Selasa, 25 Oktober 2011

Di balik bau prengus daging kambing.

Siapa yang tak kenal daging kambing, daging yang satu ini punya tempat tersendiri terutama dikalangan kaum pria.
Daging ini sudah kepalang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual pria.
Kalau diamati secara fisik daging kambing tak ubahnya seperti jenis daging merah lainnya yaitu domba, sapi, dan kerbau.
Kandungan gizinya, seperti protein, lemak, dan karbohidrat, juga tak jauh berbeda.
Komposisi gizi semua daging merah kurang lebih mirip.
Perbedaan ada, tetapi tidak terlalu jauh.
Perbedaan yang cukup mencolok dengan daging ternak lainnya justru pada aromanya.
Daging domba, sapi dan kerbau lebih beraroma amis saja, sedangkan daging kambing beraroma menyengat, orang jawa menyebutnya bau prengus.
Selain itu lemaknya lebih putih dan keras.

Ada beberapa orang mencoba berteori tetapi tidak didukung dengan bukti-bukti ilmiah, munculnya pengaruh pada pria katanya karena faktor sugesti.
Hal demikian tidak sepenuhnya benar.
Pada suatu penelitian dikatakan ; daging kambing memang termasuk aprodisiak, artinya bahan itu diduga bisa membangkitkan gairah atau potensi seksual.
Digolongkan aprodisiak karena mengandung L - Argynin ( sejenis asam amino yang menjadi bahan dasar Nitric oxide = NO ).
NO sangat berperan dalam meningkatkan gairah seksual, sebab NO memberi efek pelebaran pembuluh darah yang membuat aliran darah ke penis ikut lancar.

Menurut ilmu gizi tidak selalu keperkasaan pria timbul atau dikaitkan setelah pria itu memakan sate kambing akibat energi yang diperoleh dari lemak sate.
Penjual sate memang sering kali menyisipkan potongan lemak diantara potongan daging.
Energi tambahan lebih mungkin diperoleh dari bir yang diminum bersamaan dengan makan sate kambing tadi.
Sebab bir merupakan sumber energi cepat tersedia bagi tubuh.
Kalau kita makan daging kambing, perlu dicerna dahulu, lemak memerlukan waktu pencernaan setengah jam dan karbohidrat setelah dua jam, sedangkan bir cuma memerlukan waktu beberapa menit saja.
Untuk diserap sebagai energi, daging perlu waktu berjam-jam, sementara bir cuma dalam hitungan menit.
Oleh sebab itu setelah minum bir dalam jumlah secukupnya, tidak berlebihan, seseorang bisa merasa segar karena mendapat pasokan tenaga dari bir tadi.

Dari segi farmakologi daging kambing mengandung senyawa yang mirip hormon testosteron pada pria, tetapi untuk dapat menimbulkan sensasi seksual butuh waktu sampai dua jam.
Senyawa mirip hormon ini berperan dalam membantu peningkatan potensi seksual pria.

Ada juga yang beranggapan makan sate torpedo ( skrotum ) bisa meningkatkan potensi seksual, hal itu bisa benar, karena di daerah torpedo itu tempatnya hormon seks jantan, dengan memakannya seseorang jadi mendapat tambahan atau pasokan hormon seks, sehingga ada kemungkinan potensi seksualnya meningkat.
Di masyarakat kita selama ini ada suatu anggapan yang salah, untuk mengatasi masalah seks supaya lebih mantap di " arena pertandingan " maka makan sate sebanyak-banyaknya paling tidak 20 - 30 tusuk sate kambing sekaligus.
Padahal kebutuhan protein tubuh hanya 50 - 60 mg per hari.
Hal demikian jika sering dilakukan sangat berbahaya, karena dapat memicu obesitas dan mengundang munculnya penyakit metabolik.
Bagi penderita dengan kelainan ginjal juga tidak baik, konsumsi dalam jumlah besar sangat berbahaya, disini ginjal bekerja ekstra untuk mengolah protein kambing, akibatnya banyak protein yang tidak tersaring sempurna dan mengendap ke organ-organ vital.

Disamping dapat meningkatkan potensi seksual, daging kambing juga dapat meningkatkan tekanan darah secara mendadak, kemudian disertai dengan penurunan yang mendadak pula, sehingga orang yang mengonsumsi daging kambing dapat memunculkan gejala seperti pusing, berputar, keringat dingin, penglihatan jadi kabur, mual-mual bahkan sampai muntah-muntah.
Hal demikian dikarenakan daging kambing mempunyai kandungan zat yang sangat keras seperti nitric oxide, asam lemak jenuh stearat dan linoat yang bila terkonsumsi akan cepat menjadi lengket pada pembuluh darah, dan dapat menyebabkan penyempitan lubang pembuluh darah.
Daging kambing juga mempunyai kandungan energi yang cukup tinggi.

Jadi harus ekstra hati-hati mengonsumsi daging kambing jika sudah mempunyai riwayat darah tinggi ( hypertensi ) dan mempunyai usia sudah lebih dari 30 tahun, karena di usia-usia ini kondisi tubuh sudah mulai menurun dan mulai rentan terhadap kondisi-kondisi tertentu.
Daging kambing juga sering menjadi penyebab kambuhnya penyakit asthma bronchiale, dikarenakan volatile dari nitric oxide di dalam tubuh dapat merangsang sensitivitas saluran pernapasan ( saraf-saraf di bronchus ), akan berakibat saluran napas cepat menyempit.
Maka pengindap asthma bronchiale jika dideteksi lewat embusan saluran napas dengan teknologi laser, akan ditemukan nitrik oksida dalam jumlah yang cukup besar.

Pada umumnya orang mengonsumsi daging kambing hanya untuk tujuan-tujuan tertentu, tanpa memikirkan akibat dari daging kambing itu sendiri.
Memang daging kambing memiliki potensi sebagai bahan aprodisiak, oleh sebab itu daging kambing banyak diminati orang terutama kaum laki-laki, disamping dengan rasanya yang khas dan enak bila dimakan.
Bahan aprodisiak ini bekerja dengan cara membongkar hambatan sosial maupun jiwa, sehingga orang lebih lepas mengekspresikan kinerja seksualnya.
Kelepasan naluriah ini yang biasanya dibarengi oleh rasa senang seks yang meningkat ( sexual enjoyment ) bisa saja terkesan sebagai kehebatan seks.

Yang terpenting makanlah daging kambing tentunya bagi yang menyukainya, dan makan dengan porsi secukupnya, tidak berlebihan.
Jika perjalanan usia sudah berkepala tiga seharusnya berhati-hati dalam mengonsumsi daging kambing, serta yang memiliki riwayat penyakit seperti ; darah tinggi ( hypertensi ), jantung, kencing manis, gagal ginjal, stroke, rhematik, asthma bronchiale, alergi, dan obesitas ( kegemukan ).
Trimakasih, Tuhan memberkati.

Kamis, 13 Oktober 2011

Perubahan rotasi planet, berujung pada petaka mahluk hidup.

Ketika otak mampu mengoprasionalkan pikiran, terkadang manusia selalu bertanya, kenapa akhir-akhir ini bumi kita sering mendapat prilaku yang tidak mengenakan seperti panas yang terlalu menyengat, hujan yang berlebihan, segudang penyakit bermunculan, bencana alam silih berganti dan seterusnya.
Seakan manusia masuk dalam periode penghukuman oleh yang Maha Kuasa.
Sampai-sampai ada yang sempat meramal tahun 2012 bakal terjadi kiamat artinya selesailah seluruh kehidupan di bumi ini.

Kalau kita berpikir secara ilmiah, semua kejadian-kejadian itu berawal dari prilaku manusianya sendiri.
Manusia yang telah merubah struktur bumi seperti penebangan hutan, polusi udara yang tak terkendali, penggunaan zat-zat yang dapat merusak lapisan ozon, efek dari rumah kaca dan sebagainya.
Keadaan ini lama kelamaan akan berpengaruh terhadap rotasi tata surya kita.
Misalnya saja belum lama ini ada penelitian jarak bumi dan bulan semakin menjauh.
Bulan bergeser menjauh dari bumi tiap tahunnya 3,4 cm dan pada ratusan tahun mendatang anak cucu kita terancam bakal tidak dapat melihat indahnya bulan purnama lagi seperti sekarang ini.
Dan percaya atau tidak setiap tahun tubuh kita akan lebih ringan sekitar kurang lebih 794 per sejuta gram dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Di jaman dahulu pada tahun 1665 apel Newton perlu waktu satu detik untuk jatuh menyentuh tanah.
Hal seperti itu jika dilakukan sekarang, dipastikan butuh waktu lebih lama kira-kira 38 per sepermiliar detik.
Diduga kuat fenomena-fenomena perubahan yang berdimensi sangat kecil ini berhubungan dengan ulah perbuatan manusia di bumi, sehingga dapat mengacaukan rotasi tata surya pada poros yang semestinya.
Dalam perjalanannya secara perlahan tapi pasti, dapat memicu timbulnya berbagai permasalahan di bumi, tentunya menyangkut kehidupan dari mahluk hidup termasuk didalamnya manusia.

