Senin, 21 Maret 2011

Ada pelangi di gigi.

Seperti nama judul diatas memaksa kesadaran kita mengakui bahwa gigi tidak selalu putih.
Di dunia periklanan gigi seakan dibuat materi yang eksotis, bahkan disebutkan gigi sehat, gigi putih, gigi bercahaya. Tapi apakah sudah menjadi jaminan gigi putih dan bercahaya itu sehat ?
Warna gigi manusia dewasa pada lazimnya terlihat berkisar pada gradasi warna kuning, coklat kemerahan dan abu-abu.
Setiap orang mempunyai kisaran warna yang sangat luas.
Tidak ada warna gigi yang dibenarkan atau disalahkan.
Gigi pada individu usia lanjut akan berwarna gelap sampai kekuningan.
Pada anak-anak memiliki warna tersendiri, gigi susu pada anak-anak secara umum lebih putuh dibandingkan dengan gigi dewasanya.
Semakin bertambah usianya, warna gigi seseorang akan terlihat lebih gelap.

Warna gigi dipengaruhi oleh dua jenis noda atau stain diantaranya :
Stain ekstrinsik dan stain intrinsik.
Stain ekstrinsik merupakan stain yang terlihat dipermukaan gigi.
Hal ini terjadi akibat terpaparnya gigi oleh minuman dan makanan berwarna, serta tembakau.
Noda ini tak perlu dipikirkan, karena bersifat ringan dan dapat dihilangkan dengan penyikatan gigi maupun dengan dental profilaktik.
Untuk noda yang membandel dapat dihilangkan dengan teknik yang lebih lanjut seperti teknik pemutihan gigi ( bleaching ).
Yang perlu mendapat perhatian, noda ekstrinsik yang persisten dapat berpenetrasi ke area yang lebih dalam setelah beberapa waktu lamanya.

Stain intrinsik, terbentuk pada permukaan dalam gigi.
Perubahan ini bisa karena usia, dimana gigi cenderung menguning seiring dengan bertambahnya usia.

Perubahan warna gigi yang menjadi lebih kuning karena faktor usia, kejadian seperti ini masih dibilang fisiologis.
Pada orang berusia lanjut biasanya terjadi penipisan email, sehingga lebih menampakkan dentin yang opaque ( tidak melewatkan cahaya ) hasilnya adalah warna gigi terlihat lebih gelap.

Penyebab lainnya korosi restorasi amalgam, yang membuat gigi menjadi abu-abu.
Perubahan warna gigi juga timbul akibat adanya karies, adanya masalah pada pulpa, nekrosis, perawatan saluran akar, dapat juga karena trauma.

Anti biotik tetrasiklin yang dikonsumsi saat masa pembentukkan email dapat membuat gigi menjadi ke abu-abuan.
Yang seperti ini paling rentan terjadi pada anak-anak.
Tetrasiklin dimasa lalu dikenal sebagai salah satu obat yang menjadi andalan untuk mengatasi infeksi.
Penemunya Benjamin Minge Duggar pada tahun 1948.
Setelah ditemukan tetrasiklin ini, para ilmuwan banyak menemukan senyawa kimia baru untuk membuat jenis obat baru.
Jadi penemuan tetrasiklin dianggap salah satu penemuan terpenting dalam pengembangan anti biotika dikalangan medis.

Tetrasiklin bekerja menghambat sintesis protein dari bakteri, sehingga bakteri tak dapat hidup.
Jaman dulu digunakan untuk mengatasi kolera, karena pertimbangan keamanan, saat ini hanya digunakan untuk mengatasi jerawat terinfeksi atau penyakit yang lain.

Beberapa karakteristik anti biotika jenis tetrasiklin :
- Dapat mengakibatkan perubahan warna pada gigi yang sedang tumbuh, jika dikonsumsi oleh anak.
Perubahan warna dapat bersifat permanen sampai dewasa.
- Menjadi tidak aktif bila dikonsumsi bersamaan dengan makanan yang mengandung kalsium, sehingga sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan susu, yoghurt atau produk olahan susu lainnya.
- Obat menjadi tidak aktif bila dikonsumsi bersamaan dengan obat-obat sakit maag ( lambung ).
- Pengguna obat menjadi lebih sensitif terhadap cahaya.
- Dapat menimbulkan penyakit lupus dan gangguan pada hati ( hepatitis ).
- Tidak diperbolehkan dikonsumsi oleh ibu hamil atau menyusui, karena zat aktifnya dapat masuk ke janin atau ke bayi melalui placenta dan larut pada air susu ibu.
Pada janin dapat mengganggu pertumbuhan tulang, sedangkan pada bayi mengakibatkan perubahan warna gigi.
- Bagi penderita alergi terhadap tetrasiklin dapat mengakibatkan gangguan pernapasan.

Walaupun efek sampingnya tidak sedikit, obat ini cukup efektif untuk mengatasi bakteri dalam penyakit-penyakit tertentu.

Tetrasiklin juga cukup efektif pada pengobatan penyakit menular seksual ( PMS ), jerawat, infeksi saluran cerna , ulkus peptikum.

Kerja tetrasiklin ini diserap oleh tulang, obat ini dapat juga digunakan sebagai pemindai pertumbuhan tulang pada satu kurun waktu.
Biasanya digunakan untuk deteksi ada tidaknya kelainan pertumbuhan tulang.

Selain untuk pengobatan, tetrasiklin digunakan untuk penelitian, diantaranya untuk penelitian kanker.
Tetrasiklin juga digunakan sebagai salah satu komponen pada penelitian untuk mengetahui resistensi obat pada bakteri.

Diskolorisasi bisa juga disebabkan oleh penyakit yang berat dan demam pada masa anak-anak, mengkonsumsi fluoride yang berlebihan pada awal masa anak-anak seperti penelanan pasta gigi
berfluoride.
Hal ini juga turut berperan.

Warna gigi memang bukan penentu sehat tidaknya gigi, namun gigi putih tetap menjadi idaman banyak orang.
Selain dari segi kesehatan, gigi juga mengandung nilai keindahan.
Itulah sebabnya banyak orang berusaha memperbaiki kondisi giginya, jika sudah terlihat berubah warna.
Trimakasih, Tuhan memberkati.

Kamis, 17 Maret 2011

Pikiran Porno dapat merusak otak.

