Minggu, 06 Oktober 2013

Asma penyakit warisan yang diwariskan. ( Uraian tentang asma secara singkat, jelas dan gamblang ).

Pendahuluan.

Dan saya pun mempunyai alasan khusus, mengapa menulis tentang asma, sedangkan penyakit lainnya juga perlu perhatian.
Asma saya angkat dalam tulisan ini, dikarenakan jumlah penderitanya di dunia ini semakin membesar.
World Health Organization sendiri  mencatat lebih dari 250 juta orang di dunia yang menderita gangguan pernapasan ini.
Prevalensi ini semakin mengkuatirkan, karena setiap tahun bertambah 200 ribu penderita baru.
Sampai-sampai WHO menaruh perhatian besar terhadap penyakit ini dan diperingatinya tiap tanggal 7 mei sebagai World Asthma Day.
Peringatan seperti itu dapat diartikan mengandung seruan pada semua pihak agar mengurangi pencemaran udara, dikarenakan polusi udara yang dihasilkan dari asap rokok, pembakaran mesin kendaraan bermator dan asap industri, semua menjadi faktor yang ikut andil dalam pencetusan / alergen terjadinya asma.
Jadi tak perlu heran, apalagi terheran-heran jika saya mengangkat tulisan tentang asma ini.
Dikarenakan asma makin hari, makin menjadi persoalan masyarakat luas, baik di negara maju maupun di negara berkembang.
Di Amerika Serikat kasus asma meningkat 200 persen, selama kurun waktu 25 tahun terakhir dengan tingkat prevalensi 30 persen.
Sedangkan di Australia, prevalensi asma meningkat menjadi dua kali lipat dalam kurun waktu 10 tahun dan 30 persennya kasus asma terjadi pada usia anak-anak.
Untuk Indonesia sendiri, jumlah penderita asma, tercatat sampai tahun 2011 mencapai 23 juta orang, termasuk 15 persen diantaranya anak-anak dibawah 18 tahun dengan tingkat prevalensi 9 persen.
Angka-angka ini akan meningkat setiap tahunnya.
Prevalensi penderita alergi lebih besar pada anak-anak ketimbang orang dewasa.
Sebab anak-anak lebih sensitif terpapar alergen dan sebagian lagi karena penyakit bawaan ( genetik ).

Bertambah banyaknya penderita asma juga karena dipicu oleh gaya hidup Barat yang pengaruhnya sampai ke berbagai negara.
Sebagai contoh soal :
Masyarakat lebih banyak menggunakan karpet pada lantai rumah, pemberian mainan boneka pada anak, dan kebiasaan mengkonsumsi makanan yang tinggi lemak serta banyak mengandung vetsin ( MSG ).
Gaya hidup seperti itu dapat menimbulkan kegemukan ( obesitas ).
Kelebihan berat badan itulah yang menjadi faktor munculnya hipersensitivitas saluran napas, tentunya bakal berujung pada munculnya serangan asma.

Pada penelitian terbaru dikatakan obesitas dapat meningkatkan risiko dan memperberat asma empat kali lipat.
Kecenderungan seperti ini banyak terjadi pada anak-anak yang tinggal dirumah dengan kebiasaan kurang gerak ditambah dengan memakan makanan berat akibatnya berat badan bertambah.
Asma ini memang merupakan penyakit yang sangat populer dikalangan medis dan masyarakat luas.
Insidensinya meningkat diseluruh dunia terutama pada anak-anak sehubungan dengan kemajuan industri dan meningkatnya polusi.
Tanpa penanganan asma yang optimal, perjalanan penyakitnya cenderung progresif dengan diselingi fase tenang dan fase kekambuhan yang mendadak ( eksaserbasi ).
Makin seringnya serangan asma pada masyarakat adalah suatu pencerminan kegagalan dari suatu terapi.
Dikarenakan di masyarakat kita sudah terbiasa dengan rayuan iklan di media masa dan membelinya sendiri obat-obat asma sesuai pilihannya.
Pasien asma juga sudah terbiasa dengan sesak yang dialaminya.
Pasien asma seringkali merasa rendah diri dan tidak suka bila orang mengetahuinya.
Biasanya pasien asma akan berusaha untuk menutupi gejala sesaknya dengan mengatur pernapasannya dan berbicara terputus-putus sesuai kemampuan napasnya.