Peristiwa bencana iklim merupakan akumulasi panjang dari derita alam akibat kemajuan peradaban manusia.
Bencana iklim seperti banjir, kekeringan, tanah longsor, hujan badai, hujan es, angin puting beliung dan lain-lain.
Faktor-faktor ini memberikan kontribusi terhadap bencana penyakit yang menimpa umat manusia.
Perubahan suhu dan kelembaban mengakibatkan perubahan kondisi kesehatan.
Di negara yang memiliki dua musim, kemarau dan hujan, cukup banyak orang yang merasakan gejala influenza atau flu.
Gangguan kesehatan ini sebagian besar dapat disembuhkan, namun ada juga yang sampai berkembang menjadi gejala penyakit yang lebih serius, seperti demam, sakit kepala, dan sakit tenggorokan.
Keadaan ini dianggap berkaitan dengan reaksi tubuh terhadap perubahan musim dan cuaca yang dapat menyababkan perbedaan suhu sampai 10 derajat celsius.
Di Jakarta perbedaan suhu antara siang dan malam setiap hari dapat mencapai 9 derajat celsius.
Oleh karena itu, dapat dipahami bahwa perubahan cuaca yang besar dapat menyebabkan gangguan terhadap kesehatan manusia.
Dari sejumlah penelitian di beberapa daerah menunjukkan, suhu panas yang ekstrim akan meningkatkan angka kematian.
Adapun kelembaban yang tinggi akan meningkatkan populasi nyamuk, dengan konsekuensi peningkatan jumlah kasus infeksi oleh virus dengue.
Kondisi udara panas juga dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi karena keluarnya keringat dalam jumlah besar.
Dehidrasi berat akan menyebabkan pengentalan darah dan gangguan sirkulasi, yang pada gilirannya akan menyebabkan gagalnya fungsi berbagai organ, seperti ginjal, hati, jantung, dan otak.

Udara yang terlalu panas juga membuat fisik menjadi tidak nyaman dan dapat mengganggu kejiwaan seseorang.
Dari hasil penelitian tim Institute Psikiatri London mengungkapkan, suhu udara yang panas mengakibatkan orang-orang yang tengah rentan jiwanya terdorong untuk mengakhiri hidup.
Kasus bunuh diri naik selama musim udara panas.
Begitu kesimpulan penelitian terhadap 50.000 kasus bunuh diri di Inggris dan Wales selama tahun 1993 - 2003.

Pada suhu diatas normal orang akan cenderung punya tingkat sensitivitas, agresivitas, dan kecenderungan menuruti kata hati lebih tinggi dari pada kondisi normal.
Suhu udara yang lebih panas bisa mempengaruhi jumlah serotonin, yaitu zat kimia di otak yang berfungsi mengendalikan suasana hati.
Selama bulan-bulan musim panas, volume serotonin lebih sedikit dibanding dengan musim-musim yang lainnya.
Proses adaptasi merupakan langkah penting dalam menekan korban ketika terjadi kenaikan suhu udara global.
Masyarakat diharapkan mengubah pola hidup ke arah yang lebih ramah lingkungan.

Perubahan suhu udara juga sangat berpengaruh bagi penderita asma bronkial, saluran napas disini sangat hiperesponsif pada beberapa kasus terhadap rangsangan suhu udara yang tidak menentu, dingin ke panas, atau panas ke dingin.
Maraknya gangguan pencernaan seperti diare, disentri, muntah berak ( muntaber ), sering menyertai perubahan suhu udara.
Polusi udara dan pencemaran lingkungan lainnya secara langsung akan berpengaruh terhadap perubahan iklim di bumi.
Pencemaran udara merupakan sinyal bencana bagi kelangsungan hidup umat manusia.
Para ilmuwan khawatir hal seperti ini merupakan ancaman global.

Mutu sperma semakin merosot seiring dengan laju industrialisasi.
Bersamaan dengan itu, makin banyak pula ditemukan penyakit organ kelamin pada pria dan wanita.
Disini pencemaran lingkungan dianggap bertanggung jawab sebagai penyebab gangguan hormonal.

Pada penelitian yang dirilis dari tahun 1980 sampai tahun 2010 menyatakan kaum pria masa kini ternyata kwalitas spermanya tinggal setengah dibandingkan dengan kakek-kakek mereka.
Dari penelitian tahun 1980 diperoleh 117 juta sperma sehat, sementara pada tahun 2010 tinggal
86 juta.
Begitu juga dengan monyet, kelinci, kucing hutan, reptil, bahkan ikan dari berbagai penjuru dunia.
Contoh yang nyata adalah buaya dari sebuah danau di california yang penisnya mengerut gara-gara tercemar bahan kimia.

Cuaca ekstrim memang sangat berhubungan erat dengan kondisi kesehatan manusia, tidak jarang membuat tubuh mudah cape dan daya tahan tubuh menurun.
Dengan daya tahan tubuh yang tidak stabil dan menurun, tubuh akan mudah terserang berbagai macam penyakit.
Tidak ketinggalan penyakit alergi juga mudah muncul pada saat terjadi anomali cuaca.
Jika iklim berubah secara anomali, lingkungan semakin sulit di kontrol.
Kondisi seperti ini berisiko meningkatkan frekwensi penyakit alergi pernapasan seperti rinitis alergi atau radang hidung dan asma bronkial.
Pada keadaan suhu dingin, bagi yang memiliki bakat alergi akan menjadi lebih rentan.

Jadi semua kegiatan manusia di bumi yang bersifat merusak lingkungan secara global, akan berpengaruh langsung pada keadaan di bumi sendiri maupun pada gerakan rotasi bumi terhadap susunan planet di tata surya.
Revolusi bumi mengelilingi matahari dan rotasi bumi mengelilingi dirinya sendiri, lama kelamaan akan mengalami pergeseran atau perubahan.
Sumbu rotasi bumi ( sumbu imajiner bumi ) tidak lagi akan membentuk sudut 23,5 derajat terhadap sumbu revolusinya.
Sedikit demi sedikit sudut itu akan berubah.
Perubahan-perubahan ini mungkin akan dialami dalam waktu ratusan juta tahun lagi, dan bukan tidak mungkin akan menimbulkan masalah besar.
Jika sumbu rotasi bumi berubah-ubah, maka dapat terjadi kekacauan musim.
Misalnya saja pada bulan ini di Indonesia matahari bersinar sepanjang hari, bulan depan matahari tidak terlihat sama sekali.
Dalam hal ini praktis kehidupan manusia bisa kacau, kehidupan hewan dan tumbuh-tumbuhan pun ikut menjadi tak karuan.
Bumi menjadi gunjang ganjing, inikah yang namanya kiamat ?, bumi akan berlalu dan selesailah seluruh kehidupan yang ada di bumi.
Tetapi jangan salah dalam pemahaman ini, bukan pada tahun 2012 nanti.
Kiamat dalam pandangan ilmu pengetahuan harus melalui suatu proses yang panjang, tidak secepat seperti beli nasi bungkus di warteg.
Trimakasih, Tuhan memberkati.

Selasa, 13 September 2011

Mabuk kendaraan ; perihal goyangan yang memabukkan.

Pernahkah anda merasakan perut menjadi mual-mual, perasaan seperti melayang, muka menjadi pucat, keluar keringat dingin jika sedang menaiki mobil, kapal laut, pesawat udara atau apabila anda sedang membaca didalam sebuah kendaraan yang sedang bergerak, naik komedi putar dan seterusnya.
Penderitaan semacam ini biasa disebut dengan istilah mabuk.
Sebenarnya bukan hanya gerakan yang dapat membuat anda mabuk, melainkan persepsi anda tentang gerak.
Didalam telinga bagian dalam terdapat lima indra keseimbangan bersama dengan mata dan otak selalu menjaga keseimbangan anda.
Tetapi saat mata dan telinga bagian dalam, menyerap hal-hal yang berbeda, maka anda dapat sedikit lepas dari keseimbangan.
Bila anda membaca didalam mobil, misalnya, mata anda tertuju pada halaman yang dibaca, mata akan mengatakan bahwa anda sedang duduk tenang, sebaliknya bagian-bagian dalam telinga anda mengetahui dengan sangat baik bahwa anda sedang melaju.
Perbedaan persepsi ini dapat menimbulkan mabuk.

Mabuk kendaraan didefinisikan sebagai rasa mual dan rasa lesu yang ditimbulkan oleh goyangan-goyangan, suatu gerakan dengan percepatan dan perlambatan, apakah di mobil, di kereta api, di kapal laut, atau di kapal udara.
Seorang peneliti bernama spector mendapatkan 2,4 persen dari populasi rentan terhadap stimulasi tersebut.
Mabuk kendaraan sudah mulai dikenal sejak dua ribu tahun yang lalu, oleh para nelayan kuno.
Bahkan istilah nausea berasal dari bahasa Yunani, asal kata naus yang berarti perahu.
Gejala seperti itu dapat timbul pada orang yang rentan tidak saja oleh stimulus gerakan, tetapi juga oleh stimulus visual, misalnya waktu menonton film layar lebar yang gambarnya bergerak dengan pola goyangan.

Gambaran klinis mabuk kendaraan biasanya dimulai dengan rasa tidak nyaman di ulu hati disertai dengan produksi air liur, perasaan bingung, dan rasa hangat di badan.
Jika sampai berlanjut akan timbul rasa mual, pucat, berkeringat sampat keringat dingin dan akhirnya muntah-muntah.
Penderita langsung diam, pucat, lesu, bahkan pada penderita yang berat dapat menyerupai penderita kolaps sirkuler ( pembuluh darahnya menyempit/ merapat ).
Beberapa peneliti mengemukakan sindrom ( kumpulan gejala ) lainnya akibat rangsangan dari goyangan tersebut adalah gangguan gastrointestinal ( pencernaan ) yang tidak jelas, dengan rasa mengantuk, sakit kepala, apatis ( penurunan kesadartan ), depresi dan rasa tidak nyaman diseluruh tubuh.
Sebagai akibat jangka panjangnya rasa mual dan lesu pada tubuh penderita dapat menetap sampai dua puluh empat jam.