Untuk mencapai keberhasilan menemukan jati diri harus ditopang oleh keinginan kuat untuk mengenal gejolak-gejolak batin, mengamati gerak-geriknya, menenangkannya, dan berkuasa atasnya.
Salah satu dari gejolak kejiwaan yang tersulit untuk dihadapi adalah pikiran.
Banyak teori untuk menenangkan pikiran, tetapi sulit diredam karena disebabkan oleh fluktuasinya yang liar, supercepat, dan sering kali berada di luar kontrol kesadaran.
Jika pikiran kotor ( piktor ) telah merasuk wilayah otak manusia, segala proses akan diterjemahkan menjadi serba porno.
Contoh soalnya ; melihat wanita pakai bikini renang, tarian yang belahan dadanya terbuka, goyang dangdut atau jaipongan, melihat paha wanita seksi, celana ketat, rok mini dan seterusnya.
Semua yang menempel di benak pikirannya hanya porno dan porno tidak ada yang lain.
Ibarat dalam satu kedipan mata, ada 17 x 1001 momen pikiran yang berfluktuasi.
Orang yang berpikiran seperti ini tergolong pecandu.
Laki-laki lebih sering memikirkan seks, keadaan ini mencerminkan kerapuhan seorang pria.
Tentunya sangat membahayakan, baik bagi dirinya sendiri, maupun bagi orang lain.
Bagi dirinya sendiri ; dikarenakan di dalam pikiran orang itu hanya ada masalah seks ( porno ) saja, ditambah dengan napsu seks yang besar tetapi sulit untuk disalurkan.
Bahaya bagi orang lain ; tentunya orang lain banyak yang merasa dirugikan atas perbuatan dan keputusannya.
Dengan melihat keadaan ini perlu mendapat penanganan yang serius.
Prilaku seperti ini adalah kekhasan manusia yang mempunyai pikiran erotis ( erotic mind ).

Sigmund Freud seorang teoritikus besar berpandangan tentang dorongan seksual manusia, mengakui ada dominasi hasrat seksual dalam prilaku manusia.
Hasrat ini sering kali timbul dan hadir dalam simbol-simbol organ seksual atau pornografi.
Dengan melalui proses pemaknaan, akhirnya manusia menjadi candu pornografi.

Istilah pornografi di negri kita kemunculannya menjadi sangat populer.
Istilah ini berasal dari bahasa Yunani yaitu Porni dan Grafo.
Porni berarti penjual jasa layanan seks bebas, biasa di kamus disebut sebagai pelacur.
Sementara Grafo bermakna tulisan atau gambar.
Lalu kemudian pornografi diartikan sebagai semua materi tulisan atau gambar yang menampilkan para pelacur.

Pornogafi dalam pengertian sederhana sudah ada sejak manusia mengenal simbol gambar dan huruf.
Sebelum kebudayaan Yunani kuno, manusia sudah punya kebiasaan membuat patung atau gambar-gambar alat kelamin dan kegiatan koitus.
Para pujangga masa lalu sudah menulis puisi atau kidung cinta yang mengungkapkan materi tabu ini secara gamblang.
Jadi setiap periode jaman materi pornografi selalu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Yang menjadi permasalahan, jika seseorang mengalami paparan materi pornografi secara terus menerus dapat mengganggu fungsi otak dan kemampuan intelegensia pecandu.
Pornografi memicu kekerasan seksual dan menurunkan mutu sumber daya manusia.
Otak merupakan pusat pengaturan prilaku, terdiri dari banyak sirkuit, melibatkan beberapa area yang terbentuk dari proses belajar.
Orang yang sudah kecanduan pornografi akan mengalami gangguan prilaku dan kemampuan intelegensia.
Merasa senang bila melihat materi pornografi, kecanduan mengakibatkan otak bagian tengah depan ( ventral tegmental area ) mengecil.
Penyusutan sel otak yang memproduksi dopamine, zat kimia pemicu rasa senang itu mengacaukan kerja neurotransmiter pengirim pesan.

Kecanduan pornografi serupa prosesnya dengan pecandu kokain dan zat adiktif lainnya.
Paparan pornografi menyebabkan perubahan yang menetap pada neurotransmiter dan melemahkan fungsi kontrol.
Seorang yang kecanduan pornografi tak bisa mengontrol prilaku seksnya dan mengalami gangguan memori.
Kondisi ini tidak terjadi segera, tetapi melalui tahapan dan ditandai tindakan impulsif kecanduan dan perubahan prilaku.
Kerusakan otak akibat kecanduan ini lebih berat dibandingkan dengan jenis kecanduan lain.

Kecanduan pornografi dan narkoba mengakibatkan kegagalan adaptasi sosial.
Kecanduan tersebut juga merusak fungsi otak dan struktur otak dengan pola yang sama dengan gejala-gejala adiksi fisiologis karena obat-obatan dan alkohol.
Tidak seperti adiksi lainnya, kecanduan pornografi tidak hanya mempengaruhi fungsi luhur otak, tetapi juga merangsang tubuh, fisik dan emosi diikuti prilaku seksual.
Bila gangguan prilaku dan kemampuan intelegensia itu meluas, hal ini akan memperburuk kemampuan kesehatan fisik, mental dan sosial.

Prof Dr. Hilton dari AS mengatakan pecandu butuh terapi, metadenya adalah memotivasi pecandu sehingga mau berupaya terbebas dari kecanduan, menciptakan situasi aman dengan menghambat akses pada pornografi, membentuk group konselor sebaya, dan memperkuat spiritualitas.
Dengan spiritualitas akan mendatangkan ketenangan pikiran.
Ketenangan pikiran dicapai dengan membawanya dari level terpencar ( scattered mind ) menuju ke level terkonsentrasi ( concentrated mind ).
Pada level terpencar, pikiran sangat labil dan mudah terusik oleh rangsangan sehingga rentan menimbulkan kecemasan dan ketidakstabilan emosional.
Orang yang sampai pada pikiran terkonsentrasi menerima rangsangan tanpa terganggu.
Pikiran terkonsentrasi ini adalah ajaran tradisi timur dalam pemikiran barat disebut mind fulness atau dalam pemikiran jawa disebut eling.
Eling adalah upaya pribadi mengenali gejolak-gejolak batin ( self- awareness ).

Sebagai pengingat kembali, agar para orang tua mewaspadai materi pornografi diberbagai media diantaranya televisi, komik, situs porno, video games dan media lainnya.
Kebanyakan dari anak-anak yang melihat materi pornografi justru dirumahnya sendiri.
Jadi anak-anak sebaiknya perlu pendampingan dari orang tua.
Salah satu syarat penting untuk mencapai pribadi sehat adalah membuat sadar yang tidak disadari.
Trimakasih, Tuhan memberkati.

Minggu, 06 Maret 2011

Depresi di tengah kehidupan kota besar.