Cara pengelolaan asma yang baik tidak hanya berpesan kepada penderita bahwa memakai obat asma bila merasa sesak napas, dan menyetopnya bila tidak lagi merasa sesak.
Cara semacam ini sama sekali tidak menguntungkan bagi penderita, diagnosis asma ditegakkan berdasarkan cara evaluasi yang objektif, dan pengelolaan awal serta lanjutannya juga harus berdasarkan metode yang objektif.
Mudah-mudahan dengan berjalannya waktu, tindakan yang tepat dan terencana dalam pengelolaan asma akan lebih baik lagi.



Elemen mineral dan asma.

Masalah gigi seringkali luput dari perhatian orang.
Ternyata dari gigi dapat menjadi petunjuk dikelak kemudian hari akan mendapatkan penyakit asma atau tidak.
Dari hasil penelitian di University of Bristol menyebutkan bahwa bayi yang kekurangan zat besi dan selenium di dalam kandungan, akan berisiko menderita sesak napas pada masa kanak-kanaknya, dan bisa berkembang menjadi asma di usia remaja nanti.
Penelitian itu diberi nama " Avon Longitudinal Study of Parents and Children " ( ALSPAC ) telah menganalisis 12.000 gigi susu anak-anak yang terdiri dari 250 anak pengindap asma dan 250 anak bebas asma.
Gigi susu sudah mulai berkembang sebelum kelahiran terjadi.
Dari lapisan enamel bisa dilacak elemen kandungan mineral bayi.
Dari kandungan elemen ini akan terlihat risiko jenis penyakit yang akan diderita bayi kelak.
Ternyata setelah diteliti banyak penyakit kronis yang sudah mulai tumbuh sebelum bayi dilahirkan.
Petunjuk yang didapat dari gigi susu akan membantu pakar dibidang medis untuk mengenali sejauh mana gangguan sesak napas dan asma pada sistem imunitas.
Dari sini dapat dilihat kandungan gizi mana yang harus diperbaiki, sehingga sejumlah penyakit dapat dihindari atau paling tidak diperkecil risikonya.
Dari hasil penelitian itu membuktikan bahwa jika kandungan selenium tinggi saat ibu hamil akan membuat bayi terhindar dari sesak napas.
Sedangkan bila kandungan zat besi tinggi akan berefek pada bayi bebas dari risiko asma.
Jadi perlu diingatkan kembali harus mengonsumsi dengan kadar yang cukup zat besi dan selenium agar bayi terhindar dari sesak napas dan asma.


Konsumsi buah dan asma.

Buah- buahan memang kaya vitamin dan mineral.
Sudah sejak dahulu nenek moyang kita mengajarkan makan buah dan sayur agar tubuh sehat dan awet muda.
Buah dijaman modern ini sedang menjadi sorotan para ilmuwan.
Para peneliti di Cornell University menemukan dari 7500 anak yang darahnya mengandung lebih tinggi kadar vitamin C, selenium, beta karoten ( semuanya komponen antioksidan ) mempunyai peluang 10 -20 % lebih kecil menderita asma dibanding anak-anak lainnya.
Sedangkan anak-anak yang mempunyai kontak lebih berat dengan lingkungan polusi ( misalnya asap rokok dan kendaraan bermotor ),  mempunyai peluang 50 % lebih kecil untuk menyandang penyakit kronis itu.
Para peneliti berpendapat, antioksidan berperan dalam mengurangi inflamasi atau pembengkakan serta melindungi saluran napas anak.
Untuk memperoleh khasiat ini tambahkan buah kaya vitamin C seperti stroberi, jambu biji merah, jeruk, mangga, nanas atau buah kesukaan anak.
Beta karoten bisa didapat dari sayur dan buah berwarna merah misalnya mangga, semangka dan dari jenis sayur yaitu wortel.
Sedangkan selenium, bersumber dari kacang-kacangan dan ikan.


Interaksi gen dan lingkungan pada asma.

Pada penderita asma sering didapatkan pengkatan Ig E dan bronchus yang hiper responsif.
Ke dua keadaan ini diduga berkaitan dengan faktor gen.
Asma dapat dianggap sebagai penyakit yang timbul akibat interaksi gen dan lingkungan.
Menurut Howard, faktor genetik yang berinteraksi dengan lingkungan yang berubah-ubah dapat menentukan gambaran klinis asma.
Misalnya faktor pengaruh lingkungan ; selama dalam kandungan, alergen dalam suatu ruangan, infeksi pernapasan ( virus ), asap tembakau ( polutan ), masalah diet.

