Minggu, 08 September 2013

Air memberi hidup.

Air merupakan komponen alam yang sangat dibutuhkan oleh mahluk yang hidup di bumi ini.
Kehadiran air merupakan kebutuhan dan tak terpisahkan dari kehidupan mahluk hidup, termasuk manusia.
Air sebagai salah satu zat gizi makro yang mempunyai fungsi penting dalam berbagai proses dalam tubuh manusia.
Air untuk kehidupan, mengantarkan manusia pada cara minum air, cara menghargai air.
Air dapat mempengaruhi tubuh, bisa merawat dan memperbaiki, sebagai penyembuh dalam kehidupan manusia.
Tubuh manusia mengandung lebih dari 75 % air.
Air merupakan sistem pengangkutan di dalam tubuh, air mengangkut nutrisi serta mengeluarkan bahan sisa metabolisme.
Air memecah makanan, menjaga keseimbangan suhu tubuh dan elastisitas kulit.
Manusia dapat hidup berminggu-minggu tanpa makanan tetapi hanya beberapa hari tanpa air.
Air seringkali disepelekan padahal manusia bisa bertahan hidup karena air.
Air membantu kita bernapas karena melembabkan udara pada saat kita menghirupnya.
Air membantu mengeluarkan racun dan bahan sisa metabolisme.
Dikala hari panas dan terik, kita berkeringat dinini untuk mengatur suhu tubuh, kita kehilangan sampai 16 gelas air per hari.
Bila tidak cukup minum air dapat mengakibatkan kulit jadi kering dan gatal, perasaan lemas ketika bangun, dan letih sepanjang hari.
Selama tidur kita kehilangan air dalam jumlah yang sama banyaknya seperti ketika kita sedang tidak tidur.
Dalam cuaca dingin, tubuh membutuhkan air dalam jumlah yang nyaris sama seperti pada cuaca panas.

Seseorang dikatakan mengalami dehidrasi bila ia mengalami kerusakan mekanisme rasa haus, atau mekanisme pengaturan reseptor antidiuretik, atau kerusakan pada kedua mekanisme tersebut.
Kelainan pada mekanisme rasa haus terjadi bila terdapat kerusakan hipotalamus di otak sebagai pusat pengontrol rasa haus.
Ini terjadi pada keadaan koma, atau dalam keadaan yang tidak memungkinkan berespon normal terhadap rasa haus, seperti ketika tenggelam di air atau terdampar di gurun pasir.
Namun, sayangnya kekurangan elektrolit sering dikacaukan dengan istilah dehidrasi.
Dalam bahasa Inggris pun dehidrasi diartikan dengan pengeringan, menghilangkan air.
Sedangkan bila seseorang mengalami kekurangan elektrolit dan kekurangan air, biasanya terjadi pada keadaan kelainan pada organ ginjal, luka bakar, diare atau penggunaan obat diuretik yang tidak terkontrol.
Dehidrasi dalam jangka panjang menyebabkan tekanan darah menjadi tinggi, peredaran darah berangsur memburuk, pencernaan juga memburuk, fungsi ginjal memburuk dan mengganggu kelancaran kinerja organ-organ tubuh.
Dehidrasi yang derajatnya hanya ringan-ringan saja dapat memperlambat metabolisme tubuh sebanyak 3 %.
Dehidrasi dengan tingkat sedang bisa menyebabkan sakit kepala bahkan pusing.
Kekurangan air adalah penyebab keletihan nomor satu.
Air memang tak tergantikan dari kehidupan kita.
75 % otak manusia berisi air, 92 % darah adalah air, 22% tulang adalah air, 75 % otot adalah air, 82 % sel otak adalah air.
Berat otak manusia 1,5 kg, berat otaknya sendiri hanya 200 gram sisanya air.
Manusia membutuhkan air minum per harinya paling sedikit 3 liter atau orang biasa menyebut 8 gelas.
Hanya dengan meminum air 8 sampai 10 gelas saja dalam sehari bisa meredakan 80 % perasaan nyeri dan linu pada umumnya.
Disini banyak pasien yang mengeluh sering nyeri-nyeri dan linu-linu ditubuhnya, tetapi tidak menyadari bahwa si pasien kurang minum.

Menurut penelitian dikatakan dengan 5 gelas air per hari dapat menurunkan risiko kanker usus besar sebanyak 45 %.
5 gelas air per hari dapat menurunkan risiko kanker payudara sebesar 79 %.
5 gelas air per hari dapat menurunkan risiko kanker kandung kemih sebesar 50 %.

Kita selalu membutuhkan air untuk bisa hidup.
Jika kita tidak menghargainya, air bisa menyebabkan kematian bahkan kehancuran.

Sebenarnya apa sih air itu ? sampai-sampai bikin heboh .
Secara singkat, sangat sederhana, air adalah senyawa kimia yang terdiri dari dua jenis atom, satu atom oksigen dan dua atom hidrogen.
Itulah sebabnya air ditulis sebagai H2O.
Dalam ilmu kimia, atom atau molekul mempunyai muatan negatif atau positif.
Hidrogen dan oksigen, memiliki muatan negatif sehingga sebenarnya keduanya saling " melepaskan " diri.
Mereka menghabiskan waktu dengan saling berusaha melepaskan diri.
Inilah salah satu sebab mengapa air begitu fleksibel, mudah berubah bentuk.
Jika kita menuang satu cawan air ke permukaan meja, air segera menyebar ke mana-mana, dan jika kita mengumpulkannya kembali ke dalam cawan dan membekukannya, air itu akan segera menjadi padat.
Air benar-benar bisa melakukan apapun.

Di Eropa pada abad ke XVII budaya spa sudah berkembang.
Pada masa itu sudah banyak orang berlibur untuk mencari sumber air mineral guna menggulangi gangguan kesehatan.
Istilah " Spa " diambil dari bahasa Yunani Sante par aqua, artinya kesehatan melalui terapi air.
Spa yang kita kenal sekarang tak cuma berhubungan dengan air, melainkan juga dengan perawatan kecantikan, kesehatan jiwa dan tubuh, serta kebugaran, yang menyertakan bahan-bahan atau cara alami.
Namun konsep spa itu sendiri pada awalnya hanya berkaitan dengan air.
Menurut para peneliti dari lembaga riset trombosis di London, Inggris, bila orang selalu mandi dengan air dingin, peredaran darahnya akan membaik sehingga tubuh terasa lebih bugar.
Mandi dengan air dingin juga akan meningkatkan produksi sel darah putih dalam tubuh serta meningkatkan kemampuan seseorang terhadap serangan virus.
Bahkan, mandi dengan air dingin di waktu  pagi dapat meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita.
Dengan demikian kesuburan serta kegairahan seksual akan meningkat.
Selain itu jaringan kulit bertambah baik, kuku lebih terlihat sehat dan kuat, tak mudah retak / rapuh.

Para ilmuwan fisika dan biokimia mengatakan bersentuhan dengan air mancur, berjalan-jalan disekitar air terjun, atau sungai dan taman dengan banyak pancuran, mendatangkan kebaikan dari ion-ion negatif.
Ion-ion negatif yang timbul karena butiran-butiran air yang berbenturan itu dapat meredakan rasa sakit, menetralkan racun, memerangi penyakit, serta membantu menyerap dan memanfaatkan oksigen.
Ion negatif dalam aliran darah akan mempercepat pengiriman paket oksigen ke dalam sel dan jaringan.
Mandi dengan menggunakan shower dirumah mempunyai efek menghasilkan ion negatif. ( baca tulisan dr.Sintoso Pujianto tentang " Sehat bersama ion negatif ", disitu diulas secara lengkap ).