Kehidupan dikota besar setiap hari disibukkan oleh beragam persoalan.
Dari senin sampai sabtu orang disibukkan dengan pekerjaan, terkadang hari minggu juga bukan digunakan sebagai hari buat keluarga, malah buat menyelesaikan masalah pekerjaan dikantor yang belum selesai.
Apa sudah begitu parahnya kehidupan dikota besar ini.
Jadi janganlah heran jika banyak orang yang merasakan sering sakit kepala tanpa sebab yang jelas, badan terasa lemas-lemas, tidak ada gairah kerja dan seterusnya.
Itu tandanya orang tersebut mengalami apa yang disebut dengan depresi.
Ada jenis depresi senin pagi, ketika bangun dari tidur dan menyadari bahwa masih ada yang akan dihadapi selama satu minggu lagi dikantor nanti.
Ada jenis depresi tengah minggu, ketika menyadari bahwa keranjang cucian sudah menumpuk penuh, bagai " gunung ".
Kemudian ada jenis depresi yang besar dan sangat berat, jenis ini menguras seluruh daya hidup, bagai menggali lubang malapetaka.

Ketika kita tidak mampu lagi mengatasinya, depresi akan semakin dalam.
Depresi adalah suatu masalah yang dapat dialami oleh setiap orang.
Depresi merupakan gangguan kejiwaan yang paling sering dijumpai.
Prevalensinya cukup besar sekitar 5 - 10 %, dan penderita wanita dua kali lebih banyak dibandingkan pria.
Dalam dua dekade mendatang WHO memperkirakan 300 juta penduduk dunia akan menderita depresi.

Pada tahun 2020, depresi akan menempati masalah kesehatan nomor dua terbesar setelah penyakit kardiovaskuler.
Orang yang mempunyai kepribadian introvert harus diwaspadai, dikarenakan sangat rentan terjadi depresi.
Seorang yang introvert cenderung berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri dan tidak berkonsultasi dengan temannya, beban masalahnya tidak tersampaikan sehingga terus tersimpan dan menumpuk.
Hal ini dapat memicu gangguan depresi.
Depresi dapat dipicu oleh stres dan peristiwa-peristiwa trumatis.
Jika seseorang yang tidak bisa mengelola stres dalam kehidupannya, maka akan mudah terkena depresi.
Begitu juga dengan peristiwa-peristiwa kehidupannya yang sangat menyakitkan.
Misalnya karena berakhirnya hubungan perkawinan atau percintaan, kematian orang yang dikasihi, pemberhentian kerja atau pemindahan tempat kerja atau masalah keuangan.
Stres tidak sama dengan depresi.
Stres adalah pemicu depresi dan bila penyebab stres dapat diatasi, stres pun hilang.
Sedangkan bila seseorang sudah terkena depresi, orang itu harus diobati, karena depresi merupakan penyakit kejiwaan.
Salah satunya karena gangguan pada sistem kimia di otak.

Jika seseorang mengalami trauma kehidupan misalnya peristiwa-peristiwa besar yang menyakitkan orang itu akan berada diambang depresi.
Reaksi terhadap peristiwa traumatik itu yang wajar dua minggu sudah pulih kembali.
Bila setelah dua minggu tidak ada perubahan, menurut konsensus para psikiatri sedunia, orang itu terkena depresi.
Trauma itu membuatnya semakin jauh dalam kesedihan yang mendalam.
Ia menjadi pemurung, merasa dirinya tak berharga, tidak percaya diri, putus asa, diliputi rasa bersalah, tidak semangat melakukan aktivitas, pola makan dan tidur berubah dan kerap berpikir bunuh diri, itulah gejala depresi.

Depresi juga dapat menimbulkan berbagai masalah klinis, seperti pada penelitian ilmuwan Brigham and women's Hospital Amerika Serikat, Para wanita yang mengalami depresi ternyata berisiko tinggi mengalami menopause lebih awal dibandingkan yang seharusnya dan mereka berisiko tinggi pula mengalami osteoporosis dan masalah kesehatan lain yang berkaitan.
Dalam studi dilakukan terhadap 344 orang wanita penderita depresi dan 622 orang yang tidak menderita depresi.
Depresi mempunyai pengaruh langsung terhadap rendahnya produksi hormon estrogen.
Kondisi ini menyebabkan para wanita penderita depresi menjadi lebih cepat mengalami menopause, yaitu pada usia 36 - 45 tahun.
Risiko mengalami menopause dini itu sendiri meningkat hingga 20 persen dibanding mereka yang bukan penderita depresi.
Pasien dengan gejala depresi ini sering ditemukan pada praktek-praktek dokter umum dipelayanan primer.
Diduga sekitar 10 - 20 % dari pasien yang datang ke dokter pelayanan primer memperlihatkan gejala depresi.
Biasanya pasien datang dengan keluhan klinis pada umumnya seperti mengaku pusing, perih ulu hati ( maag ) dan kelelahan.

Pasien-pasien depresi sebaiknya mendapat perhatian dan penanganan yang serius agar tidak berkepanjangan.
Depresi yang berkepanjangan selain akan menyebabkan gangguan kesehatan mental yang lebih fatal pada individu yang bermasalah, juga dapat mempengaruhi produktivitas rekan sekantor, maupun keluarga dirumah, bahkan masyarakat luas.

Wanita lebih rentan depresi karena keseimbangan hormon yang berbeda setiap bulan.
Tuntutan peran ganda sebagai ibu rumah tangga dan wanita pekerja, juga membuat kondisi wanita lebih tertekan.
Berbeda dengan pria, wanita cenderung tidak menutupi gejala depresi yang dialaminya.
Sementara pria yang depresi umumnya berusaha tampak tegar karena tak mau dianggap lemah. Anehnya angka bunuh diri pada pria lebih tinggi tetapi angka percobaan bunuh diri pada wanita empat kali lebih tinggi.
Disini pria memikirkan cara yang pasti saat mengeksekusi dirinya, seperti terjun dari gedung tinggi atau menembak kepalanya.
Sementara wanita cenderung mencoba-coba dan mencari cara yang lebih lembut, misalnya minum obat berbahaya dalam dosis tinggi.
Bahkan wanita berusaha tampil cantik saat mengeksekusi dirinya, yang menunjukkan unsur femininnya.
Wanita memilih tidak ingin mati dalam keadaan mengerikan dan tetap meninggalkan citra keindahan wanita.