Penelitian gen pada asma menunjukkan keterlibatan kromosom yang mengandung gen yang mempengaruhi asma, atopi, atau keduanya.
Peningkatan Ig E atau keadaan atopi dikaitkan dengan kromosom 5 q, 11 q dan 12 q.
Penelitian dilakukan pada populasi orang Jerman, Inggris, dan Karibia.
Inflamasi kronik pada asma diperkirakan dapat menimbulkan perubahan bentuk pada saluran napas, karena disini terjadi kerusakan epitel bronchus, kerusakan terjadi pada sel-sel kolumner dapat mencapai 45 %.
Perbaikan saluran napas dimulai dengan penempatan matriks fibrin / fibrinogen dan deferensiasi sel epitel.


Bersambung ke bagian ke II ( dua ).

Rabu, 25 September 2013

Memahami perubahan dari 4 sehat, 5 sempurna menjadi Pedoman Gizi Seimbang.

Pola hidup masyarakat kita semakin jauh dari arah hidup sehat, untuk itu sangat dibutuhkan informasi tentang cara bagaimana hidup sehat, karena makin banyaknya penyakit yang diakibatkan oleh ketidakseimbangan gizi dan gaya hidup modern.
Cara makan gaya modern yang hanya mengandalkan selera sangatlah berisiko untuk terkena penyakit.
Untuk mengurangi risiko diperlukan penerapan pola makan gizi seimbang, yaitu dengan mengonsumsi beragam makanan, memperbanyak makan sayuran dan buah, serta membatasi konsumsi garam, gula, dan lemak jenuh.
Sebenarnya yang kita butuhkan tidak hanya makanan yang berkualitas untuk kesehatan saja seperti nasi, lauk pauk, sayuran, dan buah sebagai penutupnya.
Akan tetapi, porsi makanan juga perlu diperhatikan sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Sejak zaman dahulu kala bahkan sampai sekarang ini kita mengenal slogan yang sudah sangat familier sekali yaitu Empat sehat lima sempurna ( 4 S 5 S ).
Karena begitu terkenalnya slogan itu, banyak orang yang " jatuh cinta ".
Jadi jangan heran bila masih ada orang yang menyebut Empat sehat lima sempurna sampai saat ini.
Ceritanya begini, pada waktu itu pemerintah memperkenalkan pedoman baru yang disebut Pedoman Gizi Seimbang ( PGS ) pada tahun 1993, banyak orang bertanya mengapa 4 S 5 S dirubah ?
Dan banyak pula yang bertanya apa sih PGS itu ?
Harus diakui, meskipun sebutan PGS dicantumkan dalam program pangan dan gizi Repelita VI tahun 1993, baru pada tahun 1995 buku pedomannya dicetak dan diedarkan oleh Direktorat Gizi, Departemen Kesehatan.
Dan dicetak ulang pada tahun 2000 dengan perbaikan.
Buku dicetak dalam jumlah yang sangat terbatas, dan tidak dipublikasikan.
Jadi memang pemanfaatan PGS belum pernah dijelaskan pada masyarakat luas.
Hasilnya pun masyarakat banyak yang tidak mengetahui, bahkan belum pernah mendengar tentang PGS itu.

Setelah sudah sekian lama, masyarakat hanya tahu sepintas, inipun banyak yang salah mengerti, sampai ada komentar PGS tidak praktis, tidak mudah dihafal dan diingat dan seterusnya.
Mendingan dikembalikan saja ke slogan lama, 4 S 5 S.

Mengapa harus diganti ?
Kita mencontoh ke negara Amerika Serikat, karena konsep 4 S 5 S dan PGS diadopsi dari negara Adidaya itu.
Banyak negara Eropa dan Asia juga mengikuti perkembangan itu.
Slogan 4 S 5 S itu juga diadopsi dari program yang dikembangkan di AS.
Prinsip Pedoman Gizi Seimbang ( balanced diet ) yang dikembangkan AS pada tahun 1970, ternyata diterima secara global oleh semua negara, sesuai dengan keputusan badan PBB FAO / WHO tahun 1992 di Roma.
Slogan 4 S 5 S diperkenalkan di Indonesia pada kurun tahun 1950-an oleh dokter Poerwo Soedarmo, waktu itu menjabat sebagai kepala Lembaga Makanan Rakyat.
Aslinya diciptakan pada tahun 1940-an di AS ( USA ) oleh Departemen Pertanian ( USDA ), dengan sebutan yang terus berganti-ganti.
Pada awalnya disebut Pedoman Basic Seven, karena makanan dibagi dalam tujuh kelompok.
Kemudian berubah menjadi Basic Five, karena dari tujuh kelompok makanan digabung-gabung menjadi lima kelompok.
Terakhir, pada tahun 1950-an berubah lagi menjadi Basic Four, karena hanya terdiri dari empat kelompok makanan.
Slogan itu terpaksa di ubah-ubah, karena dasar ilmu gizi yang dipakai menyusun pedoman pertama pada tahun 1940 sudah berubah.
Pengetahuan tentang jenis, jumlah zat gizi dan kegunaannya bagi tubuh waktu itu masih berubah-ubah sesuai dengan penemuan hasil penelitian baru yang berkembang pesat pada awal abad ke - 19.