Mekanisme mabuk kendaraan masih belum diketahui dengan jelas.
Ada yang mengatakan stimulasi visual memegang peranan, tetapi ternyata penderita tunanetra sering menderita mabuk laut, sehingga dianggap bahwa stimulasi visual tersebut bukanlah faktor penting satu-satunya.
Pada manusia, pergerakan relatif terhadap lingkungan ditangkap dan dinilai oleh sistem visual dan sistem vestibuler.
Sistem vestibuler terdiri dari canalis semisirkularis yang mendeteksi gerakan akselerasi angular dan organ otolit ( saculus dan utriculus ) yang mendeteksi perubahan linier.
Mabuk kendaraan timbul bila terjadi konflik input visual dengan input vestibuler, konflik input antara kedua sistem vestibuler tersebut, atau ketidakcocokan antara input tersebut dengan harapan penderita berdasarkan pengalaman terdahulunya.

Secara umum diakui bahwa stimulasi pada labirin memegang peranan paling penting.
Sjoberg dan kawan-kawan membuktikan bahwa anjing dengan labirinektomi kebal terhadap rangsangan akselerasi dan deselerasi.
Juga telah dibuktikan bahwa pasien dengan paralisis labirin kebal terhadap mabuk laut.
Rasa mual akibat goncangan secara refleks timbul melalui serabut saraf yang berpangkal pada labirin dan berjalan ke nucleus N. vagus.
Pengrusakan pusat mual formatio reticularis batang otak juga membuat anjing percobaan kebal terhadap rangsang tersebut.

Jhonson mengemukakan keraguannya bahwa gerakan linier memegang peranan paling penting dalam terjadinya mabuk kendaraan.
Ia mengatakan bahwa stimulus angular yang lemah tetapi lama dapat menimbulkan nistagmus ( bola mata terlihat berputar ) yang begitu ringan sehingga sulit dideteksi.
Dari percobaan disimpulkan bahwa percepatan angular adalah stimulus utama, sebab dapat menimbulkan gejala dan tanda mabuk kendaraan.
Pada setiap kondisi terdapatnya percepatan angular atau dengan percepatan angular saja ; sebaliknya, gagal menimbulkan gejala pada setiap kondisi terdapat hanya percepatan linier.

Mabuk kendaraan terutama timbul dengan gerakan akselerasi dengan arah yang tegak lurus dengan sumbu badan yang waktu berkendaraan didarat merupakan gerakan horizontal.
Gerakan sesuai dengan sumbu badan juga dapat menyebabkan mabuk.
Di darat, waktu orang berkendaraan, gerakan tersebut merupakan gerakan naik turun.
Benson mengemukakan bahwa gerakan naik turun yang dapat menimbulkan gejala terutama adalah gerakan dengan frekuensi lambat.
Itulah sebabnya gejala lebih mudah timbul waktu mengendarai unta dari pada mengendarai kuda dan waktu kapal laut merapat, tidak waktu berlaju cepat.
Pada pemaparan gerakan akselerasi yang terus menerus akan terjadi adaptasi, gejala akan hilang dalam 36 - 72 jam pada paparan yang terus menerus, tetapi pada peristiwa paparan yang berikut gejala itu akan kembali lagi.

Jika serangan mabuk itu muncul, dapat membuat suatu perjalanan menjadi lebih lama, barangkali lebih mudah mencegah mabuk dengan obat-obatan dari pada menyembuhkannya.
Barangkali anda mengenal obat anti mabuk dimenhydrinate ( dramamine ) obat ini dijual bebas bekerja dengan mencegah perjalanan sinyal-sinyal kimia dari telinga bagian dalam anda ke bagian otak, yang biasa disebut pusat muntah.
Namun jangan salah, obat ini lebih manjur untuk mencegah mabuk dari pada untuk menyembuhkannya.
Apabila anda menelan obat-obat tadi setelah anda menjadi mabuk, barangkali sudah terlambat.
Menelan obat anti mabuk sebaiknya satu jam sebelum berangkat dan jangan lupa mengikuti petunjuk dokter pribadi anda.
Yang perlu diperhatikan jangan menelan obat anti mabuk kalau anda mengemudi.
Yang menarik untuk diketahui mengapa seseorang sewaktu sebagai penumpang dapat menjadi mabuk, sedangkan sewaktu sebagai pengemudi tidak lagi menjadi mabuk ?
Ditinjau dari tenaga sentrifugal yang dihasilkan gerak kendaraan, sangat menarik untuk diperhatikan bahwa si pengemudi bergerak miring melawan gaya sentrifugal tersebut, sebaliknya dengan gaya para penumpang.

Tips untuk menenangkan mabuk, setidaknya akan menolong anda dari penderitaan :
- Jika anda sedang membaca buku didalam bobil yang sedang melaju, tiba-tiba terasa mual, pusing, pucat dan kepala sudah mulai berenang.
Jalan satu-satunya tutuplah buku, tenanglah sejenak dengan memejamkan mata sebentar.
- Sebaiknya anak-anak duduk di kursi depan, karena sistem saraf mereka belum sepenuhnya berkembang, anak-anak itu mudah sekali mabuk.
Duduk di kursi depan dapat memperoleh lapangan pandang yang luas, hal seperti ini dapat menolong bila menempuh perjalanan panjang.
- Menjaga jarak, sebab melalui sugesti, mabuk laut dapat menular.
Jangan mencoba menolong sesama penderita, sebab perut anda barangkali akan mabuk juga.
- Tetap sibuk, sebab pada lazimnya para penumpanglah yang mabuk, bukan pengemudi.
Menurut para peneliti di Pennsylvania state university, orang yang menjaga pikirannya dengan tetap sibuk ( dengan memecahkan masalah-masalah mental ) lebih kecil kemungkinannya ikut mabuk dari pada orang-orang yang secara pasif menumpang saja.
Oleh karena itu, apabila anda mulai mabuk, cobalah untuk tetap sibuk.
Peganglah kemudi selama beberapa jam, hitunglah nomor-nomor kendaraan dan bunyikan musik kesayangan.
- Carilah tempat duduk yang kokoh, untuk mencegah adanya goncangan.
- Tetaplah tenang, untuk memberi kesempatan kepada telinga bagian dalam memantapkan diri.
- Menurut beberapa studi bahwa orang yang makan sebelum bepergian tidak terlampau kerap mabuk jika dibandingkan dengan mereka yang berangkat dengan perut kosong.
Tetapi jangan makan makanan berlemak, karena makanan berlemak akan tinggal di lambung berlama-lama dan sulit dicernakan dapat memperburuk masalahnya.
Sebagai gantinya makanlah makanan ringan yaitu protein dan karbohidrat yang mudah dicerna.
Bisa juga dengan membawa kudapan kudapan seperti keripik, biscuit untuk dimakan sedikit-sedikit selama perjalanan.
- Tinggalkan alkohol, karena dapat mengubah perasaan gerak otak anda dan telinga bagian dalam anda, sehingga menambah kecenderungan mengalami mabuk.
- Carilah udara segar dan sejuk untuk memperbaiki ventilasi.
- Bubuk akar jahe, jamu tradisional yang dianjurkan untuk mengatasi mabuk.
Pada suatu studi, para sukarelawan diberi 100 miligram dramamin atau dua kapsul jahe 940 miligram, kemudian disuruh duduk dalam sebuah kursi yang diputar oleh motor dan diminta untuk menghentikan kursi itu bila mulai merasa mabuk.
Orang yang meminum jahe dapat bertahan 57 % lebih lama dari pada orang yang meminum dramamin.

Sebagian kecil populasi manusia rentan terhadap stimulasi goyangan, suatu gerakan dengan percepatan dan perlambatan yang berulang, menyebabkan gejala terangsangnya sistem vegetatif seperti rasa tidak nyaman di lambung, pucat, mual, muntah, lesu, keringat dingin dan sebagainya tergantung beratnya rangsangan dan kerentanan seseorang.
Stimulus goyangan terjadi terutama sewaktu orang mengendarai kendaraan yang bergerak, terutama pada gerakan lambat.
Stimulus juga dapat berupa rangsangan visual dengan pola gambar yang bergoyang-goyang.
Receptor saraf yang paling penting terhadap terjadinya mabuk perjalanan adalah labirin yang menangkap gerakan angular.
Kerentanan terhadap rangsangan goyangan dapat ditiadakan dengan latihan.
Secara simtomatik dapat diberikan obat yang dapat menekan fungsi labirin atau pusat muntah di otak.
Trimakasih, Tuhan memberkati.

Rabu, 07 September 2011

Sepak bola dan ritme circadian.

Dari tahun ke tahun, sepak bola menjadi tontonan yang paling menarik dan paling banyak penggemarnya dari anak-anak, orang dewasa sampai orang tua.
Bola memang tontonan yang mengasyikkan, baik dilihat secara langsung, maupun lewat layar televisi.
Malah ada yang mencoba berusaha mencari jawabannya, mengapa sepak bola begitu populer dan banyak diminati ?
Ada yang mengatakan bahwa olahraga sepak bola ini tidak ubahnya seperti kehidupan itu sendiri.
Pernyataan ini disampaikan sir walter scot pada tahun 1915 yaitu " kehidupan itu adalah suatu pertandingan sepak bola ".
Namun sayangnya tontonan yang banyak penggemarnya ini menjadi semacam bumerang bagi pecintanya.
Pasalnya pertandingan yang disiarkan itu, di negara kita di tonton pada tengah malam atau dini hari, yang memang pada jam-jam itu biasanya digunakan kebanyakkan orang untuk tidur dan mimpi yang indah.