Depresi merupakan gangguan mood, yaitu kondisi emosional berkepanjangan yang mewarnai seluruh proses mental ( berpikir, berperasaan, dan berprilaku ) seseorang.
Pada umumnya mood yang dominan muncul adalah perasaan tidak berdaya dan kehilangan harapan.
Depresi dapat disebabkan oleh faktor biologis dan psikososial.
Dari segi biologis, depresi dikaitkan dengan faktor genetik ( keturunan ) dan gangguan pada sistem neurotransmiter di otak yang berperan dalam prilaku seseorang, yaitu serotonin, dopamine dan nor-epinefrin.
Serotonin dan nor-epinefrin dianggap paling berperan, sehingga hampir semua obat anti-depresi bekerja di dua neurotransmiter itu.

Dari segi psikososial, depresi timbul karena kekeliruan dalam pola asuh masa kanak-kanak, peristiwa kehidupan yang menyakitkan, buruknya dukungan sosial dan gangguan hubungan antar personal.

Penderita depresi sering memilih untuk menyimpan sendiri beban pikiran dan perasaannya.
Mereka tidak ingin dicap bersalah, lebih-lebih para profesional yang tidak ingin image nya luntur.
Kuncinya ada komitmen dan kesungguhan untuk menyelesaikannya.
Jika tidak akan menemui jalan buntu hingga akhirnya malah menambah problem emosi, perasaan gagal dan bersalah muncul dalam benak penderita.
Si pasien akan merasa pesimis akan hidup dan masa depannya.

Selain terapi dengan cara medis, penderita dianjurkan untuk mendekatkan diri pada yang kuasa melalui anjuran agama yang dianutnya.
Meski dampak depresi berbahaya, masih banyak cara untuk menghindarinya.
Yang terpenting bentengi diri anda dari depresi dan deteksi gejalanya sejak dini.
Trimakasih, Tuhan memberkati.

Rabu, 02 Maret 2011

Konsep Pengobatan Personalisasi.

Paradigma yang menganggap " satu obat untuk semua " sekarang ini mulai ditinggalkan, dikarenakan kurang efektif.
Selama ini hasil pengobatan belum mengenai sasaran.
Banyak pasien yang datang untuk berobat tidak menerima manfaat dari hasil pengobatan itu sendiri, justru malah mengalami efek samping dari obat yang di konsumsi.
Yang perlu diperhatikan disini ialah antar tubuh pasien memiliki perbedaan biologis yang mempengaruhi efektivitas dari obat-obatan yang diberikan.
Hal seperti ini membuat tak semua pasien mendapat manfaat yang memadai.
Sebagai contoh soal pada penyakit kanker, selama ini diberikan pengobatan konvensional dengan menggunakan obat-obatan yang sama.
Seharusnya tidaklah demikian kalau menurut teori diatas.
Apalagi kanker merupakan penyakit yang kompleks, ada banyak gen yang berperan dan protein yang terlibat dan berinteraksi dalam perjalanan penyakit ini.
Karakteristik individu, baik yang terkait dengan penyakit maupun tidak, dapat mempengaruhi bagaimana suatu obat bekerja.
Atas dasar teori tersebut, kini konsep personalisasi perawatan kesehatan mulai dikembangkan.
Konsep ini dilandasi pengamatan bahwa pasien dengan diagnosis sama bisa saja memberi respon berbeda terhadap pengobatan yang sama.

Suatu obat bisa efektif untuk seorang pasien tetapi obat yang sama mungkin tak memperlihatkan hasil yang diharapkan pada pasien lain.
Bahkan, pada beberapa kasus dapat menimbulkan efek samping yang tak diinginkan.
Pendekatan ini juga menjawab pertanyaan mengapa seseorang menderita kanker sedang yang lain tidak, mengapa kanker lebih agresif pada seseorang dibanding pasien lain.

Pendekatan ini adalah upaya memberi terapi paling tepat untuk tiap pasien berdasarkan pemahaman aspek biologi penyakit, mekanisme kerja obat, perbedaan biologis antar pasien.
Pendekatan berbasis genotipe pasien ini memberi peluang bagi pasien untuk mendapat manfaat optimal tetapi, menghindari efek samping, mencegah dan mendeteksi penyakit.
Pendekatan genomik akan memberi kontribusi untuk menemukan penanda biologik.
Hal ini penting untuk pendeteksian dini, diagnostik, terapi berfokus sasaran, dan pemantauan pasien.
Pada penerapan personalisasi perawatan kesehatan, kita ambil contoh penatalaksanaan kanker payudara.
Kemajuan teknologi diagnostik mampu mengidentifikasi bahwa kanker payudara memiliki beragam jenis dan hanya kanker payudara dengan HER 2 positif yang akan merespons pengobatan dengan herceptin.

Jadi bila seseorang mengetahui bahwa dirinya memiliki gen penyebab kanker, ia dapat mencegah munculnya penyakit yang mematikan itu sedini mungkin.

Pada penatalaksanaan penyakit hepatitis C, tes diagnostik berbasis genotipe pasien, membuat dokter dapat memprediksi respons pasien terhadap pengobatan, sehingga dapat menentukan lamanya pengobatan.

Sejumlah pusat penelitian di berbagai negara sekarang ini tengah mengumpulkan ribuan sampel DNA untuk studi aplikasi lanjutan.
Permintaan dari banyak orang untuk uji genetika meningkat tajam, dengan tujuan untuk melihat potensi dari tiap-tiap orang bisa terkena penyakit-penyakit tertentu termasuk penyakit yang mematikan dalam kehidupannya.

Penerapan teori personalisasi perawatan kesehatan berdasar genetika memunculkan harapan baru untuk mendeteksi penyakit sejak dini dan pemilihan obat yang tepat, aman dan efektif untuk tiap individu dengan tujuan akhir mencapai kesembuhan yang sempurna.
Trimakasih, Tuhan memberkati.

Rabu, 23 Februari 2011

Apakah gen dihadirkan untuk menimbulkan penyakit.