Pada tahun 1970 slogan berubah lagi, lebih mendalam tidak hanya menerangkan adanya pengelompokan bahan makanan, seperti slogan semula, tetapi lebih menekankan perlunya keseimbangan makanan atau balance diet.
Pedoman baru ini dipopulerkan dengan sebutan Dietary atau Nutritional Guideline For American People, alias Pedoman Gizi Seimbang bagi Rakyat Amerika Serikat dengan logo atau simbol Piramida.
Pada gambar piramida gizi seimbang tahun 1970, makanan dibagi menjadi enam kelompok dengan porsi berbeda-beda.
Pada dasar piramida dengan proporsi terbesar, adalah kelompok karbohidrat ( Roti, sereal, mie, nasi, dan lain-lain ) sebagai sumber energi atau kalori utama.

Diatasnya kelompok buah dan sayur sebagai sumber vitamin dan mineral.
Keduanya dalam kotak berbeda untuk menekankan pentingnya peran dan proporsi tiap-tiap kelompok.
Kotak sayur ( sebelah kiri ) sedikit lebih besar dari kotak buah di sebelah kanannya.
Artinya, jumlah atau porsi sayur yang dianjurkan untuk kita makan setiap hari sedikit lebih banyak dibandingkan porsi buah.
Pada lapisan ke tiga, dari bawah piramida, ada kelompok lauk pauk ( daging, telur, ikan, dan lain-lain ) di kotak kiri, dan susu serta produk susu ( mentega, keju, dan lain-lain ) di kotak kanan.
Proporsi kelompok makanan ini lebih kecil atau lebih sempit dibandingkan dengan ke dua kelompok dibawahnya.
Artinya, jumlah atau porsi lauk pauk sebagai sumber utama protein dan lemak, lebih kecil dari pada porsi untuk makanan pokok dan sayur atau buah.
Di puncak piramida, yang ruangnya tersempit, terdapat kelompok makanan yang relatif tidak terlalu banyak diperlukan oleh tubuh.
Porsinya pun dibatasi seperlunya, untuk menjaga keseimbangan gizi.
Kelompok ini adalah gula, minyak, lemak dan garam.
Mengapa kelompok ini harus dibatasi ?, karena dalam makanan kita sehari-hari misalnya bentuk kue-kue manis, tart, cake, makanan bersantan, goreng-gorengan itu cenderung lebih disukai dan lebih banyak dimakan bila ada kesempatan karena enak rasanya.

Setiap lima tahun gambar dan isi pedoman di evaluasi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan gizi dan pola penyakit yang berkembang.

Perubahan yang terakhir diumumkan pada bulan maret 2005 dan ini sangat berbeda dengan kelompok sebelumnya.
Makanan tidak dikelompokkan dalam kotak-kotak piramida, tetapi dalam kerucut yang lebar ( bawah ) dan makin menyempit ( ke atas ).
Pedoman yang disajikan selalu berubah, karena ilmu pengetahuan gizi yang dipakai sebagai dasar penyusun pedoman selalu berubah lebih maju, maka pedoman gizi seimbang pun berubah sedikitnya lima tahun sekali sesuai dengan hasil evaluasi manfaat pedoman.

Pada prinsipnya ada Enam macam Pedoman Gizi Seimbang ( PGS ) yang bersifat umum :
1. Membiasakan konsumsi beraneka ragam makanan.
Makin banyak ragamnya makin baik.
2.Memperhatikan dan mempertahankan berat badan ideal.
3. Mengatur porsi makanan.
4. Menjaga keamanan makanan..
5. Mengatasi masalah untuk kelompok masyarakat dengan masalah gizi tertentu, misalnya kurang berat badan, kekurangan vitamin A, zat besi, yodium dan sebagainya.
6. PGS yang bersifat spesifik untuk kelompok masyarakat tertentu, misalnya makanan yang terkait dengan adat dan kebiasaan atau budaya makan masyarakat.