Hati-hati jika berendam dalam air panas dengan suhu 34 - 40 derajat celsius, tidak boleh lebih dari 20 menit.
Panas air akan mengiritasi kulit, dan membuat pembuluh darah di permukaan kulit melebar, sehingga permukaan kulit menjadi merah.
Sementara keadaan di dalam tubuh, pembuluh darah menyempit, tekanan darah turun / berkurang, sehingga aliran darah yang akan disalurkan ke organ-organ vital berkurang.
Aliran darah ke otak pun otomatis berkurang, hingga menyebabkan sakit kepala, kunang-kunang atau oyong alias kleyengan.
Bila ingin berendam lebih lama ( 30 menit ) atau lebih, pilih air hangat ( warm ) dengan suhu 27 - 34 derajat celsius.

Bila memilih suhu air dibawah 15 derajat celsius ( dingin ), waktu berendam tidak boleh lebih dari 30 detik.
Karena, suhu air yang terlalu dingin dapat mengakibatkan pembuluh darah menyempit, sehingga asupan darah untuk nutrisi dan oksigenasi ke jaringan sangat berkurang.
Jadi berendam sangat berpengaruh pada tubuh kita, oleh sebab itu harus diperhatikan segala tata caranya.
Kegunaan / khasiat air tak berhenti pada soal mandi atau berendam, minum air putih sangatlah diperlukan, karena bila kekurangan air akan berakibat fatal bagi tubuh.
Air memang diperlukan dalam segala aspek kehidupan.
Terima kasih, Tuhan memberkati.

Rabu, 04 September 2013

Penelitian terbaru, jumlah neuron hanya 86 miliar dan fungsi otak menurun mulai usia 45 tahun.

Adalah suatu kewajaran jika manusia semakin hari semakin tambah umurnya dan semakin tua.
Organ otak pun ikut-ikutan menjadi tua.
Proses otak menjadi tua tentunya terjadi karena perubahan-perubahan pada anatomis sel-sel neuron atau sel-sel otak.
Perubahan itu perlu diketahui untuk menginterpretasi perubahan-perubahan fungsi.
Proses menua pada otak terlihat dari penurunan jumlah sel neuron yang terjadi tidak sama di berbagai bagian otak.
Bagian otak yang memantau memori didaerah pelipis ( girus temporal superior ) mengalami penurunan jumlah sel yang paling banyak, disusul oleh bagian otak yang memantau kemampuan eksekusi didaerah otak depan ( girus presentral ).
Sedangkan yang paling sedikit adalah area striata.
Bagian otak yang memantau perasaan tubuh didaerah otak bagian atas ( girus postsentral ) tidak mengalami perubahan.
Di hipokampus, pusat pantauan memori juga terjadi penurunan jumlah sel neuron dalam jumlah besar.

Selama ini, para ahli mengatakan jumlah sel saraf ( neuron ) dalam otak manusia mencapai 100 miliar.
Namun, pendapat ini tidak didasarkan atas eksperimen yang kuat.
Hasil penelitian Suzana Herculano - Houzel dari Universitas Federal Rio de Janeiro, Brazil menunjukkan, neuron otak manusia hanya 86 miliar.
Jumlah ini diperoleh dengan meneliti otak yang disumbangkan empat pria, masing-masing berumur 50 tahun, 51 tahun, 54 tahun, dan 71 tahun.
Penelitian dilakukan dengan melarutkan membran sel otak dan menjadikannya sebagai larutan homogen.
Larutan itu selanjutnya dihitung inti selnya, kemudian dinaikkan skalanya, hingga diperoleh jumlah neuron dalam satu otak.
Metode ini tidak dilakukan dengan mengambil salah satu bagian otak saja dan kemudian melakukan ekstrapolasi karena jumlah neuron pada setiap bagian otak berbeda.
Hasilnya, tidak satu pun dari ke empat otak pria itu yang memiliki neuron sebanyak 100 miliar.
Beda 14 miliar neuron ini sepertinya kecil.
Padahal, 14 miliar neuron itu hampir sama dengan neuron otak baboon ( monyet afrika ) atau hampir separuh neuron otak gorila.
Meski demikian, para ahli masih memperdebatkan apa pentingnya jumlah neuron banyak bagi otak manusia.
Penelitian atas otak binatang sebelumnya menunjukkan, otak yang besar tidak selalu berarti lebih baik.
Otak besar dengan banyak neuron hanya dibutuhkan untuk mengontrol tubuh yang lebih besar.
Ahli lain berpendapat, otak besar penting untuk kehidupan sosial yang kompleks atau untuk metakognisi yaitu berpikir tentang pemikiran dan penggunaan alat yang kompleks.
Peneliti lain percaya, kecerdasan tidak ditentukan dari besarnya otak, tetapi dari kompleksitas interaksi dalam otak.

Selama ini juga, fungsi kognitif otak diyakini mulai berkurang saat seseorang memasuki usia 60 tahun.
Namun, penelitian terbaru tim Universitas College London ( UCL ) menunjukkan, fungsi otak mulai menurun di usia 45 tahun.
Tim meneliti 5.198 pria dan 2.192 wanita pegawai negeri sipil Inggris berusia 45 - 70 tahun selama tahun 1997 - 2007.
Dari uji memori otak, kemampuan mengingat kosokata hingga kemampuan memahami melalui audio dan visual, terlihat fungsi penalaran turun hingga 3,6 persen pada pria dan wanita berusia 45 - 49 tahun.
Penurunan terbesar terjadi pada responden pria berumur 65 - 70 tahun, yaitu 9,6 persen, pada wanita umur sama hanya 7,4 persen.
Pemimpin studi dari pusat penelitian Epidemiologi dan kesehatan masyarakat Perancis, Archana Singh Manoux, mengatakan, penelitian ini membuktikan penurunan kognitif selama 20 -30 tahun bisa memicu demensia ( hilang ingatan ).
Tingkat demensia akan makin tinggi jika penderita merokok.
Penting untuk mengidentifikasi faktor risiko sejak dini.
Jika gejala penyakit muncul pada usia 50-an tahun tetapi baru diamati pada usia 60-an tahun, sulit membedakan mana sebab dan akibat.
Tentang kapan penurunan kemampuan kognitif otak dimulai, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami bagaimana pengukuran kemampuan otak bisa memperbaiki diagnosis demensia.
Alzheimer alias pikun merupakan penyebab demensia terbesar pada orang tua.
Kepala pusat penelitian Alzheimer Inggris Simon Ridley mengatakan, meski belum diketahui cara pasti mencegah Alzheimer, gaya hidup sehat, seperti tidak merokok, makan makanan sehat, serta menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol, dapat mengurangi risiko demensia.
Kemunduran intelektual pada penyakit Alzheimer adalah akibat adanya kematian sel-sel otak ( neuron ) dalam jumlah besar dipermukaan ( korteks serebral ) yang terjadi secara menahun, perlahan-lahan tetapi progresif.
Kelainan itu berupa proses degeneratif sel neuron, terutama didaerah pelipis otak ( lobus temporoparietal ) pusat pemantauan kemampuan memori karena fungsi kognitif adalah hasil komunikasi diantara sel-sel neuron, kematian sel-sel neuron dan penghubung antar sel itu menimbulkan gambaran demensia.
Sel-sel neuron mengalami pertumbuhan pesat pada usia balita dan sejak itu sel neuron tidak tumbuh dan bertambah lagi, tetapi jaringan antar sel ( nerve cell connections ) terus tumbuh sampai usia lanjut.
Berangkat dari pendapat ini, teori perkembangan otak menjadi penuh pengharapan.
Dari hasil pengamatan Anokhin, berpendapat kemampuan intelegensi manusia bukan ditentukan oleh jumlah sel neuron tetapi oleh jaringan antar - sel ( nerve cell connections ) tersebut.
Mark Rosenweig dan koleganya menyatakan bahwa apabila otak selalu dirangsang ( stimulasi ) tidak peduli pada usia berapa, maka akan terjadi pertumbuhan ranting-ranting sel ( protuberans ) dan keadaan ini akan menambah jumlah jaringan antar - sel dalam otak.
Dengan demikian teori lama yang mengatakan bahwa orang kehilangan sel-sel neuron selama hidupnya yang akan menyebabkan kemunduran fungsi mental, sudah tidak berlaku lagi alias sudah gugur.
Teori baru yang dianut sejak tahun 1960-an cukup memberikan harapan bagi para lanjut usia, menyatakan bahwa otak dapat menumbuhkan jaringan antar-sel yang lebih cepat dibandingkan kematian sel yang terjadi.
Kematian beberapa puluh ribu sel neuron setiap hari dari awal kelahiran sampai usia 80 tahun tidak sampai berjumlah 8 persen.
Jadi dapat disimpulkan bahwa kualitas otak tidak saja bergantung pada faktor genetik, tetapi juga pada faktor stimulasi lingkungan seperti contohnya membiasakan diri dengan membaca sejak usia dini dan menyukai hal tulis menulis.
Dipastikan otak manusia akan terus berkualitas sampai usia uzur.
Terima kasih, Tuhan memberkati.