Seperti bunyi judul tulisan diatas, sebenarnya gen tidak dihadirkan untuk menimbulkan penyakit, tetapi penyakit itu sendiri timbul karena hadirnya gen.
Bahkan jika sebuah gen menyebabkan suatu penyakit karena " rusak ", kebanyakan gen itu bukan " rusak " melainkan hanya hadir dengan warna berbeda.
Gen untuk mata warna biru bukan versi gen untuk mata cokelat yang mengalami kerusakan, atau gen rambut merah bukan gen rambut cokelat yang rusak.
Mendefinisikan gen menurut penyakit sama dengan mendefinisikan organ-organ tubuh menurut penyakit yang dideritanya.
Sebagai contoh : keberadaan hati membuat orang berpeluang menderita sirosis, keberadaan jantung membuat orang berpeluang terkena serangan jantung, dan keberadaan otak memungkinkan orang terkena stroke dan seterusnya.
Pengetahuan tentang gen mengantarkan kita kepada petunjuk bahwa kegagalan suatu gen dapat menyebabkan penyaki tertentu.
Pada mulanya dunia yang sesungguhnya tidaklah rupawan, dunia mengandung berbagai tingkat
kelabu, penuh nuansa, pertimbangan dan tawar menawar dalam upaya memahami hereditas dunia nyata genetika.
Sampai pada akhirnya kemampuan berpikir manusia telah memaksa menghadirkan suatu karya yang luar biasa, manusia telah berhasil memetakan sekitar delapan ribu gen manusia.
Para ilmuwan diseluruh dunia telah berhasil mengurai sandi untuk seluruh genom manusia.
Termasuk membaca sandi, perintah atau kode tentang bagaimana membangun dan mengaktifkan tubuh manusia, ini sebuah revolusi yang luar biasa.
Seperangkat gen manusia ( genom ) hadir dalam paket berisi dua puluh tiga pasangan kromosom yang terpisah-pisah.
Dua puluh dua pasang diberi nomor berdasarkan urutan ukuran, dari yang paling besar ( nomor 1 ) hingga yang paling kecil ( nomor 22), sedangkan sepasang sisanya terdiri atas kromosom seks ; dua kromosom X yang besar pada wanita, satu X dan satu Y pada pria.
Dalam hal ukuran, kromosom X terletak antara kromosom 7 dan 8, sedangkan kromosom Y paling kecil.

Dalam genom manusia diperkirahan terdapat 30.000 - 80.000 gen, hanya 8000 an yang telah berhasil dipetakan, dan masih terus bertambah jumlahnya sekitar beberapa ratus dalam sebulan.
Yang perlu diperhatikan tidak semua gen terdapat pada ke dua puluh tiga kromosom utama, beberapa diantaranya terdapat didalam mitokondria.
Untuk mengenali lebih dekat tentang pekerjaan kromosom sebaiknya kita perlu tahu sifat dan karakter apa yang terdapat pada masing-masing kromosom.

Kromosom 1 ; lebih dikenal dengan kromosom kehidupan, karena berisi kode rahasia tentang seluruh pola perkembangan seseorang dimasa depan serta fungsi yang dijalaninya ketika beranjak dewasa.
Sebab seperti gelembung-gelembung di laut berasal, mereka muncul, kemudian pecah, dan kepada laut mereka kembali.
Kromosom inilah yang menentukan manusia bergiliran lahir dan mati.

Kromosom 2 ; lebih dikenal sebagai kromosom spesies.
Pada kromosom ini masih menyimpan unsur-unsur primitif yang diwariskan dari leluhurnya.
Gambaran yang paling dekat adalah kerangka manusia kera yang pernah hidup ratusan juta tahun silam.
Tidak dapat dipungkiri manusia sekarang walaupun sudah dibilang modern, tetapi sifat-safat primitif yang dimilikinya masih tetap ada.

Kromosom 3 ; sering disebut sebagai kromosom sejarah.
Dikarenakan kromosom ini mampu menyingkap rahasia kehidupan.
Seperti misalnya : kenapa orang kulit hitam kebanyakkan kalau terserang anemia sangat parah, dimana sel-sel darah merah berubah menjadi berbentuk bulan sabit.
Ini semua disebabkan oleh kesalahan gen dalam pembuatan protein hemoglobin.
Kesalahan itu menghasilkan prilaku seperti mutasi.

Kromosom 4 ; Kromosom ini berhubungan dengan sang takdir.
Gen-gen ini hadir untuk mendatangkan penyakit dan gen ini juga berguna untuk mengobati penyakit jiwa.
Gen ini dapat mengisolasi kanker ginjal, autisme yang terkait dengan gen pembawa serotonin dan sebagai penyebab alzheimer.
Kromosom 4 paling terkenal diantara semua gen " penyebab penyakit ", karena ditemukannya beragam penyakit masih terkait dengan gen ini.
Seseorang akan mengalami sakit penyakit bila mengalami mutasi dari gen ini.
Penyebab penyakit ada pada gen, bukan pada yang lain.

Kromosom 5 ; Kromosom ini tempat tinggal beberapa gen, yang paling dicurigai sebagai " gen asma ".
Hampir semua orang mempunyai asma atau suatu bentuk alergi pada tahap tertentu hidup mereka
Asma hanyalah puncak sebuah " gunung es " yang disebut " atopi ".
Kebanyakan penderita asma juga alergi terhadap sesuatu.

Kromosom 6 ;Kromosom yang satu ini termasuk kromosom kecerdasan, yang dapat menentukan kwalitas otak seseorang.
IQ sampai batas tertentu dapat diturunkan sejak ditemukannya satu bagian kecil pada lengan panjang kromosom 6, anak-anak cerdas yang kerap berbeda dari urutan pada orang lain.
Sekedar berbeda tidak jadi soal, tetapi dalam hal ini sangat menarik perhatian untuk diteliti lebih lanjut.
Urutan itu terletak di bagian tengah gen yang disebut IGF2R1

Kromosom 7 ; Kromosom ini berhubungan dengan naluri seseorang.
Pada kromosom 7 terdapat satu gen yang berperan penting dalam kehidupan manusia yaitu naluri, karena naluri yang menjadi tumpuan utama peradaban manusia.
Kata naluri lebih banyak digunakan pada hewan, tetapi naluri lebih menggali prilaku orang tuanya sebagai rantai keturunan.
Manusia tidak harus bergantung pada naluri, karena mempunyai kemampuan belajar, mahluk kreatif, berbudaya dan mempunyai kesadaran.
Yang harus diyakini bahwa prilaku manusia adalah bawaan, berdasarkan gen-gen yang telah ada sebelum mereka lahir.

Kromosom X dan Y ; kromosom yang berkaitan dengan konflik.
Gen-gen ini sering menimbulkan dilema, ketika satu gen mutan menghalangi proses normal pertukaran materi genetik antara dua kromosom yang berpasangan.
Gen-gen ini harus menentukan sikap, selanjutnya disebut gen-gen yang secara seksual berlawanan atau bermusuhan.

Kromosom 8 ; kromosom yang mementingkan diri sendiri alias egois.
Dalam kromosom ini ditemukan sandi kehidupan yang egois, hampir tidak terkendali.
Setiap tingkat kehidupan mempunyai parasit tersendiri.
Sebagai contoh : dalam usus ada cacing, dalam darah cacing ada bakteri, dalam sel bakteri ada virus.
Disini ada persaingan antar gen dengan menggunakan individu-individu sebagai kendaraan mereka sementara.