Secara alamiah manusia dilahirkan untuk menjadi mahluk siang hari ( terang ) dan tidur beristirahat pada malam hari ( gelap ).
Kehidupan seperti itu mengikuti suatu pola jam biologik yang disebut dengan circadian rhythm yang berdaur selama 24 jam.
Sebenarnya tidak tepat 24 jam, karena setiap orang mempunyai siklus masing-masing.
Siklus itu berlangsung antara 22 - 25 jam.
Masa selama masa siang hari disebut sebagai fase ergotropik, karena kinerja manusia berada dalam puncaknya, sementara masa malam hari disebut sebagai fase trophotropik, dimana terjadi proses istirahat ( recuperation ) dan pemulihan tenaga.
Walaupun masing-masing orang mempunyai jam biologik sendiri-sendiri, kehidupan mereka diatur menjadi sama dan seragam dalam daur 24 jam sehari.
Pengaturan itu dilakukan oleh penetapan waktu yang ada diluar tubuh seperti ;
- Perubahan antara gelap dan terang.
- Kontak sosial.
-Jadwal kerja.
- Adanya jam pengukur waktu.
Fungsi tubuh yang diatur oleh jam biologik ialah tidur, kesiapan untuk bekerja, metabolisme, suhu tubuh, nadi dan tekanan darah.

Salah satu gangguan yang paling mencolok adalah gangguan tidur, dikarenakan disini jam biologiknya dikacaukan.
Tidur disiang hari tidak sepulas tidur pada malam hari.
Perubahan siklus tidur yang dilakukan secara mendadak dan tidak teratur bisa memicu berbagai permasalahan kesehatan, seperti diantaranya : insomnia, exessive daytime sleepiness atau EDS ( mengantuk yang berlebihan pada siang hari ), apnoea tidur ( ketidakmampuan bernapas selama tidur, dikarenakan tidak cukup istirahat di malam hari ), pelanggan pecandu obat tidur, gangguan sexual, gangguan emosional, penyakit darah tinggi, penyakit jantung, serangan asthma bronchiale yang lebih sering, penyakit kencing manis, kecelakaan kerja akan lebih sering terjadi, karena malam kurang tidur, sulit berkonsentrasi disiang hari.
Bagi penderita diabetes melitus ( kencing manis ) yang sering begadang malam akan mengalami kesulitan dalam mengendalikan kadar gula darahnya, karena gangguan metabolisme karbohidrat yang lebih berat.

Seperti yang telah ditulis sebelumnya, setiap mahluk hidup memiliki jam biologis, dikarenakan kita hidup di planet yang mengalami satu kali rotasi setiap 24 jam.
Pola tidur kita, temperatur tubuh, pengeluaran hormon, metabolisme tubuh, dan fungsi biologis yang lainnya berubah-ubah dalam siklus ini, seperti pergantian dari siang menjadi malam dan begitu juga sebaliknya.
Jam bioplogis berpengaruh atas ritme tubuh kita setiap hari dan ritme ini dikenal dengan nama ritme circadian.
Circadian diambil dari kata latin yang berarti " hari ".
Ritme circadian ini dihasilkan dalam tubuh dan dipengaruhi oleh jam internal yang terletak di dalam otak kita.
Mekanisme di dalam tubuh manusia yang mengatur pola tidur, temperatur tubuh, metabolisme, fungsi biologis, terjadi sesuai dengan jam internal ini.

Jadi jika jam internal ini berubah, tidak sesuai dengan pola siklus yang semestinya, akan memberi dampak buruk terhadap tubuh.
Tubuh manusia yang mengalaminya akan menjadi kacau balau.
Disini sistem tubuh dipaksa bekerja keras menyesuaikan diri dengan pola siklus yang baru, ditambah dengan sorot sinar elektromagnetik dari layar televisi, ditambah lagi dengan ketegangan mental dan kelelahan fisik, akan menjadi suatu kesatuan yang dapat memicu timbulnya berbagai penyakit.
- Dari penyakit gangguan tidur dan berlanjut sampai ke gangguan jiwa.
- Penyakit jantung, bisa terjadi kematian mendadak.
- Penyakit gangguan metabolisme seperti kencing manis.
- Penyakit asthma bronchiale, dikarenakan udara malam hari itu dingin ditambah dengan ketegangan mental dan kelelahan fisik.
- Penyakit tekanan darah tinggi, akibat kurang tidur dan ketegangan yang berlebihan.
- Penurunan daya tahan tubuh, seperti cepat terserang flue.

Jika seseorang sedang asyik menonton bola, yang sangat berperan disini adalah organ mata, karena dengan mata kita dapat melihat dengan jelas jalannya suatu pertandingan.
Lebih dari seabad silam, para ilmuwan telah mengetahui bahwa jam biologis dikendalikan oleh pigmen, yang disebut opsin.
Pigmen ini menyelip di retina, di belakang bola mata, yang bertugas mengirimkan sinyal penglihatan ke otak kita.
Namun, sejak pigmen itu ditemukan pada tahun 1877, para ilmuwan tak kunjung berhasil mengungkapkan rahasia opsin.
Pada penelitian selanjutnya para ilmuwan mengaitkan pigmen dengan vitamin A.
Dari hasil penelitian dinyatakan orang yang kekurangan vitamin A dapat mengalami gejala yang mirip gangguan siklus jam biologis.

Baru pada tahun 1998, tabir ilmu pengetahuan terbuka untuk pertama kalinya oleh tim peneliti biokimia dan biofisika dibawah pimpinan Dr. A. Sancar dan Dr. Yasuhide Miyamoto dari University of Nort carolina di Chapel hill, Amerika Serikat.
Mereka mengidentifikasi opsin sebagai CRY- 1 dan CRY -2, disebut Cryptochrome.
Pigmen ini ternyata tidak berasosiasi dengan vitamin A ( retinol ), melainkan dengan vitamin B-2 ( riboflavin ).
Temuan ini dimuat di jurnal nasional academy of science, awal juni 1998.
Kedua ilmuwan itu juga merevisi teori lama tentang letak pigmen itu.
Menurutnya opsin memang ada disekitar retina, tetapi tidak persis di lingkungan sel retina yang bertugas pada proses penglihatan.
Revisi ini dianggap penting, sebab pada teori lama seolah ada anggapan bahwa para tunanetra, yang mengalami kerusakkan retina, akan selalu menghadapi sindrome gangguan siklus tubuh.
Padahal, kebutaan tidak berhubungan dengan kekacauan siklus jam biologis itu.
Tunanetra dan orang normal memiliki kepekaan yang sama terhadap gangguan irama tubuh.
Jam biologis ini pada penelitian tidak hanya dimiliki oleh manusia dan hewan berderajat tinggi seperti primata saja, tetapi tikus juga memilikinya.
Zat sejenis cryptochrome ada pada tikus letaknya tidak cuma di bola mata, melainkan tersebar dibeberapa tempat, bahkan dibawah kulit.
Cryptochrome bertindak sebagai sensor cahaya yang menembus tubuh lalu meneruskanya ke saraf, selanjutnya ke sistem hormon tubuh.
Apabila rangsangan cahaya tersebut terlalu besar atau terlalu kecil, maka sistem jam tubuh akan menjadi kacau.
Dengan merujuk penelitian pada manusia, primata dan tikus, ternyata yang berhubungan dengan zat sejenis cryptochrome adalah vitamin B-2 ( riboflavin ).
Teori ini diakui ada kaitannya dengan siklus jam biologis.
Jika terjadi kekurangan dengan vitamin B-2 ini, maka akan memunculkan gangguan siklus jam biologis.
Vitamin B-2 ( riboflavin ) dapat ditemukan pada telur, hati, kacang-kacangan, tomat dan buah-buahan.

Dengan menonton suatu pertandingan sepak bola di layar televisi yang terlalu lama lebih dari 2 jam, akan memicu timbulnya gangguan untuk memulai tidur, dikarenakan sorot cahaya televisi mengandung gelombang elektromagnetik yang sangat kuat.
Efek radiasi elektromagnetik selain gangguan tidur, dapat juga menyebabkan kanker, infertilisasi, cacat bawaan, katarak dan dapat mengacaukan jam biologis tidur seseorang.
Jika menonton suatu pertandingan di tengah malam atau dini hari hanya sesekali saja, kebetulan ada kesebelasan yang diidolakan, irama tubuh harus tetap dipertahankan dalam irama siang.
Tujuan pengaturan tidur ialah usaha untuk mengisolasi semua gangguan irama tubuh cukup selama satu hari saja.
Caranya ialah dengan mengisolasi gangguan.
Setelah menonton semalaman, usahakan tidur selama 3 - 4 jam, misalnya, antara pikul 08 - 12 diusahakan segera bangun.
Dengan waktu tidur ini, akan mengalami beberapa jam gelombang delta tanpa menggeser irama tubuh ke waktu baru.
Pada malam harinya akan sangat mengantuk pada saat biasa tidur.
Pada pagi harinya dapat bangun pada jam seperti biasa lagi, dengan perasaan tubuh yang segar bugar.

Ada lagi kebiasaan seorang menonton semalaman dikarenakan besok harinya, hari libur atau hari minggu.
Jika tidak ada keperluan pada pagi hari, ada kecenderungan untuk bangun lebih siang.
Perlu diketahui, tidak mudah tidur pada pagi hari, sebab suhu tubuh mulai naik.
Apapun alasannya tidur harus cukup, waktu tidur harus tetap dan irama tubuh harus stabil, supaya tubuh tetap sehat, segar dan bugar setiap hari.
Trimakasih, Tuhan memberkati.

Selasa, 30 Agustus 2011

Kekuatan otot, dilahirkan atau diciptakan.

Seperti diketahui bersama otot adalah komponen yang terpenting dalam tubuh manusia.
Dengan adanya otot, manusia dapat bergerak, dapat melakukan aktivitas sehari-hari.
Sebaliknya jika otot itu menjadi tidak berfungsi, tubuh akan kehilangan kekuatan, dan tubuh menjadi lumpuh, otot mengalami penciutan, yang disebut atrophi.