Selasa, 03 September 2013

Metode " Kuda Troya " penemuan baru untuk kanker prostat.

Kanker prostat merupakan jenis kanker kedua paling banyak diderita pria.
Data International Agency for Research on Cancer ( IARC ) organisasi kesehatan dunia ( WHO ) pada tahun 2008 menunjukkan, penderita kanker prostat di dunia mencapai 899.000 orang dengan kematian 258.000 orang.
Secara umum kanker prostat terbagi atas dua golongan, yaitu kanker terbatas pada organ prostat ( kanker dini ), dan yang sudah menyebar ke luar, baik ke organ sekitar atau sudah berupa metastasis regional ( kanker lanjut ).
Gangguan prostat berupa pembesaran prostat jinak ( PPJ ) mulai terlihat pada sekitar usia 50 tahun.
Perubahan ke arah keganasan berupa adenokarsinoma prostat ( kanker prostat ) terjadi pada usia 60 tahun.
Belum diketahui secara pasti penyebabnya, Namun berdasarkan penelitian epidemiologi, usia lanjut menjadi faktor penting timbulnya kanker prostat.
Sekitar 70 % pria usia 80 tahun ke atas terbukti mengindap kanker prostat secara histopatologi.
Sementara ada beberapa keadaan menjadi menjadi faktor risiko timbulnya keganasan pada kelenjar prostat yaitu, usia diatas 50 tahun, diet tinggi lemak, pembesaran prostat jinak, infeksi virus lewat hubungan kelamin alias " suka jajan ", riwayat kanker prostat dalam keluarga, pekerja di industri karet, dan pekerja yang kontak dengan logam kadmium ( bahan pembuat batery ).

Gejala dan tanda-tandanya :
Gejala dan tanda kanker prostat tidak spesifik, bahkan pada tahap awal sering tidak menampakkan gejala, sehingga menyebabkan keterlambatan diagnosis.
tetapi pada tahap berikutnya sering timbul gejala atau keluhan sebagai berikut :
- Sering buang air kecil, terutama pada malam hari.
- Ketika buang air kecil harus mengejan.
- Sulit menahan buang air kecil ( ada kalanya ngompol ).
- Tidak dapat buang air kecil sama sekali.
- Buang air kecil terasa sakit atau panas.
- Ada darah dalam air seni dan air mani.
- Terasa sakit saat ejakulasi.
- Nyeri atau kaku di daerah pantat, panggul, dan pangkal paha.

Bagi pria yang berusia 50 tahun ke atas, dan mengalami salah satu gejala seperti itu, segeralah berkonsultasi dengan dokter.
Bagi kaum pria yang berusia 40 tahun ke atas dianjurkan memeriksakan diri secara teratur setahun sekali.
Diawali dengan pemeriksaan colok dubur.
Pemeriksaan ini mempunyai derajat ketepatan antara 21 - 53 % untuk mendeteksi adanya kanker prostat.
Ada beberapa kondisi yang patut dicurigai adanya kemungkinan kanker prostat :
Konsistensi prostat keras, serta adanya nodul dan pembesaran prostat tidak simetris.
Selain itu, tentunya diperlukan beberapa pemeriksaan penunjang untuk sampai pada diagnosis pasti.
Diantaranya pemeriksaan ultrasonografi kelenjar prostat ( Transrectal Ultrasonography, TRUS ) atau pemeriksaan kadar prostate spesific  antigen ( PSA ) dalam darah, suatu glikoprotein yang diproduksi oleh sel prostat.

Para ahli juga mengembangkan obat baru bagi penderita yang tidak bisa dibedah ataupun dikemoterapi.
Obat itu bernama radium - 223 diklorida.
Obat ini bekerja mengikat bagian tulang yang membelah dengan cepat.
Bagian tulang itu menunjukkan lokasi tumor.
Obat jenis suntik ini hanya menyasar tumor di tulang penderita sehingga kerusakan jaringan, termasuk sumsum tulang belakang penderita, bisa dikurangi.

Ditemukannya cara baru penyembuhan kanker prostat.
Kanker prostat seperti diketahui adalah penyakit yang timbulnya lambat.
Penyakit yang satu ini banyak orang sering mengabaikan pengobatan secara dini.
Untuk kasus kanker prostat pengobatan yang dilakukan adalah pendekatan observasional kanker, yang disebut pengamatan aktif ( active surveillance ).
Diawal tahun 2013, ada metode baru menggunakan prosedur biopsi prostat atau pengambilan jaringan prostat untuk pemeriksaan mikroskopik setahun sekali atau setengah tahun sekali, serta tes darah rutin untuk mengetahui antigen khusus prostat.
Metode baru ini menjadi harapan baru agar bisa sembuh dan tetap menjalankan aktivitas.

Cara baru ini dinamakan penyembuhan dengan strategi " Kuda Troya ".
Cara ini terinspirasi dari mitos peperangan bangsa Yunani Kuno, ketika pasukan Yunani berhasil menaklukkan kota Troya dengan cara bersembunyi di dalam patung kuda raksasa.
Melalui patung kuda dari kayu itu, pasukan Yunani berhasil mengelabui tentara Troya dengan menyusup ke dalam kota.
Prinsip yang sama dilakukan tim peneliti yang dipimpin Profesor Claire Lewis dari Universitas Sheffield, Inggris.
Dalam percobaan ini, virus pembunuh kanker disisipkan ke dalam sistem imun kelompok tikus.
Setelah virus ini masuk, lalu menjalar ke dalam sebuah sel tumor, maka virus kuda troya itu akan melepaskan puluhan ribu virus lainnya yang bakal membinasakan sel-sel yang terkena kanker.
Butuh waktu sekitar 12 jam untuk mengetahui apakah virus yang disisipkan melalui sel darah putih itu bekerja dengan baik.
Prosesnya, saat sel darah putih sudah dapat disisipi, selanjutnya akan pecah dan melepaskan 12.000 virus lain yang segera berefek membunuh sel kanker.
Hasilnya, setelah penelitian dilakukan selama 40 hari, sel tumor pada tikus tersebut hilang dan tidak ada tikus yang mati pada kelompok tikus percobaan itu.
Sedangkan kelompok pembandingnya, tikus percobaan yang telah disisipi tumor yang sama dan diberi tindakan medis, ternyata tidak dapat bertahan hidup dan dalam tubuh tikus itu telah menyebar sel kanker.
Cara ini berhasil memberantas kanker dan mencegahnya tumbuh kembali.
Persoalan utama yang masih dicari jalan keluarnya adalah bagaimana cara malakukan penyusupan virus-virus itu jauh ke dalam sel tumor tanpa memberikan efek berbahaya bagi penderitanya.
Eksperimen-eksperimen masih terus dilakukan agar bisa menjangkau sel darah putih sebanyak-banyaknya, supaya mendapatkan virus penghancur tumor sehingga bisa mencapai inti tumor, begitu kata peneliti Claire E. Lewis.