Kromosom 9 ; Kromosom ini dikenal dengan kromosom penyakit, sangat berpengaruh pada penentuan suatu penyakit.
Pada kromosom 9 ada sebuah gen yang sangat terkenal, yaitu gen penentu golongan darah A, B, O ( nol ), jauh sebelum orang mengenal " sidik jari " DNA.
Gen pada kromosom 9 sering menimbulkan penyakit paru-paru dan usus, rentan terhadap demam tipoid, penyakit yang disebabkan oleh salmonella.
Tetapi terbilang kebal terhadap penyakit disentri amuba.
Gen-gen ini muncul dan tenggelam dalam hal popularitas.
Seiring sejalan dengan muncul dan tenggelamnya penyakit.

Kromosom 10 ; berhubungan dengan Stres.
Jadi jika kita sakit karena suatu penyakit itu adalah akibat prilaku sendiri.
Jangan salahkan kepada matahari, kepada bulan, kepada bintang-bintang yang seolah-olah korban sang takdir, atau sebuah permainan kekuatan surgawi, kutukan sang penyair agung dan seterusnya.
Ada sebuah gen pada kromosom 10 yang diberi nama CyP 17, gen ini membuat sebuah enzim, yang memungkinkan tubuh mengubah kolesterol menjadi kortisol, testosteron, dan estradiol.
CyP 17 yaitu kortisol yang digunakan oleh sistem dalam tubuh, memadukan tibuh dan pikiran dengan mengubah-ubah konfigurasi otak.
Kortisol mengganggu sistem kekebalan, mengubah kepekaan telinga, hidung dan mata, serta mengubah-ubah berbagai fungsi tubuh.
Ketika kortisol berkeliaran di pembuluh darah akan memicu timbulnya stres.
Kortisol dan stres dianggap setali tiga uang alias sama.

Kromosom 11 ; berhubungan dengan kepribadian seseorang.
Di lengan pendek kromosom 11 ada gen D4DR, merupakan reseptor dopamin, aktif dalam sel-sel otak.
Dopamin mengendalikan aliran darah melalui otak. Kekurangan dopamin dalam otak menyebabkan kepribadian yang kaku dan dingin, bahkan malas menggerakkan tubuh sendiri.
Sebagai contoh dalam bentuk ekstrem kasus penyakit parkinson.
Sebaliknya jika kelebihan dopamin dalam otak akan membuat keingintahuan lebih besar dan bersemangat petualang.
Pada manusia kelebihan dopamin bisa langsung menyebabkan shizofrenia, dan beberapa obat penyebab halusinasi bekerja dengan cara merangsang sistem dopamin.

Kromosom 12 ; berhubungan dengan kemampuan merakit diri.
Telur ditakdirkan sedemikian rupa oleh alam termasuk menjadi seekor anak ayam.
satu hal yang paling indah, dahsyat dan ajaib yang dikerjakan oleh alam tanpa kesulitan yaitu kemampuan membangun tubuh manusia dari suatu gumpalan yang tak terdeferensiasi yaitu telur.
Manusia mempunyai analogi dengan alam ini.
Jantung dipadankan dengan pompa, mata sama dengan kamera, otak tersusun dari kawat disebut akson dan sakelar ( sinaps ), sistem hormon menggunakan kontrol umpan balik dan seterusnya.

Kromosom 13 ; Dihubungkan dengan jaman prasejarah.
Kemiripan gen-gen embriologis pada cacing, lalat, unggas dan manusia seolah-olah melantunkan syair pujangga tua yang berkisah tentang leluhur bersama.
Kemiripan DNA, sandi yang ditulis dalam sebuah alfabet sederhana.
Inilah filogenetika dalam menuju suatu sejarah migrasi manusia, mementaskan masa lampau yang sangat jauh, masa prasejarah, yang mempunyai catatan tertulis dalam gen dan catatan lisan dalam perbendaharaan kata bahasa manusia.

Kromosom 14 ; kromosom keabadian.
Jika kita tarik garis masa lampau dan masa kini, genom seperti sesuatu yang tak pernah mati dan tak pernah putus.
Ia merupakan mata rantai tak terputus yang panjangmya mencapai lima puluh miliar salinan selama kurun waktu empat miliar tahun.
Tak ada yang putus atau mengalami kerusakkan fatal sepanjang rantai itu.
Meskipun demikian keabadian masa lampau, tak menjamin keabadian masa mendatang.
Selama bumi masih berada dalam kondisi sekarang, ada mahluk entah dimana akan menjadi leluhur spesies masa mendatang dan rantai keabadian akan berlanjut.
Genom ini akan abadi, tetapi tubuh akan mati.

Kromosom 15 ; Kromosom ini berhubungan dengan seks atau jenis kelamin.
Gen tidak dihadirkan untuk menyebabkan penyakit, tetapi ada penyakit dalam keluarga yang sama, dalam wujud penyakit yang berbeda.
Gen diwariskan oleh orang tua, karena informasi disertakan saat pembuahan dengan sebuah tanda asal ayah atau tanda asal ibu.
Pada kenyataannya sifat digital yang dimiliki oleh genom, menyiratkan bahwa sebuah gen bukan hanya sebuah gen melainkan bermuatan sebagian sejarah rahasia asal- usul.

Kromosom 16 ; Kromosom ini disebut juga kromosom memori.
Genom manusia sama dengan sebuah buku dengan membacanya secara cermat dari awal sampai akhir, sambil memperhitungkan anomali-anomali penandaan asal-usul.
Gen ini bertugas mempersatukan sel-sel untuk membangkitkan memori secara harfiah.

Kromosom 17 ; Dikenal dengan nama kromosom maut.
Gen-gen ini dapat merangsang pertumbuhan sel-sel.
Sel-sel di dalam tubuh manusia mempunyai gen-gen yang dapat tumbuh pada setiap organ tubuh, gen-gen ini harus dalam keadaan non aktif sepanjang waktu.
Sebab jika gen-gen ini aktif, hasilnya bisa menimbulkan bencana.
Sel dapat tumbuh dengan jumlah mencapai 100 trilliun dan masa pergantiannya relatif cepat.
Gen-gen itu dikenal dengan gen kanker yang sangat mengerikan.

Kromosom 18 ; Dikenal sebagai kromosom penyembuhan.
Dengan kromosom 18 kita kenal dengan terapi gen, terapi didasarkan pada penghambatan angiogenesis, telomerase, atau p 53 yang akan memberikan harapan bagi penderita kanker.
Terapi gen dipastikan tidak menimbulkan rasa sakit, bila dibandingkan dengan terapi-terapi konvensional.
Gen-gen yang ditambahkan tidak mempengaruhi sel-sel reproduksi dalam arti akan berpengaruh terhadap generasi berikutnya.
Dengan terapi gen diharapkan tidak perlu cemas lagi.