Otot manusia terdiri dari kumpulan serat yang berukuran rambut.
Pada suatu penelitian, tubuh manusia memiliki lebih dari enam miliar serat otot dalam tubuh yang berhubungan dengan tulang.
Tulang dan otot inilah yang mendukung tubuh, sehingga dapat melakukan gerakan.
Tidak semua serat otot dalam keadaan aktif pada saat yang sama.
Umumnya hanya sepertiga dari serat otot yang bekerja, sisanya beristirahat.
Dalam keadaan normal serat otot bekerja bergantian, sehingga dapat memberikan daya tahan dan daya guna dari pekerjaan serat otot tersebut.

Pada tubuh olahragawan atau atlet dibutuhkan adanya suatu kombinasi antara kekuatan, kecepatan, koordinasi dan ketahanan tubuh.
Tubuh manusia dilengkapi dengan kemampuan yang luar biasa untuk beradaptasi dengan setiap adanya tekanan yang datang.
Selama melakukan latihan penguatan, otot-otot tubuh kita diharapkan dapat beradaptasi dengan tekanan dan daya beban yang berlebihan.

Menurut hasil penelitian terbaru, kemampuan para atlet, sebenarnya sudah mendekati batas kemampuan manusia.
Dengan kondisi sekarang ini, para atlet terkenal dunia hanya akan mencapai kemajuan yang sangat kecil pada 20 tahun kedepan, sampai akhirnya pada titik kulminasi berhenti.
Penajaman rekor memang masih ada, tetapi grafiknya mulai mendatar.
Teori ini tercipta setelah kelompok ilmuwan mendapatkan bukti-bukti bahwa dalam lari jarak pendek ( 100 m, 200 m, 400 m, dan 800 m ).
Kemampuan serabut otot kaki memegang peran sangat penting.
Terutama otot kaki bagian paha yang memungkinkan seorang pelari memproduksi tenaga besar dalam waktu singkat.
Para ilmuwan juga mengumumkan hasil penemuannya mengenai bagaimana otot manusia beradaptasi terhadap latihan, serta bagaimana otot itu bisa mengubah diri sehingga cocok digunakan untuk lari maraton atau untuk lari jarak pendek.
Penemuan diatas sebagai pembuka cakrawala pengetahuan yang selama ini menjadi perdebatan yang berlarut-larut, mengenai apakah pelari, perenang, pebalap sepeda kaliber dunia dilahirkan atau diciptakan?.

Yang namanya otot sebenarnya sangat mudah untuk menyesuaikan diri.
Dengan latihan beban yang teratur dapat mendongkrak ukuran otot sampai 2 - 3 kalinya.
Sebaliknya bila otot terlalu lama diistirahatkan, misalnya tidak melakukan aktivitas fisik lagi sekurang-kurangnya selama dua minggu, otot akan menyusut hingga 20 persen.
Proses biomekanik yang dimiliki otot sangatlah kompleks.
Sangatlah beruntung selama melakukan riset puluhan tahun, telah menghasilkan gambaran lengkap tentang bagaimana otot bereaksi terhadap latihan dalam atletik.

Secara umum otot digambarkan sebagai serabut otot yang disatukan oleh jaringan kolagen.
Satu serabut otot terdiri atas selaput, inti sel, dan ribuan helaian yang disebut myofibril.
Sejauh ini otot manusia terbesar dan terpanjang adalah 30 cm dengan lebar 0,05 - 0,15 mm.
Myofibril dapat mengerut atau menyusut sesuai tanggapan rangsangan saraf.
Sementara motor sel saraf atau neuron berada sepanjang tulang belakang dan menyebar ke dalam serabut otot.
Pada otot kaki neuron mengontrol lebih dari 1000 serabut otot.
Secara rinci satu per satu neuron mengontrol serabut otot jari, bola mata, ataupun laring.
Kontraksi pada myofibril dilakukan oleh unit komponen kecil yang dikenal dengan sarcomere.
Di dalam sarcomere terdapat dua unsur protein ; myosin dan actin, bila berinteraksi akan menyebabkan kontraksi.
Sewaktu kontraksi sarcomere akan memendek, seperti lensa tele yang bisa dimajumundurkan ( zoom ).
Salah satu komponen molekul myosin, dinamakan heavy chain.
Molekul ini menentukan fungsi serabut otot.
Pada orang dewasa, heavy chain mempunyai tiga variasi yang berbeda dan dikenal dengan isoform.
Tiga variasi isoform dinamai dengan I, IIa dan IIx.
Serabut tipe I dikenal dengan serabut lambat, serabut IIa dan IIx dikenal dengan serabut cepat.
Kecepatan kontraksi serabut I hanya sepersepuluh dari jenis IIx
Sementara kecepatan kontraksi tipe IIa berada diantara jenis I dan IIx.
Perbedaan kontraksi ini membuat kecepatan pemecahan molekul ATP ( Adenosin triphosphat ), molekul berenergi tinggi di dalam myosin juga berlainan
Serabut tipe lambat lebih efisien dalam metabolisme aerobik ( butuh udara ), sementara serabut tipe cepat tergantung pada metabolisme an-aerobik ( tidak memerlukan udara ).

Secara praktis serabut tipe lambat sangat diperlukan untuk menopang aktivitas yang membutuhkan ketahanan, seperti pada kegiatan lari maraton, bersepeda dan berenang.
Sementara serabut tipe cepat merupakan kunci kekuatan dalam olahraga yang membutuhkan ledakan otot seperti angkat besi atau lari cepat.
Oleh sebab itu orang dengan porsi 95 % otot lambat disarankan untuk menjadi pelari maraton.
Sebaliknya orang yang hanya punya 19 % otot lambat dan sisanya otot cepat disarankan menjadi sprinter.
Perlu diketahui, rata-rata orang dewasa punya sejumlah serabut otot lambat dan cepat yang sama pada paha.
Pengetahuan besarnya porsi serabut otot itu memunculkan pertanyaan.
Dapatkah kemampuan serabut otot diubah dari lambat ke cepat?
Perubahan tipe otot IIa ke IIx ataupun sebaliknya bisa terjadi karena pengaruh latihan.
Lalu bagaimana dengan perubahan dari serabut lambat dan cepat, tipe I dan tipe II ?

Berbagai percobaan selama bertahun-tahun menyimpulkan, otot lambat tak bisa dikonversi menjadi otot cepat atau sebaliknya.
Baru pada tahun 1990, seorang ilmuwan bernama Andersen Schjerling dan Saltin menemukan indikasi bahwa latihan yang keras dan teratur dapat membuat otot lambat menjadi otot cepat tipe IIa.
Subjek penelitian mereka adalah para pelari jarak pendek terkemuka.
Mereka diamati selama tiga bulan menjalani latihan berat yang dikombinasikan dengan lari jarak pendek berinterval.
Pada periode yang sama, Mona Esbarnsson dan rekannya dari Karolinska Institute di Stockholm menemukan bukti yang sama.
Dari hasil yang diperoleh memberikan petunjuk bahwa program latihan berat yang dibarengi dengan latihan an-aerobik, dapat mengubah bukan hanya dari jenis IIx ke IIa, tetapi juga dari jenis I ke IIa.
Jika latihan dapat mengubah jenis otot I menjadi IIa. muncul pertanyaan, apakah secara alami juga bisa mengubah jenis IIa menjadi I ?
Jawabnya ternyata bisa.
Hanya kita tidak tahu apakah atlet yang lahir dengan porsi otot tipe I yang tinggi mendapatkan keuntungan sejak lahir atau ia diuntungkan dari latihan yang ia jalani.
Kita juga tidak tahu seandainya otot tipe II dikonversi ke tipe I waktu yang dibutuhkan sama dengan waktu untuk mengkonversi dari IIx ke IIa.
Tetapi ada kemungkinan pelari maraton memang dilahirkan berbeda dengan orang kebanyakkan.
Demikian juga sprinter, memang berbeda dengan pelari jarak jauh.

Para peneliti mendapatkan bukti bahwa latihan bisa membesarkan otot jenis II hingga dua kalinya dibandingkan dengan tipe I.
Dalam hal ini latihan berat bisa meningkatkan volume otot cepat tanpa mengubah perbandingan antara otot lambat dan otot cepat.
Pada akhirnya luas relatif antara otot lambat dan otot cepat akan menentukan ciri khas otot itu.
Semakin banyak wilayah diisi oleh otot cepat, maka karakter otot itu secara keseluruhan menjadi cepat.
Sehingga para sprinter sebenarnya bisa mengubah karakteristik otot-otot kaki itu dengan latihan beban.
Uji coba yang dilakukan oleh seorang ilmuwan yang bernama Michael Sjostrom dari universitas Umea pada tahun 1988, menunjukkan rata-rata wilayah cakupan otot berada di vastus lateralis, otot yang ada pada atlet maraton.
Dari sini didapatkan luas cakupan otot tipe I rata-rata 4800 mikron persegi, tipe IIa 4500 dan tipe IIx 4600.
Sementara pada pelari jarak pendek luas cakupan serabut otot tipe I 5000 mikron persegi, IIa 7300, dan tipe IIx 5900.
Walaupun sudah dipastikan bahwa serabut otot dapat dikonversi, misalnya deari IIa ke I, tetapi masih relatif sukar bila cuma mengandalkan latihan.
Masih ada cara yang lebih mudah dan cepat yaitu dengan pendekatan genetik.
Caranya dengan menggunakan gen myosin, gen yang ditemukan pada otot mamalia untuk menggerakkan kaki saat lari dari kejaran predator.
Hal ini bisa ditempuh dengan memanipulasi gen, misalnya dalam bentuk vaksin yang dimasukkan dalam inti sel pada sel-sel otot.
Namun, cara-cara ini sekarang masih dilarang,bahkan komite olimpiade internasional mengawasi ketat tindakan ilegal ini dengan mengadakan tes bagi para atlet.