Meski masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut terkait dengan ampuhnya virus penghancur kanker Kuda Troya itu, hal ini sudah memberikan titik terang dalam pengobatan penderita kanker secara umum.
Selama ini, yang dikenal masyarakat, proses pengobatan kanker harus melalui terapi kemoterapi dan radioterapi, yang dapat berisiko merusak sel-sel sehat yang vital pada penderita.
Penelitian ini masih pada tahap awal dan dibutuhkan tes lebih lanjut untuk menunjukkan metode itu aman dan efektif pada manusia.
Dengan temuan ini juga memungkinkan adanya metode inovatif yang lain.
Jika metode ini sukses dalam percobaan ke manusia, maka hal ini menandai kemajuan substansial dalam menemukan pengobatan yang lebih baik untuk pria yang mengindap kanker prostat.
Terima kasih, Tuhan memberkati.

Minggu, 11 Agustus 2013

Kanker dan Antioksidan.

Kanker adalah suatu penyakit yang paling mengerikan dan manakutkan banyak orang.
Khususnya dibidang kedokteran sampai saat ini masih belum bisa mengatasi secara tuntas tentang penyakit ini, karena memang keterbatasan dari otak manusia.

Deskripsi medis pertama mengenai kanker ditemukan dalam sebuah manuskrip berbahasa Mesir yang ditulis pada tahun 2500 SM.
Transkripsi ini menyebutkan penemuan tonjolan yang tumbuh abnormal pada payudara.
Imhotep, dokter terkenal dari Mesir yang hidup sekitar tahun 2625 SM, mengajarkan bagaimana merasakan adanya tumor pada payudara melalui sentuhan tangan.

Kanker berasal dari Karkinos, yang dalam bahasa Yunani berarti kepiting.
Kata ini muncul pertama kali dalam literatur medis pada era Hippocrates sekitar tahun 400 M.
Penggambaran tumor dianggap menyerupai kepiting dengan cengkeraman kaki-kakinya dalam pasir.
Pada abad pertengahan, ahli bedah melakukan tindakan medis terhadap kanker dengan metode yang masih primitif.
Johannes Scultetus ( 1595 - 1645 ) menggambarkan mastektomi, operasi untuk mengangkat kanker payudara, dengan menggunakan api, cairan asam ( acid ), dan bahan kulit untuk membalut luka bedah.
Bagi penderita kanker keinginan untuk hidup bukanlah sebuah pilihan.
Ini merupakan misteri akan hasrat yang terdalam menuju kehidupan, yang tersembunyi dalam hati semua mahluk hidup.
Terkubur dalam di alam bawah sadar, keinginan ini membentuk perilaku insting, mempengaruhi pikiran-pikiran bawah sadar, dan bahkan fisiologi seseorang.
Keinginan untuk hidup bukanlah sesuatu yang dikondisikan.
Keinginan untuk hidup, disisi lain, sangatlah spesifik.
Keinginan untuk hidup itu lebih besar dari dirinya sendiri.
Dalam tulisan ini, penulis akan memaparkan bagaimana peranan antioksidan terhadap kanker.

Oksigen merupakan zat esensial untuk tubuh, yang membuat tubuh mampu menghasilkan energi dalam jumlah besar dari jumlah makanan yang terbatas.
Walau begitu, terkadang oksigen yang kita pakai berubah menjadi molekul reaktif yang tidak stabil, dan dapat berinteraksi dengan banyak cara.
Molekul-molekul ini kadang-kadang disebut oksidan, jenis oksigen yang reaktif, atau radikal bebas.
Senyawa-senyawa maupun reaksi kimia yang cenderung menghasilkan spesies oksigen reaktif ( spesies oksigen yang potensial toksik ) disebut pro - oksidan.

Radikal bebas adalah atom / molekul yang pada kulit terluarnya mengandung satu / lebih elektron tak berpasangan.
Tidak semua spesies oksigen reaktif adalah radikal bebas, misalnya H2O2 dan singlet oksigen bukan radikal bebas, tetapi termasuk spesies oksigen reaktif.
Karena adanya kecenderungan mengambil sebuah elektron ( e- ) dari senyawa-senyawa lain, maka spesies oksigen ini sangat reaktif.
Ada beberapa spesies oksigen reaktif yang dijumpai dalam tubuh, diantaranya :
Radikal bebas superoksida, hidroksil, alkoksil, peroksil, peroksida lipid, hidrogen peroksida, singlet oksigen, dan ion hipoklorit.
Asap rokok, polusi, NO2 dan Ozon ( O3 ) merupakan contoh oksidan eksternal yang masuk ke dalam tubuh melalui inhalasi.
Setiap hembusan asap rokok sigaret mengandung 10 pangkat 14 radikal bebas dan 800 ppm Nitrogen Oksida ( NOx ) yang dapat bereaksi dengan peroksida sel radang membentuk oksiradikal lain yang sangat kuat.
Senyawa-senyawa yang mampu menghilangkan, membersihkan ( scavenging ), menahan pembentukan ataupun meniadakan efek spesies oksigen reaktif disebut antioksidan.

Antioksidan-antioksidan ini diantaranya :
Vitamin A.
Vitamin ini dapat menguatkan dan mendukung terapi radiasi dan kemoterapi.
Vitamin A akan menginduksi program bunuh diri ( apoptosis ) pada sel-sel kanker dan diferensiasi sel.
Vitamin A dapat meningkatkan sistem imun menstimulasi aktivitas sel-sel pembunuh alamiah, dan menghambat pembentukan pembuluh darah baru pada tumor, sebuah proses yang disebut angiogenesis.
Sebaiknya memakai vitamin A dengan dosis yang tepat, sebab pada dosis yang tinggi, beberapa bentuk tertentu dari vitamin A justru dapat menstimulasi pertumbuhan beberapa jenis sel tumor serta memiliki efek toksik.
Carotenoid ( carotene, lutein, lycopene ) merupakan molekul yang dapat diubah menjadi vitamin A.
Karotenoid meningkatkan efek beberapa jenis kemoterapi seperti alkylating agents ( contohnya cytoxan ), terutama jika dikombinasikan dengan vitamin E.
Karotenoid merupakan antioksidan yang efektif yang perlu diwaspadai bersama, bahwa dalam dua penelitian besar, beta-karoten sintetik tampaknya justru meningkatkan kanker paru-paru pada perokok dan / atau pekerja asbes, sementara dalam satu studi terhadap non-perokok tidak ditemukan efek merugikan ini.
Hati-hati buat orang-orang dengan zat oksidatif yang tinggi ( contohnya aktivitas radikal bebas yang tinggi akibat merokok dan diet tinggi lemak ) akan bereaksi secara negatif terhadap suplemen beta-karoten tunggal.
Beta-karoten justru akan menjadi pro-oksidan dalam suasana stres oksidatif yang berat.
Sebaliknya, dampak pro-oksidan tampaknya akan menghilang dengan menghindari rokok, diet rendah lemak, dan penggunaan suplemen antioksidan yang lain seperti vitamin E, glutation, dan campuran berbagai karotenoid.