Kromosom 19 ; Dikenal dengan kromosom pencegahan.
Pada kromosom 19 terdapat gen APOE ( disebut apo-epsilon ) gen-gen ini dapat mempengaruhi prilaku kolesterol, trigliserida dan lemak bebas dalam darah yang ikut berperan dalam menyebabkan serangan jantung.
Keadaan ini dapat dihindari dengan makanan bebas lemak.
Gen APOE memiliki 3 versi ; E2, E3, dan E4. Bagi pemilik gen E2 sangat sensitif terhadap makanan berlemak dan kaya kolesterol.

Kromosom 20 ; Kromosom politik.
Gen yang sama ketika terekspresikan disemua bagian otak, berprilaku berbeda di tiap bagian otak, itu tergantung dari mutasi yang dialami.
Sebagai contoh: ada orang yang tahan terhadap penyakit tertentu, ada juga yang tidak tahan.

Kromosom 21 ; Disebut juga Eugenika.
Kromosom ini berukuran paling kecil, yang memiliki gen ini akan tampak sangat bahagia, sehat dan ditakdirkan hidup cukup lama.
Gen ini pemuja kenikmatan dan pendamba ketenaran.
Eugenika berarti setiap orang berhak mencari pasangan yang baik, seorang berpikiran waras dan bertubuh sehat.
Gen ini bisa untuk menyeleksi pasangan sebelum menikah.

Kromosom 22 ; Berhubungan dengan kehendak bebas.
Pada kromosom ini terdapat satu gen yang besar dan rumit, kaya makna, dan dikenal sebagai HFW. Gen-gen ini untuk kesukaan atau selera, bukan untuk bakat ; artinya, gen tersebut membuat pemiliknya senang belajar.
Gen kehendak bebas akan menempatkan sumber-sumber prilaku kita dalam diri kita sendiri, yang tidak dapat dijangkau oleh orang lain.

Pemaparan genom ini sebagai petunjuk untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan filosofis yang sulit dijawab dimasa lalu dan sekaligus dapat mengungkap misteri yang selama ini kabur.
Meskipun berbagai penemuan yang dilengkapi dengan berbagai teori, gen sendiri tetap menjadi suatu yang belum dapat disentuh dan misterius.
Kemampuannya dalam memetakan sifat dan karakter manusia menjadikannya gen begitu penting dalam menentukan kwalitas manusia.
Trimakasih, Tuhan memberkati.

Selasa, 01 Februari 2011

Gula tak semanis rasanya.

Pernahkah anda memperhatikan pola makan manusia modern sekarang ini, semuanya serba manis, serba pakai gula.
Tetapi sayangnya para profesional sedikit sekali yang menyinggung masalah gula ini.
Masyarakat sekarang sepertinya sudah kecanduan dengan yang namanya gula, sedangkan gula sendiri merupakan penyumbang utama dalam proses terjadinya penyakit.
Gula juga adalah suatu faktor stres yang dapat melemahkan pertahanan tubuh kita terhadap penyakit.
Terkadang orang yang sudah kecanduan gula, jika berhenti mengkonsumsi gula secara mendadak dapat menimbulkan gejala seperti gemetaran, demam, depresi, dan sakit kepala, berawal dari hal tersebut tampaknya akan lebih masuk akal untuk bisa melanjutkan dari kecanduannya itu.
Seorang pecandu gula, biasanya memiliki suasana hati yang tidak menentu, sering kali merusak hubungan yang baik dan sering merasa kecapaian jika berada dirumah atau di kantor tempat ia bekerja.
Di Amerika Serikat orang yang meninggal karena usia lanjut makin berkurang, sebaliknya penyakit jantung, stroke, kanker, dan diabetes menjadi penyebab kematian yang umum.
Di masyarakat kita rupanya gula sudah berurat akar dalam mempengaruhi prilaku hidup, dan berfikir mengenai kelak apa yang terjadi pada tubuh, itu urusan nanti.

Gula olahan termasuk sukrosa, madu, fruktosa, glukose, dekstrose, levulose, maltose, gila mentah, gula turbinato, gula maple, galaktose, gula coklat, gula invert, dexstrin, barley malt, sirup nasi, pemanis jagung, dan sirup jagung.
Kesemuanya ini adalah gula sederhana, gula ini membutuhkan waktu hanya sedikit saja untuk dicerna dan masuk ke dalam aliran darah, dimana gula ini langsung melakukan gangguan terhadap biokimia tubuh dan akhirnya menimbulkan suatu penyakit yang beragam.
Bahan-bahan ini sering ditemukan dalam donat, makanan yang telah diproses, agar-agar, eskrim, gula-gula, sereal, soft drink, saus, bir, tembakau kunyah ( kinang ), permen karet dan produk lainnya yang mengikut sertakan gula dalam daftar bahaya.
Tubuh kita tidak dirancang untuk menangani gula yang berlimpah, tubuh kita tidak mampu mencerna gula dalam jumlah besar setiap hari.
Sebagai kompensasi untuk kelebihannya, organ tubuh kita dan kelenjar-kelenjar kita bekerja terlalu keras, menjadi lelah, dan pada akhirnya mengalami malfungsi, inilah apa yang kita kenal sebagai penyakit degenerasi.
Kecanduan gula juga erat hubungannya dengan alergi.
Tubuh sudah sangat terbiasa untuk berkompensasi atas kehadiran bahan-bahan alergen sehingga ketika bahan tersebut dihilangkan, terjadilah gejala penarikan diri.
Keinginan mengkonsumsi gula, merupakan suatu petunjuk langsung bahwa gula sedang bekerja merusak sistem kekebalan tubuh.
Jika anda sering menderita sakit kepala, kaku pada persendian, sering pegal-pegal, pembengkakan, kelelahan, dan penyakit lainnya yang tiba-tiba muncul tanpa diketahui sebelumnya, hal yang demikian berasal dari gula.

Walaupun gula banyak menimbulkan masalah tetapi tetap saja melanjutkan memakan makanan dari gula ini dan penyakitpun seolah dibiarkan berkembang.
Disini pentingnya memahami bahaya gula bahkan sejak dari dimulainya dalam jumlah sedikit, sudah semakin terlihat reaksi mata rantai ini.