Terima kasih, Tuhan berkati.

Minggu, 08 September 2013

Air memberi hidup.

Air merupakan komponen alam yang sangat dibutuhkan oleh mahluk yang hidup di bumi ini.
Kehadiran air merupakan kebutuhan dan tak terpisahkan dari kehidupan mahluk hidup, termasuk manusia.
Air sebagai salah satu zat gizi makro yang mempunyai fungsi penting dalam berbagai proses dalam tubuh manusia.
Air untuk kehidupan, mengantarkan manusia pada cara minum air, cara menghargai air.
Air dapat mempengaruhi tubuh, bisa merawat dan memperbaiki, sebagai penyembuh dalam kehidupan manusia.
Tubuh manusia mengandung lebih dari 75 % air.
Air merupakan sistem pengangkutan di dalam tubuh, air mengangkut nutrisi serta mengeluarkan bahan sisa metabolisme.
Air memecah makanan, menjaga keseimbangan suhu tubuh dan elastisitas kulit.
Manusia dapat hidup berminggu-minggu tanpa makanan tetapi hanya beberapa hari tanpa air.
Air seringkali disepelekan padahal manusia bisa bertahan hidup karena air.
Air membantu kita bernapas karena melembabkan udara pada saat kita menghirupnya.
Air membantu mengeluarkan racun dan bahan sisa metabolisme.
Dikala hari panas dan terik, kita berkeringat dinini untuk mengatur suhu tubuh, kita kehilangan sampai 16 gelas air per hari.
Bila tidak cukup minum air dapat mengakibatkan kulit jadi kering dan gatal, perasaan lemas ketika bangun, dan letih sepanjang hari.
Selama tidur kita kehilangan air dalam jumlah yang sama banyaknya seperti ketika kita sedang tidak tidur.
Dalam cuaca dingin, tubuh membutuhkan air dalam jumlah yang nyaris sama seperti pada cuaca panas.

Seseorang dikatakan mengalami dehidrasi bila ia mengalami kerusakan mekanisme rasa haus, atau mekanisme pengaturan reseptor antidiuretik, atau kerusakan pada kedua mekanisme tersebut.
Kelainan pada mekanisme rasa haus terjadi bila terdapat kerusakan hipotalamus di otak sebagai pusat pengontrol rasa haus.
Ini terjadi pada keadaan koma, atau dalam keadaan yang tidak memungkinkan berespon normal terhadap rasa haus, seperti ketika tenggelam di air atau terdampar di gurun pasir.
Namun, sayangnya kekurangan elektrolit sering dikacaukan dengan istilah dehidrasi.
Dalam bahasa Inggris pun dehidrasi diartikan dengan pengeringan, menghilangkan air.
Sedangkan bila seseorang mengalami kekurangan elektrolit dan kekurangan air, biasanya terjadi pada keadaan kelainan pada organ ginjal, luka bakar, diare atau penggunaan obat diuretik yang tidak terkontrol.
Dehidrasi dalam jangka panjang menyebabkan tekanan darah menjadi tinggi, peredaran darah berangsur memburuk, pencernaan juga memburuk, fungsi ginjal memburuk dan mengganggu kelancaran kinerja organ-organ tubuh.
Dehidrasi yang derajatnya hanya ringan-ringan saja dapat memperlambat metabolisme tubuh sebanyak 3 %.
Dehidrasi dengan tingkat sedang bisa menyebabkan sakit kepala bahkan pusing.
Kekurangan air adalah penyebab keletihan nomor satu.
Air memang tak tergantikan dari kehidupan kita.
75 % otak manusia berisi air, 92 % darah adalah air, 22% tulang adalah air, 75 % otot adalah air, 82 % sel otak adalah air.
Berat otak manusia 1,5 kg, berat otaknya sendiri hanya 200 gram sisanya air.
Manusia membutuhkan air minum per harinya paling sedikit 3 liter atau orang biasa menyebut 8 gelas.
Hanya dengan meminum air 8 sampai 10 gelas saja dalam sehari bisa meredakan 80 % perasaan nyeri dan linu pada umumnya.
Disini banyak pasien yang mengeluh sering nyeri-nyeri dan linu-linu ditubuhnya, tetapi tidak menyadari bahwa si pasien kurang minum.