Seperti pada lazimnya gen, gen buatan ini juga berisi Deoxyribonucleic acid ( DNA ), dan bisa dikirim ke tubuh dalam beberapa cara ; misalnya saja gen itu mengkode satu atau lebih protein atau hormon yang menstimulasi perkembangan otot.
Langkah langsung adalah dengan memberikan DNA langsung ke otot.
Serabut otot itu kemudian akan mendapatkan DNA dan ditambahkan seperti gen normal lainnya.
Cara ini tidak terlalu praktis, sehingga para peneliti sering minta bantuan virus untuk membawa gen itu ke dalam inti sel.
Virus itu sendiri sebenarnya sekumpulan paket-paket gen yang terbungkus dalam kapsul protein, yang mampu menambatkan diri pada sel untuk kemudian menyuntikkan gennya ke dalam sel yang bersangkutan.
Para ilmuwan mengganti gen virus itu dengan gen buatan, sehingga teknik ini lebih efisien.

Pada percobaan ini sangat disayangkan dalam penyuntikkan langsung DNA, gen buatan yang dikirimkan bukan hanya masuk ke serabut otot, tetapi juga ke dalam sel-sel lain yang tidak dikehendaki.
Seperti ke dalam pembuluh darah dan hati.
Akibatnya tentu merepotkan bila ekspresi gen buatan itu muncul di tempat lain.
Sebagai contoh soal, bila gen yang menyebabkan pembesaran otot disuntikkan, maka yang akan terjadi adalah pembesaran otot-otot rangka, lalu bisa juga akan memacu pembesaran otot-otot lain, seperti otot jantung yang akan memunculkan komplikasi.

Para ilmuwan sampai sekarang masih melakukan pendekatan-pendekatan lain dengan cara yang lebih aman.
Namun yang akan menjadi renungan, apakah masih ada persaingan nomor atletik dalam kurun waktu 20 tahun ke depan atau apakah mungkin nantinya untuk mendongkrak kekuatan otot, perlu intervensi manipulasi genetik.
Kita tunggu saja perkembangan ilmu pengetahuan berikutnya.
Trimakasih, Tuhan memberkati.

Minggu, 07 Agustus 2011

Jika " burung gagak " tak tegak lagi.

Jika sang "burung " sudah tidak mungkin lagi melakukan kuat angkat dan menjalankan tugasnya dengan baik, itu pertanda si " burung " sudah tak bisa diandalkan lagi alias sudah loyo dalam melakukan tugas.
Mungkin sudah bosan dengan pekerjaan rutinnya atau ada sesuatu yang dapat membuat si " burung " jadi menderita.
Istilah impotensi berarti ketidakcukupan ereksi yang tidak memungkinkan terjadinya persetubuhan yang adekuat.
Yang jelas apa yang dianggap adekuat oleh seorang pria belum tentu dianggap demikian oleh pria lain.
Bagi pria yang berusia enampuluhan yang telah menikah selama 30 tahun, mungkin tidak begitu cemas akan ereksi yang kurang dibandingkan dengan pria berusia limapuluhan yang baru saja bercerai.
Suatu ereksi yang adekuat memerlukan jaringan korpora yang erektil, yaitu yang mendapat cukup perfusi, di bawah kontrol saraf yang utuh, dalam lingkungan hormonal yang normal, serta status psikoseksual yang adekuat.

Di Amerika Serikat ( 1992 ), definisi impoten lebih diperluas lagi, mulai dari ketidakmampuan ereksi, periode ereksi, sampai kriteria yang lebih luwes yaitu ketidakmampuan ereksi yang memberikan kepuasan seksual.
Impotensi sering timbul akibat dari gangguan psikologis dan gangguan organik seperti kelainan saraf, pembuluh darah, putusnya hubungan saraf akhir ( ujung ) di preputium, dan penyakit diabetes melitus.

Pada mulanya banyak orang menduga, bahwa 90 persen kasus ED ( Erectile Dysfunction ) disebabkan oleh kejiwaan atau psikogenik.
Tetapi dalam berbagai penelitian dibuktikan, bahwa impoten lebih disebabkan oleh gangguan organik terutama penyakit diabetes melitus.
Pada penelitian disebutkan sebanyak 60 persen penderita diabetes dipastikan menjadi impotensi.
Di Indonesia belum ada data yang pasti mengenai penderita impotensi, dikarenakan kalau berbicara mengenai seks masih dianggap tabu untuk dibicarakan.
Penderita biasanya mencari obat-obatan alternatif berupa ramuan-ramuan jamu, suplemen, serta obat-obatan lain yang dianggap dapat mendongkrak atau paling tidak membangkitkan lagi si " burung " yang sudah loyo itu.

Ada beberapa penyebab impotensi diantaranya :
1. Gangguan neurologik ; sklerosis multiple, penyakit parkinson, epilepsi, spina bifida, cedera medulla spinalis, tabes dorsalis, pemotongan kulit preputium ( ujung penis ) dan tumor.
Masalah pemotongan kulit preputium ( ujung penis ) masih menjadi perdebatan para ilmuwan, dikarenakan bukti-bukti klinis masih tersamar, apakah murni karena pemotongan kulit preputium atau adanya penyebab lain yang ikut berperan seperti penyakit penyerta dan konsumsi obat-obatan pembangkit gairah seks.
Secara keilmuan dapat dijelaskan sebagai berikut :
Kulit genital dipersarafi oleh sistem saraf parasimpatis.
Saraf ini terdiri atas somatic afferents daerah kulit genital dan daerah perigenital yaitu melalui nervus pudendalis ke saraf perianal dan saraf serotal termasuk saraf di dorsal penis, sedangkan viceral afferents berasal dari kandung kemih melalui serabut parasimpatis diteruskan menuju ke radix sacralis 2 - 4, kemudian ke saraf-saraf di daerah pelvis yaitu saraf erigentes.
Setelah mengadakan synaps di plexus prostat, vesica seminalis, vasdeferens dan terutama di pembuluh darah di corpora cavernosa yang dapat menyebabkan terjadinya vosodilatasi arteri-arteri di penis dan penutupan vena-vena di penis, berakibat pembesaran corpus cavernosa dan terjadi ereksi.
Disekitar ujung kulit preputium terdapat banyak synaps serabut-serabut saraf parasimpatis yang merupakan susunan saraf perifer yang mengatur sensasi rasa dan ereksi penis.
Jika bagian ujung itu dibuang atau dipotong akan menimbulkan gangguan sensasi rasa ( sensorik ) dan lama kelamaan diikuti oleh gangguan ereksi, dikarenakan hubungan saraf-saraf yang mengatur terisinya darah pada pembuluh darah di corpus cavernosa fungsinya terganggu.
Jadi dapat terjadi gangguan ereksi dan gangguan pembesaran penis yang menjurus ke arah impotensi.

Proses ejekulasi ( pengeluaran air mani ) tidak ada masalah, masih berjalan normal.
Jadi tidak mempengaruhi kontraksi prostat, vesica seminalis dan urethra pada pria dikarenakan
proses ejekulasi dipersarafi oleh sistem simpatis yang berasal dari columna intermedio lateralis medulla spinalis thoracal X - lumbal II.
Kemudian menjadi nervus hypogastricus untuk melayani kelenjar prostat, testis, vasdeferents dan vesica seminalis.
Aktivitas saraf simpatis ini terutama untuk mengatur proses ejekulasi dan sebagian kecil serat-serat ereksi yang berjalan di dalam plexus hypogastricus ( Thoracal X - lumbal II ) juga berperan dalam proses ereksi.

2. Penyakit Vaskular ; Diabetes melitus, aterosklerosis, sindroma iliaka eksterna, trauma dan pembedahan.
Penyakit diabetes merupakan penyakit yang paling tersering ditemukan dalam praktek sebagai penyebab impotensi ( 60 persen ).
Oleh karena itu harus diwaspadai kehadirannya.
Tetapi bagaimana cara glukosa ( gula ) berperan dalam impotensi? dapat dijelaskan sebagai berikut :
Pada keadaan normal glukosa diatur sedemikian rupa oleh insulin yang diproduksi oleh sel beta pankreas, sehingga kadarnya di dalam darah selalu dalam batas aman, baik pada keadaan puasa maupun sesudah makan.
Kadar glukosa selalu stabil 70 - 140 mg/dl.
Pada keadaan DM, tubuh relatif kekurangan insulin sehingga pengaturan kadar glukosa darah menjadi kacau.
Walaupun kadar glukosa darah sudah tinggi, pemecahan lemak dan protein menjadi glukosa ( glukoneogenesis ) di hati tidak dapat dihambat ( karena insulin kurang/ relatif kurang ) sehingga kadar glukosa darah dapat semakin meningkat.
Akibatnya terjadi gejala-gejala khas DM, yaitu poliuria ( banyak kencing ), polidipsia ( banyak minum ), lemas, berat badan menurun.
Kalau dibiarkan berlarut-larut, akan merembet ke jalur-jalur saraf terutama saraf-saraf otonom ( simpatis dan parasimpatis ) dan saraf-saraf tersebut menjadi rusak sehingga tidak dapat melakukan fungsinya lagi.
Akibatnya berpengaruh terhadap organ-organ yang dipersafinya salah satunya dapat menyebabkan impotensi.

3. Pembedahan ; Reseksi abdomino - perieal, trauma pelvis.

4. Penyakit sistemik ; neoplasma, gagal ginjal kronik, gagal fungsi hati, penyakit paru kronik, penyakit jantung, penyakit endokrin.