Gula menyebabkan sistem kekebalan tubuh menjadi tidak mampu lagi bereaksi terhadap makanan-makanan beracun dan sangat menjadi rentan terhadap penyakit.
Suatu proses yang dimulai dengan konsimsi gula yang berlebihan menyebabkan ketidakseimbangan dalam tubuh dan dapat menyebabkan alergi makanan, masalah pada kelenjar endokrin, hipoglikemia, diabetes, kerusakan gigi, osteoporosis, arthritis, kanker dan semua penyakit degeneratif lainnya.
Pengaruh gula juga mengacaukan rasio kalsium / fosfor, yang pertama kali ditemukan oleh Dr. Melvin Page, seorang dokter gigi yang mempelajari kerapuhan tulang pada pasiennya.
Dalam penelitiannya menyebutkan gula adalah penyebab berkurangnya fosfor dan meningkatnya kalsium.
Setelah ia menghilangkan gula dalam pola makannan dan menggantinya dengan makanan penuh, problem gigi-geligi lenyap bersamaan dengan banyak problem lainnya.
Para peneliti menemukan bahwa mencerna gula menaikan tingkat kecepatan ekskresi kalsium.
Jika kita makan gula, kalsium darah akan meningkat dan kita juga mengekskresinya, kita harus mengambil dari tulang dan jaringan-jaringan, karena disanalah tempat penyimpanannya dalam tubuh.
Akibatnya kekurangan kalsium dalam tulang, membuatnya rapuh dan mengakibatkan osteoporosis.
Sering kali dokter merekomendasikan konsumsi kalsium ekstra untuk mengatasi kekurangan kalsium ini, tetapi kalsium ini dapat menjadi racun jika mineral lainnya tidak seimbang dengannya.
Jadi akan jauh lebih baik untuk menghilangkan gula dari pola makanan.
Dari kebanyakan kasus, gulalah yang membuat mineral tidak seimbang dan menyebabkan kekurangan kalsium pada mulanya.
Untuk penggemar teh manis diperingatkan harus hati-hati, dikarenakan setiap kali kita makan dua sendok teh gula, rasio mineral dalam tubuh kita dapat berubah.
Vitamin dan mineral dalam tubuh kita selalu berubah, hal ini berkaitan dengan homeostasis, suatu penyelarasan susunan kimia tubuh yang terus menerus.
Gula dapat menyebabkan gizi mikro ini berubah secara radikal, dan membuat susunan kimia darah tidak homeostasis lagi.

Enzim bekerja untuk mencerna makanan dan melaksanakan fungsi-fungsi biokimia tertentu yang penting dalam tubuh ( lihat tulisan Sintoso Pujianto sebelumnya ).
Setiap makanan yang kita makan membutuhkan enzim untuk dapat dicerna dan di metabolisme sebelum dimanfaatkan oleh sel-sel kita.
Enzim selalu bekerja sama dengan mineral, jika mineral yang dimanfaatkan dalam tubuh menurun, seperti dengan adanya gula, maka mineral tersebut tidak akan cukup untuk fungsi enzim yang layak.
Karena itu, ketika kita makan gula, sulitlah bagi tubuh untuk mencerna yang lainnya didalam usus kecil, karena kurangnya enzim yang berfungsi.
Ketidakmampuan dalam mencerna makanan tersebut, lama kelamaan mengakibatkan alergi terhadap makanan itu.
Disini enzim tidak mampu mencerna makanan dengan sempurna, serpihan protein yang tidak dicerna mampu melepaskan diri ke dalam aliran darah, sistem imunitas mengenali protein ini sebagai penyerang dan bereaksi terhadapnya.
Ketika sistem imunitas menjadi lelah karena penggunaan yang berlebihan, muncullah gejala alergi seperti hay fever, resa sakit pada sendi, sakit kepala dan rasa lelah.

Gula juga sangat berperan pada proses terjadinya kanker.
Seperti kita ketahui kanker adalah suatu keadaan dimana sel-sel normal berubah menjadi abnormal.
Pada tahun 1920 Dr. Otto Walberg mengambil sel-sel manusia dan menghilangkan 35 % oksigen dari sel-sel tersebut, dan sel-sel tersebut menjadi sel-sel kanker.
Kemudian ia mengembalikan oksigen tersebut ke dalam sel-sel, tetapi mereka tidak manjadi normal kembali.
Ia berkesimpulan bahwa kanker tidak dapat diperbaiki atau disembuhkan.
Walberg tampaknya benar sampai pada tahap bahwa sel dapat berubah menjadi sel-sel kanker jika 35 % sistem oksigennya yang penting diambil.
Tetapi pada kesimpulannya tidak bisa dibenarkan, karena telah terbukti bahwa sel-sel kanker dapat kembali menjadi normal.

Sel-sel menjadi kanker, jika terus menerus mengacaukan susunan kimia tubuh.
Dalam susunan kimia tubuh normal, sel-sel mengembangkan produk sampingan yang disebut radikal-radikal bebas.
Produk-produk sampingan yang beracun ini termasuk peroxide, kelompok hydroxyl dan superoxide.
Tubuh manusia memiliki enzim yang menangani radikal-radikal bebas ini dan mengubahnya kembali menjadi produk yang berguna.
Enzim-enzim ini adalah peroxidase, catalase, dan superoxide dismutase.
Seperti yang telah kita ketahui, enzim bergantung pada mineral untuk dapat berfungsi. Misalnya, peroxidase merupakan enzim yang bergantung pada selenium.
Jika anda terus-menerus membuat susunan kimia tubuh anda tidak seimbang dengan memakan gula dan makanan-makanan yang menimbulkan reaksi lainnya, ditambah diperburuk dengan adanya stres, emosional dan prilaku buruknya, maka anda meningkatkan kecepatan metabolisme anda dan memproduksi lebih banyak radikal bebas.
Disini akan menghalangi peroxidase, superoxide dismutase, dan catalase, dan radikal-radikal bebas tersebut akan tertimbun dalam sistem tubuh.
Ketika zat-zat itu tertimbun dalam sistem, terjadilah proses oksigenasi.
Ketika anda mengacaukan 35 % proses oksigenasi, sel-sel anda akan berubah menjadi sel-sel kanker.
Faktor lainnya yang berperan adalah cetakan genetik.

Jadi untuk menolong diri sendiri terbebas dari masalah gula dan bahan-bahan yang berbahaya lainnya, tentu harus mengatur pola makan.
Gagasan seperti ini dapat menuntun anda ke filosofi tanggung jawab dan bukannya filosofi rasa tidak berdaya dalam menghadapi permasalahan.
Kita tahu bahwa kita sendirilah yang menciptakan keburukan, kita dapat memilih untuk menghentikannya
Manisnya gula ternyata tak semanis rasanya.
Pepatah jaman dahulu mengatakan semut mati karena gula, mungkin sekarang lebih cocok manusia mati karena gula.
Trimakasih, Tuhan memberkati.