senyawa asetilkholin ( neurotransmiter acetylcholine ).
Daya ingat seseorang dapat berkurang apabila kekurangan senyawa asetilkholin.
Salad mengandung banyak senyawa antioksidan termasuk beta-caroten, vitamin C, dan vitamin E, yang dapat membantu untuk menghindari proses penuaan otak.
proses penuaan otak ini berkaitan dengan menurunnya daya ingat.
Yoghurt bisa diminum pada saat makan siang, dapat membantu menurunkan stress di siang hari, dikarenakan yoghurt mengandung asam amino tirosin, yang juga diperlukan untuk memproduksi senyawa asetilkholin.
Peningkatan tirosin dapat membantu meningkatkan daya ingat otak.
Sebagian orang senang menikmati makanan ringan ( ngemil ) di sore hari.
Ngemil di sore hari sebenarnya baik untuk meningkatkan glukosa bagi kebutuhan otak dan tubuh.
Namun perlu diperhatikan jenis makanan yang dinikmati saat mengemil. ( lihat tulisan dr. Sintoso Pujianto sebelumnya, Tentang ngemil ).
Jadi untuk meningkatkan daya ingat harus diperhatikan asupan makanan yang di konsumsi, sebab apa yang dimakan oleh seseorang menjadi faktor yang dapat mempengaruhi fungsi dan perkembangan otaknya.
Trimakasih, Tuhan memberkati.
Langganan:
Postingan (Atom)