Makanan sumber vitamin A dan karotenoid yang dianjurkan adalah :
Susu dan produk susu, kuning telur, minyak ikan, sayuran berdaun hijau tua ( bayam, lobak, kubis ), wortel, mangga, pepaya, labu, kentang, dan ubi manis.

Vitamin C.
Dapat memperkuat dan mendukung efek kemoterapi dan radiasi, memerangi sel kanker, serta meningkatkan sistem imun tubuh dengan mengaktifkan sel-sel pembunuh alamiah.

Ada suatu temuan terbaru bahwa sel-sel kanker mengambil vitamin C dalam jumlah besar, hal ini justru akan menjelaskan laporan tentang efek membunuh selektif oleh vitamin C terhadap sel kanker, dimana sel-sel normal tetap hidup dan tampaknya terlindungi.
Vitamin C dapat bertindak sebagai agen anti-inflamasi ( anti radang ) dan analgesik ( anti nyeri ), yang membuat rasa sakit berkurang.
Pada uji coba klinis, pemberian kombinasi suplemen Vitamin C ( 500 mg ) dan vitamin E ( 400 mg ) selama pengobatan dengan tamoxifen pada wanita penderita kanker payudara dapat mengurangi level kolesterol dan risiko kadar trigliserida yang meningkat dalam darah akibat tamoxifen.
Tetapi ada laporan yang memperkirakan bahwa sel-sel leukemia ( sel-sel darah putih imatur ) dapat dirangsang pertumbuhannya oleh vitamin C.

Vitamin C dosis tinggi ( lebih dari 3000 mg ) juga dapat menyebabkan diare dan perut kembung, tetapi pengurangan dosis akan segera menghentikan gejala.
Hati-hati menggunakan vitamin C jika punya riwayat batu ginjal, penyakit kelebihan zat besi ( hemochromatosis ).

Pada penggunaan dosis tinggi vitamin C juga dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan oksidatif di dalam tubuh.

Vitamin E ( Tokoferol ) adalah antioksidan yang dapat mencegah kerja spesies oksigen reaktif.
Senyawa ini dapat mengatasi singlet oksigen, superoksida, dan radikal bebas peroksil.
Berguna untuk meningkatkan efek kemoterapi serta melindungi membran sel dan mitokondria melawan efek radikal bebas yang dapat merusak integritas sel.
Membantu memperbaiki fungsi sistem imun dan sistem saraf pusat.
Vitamin E dapat memberikan perlindungan terhadap setiap efek samping yang merugikan dari vitamin A dosis tinggi dan memelihara kelangsungan persediaan vitamin tersebut dengan cara meningkatkan potensi kerjanya.

Yang menjadi peringatan pada pemakaian vitamin E, dapat mengurangi agregasi platelet ( zat pembeku darah ) dan adhesi ( perlekatan platelet ke jaringan kolagen, yang berarti mengurangi efektivitas sistem pembekuan darah.
Bila dikombinasikan dengan obat anti-pembekuan darah ( obat pengencer darah ) seperti aspirin dan kaumadin, Vitamin E dengan dosis lebih dari 300 IU ( 1 mg = 1,5 IU ) per hari dapat menyebabkan hitungan jumlah platelet yang rendah dan berbahaya, yang dapat mengakibatkan perdarahan di dalam tubuh.
Setiap orang dengan hitung jenis platelet yang rendah selama menjalani kemoterapi seharusnya tidak diberi vitamin E melebihi 600 IU per hari.
Bagi penderita diabetes, penyakit jantung rematik, atau hipertiroid, pertahankan level vitamin E di bawah 600 IU per hari.
Bagi penderita tekanan darah tinggi, mulailah dengan dosis rendah ( tidak lebih dari 200 IU ) dan perlahan-lahan dapat ditingkatkan selama tekanan darah terkontrol.

Makanan sumber vitamin E yang dianjurkan :
Minyak biji gandum, sayuran berdaun, kacang-kacangan dan biji-bijian lainnya.

Mineral.
Disini mineral yang banyak digunakan diantaranya :
Selenium, sebagai antioksidan dan bahan yang esensial untuk sistem imun.
Pada dosis yang lebih tinggi, selenium dapat membantu menekan pembentukan dan penyebaran sel-sel tumor.
Efek dari berbagai jenis kemoterapi dapat mengakibatkan terjadinya defisiensi selenium, sehingga dibutuhkan penggantian dari luar.
Selenium bekerja sangat efektif, bila bergabung dengan vitamin E.
Namun, dosis yang tinggi dari mineral ini dapat membuat beberapa tumor menjadi lebih resisten terhadap kemoterapi, sehingga untuk hal ini dianjurkan dosis 200 mikrogram per hari sebagai dosis aman tertinggi.

Makanan sumber selenium yang dianjurkan :
Ikan ( sumber yang paling stabil ), biji-bijian dan sayuran-sayuran.

Zink.
Merupakan antioksidan cukup baik dan dapat mendukung metabolisme sel-sel normal, fungsi sistem imun, dan beroperasinya sistem saraf pusat.
Zat ini sering berkurang pada pasien penderita kanker.
Selain itu, ratio zink / tembaga sering rendah pada pasien kanker, yang dapat berperan dalam timbulnya peradangan dan pembentukan pembuluh darah baru, termasuk yang memberi makanan sel-sel tumor.
Zink dengan dosis tinggi diatas 100 mg / hari dapat menekan imunitas.
Dosis zink yang dianjurkan 30 -50 mg / hari.
Terlalu banyak zink dapat berakibat terhambatnya efek dari selenium.

Makanan sumber zink yang dianjurkan :
Produk hewan, kerang, sayuran hijau, kacang-kacangan dan sereal.

Magnesium.
Diperlukan untuk metabolisme sel ( merupakan komponen adenosine triphosphate, suatu substansi yang menyediakan energi untuk sel ).
Sangat penting untuk berfungsinya sistem imun.
Harus hati-hati ada laporan bahwa beberapa tumor dapat distimulasi oleh mineral magnesium ini.

Makanan sumber magnesium yang dianjurkan :
Sayuran hijau, sereal, dan kacang polong.

Dari hasil penelitian di Amerika Serikat, Dole dan Peto ( 1981 ) mengatakan sekitar sepertiga kanker yang diderita manusia disebabkan oleh pola konsumsi makanan.
Peran dari cara pengolahan makananpun menjadi penting.
Karena pengolahan makanan yang melibatkan suhu tinggi seperti menggoreng, dan membakar makanan berproten dan lemak tinggi, akan menghasilkan senyawa karsinogen.
Menggoreng yang dilakukan pada suhu minyak 180 derajat celsius, selama sekitar 10 menit.
Selama proses penggorengan, terjadi pengeluaran kandungan air dalam bahan pangan yang akan mengakibatkan terjadinya proses hidrolisis pada minyak goreng, sehingga minyak goreng semakin lama digunakan semakin tengik.
Yang menjadi permasalahan tidak hanya bau tengik yang mengganggu cita rasa makanan, tetapi selama terjadinya proses ketengikan, akan terbentuk senyawa-senyawa radikal bebas bersifat karsinogen.
Minyak goreng yang digunakan berkali-kali akan mengandung radikal bebas yang tinggi.
Sebaiknya menggoreng dilakukan dengan api kecil, dan minyak goreng jangan digunakan lebih dari dua kali.
Minyak goreng bekas yang warnanya berubah menjadi coklat kehitaman bersifat karsinogenik.

Peringatan bagi penderita jantung koroner, sebaiknya menggunakan minyak goreng yang sekali pakai, agar beban kerja jantung tidak bertambah berat.