5. Gangguan psikologis ;
Terkadang persoalan pria sering bersifat psikologis, ia sanggup bereaksi, tetapi bukan sewaktu ia menghendakinya.
Banyak pria membutuhkan lebih dari pada kepercayaan diri untuk mendapat ereksi.

6. Obat-obatan ; alkohol, penyalahgunaan obat,antihipertensi, antidepresan, antipsikotik, dan perangsang seks.
Obat-obatan perangsang seks, baik berupa pil atau suntikan yang bisa membuat si " burung " gagak tegak terus dan dapat bertahan lama sampai empat jam atau lebih.
Akan berakibat lebih buruk bagi si pemakai, dikarenakan dapat merusak jaringan sekitar penis dan sel otot, sehingga fungsi ereksi makin terganggu.
Lama kelamaan, karena di daerah penis merupakan daerah end arteri ( pembuluh arteri yang buntu ) bisa berakibat nekrosis ( aliran darah berhenti dan membeku lalu mengering ), jaringanpun akan mati, yang pada akhirnya akan lepas ( potong ) dan membusuk.

Impotensi pada kasus-kasus yang menggunakan radiasi, lebih disebabkan oleh berkurangnya kadar testosteron ( bila testis terletak dalam lapangan radiasi ), keadaan ini terjadi pada paparan dosis radiasi yang tinggi, seperti pada radiotherapi kanker prostat yang lanjut dapat menyebabkan impotensi dalam satu tahun setelah pengobatan.

Impotensi juga dapat terjadi pada penderita hipertensi yang tidak terkontrol dan sebelum pemakaian obat-obatan, aterosklerosis dan diabetes melitus.

Ada beberapa obat-obatan yang mengganggu ereksi dan dapat berakibat menjadi impotensi diantaranya ; alkohol, semua depresan sistem saraf pusat, obat-obatan pendongkrak gairah seksual ( aprodisiak ), digoksin, antikonvulsan, dan metoklorpramide HCl menyebabkan hiperprolaktinemia dengan gangguan fungsi seksual sekunder.

Pada kasus-kasus impotensi, sekitar 5 persen memiliki kadar testosteron serum rendah, kasus seperti ini masih tergolong kasus impotensi yang mudah diatasi.

Sebagai perumpamaan, jika kita memiliki sebuah mobil, kita menginginkan mobil itu dapat bertahan lama ( awet ), tentunya jika mobil dipelihara dengan baik.
Begitu juga dengan penis dapat dibuat untuk tahan lama ( awet ), dengan jaminan seumur hidup.
Untuk memeliharanya dapat dilakukan sebagai berikut :

1. Kurangi makanan berlemak.
Apa yang buruk bagi jantung, buruk pula bagi penis.
Sejumlah pembuluh darah penis lebih kecil diameternya dari pada kepala jarum, dan bahkan sumbatan-sumbatan kecil dapat menimbulkan perubahan-perubahan besar pada aliran darah.
Diet rendah kolesterol dan lemak jenuh, karena mencegah berkumpulnya timbunan-timbunan lemak, dapat menolong menjaga arteri-arteri itu tetap terbuka.

2. Turunkan berat badan.
Laki-laki yang berbadan gemuk akan sangat mudah terkena penyakit jantung, dan sangat mudah pula terkena penyakit diabetes ; kira-kira separo kaum pria yang mengindap kencing manis akan menjadi impoten juga.
Lebih-lebih lagi, kegemukan dapat menimbulkan tekanan darah tinggi.
Penyakit itu, bersama dengan obat-obatan untuk mengatasinya, dapat juga menimbulkan impoten.

3. Olah raga.
Dengan olah raga yang teratur dan terukur akan menolong arteri-arteri tetap terbuka dan siap bekerja.
Dalam sebuah studi, para peneliti menemukan 78 pria sehat yang berolahraga tiga hingga lima jam seminggu memiliki kehidupan seksual yang lebih banyak dan lebih baik dari pada pria yang tidak berolahraga.

4. Berhenti merokok
Pada penelitian baru-baru ini di Amerika Serikat menyimpulkan pria perokok kurang menyukai hubungan badan atau seks ketimbang rokok itu sendiri.
Hal ini disebabkan oleh tembakau mengandung bahan-bahan yang menyebabkan pembuluh-pembuluh darah mengerut, dengan demikian mengurangi aliran darah ke penis.

5. Minuman keras / beralkohol.
Minuman keras / beralkohol dapat dengan cepat menekan susunan saraf pusat, akibatnya melumpuhkan seluruh sistem persarafan.
Shakespeare pernah menulis dalam Macbeth, minuman keras " menimbulkan gairah, tetapi melenyapkan semangat kerja ".

6. Waktu pagi hari.
Hormon seksual testosteron meningkat sampai puncak kadarnya setelah tidur nyenyak semalaman.
Di pagi hari dengan suasana hati yang nyaman dan teduh, paling tepat untuk melakukan hubungan badan atau seks.
Menurut penelitian ( akhir juni 2011 ) di Amerika Serikat, masa subur seorang pria adalah di pagi hari. ( Ayam berkokok, burung juga berkicau ).
Hal ini dikarenakan kadar testosteron paling tinggi di pagi hari.

7. Masalah usia.
Sewaktu pria bertambah usia, akan dibutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai ereksi.
Harus menunggu sedikit lebih lama untuk mendapatkan ereksi berikutnya.
Hal ini tidak berarti sudah menuju ke impoten, hanya sekedar bersabar sedikit.

Impotensi memiliki banyak permasalahan dan melibatkan banyak penyebab.
Yang terpenting untuk menangani impoten dimulai dari tiap pribadi.
Bersedia untuk menghadapi masalah-masalah ini, merupakan hal yang paling utama.
Trimakasih, Tuhan memberkati.




Minggu, 17 Juli 2011

Tinja menjadi " saluran komunikasi " yang potensial.

Tinja sering dianggap barang yang paling hina di muka bumi ini, tetapi dengan keberadaan tinja manusia mendapatkan informasi yang paling berharga.
Tinja atau feses atau kotoran hasil sisa pembuangan proses metabolisme tubuh ternyata menjadi sangat penting kehadirannya bagi kesehatan tubuh manusia.
Tetapi dalam pemeriksaan laboratorium, yang namanya tinja seringkali terlewatkan.
Padahal keberadaannya dapat menentukan apakah tubuh manusia masih dalam keadaan sehat-sehat saja atau sudah perlu mendapatkan perhatian yang lebih serius.

Bentuk dari tinja yang dikatakan normal ( baik ), bila panjangnya lebih kurang 20 cm, kenyal, mengkal dan berwarna kuning.
Bila tinja bentuknya berubah menjadi encer, diindikasikan adanya peran bakteri yang buruk dalam saluran pencernaan sangatlah kuat artinya.
Dalam hal warna tinja juga perlu diperhatikan, jika warnanya sudah tidak kuning lagi, apalagi disertai dengan embel-embel ada darah, lendir, bau yang sangat menyengat, itu berarti ada gangguan di dalam tubuh.

Pemeriksaan tinja ( feses ) dalam uji diagnostik masih sangat sedikit dari yang diharapkan.
Uji tinja hanya digunakan sekitar 5 persen, selebihnya menggunakan uji darah ( 80 persen ) dan uji urine atau air kencing ( 15 persen ).

Tepatnya pada bulan maret 2011 satu lagi dari hasil pengembangan ilmu kedokteran menghadirkan laboratorium modern yang dapat memberikan kontribusi mutakhir bagi pemetaan bakteri baik dan bakteri buruk dalam usus ( intestinal flora atau flora usus ) yang dikenal dengan nama Yakult Intestinal Flora ( YIF ).
Laboratorium ini berkontribusi sebagai pencegahan dan pengobatan berbagai jenis penyakit yang berkaitan erat dengan flora usus.
Flora usus berperan besar diantaranya terhadap pencegahan dan pengobatan autisme, obesitas, dan gangguan kognitif.

Perkembangan ilmu kedokteran biomolekuler akhir-akhir ini sangat pesat, yang terakhir dapat mengidentifikasi bakteri-bakteri dalam pencernaan melalui tinja.
Sebelum menggunakan Yakult Intestinal Scan, pemetaan bakteri dilakukan melalui kultur tinja.
Bakteri dari tinja dibiakkan dalam media tertentu, bakteri yang tumbuh lalu diidentifikasi.
Kultur bakteri dari tinja kurang populer dalam pelayanan kesehatan, dikarenakan masih memiliki kelemahan diantaranya biaya yang mahal dan memerlukan waktu yang lama.

Pemetaan bakteri dari tinja membuka jalan sebagai indikator pencegahan dan pengobatan suatu penyakit, diantaranya untuk mengetahui adanya gangguan penyerapan pada usus, ketidakseimbangan bakteri baik-buruk, atau terdapat gangguan pencernaan akibat mengonsumsi obat-obatan.

Tinja ( feses ) yang terlihat kurang baik dapat juga disebabkan oleh keadaan stres yang menimbulkan reaksi usus bergerak tidak normal, akibatnya tinja menjadi buruk karena diare.

Tinja yang buruk dapat juga disebabkan oleh alergi makanan, reaksi usus dalam merespons makanan ada penyimpangan, gejala yang ditimbulkan dapat berupa mencret-mencret akibat reaksi simpang terhadap makanan.

Antibiotika juga dapat sebagai pemicu timbulnya tinja yang tidak bagus, pemakaian antibiotik yang serampangan dan bersifat profilaktik dapat menyebabkan sebagian bakteri bermutasi dan menjadi resisten sehingga dapat menyebabkan ketidakseimbangan flora usus.
Cukup banyak antibiotik yang diberikan hewan ternak yang dipelihara untuk dipotong.
Oleh sebab itu, saat kita mengunyah burger, steak, atau dada ayam, kita mendapat dosis antibiotik yang dapat membunuh flora baik di usus dan menyebabkan kita kurang tahan terhadap bakteri berbahaya, akibatnya dapat muncul diare.
Dan tidak perlu heran juga jumlah bakteri yang resisten-antibiotik semakin banyak di seluruh dunia dan menjadi masalah kesehatan yang besar.