Proses pengolahan makanan seperti pemanggangan makanan berprotein dan lemak tinggi ( pirolisis ), yaitu sate, hamburger, berbagai steak dan masakan cina yang menumis daging atau ikan pada suhu tinggi untuk dijadikan kaldu, banyak mengandung asam amino terpirolisis yang membentuk heterocyclic amine ( HAs ), suatu mutagen kuat.
Konsumsi lemak tinggi juga akan meningkatkan steriel dalam usus besar dan meningkatkan sekresi garam empedu, yang selanjutnya akan dimetabolis oleh bakteri usus menghasilkan senyawa karsinogenik.

Tubuh manusia memiliki mekanisme pertahanan terhadap pengaruh destruktif radikal bebas dengan tetap menjaga keseimbangan antara pro-oksidan dan anti-oksidannya.
Namun pada keadaan tertentu dimana terjadi pergeseran keseimbangan ke arah pro-oksidan, maka akan timbul kelainan-kelaian patologis seperti keganasan, inflamasi, aterosklerosis, penuaan, iskemi, hemolisis dan seterusnya dan sebagainya.
Terima kasih, Tuhan memberkati.

Kamis, 08 Agustus 2013

Berbeda jangan paksakan untuk jadi sama.( Tak baik mengekor terus ).

Pada awalnya manusia dibelahan bumi ini dibentuk dengan warna kulit ( ras ) yang berbeda, budaya, makanan, perilaku dan seterusnya, memang berbeda.
Malah setelah perang dunia ke II, UNESCO mengeluarkan pernyataan resmi tentang tiga identifikasi ras yang dimuat dalam The Race Question ( 1950 ).
Ke tiga ras tersebut adalah Mongoloid, Negroid, dan Kaukasoid.
Penggolongan ini sebelumnya dilakukan oleh para pakar taksonomi berdasarkan warna kulit.
Jadi bila dari orang yang berlainan ras menderita suatu penyakit yang sama, belum tentu timbul gejalanya yang sama pula ( bisa berlainan ), dan dosis untuk pengobatannyapun akan berbeda ( tidak selalu disamakan ), pada dasarnya semuanya memang berbeda.
Sebagai contoh soal :
Orang yang menderita penyakit jantung, di Indonesia gejalanya sering disebut orang " Angin duduk " ( serangan jantung ), karena gejala seperti ini yang paling sering dijumpai di masyarakat kita dikala terjadi serangan jantung.
Di Indonesia, serangan jantung gejalanya tidak khas tak seperti di Barat, yaitu nyeri di bagian dada yang menjalar ke lengan dan kemudian ke leher.
Di Indonesia kebanyakan tanda yang muncul adalah sakit di ulu hati, kembung, dan seperti sedang masuk angin, konon orang awam mengatakan.
Ini menunjukkan bahwa ketika orang-orang yang merasa dirinya masuk angin diperiksa, 30 % dari mereka sebenarnya tidak sedang masuk angin, melainkan terkena serangan jantung koroner.
Karena yang tertutup / menyempit adalah pembuluh darah LAD ( Left Anterior Descending ) yang menuju ke depan dan ke bawah jantung, sehingga kelihatan seperti sakit lambung ( maag ) dan masuk angin.

Contoh lain untuk pengobatan Tuberkulosis.
Kadar terapeutik obat tuberkulosis untuk pasien Indonesia tidak perlu setinggi pasien Kaukasia ( Barat ).
Pemberian Rifampisin, obat utama tuberkulosis, dibawah ambang terapeutik tetap menyembuhkan sebagian besar penderita di Indonesia.
Dari hasil penelitian menyebutkan, tidak ada hubungan bermakna antara konsentrasi rifampisin dan respon pengobatan.
Konsentrasi rifampisin pada darah orang Indonesia tidak perlu setinggi orang Barat yang diatas 8 mg / l.
Dengan kadar dibawah kombinasi dosis standar, pasien Indonesia tetap sembuh.
Jenis kuman TB di Indonesia berbeda dengan di Asia Tenggara lainnya, yang umumnya galur Beijing yang bersifat ganas dan cenderung resisten.
Di Indonesia, kuman yang beredar adalah galur non- Beijing.
Untuk memastikan konsentrasi dan dosis obat yang sesuai untuk penduduk Indonesia harus dilakukan penelitian lebih lanjut.
Pemberian dosis obat yang terlalu tinggi juga akan mengakibatkan keracunan pada hati, yang ditandai dengan kenaikan bilirubin, mual, dan muntah.
Karena efek samping berat, banyak pasien berhenti minum obat.
Akibatnya kuman TB bermutasi menjadi resisten, sehingga obat-obat yang dikonsumsi tidak manjur.
Laporan dari organisasi kesehatan dunia ( WHO ) 2011 mengatakan, Indonesia berada diperingkat ke empat untuk beban penyakit TB, setelah India, China, dan Afrika Selatan, dengan angka kematian 27 per 100.000 penduduk.

Contoh yang lainnya lagi dalam hal pemakaian vitamin C.
Pemakaian vitamin C bila disesuaikan dengan tubuh orang Indonesia dosis 500 mg sampai 1000 mg itu sudah dianggap melebihi takaran.
Beberapa ahli tidak menganjurkan pemakaian jenis vitamin dan mineral dalam jumlah megadosis ( dosis besar ) atau lebih dari 100 % kecukupan gizi yang dianjurkan RDA ( Recommended Dietary Allowances ) karena justru dapat menimbulkan efek sampingan yang tidak diinginkan.
Dosis yang wajar untuk konsumsi vitamin C 225 - 280 mg/ hari.
Jika meminum vitamin C secara berlebihan ( diatas 500 mg per hari ) dapat menimbulkan efek negatif, terutama yang berisiko menderita kelebihan zat besi ( hemochromatosis ), karena dengan kadar yang tinggi dapat mengakibatkan kerusakan oksidatif didalam tubuh.
Bagi yang mempunyai batu ginjal atau riwayat batu ginjal atau penyakit ginjal lainnya atau sedang dalam pengobatan hemodialisis ( cuci darah ) pemakaian vitamin C harus hati-hati.
Vitamin C juga berpengaruh pada penyerapan obat ( dapat meningkatkan absorbsi obat ).
Hal ini pertama kali diteliti oleh Edgar dan Bailey pada obat-obat : nifedipin, felodipin, terfenadin, eritromisin dan lain-lain.
Jadi harus hati-hati bagi penderita hipertensi yang meminum obat-obatan antagonis kalsium dan antibiotika jenis eritromisin, karena bila dicampur dengan vitamin C dapat meningkat daya absorbsi obatnya.

Contoh berikutnya :
Takaran dosis untuk orang Indonesia dianggap terlalu tinggi dalam penggunaan obat tidur dan antidepresi.
Sebab dari penelitian respons obat tidur dan antidepresi terhadap lima kelompok etnis terbesar di Indonesia seperti Melayu, Sunda, Jawa, Bugis dan Benoaq Dayak menunjukkan tingkat respons buruk terhadap obat itu tergolong tinggi.
Reaksi enzim CYP2C19 yang mencerna atau memetabolisme obat tidur diazepam, antidepresi, dan obat sakit maag.
Bila seseorang memiliki tipe gen buruk yang enzimnya tidak mampu atau tidak baik dalam metabolisme obat-obatan itu, maka obat itu akan menumpuk dalam darah atau tubuh hingga bersifat toksik.
Normalnya, obat akan habis dimetabolisme tubuh dalam waktu delapan jam.
Penggunaan obat tidur akan berdampak buruk dan fatal bagi orang Indonesia.
Pasien dengan tingkat metabolisme buruk bila mendapat dosis yang standar bagi kelompok dengan respons normal akan tidur dalam jangka waktu lebih lama.
Bila obat tidur ini memberikan respons negatif bagi etnis Timur atau bangsa Asia, kondisi sebaliknya terjadi untuk obat Antibiotika yang dimetabolisme oleh enzim CYP2D6.
Obat antibiotik memiliki respons negatif lebih besar pada etnis Barat.
Hal ini terkait juga dengan pengaruh lingkungan, termasuk pola makan dan minum kelompok etnis tersebut.
Perusahaan farmasi Amerika Serikat dan Eropa, selama ini melakukan uji klinik respons obat yang dibuat terhadap manusia terbatas di negaranya.
Padahal, populasi yang memiliki metabolisme buruk terhadap reaksi obat tertentu pada kelompok etnis di negeri Barat hanya dua persen.
Oleh karena itu, penggunaan produk obat dari negara ini akan berdampak buruk bagi etnis di kawasan lain, yang persentase populasi metabolisme buruknya lebih besar.
Penelitiannya menyebutkan, semakin ke Timur metabolisme buruk kelompok etnis dunia semakin besar.
Di Indonesia, metabolisme buruk berkisar 20 hingga 48 persen.
Penemuan tentang farmakogenomik ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan perusahaan farmasi untuk obat-obatan yang dipasarkan di Indonesia, agar dosis pemberian disesuaikan dengan metabolisme tubuh orang Indonesia.
Dan masih banyak lagi peristiwa-peristiwa semacam ini, kalau ditulis semua contoh-contohnya blog ini bisa penuh.

Jadi pada dasarnya memang berbeda, lain orang Eropa lain pula orang Asia, begitu juga dengan orang Afrika.
Sebaiknya kita harus mempunyai standar sendiri dalam menentukan gejala penyakit maupun dosis pengobatannya disesuaikan dengan metabolisme tubuh dan keadaan lingkungan yang mendukungnya.
Tentu dengan melakukan penelitian sendiri, supaya kita tidak dibilang cuma pintar mengekor saja.
Terima kasih, Tuhan memberkati.

Selasa, 23 Juli 2013

Pikiran negatif pengaruhi kondisi tubuh.

Dibenak kepala atau otak manusia tak jarang mempunyai pikiran-pikiran negatif seperti misalnya marah, kesal, benci, iri hati, sedih, kecewa dan seterusnya.
Hal seperti itu terjadi bila ada sesuatu yang dianggap tidak sesuai dengan apa yang diinginkannya.
Ketka dalam diri menganggap tak ada orang yang lebih hebat dari dirinya, maka saat itulah kesombongan bertahta dengan nyaman.
Sebaliknya, ketika merasa tak punya sesuatu yang bisa dibanggakannya, munculah rasa malu dan rendah diri.
Ada beberapa orang beranggapan perasaan-perasaan itu suatu saat akan hilang dengan sendirinya ketika permasalahan dapat diselesaikan dan masih merupakan hal yang wajar.
Tetapi sebenarnya keadaan seperti itu biasanya selalu berulang dan sudah menjadi dasar dari watak seseorang.
Keadaan-keadaan seperti itu harus diwaspadai jika terus-menerus terjadi.
Ada beberapa penelitian membuktikan bahwa serangan jantung, tekanan darah tinggi, stroke, sakit kepala, gangguan pencernaan, dan bahkan kanker, bersumber dari pikiran-pikiran negatif.

Tentang hubungan pikiran negatif dengan kesehatan ; Cohen dan Gail M. Williamson, dua psikolog dari university of Georgia di Athens, Amerika, menemukan bahwa orang-orang yang kehidupannya penuh tekanan atau tinggal dalam keluarga yang sulit keadaannya, mengalami lebih banyak keluhan pada saluran pernapasan bagian atas, seperti selesma, tengorokan terasa kering dan demam.
Orang-orang itu juga sering mengunjungi dokter karena masalah kesehatannya dibanding dengan orang lain.
Tentunya orang banyak bertanya-tanya, bagaimana mungkin pikiran atau perasaan bisa menimbulkan penyakit ?
Para peneliti meyakini bahwa emosi negatif dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh seseorang.
Dr. Candace Pert, ahli stres dari Amerika Serikat mengatakan bahwa otak manusia menafsirkan rasa marah, takut dan stres sebagai  gangguan, yang kemudian menimbulkan reaksi pada sistem kekebalan tubuh.
Ketika seseorang merasa tertekan, otak akan memerintahkan tubuh untuk melepaskan adrenalin, yang bertugas mengatasi stres.
Bila hormon stres yang dilepaskan terlalu banyak akibat emosi negatif yang berlebihan, maka tubuh akan melepaskan hormon kortisol untuk menetralkannya.
Peningkatan kadar kortisol ini pada akhirnya menyebabkan gangguan metabolisme, dengan gejala seperti kegemukan, diabetes, hipertensi, serangan jantung, kerapuhan tulang, penurunan daya ingat, dan gangguan sistem kekebalan tubuh.
Don Colbert dalam bukunya The Deadly Killer, mengatakan bahwa orang yang tidak dapat mengendalika stres emosional berisiko mengalami kematian 40 % lebih tinggi dibanding dengan yang tidak mengalami stres.

Pada sebuah penelitian di The National Institute on Aging, ditelitii sekitar 4800 orang berusia diatas 71 tahun.
Dalam penelitian ditemukan bahwa orang-orang yang mengalami depresi kronis, paling tidak selama 6 tahun terus-menerus, memiliki risiko 88 % lebih besar menderita kanker pada 4 tahun ke depan.
Para peneliti menduga bahwa depresilah yang mengakibatkan rusaknya T - Cell dan bagian tubuh lain yang dapat membantu melawan penyakit, sehingga muncul penyakit kanker.
Tidak hanya itu, depresi diyakini menjadi sumber penyakit diabetes, serangan jantung, dan asthma.

Pada dasarnya semua pikiran negatif akan memberikan efek negatif terhadap diri seseorang.
Bila menabur benih negatif, akan menuai buah yang negatif pula.
Ketika kesombongan itu muncul dengan melihat orang lain lebih rendah dari dirinya, maka otomatis orang itu akan dibenci oleh lingkungan, tidak punya teman, dan akhirnya merasa kesepian, serta hidupnya tak tentram.
Jadi efek negatifnya semakin meluas, bukan hanya mengenai orang lain, tetapi juga mengenai dirinya sendiri.

Tidak dipungkiri dalam kehidupan manusia selalu ada sisi positif dan negatifnya.
Manusia selalu dihadapkan pada hal yang baik dan yang buruk, baik di dalam maupun di luar kendali dirinya, dan harus memutuskan apa yang akan dilakukan dan bagaimana menyikapinya, itu yang namanya perjuangan hidup.
Pikiran-pikiran negatif yang muncul dalam kehidupan manusia sebenarnya adalah hal yang wajar, dan bahkan memiliki sisi positif.
Sebagai contoh soal ; kehidupan Sidharta Gautama sejak kecil, ia dijauhkan dari segala hal yang negatif ( sakit, kematian, penderitaan, dan sebagainya ), tujuannya agar ia hanya merasakan kebahagiaan.
Namun, ketika ia dewasa dan melihat sendiri kesengsaraan disekitarnya, hal tersebut tidak mengganggunya, tetapi justru membuatnya berpikir dan berusaha mencari cara untuk membebaskan manusia dari kesengsaraan.
Jadi  " Hal negatif tidak selalu membuat kita menjadi negatif , kalau dapat mengatasinya dengan baik, hal negatif itu justru akan membuat diri kita menjadi lebih dewasa dan lebih kuat ".
Dari sekarang mulailah berpikir secara positif, dengan meninggalkan pikiran yang negatif.
Terima kasih, Tuhan memberkati.