Ada beberapa orang sering menggunakan obat pencahar, tujuannya tidak jelas, ada yang beralasan untuk menguras usus agar bersih dari zat-zat beracun ( toxin ) selama satu bulan makan tak henti-henti dari berbagai jenis makanan.
Orang meminum obat pencahar ini paling tidak satu bulan sekali secara rutin.
Ada juga sebagai gaya hidup dari masyarakat modern.
Sebagian besar obat pencahar bekerja dengan merangsang dan mengiritasi otot usus untuk meningkatkan peristalsis ( kontraksi otot usus ).
Usus merespons dengan berupaya mengeluarkan iritan dan terkadang menimbulkan kejang disertai mulas.
Pencahar dapat menyebabkan suatu kebiasaan ( habituasi ).
Pemakaian pencahar dalam jangka panjang dapat memanjakan otot-otot usus sehingga usus menjadi malas dan bergantung pada pemberian pencahar, akhirnya semakin banyak memerlukan pencahar agar diperoleh efek yang sama.
Pemakaian obat pencahar yang berlebihan dapat merusak sel saraf di dinding kolon, dimana usus akhirnya memerlukan pelatihan ulang agar dapat melakukan buang air sendiri.
Pencahar dapat mengurangi penyerapan nutrien dan mengurangi berbagai mineral penting di dalam tubuh.
Obat pencahar dapat mengubah keseimbangan bakteri di dalam usus, yang akan melemahkan sistem kekebalan dan dapat memicu timbulnya berbagai penyakit.

Pemakaian obat-obat antasid yang bekerja menghambat asam lambung, memiliki beberapa efek samping negatif.
Perut dengan asam lambung yang tertekan akan rentan terhadap mikroorganisme ( bakteri, virus, parasit ) berbahaya.
Salah satu tugas asam lambung ( asam hidroklorida ) adalah mematikan berbagai predator yang tidak diundang ini.
Akibatnya mikroorganisme masuk dan berkembang biak dan menimbulkan kekacauan.
Flora ususpun menjadi tak seimbang lagi sehingga menimbulkan gangguan pencernaan.

Jika kebetulan ada seseorang yang menderita penyakit berlatar belakang alergi seperti : Asthma bronchiale, dematitis atopic ( eksim ) dan seterusnya, tentunya akan lebih sering mengonsumsi obat-obat jenis steroid ( kortison, prednison )
Steroid adalah obat anti radang yang sangat kuat dapat mengurangi peradangan, dan menimbulkan efek samping yang berat.
Disamping menyebabkan pembengkakan pada wajah ( moon face ), tangan dan pergelangan kaki, serta melemahnya sendi, menipisnya tulang, dan tukak lambung.
Dapat menekan sistem kekebalan, mengurangi resistensi untuk melawan infeksi, menimbulkan penyakit jamur ( kandida albicans ).
Disamping efek samping diatas, setiap kali jika minum obat yang mengandung steroid terancam sakit saluran pencernaan seperti ; mencret-mencret atau lebih mempercepat buang air besar.
Steroid dapat mengikis flora baik di dalam usus.

Di dalam pencernaan manusia terdapat jutaan bakteri, dalam keadaan normal tentunya bakteri baik harus lebih banyak dari bakteri buruk.
Bakteri baik adalah sahabat dan pelindung perut kita.
Lactobacillus acidophilus dan bifidobacteria ( bifidus ), bakteri yang bersahabat yang seharusnya merupakan populasi bakteri terbanyak di usus kita.
Apabila jumlahnya berkurang, akan terjadi pembusukan dan penimbunan toksin di kolon.
Kita menjadi rentan terhadap penyakit dan gangguan pencernaan yang disebabkan oleh bakteri tak bersahabat dan reaksi-reaksi kimiawinya di dalam tubuh.
Acidofilus dan bifidus menjadi sangat penting bagi kesehatan menyeluruh kita.
Ke duanya penting agar metabolisme dan pencernaan kita berfungsi dengan benar serta untuk meningkatkan mekanisme pertahanan protektif dari sistem kekebalan kita.
Bakteri Acidofilus dan bifidus menghasilkan banyak vitamin B esensial, menghambat pertumbuhan bakteri penyebab penyakit dan esensial untuk pencernaan dan eliminasi normal.

Flora usus ditemukan pada tahun 1850.
Pada tahun 1886, Theodore Escherice mengidentifikasi Eubacterium coli yang diketahui bersifat anaerobik ( tidak memerlukan oxygen ).
Pada perkembangan terakhir ditemukan metode YIF, pemetaan bakteri di dalam pencernaan dengan Yakult Intestinal Scan.
Kandungan bakteri diperut wanita dewasa rata-rata 0,8 kg, dan pada pria dewasa rata-rata 10 kg.
Bakteri baik yang paling banyak ditemui adalah genus Lactobacillus, bifidobacterium dan Eubacterium.
Bakteri buruk terbanyak yang ditemui adalah salmonella, staphylococcus, dan clostridium perfingens.

Perlunya identifikasi karakter tinja untuk mengetahui komposisi bakteri baik, apakah masih tetap dominan didalam sistem pencernaan kita.
Konsumsi susu adalah salah satu solusi untuk mempertahankan dominasi bakteri baik di dalam perut.
Konsumsi susu di Indonesia tergolong masih rendah, rata-rata konsumsi per orang 11,8 liter per tahun, bila dihitung per hari, setiap orang hanya mengonsumsi susu dua sendok makan.
Di Malaysia rata-rata konsumsinya 25,4 liter per tahun dan di Singapura 21,7 liter per tahun.
Oleh karena itu untuk menggalakkan konsumsi susu nasional, Indonesia mencanangkan 1 juni 2011 sebagai hari susu Nusantara ( Dunia menetapkan tgl. 1 juni 2004 ).
Hal ini bertujuan untuk menjaga dan memperbanyak kwalitas bakteri baik di dalam perut.

Pada masyarakat Jepang kesehatan perut sangat dihargai , ibarat nyawa ada di dalam perut, sehingga ada tradisi harakiri untuk menjaga suatu kehormatan, yaitu bunuh diri dengan menusukkan pedang ke perut sebagai pusat nyawa.

Susu merupakan sumber gizi terlengkap.
Pemahaman masyarakat selama ini bahwa susu hanya untuk bayi atau anak usia dibawah lima tahun, anggapan itu tak sepenuhnya benar.
Susu merupakan bagian dari makanan seimbang bagi semua kelompok usia.
Perkembangan industri susu modern memungkinkan penambahan unsur probiotik, yaitu mikroorganisme non-patogenik yang dikonsumsi dalam jumlah tertentu untuk memberi efek menguntungkan bagi inangnya.
Bakteri probiotik akan menekan pertumbuhan bakteri buruk yang bersifat patogen.
Mikroorganisme yang ditanamkan sebagai probiotik umumnya dikembangkan alami dari tubuh manusia.
Mikroorganisme itu juga dipilih tahan terhadap enzim pencernaan, asam lambung, dan cairan empedu.
Saat dicerna, mikroorganisme itu menempel pada dinding saluran cerna dan mampu bertahan dalam jumlah besar.
Kemudian ditunjang kemampuan menghasilkan zat anti mikroba yang meningkatkan sistem imun di dalam tubuh.
Secara genetik digolongkan stabil.
Mikroorganisme baik sering dimasukkan ke dalam probiotik, antara lain lactobacillus dan bifidobacterium.
Bakteri baik merusak receptor toksin dan menginaktifkan toksin yang dihasilkan bakteri patogen.
Bakteri baik akan berebut nutrisi ( zat gizi ) yang sama dengan bakteri buruk ( patogen ).
Bakteri acidofilus dan bifidus diperlukan bila ada riwayat menggunakan antibiotik, menggunakan kortikosteroid, menggunakan pil keluarga berencana, mengalami gas atau nyeri ulu hati (heartburn ) setelah makan, gas dan tinja berbau busuk, sembelit, diare, sindrom iritasi usus, menderita alergi, mengonsumsi gula, alkohol, kopi, atau soda, mengalami stres, baru bepergian keluar negeri, sedang menjalani suatu pengobatan, kondisi tubuh sering menurun, tidak tahan laktosa, menjalani kemoterapi atau radiasi, menderita infeksi saluran kemih atau infeksi jamur/ ragi.
Jika kondisinya seperti itu mulailah mengonsumsi asidofilus dan bifidus setiap hari untuk menjamin berfungsinya pencernaan secara baik.

Istilah probiotik sering dikacaukan dengan pengertian prebiotik dalam susu.
Probiotik untuk menyatakan kandungan mikroorganisme atau bakteri baik, sedangkan prebiotik merupakan senyawa golongan karbohidrat dengan rantai pendek yang tak dicerna enzim pencernaan, seperti inulin, laktulosa, dan laktoferin, manno- oligosakarida, frukto- oligosakarida, dan gluko- oligosakarida.
Prebiotik akan terfermentasi dalam usus dan meningkatkan kwalitas penyerapan kalsium.
Probiotik dan prebiotik sama pentingnya bagi pencernaan.
Mengonsumsi probiotik dan prebiotik merupakan cara menjaga tinja dalam keadaan baik atau normal.
Disertai dengan menyadari, mengalami dan belajar menghargai pencernaan sebagai sumber kearifan dan kekuatan.
Trimakasih, Tuhan memberkati.