Senin, 22 Juli 2013

Mengontrol pengaruh media elektronik pada anak.

Media elektronik yang bernama televisi pengaruhnya memang terbukti sangat ampuh untuk membuat orang mabuk kepayang dan duduk manis berjam-jam tanpa reserve.
Maraknya film kartun yang mendominasi program anak dalam dunia pertelevisian hampir 87 %.
Tanpa disadari banyaknya film-film itu yang ditonton anak-anak, baik diusia sekolah dasar, maupun prasekolah yang sajian itu sebenarnya menjadi target utamanya.
Film-film kartun ditambah lagi dengan tayangan iklannya lebih cocok untuk konsumsi kaum remaja dan orang dewasa, karena lebih mengekpos kekerasan, seksualitas / pornografi, supranatural, alur cerita dengan karakter tokoh yang sulit diterka, dan seterusnya.
Jam tayangnya pun tidak mempertimbangkan aktivitas anak untuk sekolah, belajar, bermain atau istirahat, sehingga dalam seminggu anak-anak bisa menonton hingga 30 - 35 jam.
Hal seperti ini tentu saja sangat mempengaruhi kreativitas dan kesehatan anak.

Dalam suatu penelitian di usia delapan belas tahun, seorang anak telah menonton televisi rata-rata sebanyak tujuh belas ribu jam.
Selama itu, si anak tentunya telah menyaksikan dua puluh ribu pembunuhan dan tiga ratus enam puluh lima ribu iklan.
Anak-anak belum bisa membedakan antara belajar dan hiburan.
Mereka belajar dari apa yang mereka lihat.
Kebanyakan anak cenderung menerima banyak dari apa yang mereka lihat di televisi sebagai kenyataan.
Mereka masih sulit membedakan mana yang fantasi dan mana yang realita.
Oleh karena itu, anak-anak cenderung belajar serta mengingat semua bentuk perilaku agresif baru dari tayangan berbagai jenis kekerasan yang disajikan media masa.
Dengan kontinuitas serta terus-menerus diisi dengan pemaparan perilaku agresif, kepekaan emosional mereka lambat-laun akan berkurang.
Jumlah tayangan kekerasan yang disaksikan anak di televisi berkaitan erat dengan perilaku agresif yang diperlihatkannya.
Hampir semua tayangan acara di televisi mengandung unsur kekerasan dan hal ini tidak membuat si anak jadi santai ataupun  meninggalkan perasaan nyaman, melainkan dapat membuatnya menjadi cemas.
Tayangan itu pun sama sekali tidak mendidik, contohnya dari segi seksualitas yang dipertontonkan, sebagian besar hubungan cinta-kasih yang digambarkan lebih merupakan hubungan saling mengeksploitasi ketimbang hubungan yang saling mengisi sebagaimana seharusnya suatu perkawinan sakral yang diberkati Tuhan.

Menonton televisi itu sifatnya pasif.
Awal dari mengajarkan anak mendapatkan kepuasan dari dalam dan mengendalikan dorongan hati, si anak belajar bahwa cukup dengan menekan sebuah tombol, tanpa perlu menggunakan pikiran dan tenaga, ia dapat langsung memperoleh kepuasan.
Dengan menonton televisi akan memperpendek rentang perhatian anak dan membuat kesehatan fisik dan mentalnya memprihatinkan.

Lebih dari separuh iklan di televisi mengiklankan makanan yang nilai gizinya perlu dipertanyakan, yaitu berkandungan gula tinggi dan zat pewarna buatan yang mempunyai dampak merusak kesehatan serta perilaku anak.
Anak-anak di bawah usia delapan tahun tidak dapat membedakan kandungan acara dan kandungan komersialnya .
Sebagai contoh, mereka mungkin merasa bahwa jagoan yang mereka idolakan itu juga melegalkan semua produk yang diiklankan.

Dengan menonton televisi anak dikondisikan, dibuat untuk mempercayai dari apa yang ia lihat.
Para pembuat iklan yang sudah berpengalaman ahli dalam membuat slogan mencoba menghipnotis pikiran si anak dan hasil memperdayanya ini dapat menetap dalam pikiran si anak untuk jangka waktu lama.
Sebagai contoh membuat iklan dengan dilagukan atau dengan kata-kata yang di ulang-ulang dengan tujuan untuk memasukkan semacam doktrin atau cuci otak bagi si anak untuk mengingat iklan tersebut.

Televisi menyajikan dunia yang cemerlang dan indah, berisikan para jagoan, orang-orang perkasa, cantik jelita, kemewahan dan berkuasa.
Semua atribut ini segera dipandang si anak sebagai sesuatu yang paling dihargai oleh dunia.
Anak yang tidak memandang dirinya memiliki semua ciri penting ini mungkin akan membenamkan dirinya dalam dunia fantasi dan membayangkan dirinya menyerupai semua jagoan di televisi.
Akan tetapi jauh di dalam dirinya, ia mungkin juga merasa tidak akan pernah seperti mereka.
Disini tujuan utama dari orang tua memupuk penghargaan terhadap diri si anak sendiri.
Si anak supaya bisa mengenal siapa dirinya dan orang tua sebisa mungkin menjelaskan kepada si anak.
Hati-hati terhadap pengaruh media elektronik yang mengajarkan nilai-nilai tandingan.
Menonton televisi hendaknya dengan cara memilih tontonan yang bermanfaat dan yang seimbang di setiap keluarga.
Saringlah semua yang ditampilkan dilayar televisi, jadikanlah televisi sebagai tontonan keluarga.
Anggaplah televisi sebagai bagian dari mandat untuk mendidik anak hidup sesuai jalan yang telah ditentukan Tuhan.

Begitu juga pengaruh komputer dan video games, yang sedang menjamur di zaman ini.
Sungguh tidak realitis apabila orang tua menyangkal pengaruh komputer.
Nanti dikemudian hari anak harus bersaing di dunia esok, ia harus mengikuti kecanggihan zaman ini.
Disekolah mulai diajarkan tentang komputer, pemakaian internet sejak di usia prasekolah.
Orang tua harus menyadari pengaruh yang diberikan komputer pada anak.

Dari hasil penelitian Dr. Jo Bryce dari Manchester University mengatakan tidak semua bermain games itu buruk.
Selama dilakukan tidak berlebihan dan tidak meninggalkan kewajiban bermain game dapat mengkatkan kemampuan koordinasi mata dan tangan serta meningkatkan daya konsentrasi
Meningkatkan ketajaman mata, meningkatkan kemampuan membaca, mengusir stres dan mengendurkan ketegangan syaraf, mengasah dan melatih otak.
Tetapi dapat memunculkan dampak buruk jika dilakukan berlebihan seperti merusak sebagian kerja otak, memunculkan perilaku kekerasan, berkata-kata kasar, membuat si anak terisolir dari lingkungannya, membuat anak ketagihan sampai lupa makan, lupa mandi, lupa sekolah, lupa pulang ke rumah, kurang bersosialisasi dengan dunia nyata.
Dapat mengganggu kesehatan terutama rasa sakit di jari dan tangan bila bermain berjam-jam, mata jadi kering serta pusing dan mual-mual.
Ketika si anak mulai mencintai mesin tersebut dan memanfaatkan manusia, si anak mudah terhanyut terbawa arus yang kian jauh dari norma-norma yang baik.
Orang tua wajib menyaringnya dan meluangkan waktu untuk duduk bersama anak-anak mengajarinya memilih dengan tetap terawasi.
Bimbingan orang tua masih tetap merupakan cara yang paling dapat memastikan bahwa anak hanya akan mendapatkan yang terbaik dari komputer.
Terima kasih, Tuhan memberkati.