Menurut penelitian dikatakan dengan 5 gelas air per hari dapat menurunkan risiko kanker usus besar sebanyak 45 %.
5 gelas air per hari dapat menurunkan risiko kanker payudara sebesar 79 %.
5 gelas air per hari dapat menurunkan risiko kanker kandung kemih sebesar 50 %.

Kita selalu membutuhkan air untuk bisa hidup.
Jika kita tidak menghargainya, air bisa menyebabkan kematian bahkan kehancuran.

Sebenarnya apa sih air itu ? sampai-sampai bikin heboh .
Secara singkat, sangat sederhana, air adalah senyawa kimia yang terdiri dari dua jenis atom, satu atom oksigen dan dua atom hidrogen.
Itulah sebabnya air ditulis sebagai H2O.
Dalam ilmu kimia, atom atau molekul mempunyai muatan negatif atau positif.
Hidrogen dan oksigen, memiliki muatan negatif sehingga sebenarnya keduanya saling " melepaskan " diri.
Mereka menghabiskan waktu dengan saling berusaha melepaskan diri.
Inilah salah satu sebab mengapa air begitu fleksibel, mudah berubah bentuk.
Jika kita menuang satu cawan air ke permukaan meja, air segera menyebar ke mana-mana, dan jika kita mengumpulkannya kembali ke dalam cawan dan membekukannya, air itu akan segera menjadi padat.
Air benar-benar bisa melakukan apapun.

Di Eropa pada abad ke XVII budaya spa sudah berkembang.
Pada masa itu sudah banyak orang berlibur untuk mencari sumber air mineral guna menggulangi gangguan kesehatan.
Istilah " Spa " diambil dari bahasa Yunani Sante par aqua, artinya kesehatan melalui terapi air.
Spa yang kita kenal sekarang tak cuma berhubungan dengan air, melainkan juga dengan perawatan kecantikan, kesehatan jiwa dan tubuh, serta kebugaran, yang menyertakan bahan-bahan atau cara alami.
Namun konsep spa itu sendiri pada awalnya hanya berkaitan dengan air.
Menurut para peneliti dari lembaga riset trombosis di London, Inggris, bila orang selalu mandi dengan air dingin, peredaran darahnya akan membaik sehingga tubuh terasa lebih bugar.
Mandi dengan air dingin juga akan meningkatkan produksi sel darah putih dalam tubuh serta meningkatkan kemampuan seseorang terhadap serangan virus.
Bahkan, mandi dengan air dingin di waktu  pagi dapat meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita.
Dengan demikian kesuburan serta kegairahan seksual akan meningkat.
Selain itu jaringan kulit bertambah baik, kuku lebih terlihat sehat dan kuat, tak mudah retak / rapuh.

Para ilmuwan fisika dan biokimia mengatakan bersentuhan dengan air mancur, berjalan-jalan disekitar air terjun, atau sungai dan taman dengan banyak pancuran, mendatangkan kebaikan dari ion-ion negatif.
Ion-ion negatif yang timbul karena butiran-butiran air yang berbenturan itu dapat meredakan rasa sakit, menetralkan racun, memerangi penyakit, serta membantu menyerap dan memanfaatkan oksigen.
Ion negatif dalam aliran darah akan mempercepat pengiriman paket oksigen ke dalam sel dan jaringan.
Mandi dengan menggunakan shower dirumah mempunyai efek menghasilkan ion negatif. ( baca tulisan dr.Sintoso Pujianto tentang " Sehat bersama ion negatif ", disitu diulas secara lengkap ).

Hati-hati jika berendam dalam air panas dengan suhu 34 - 40 derajat celsius, tidak boleh lebih dari 20 menit.
Panas air akan mengiritasi kulit, dan membuat pembuluh darah di permukaan kulit melebar, sehingga permukaan kulit menjadi merah.
Sementara keadaan di dalam tubuh, pembuluh darah menyempit, tekanan darah turun / berkurang, sehingga aliran darah yang akan disalurkan ke organ-organ vital berkurang.
Aliran darah ke otak pun otomatis berkurang, hingga menyebabkan sakit kepala, kunang-kunang atau oyong alias kleyengan.
Bila ingin berendam lebih lama ( 30 menit ) atau lebih, pilih air hangat ( warm ) dengan suhu 27 - 34 derajat celsius.

Bila memilih suhu air dibawah 15 derajat celsius ( dingin ), waktu berendam tidak boleh lebih dari 30 detik.
Karena, suhu air yang terlalu dingin dapat mengakibatkan pembuluh darah menyempit, sehingga asupan darah untuk nutrisi dan oksigenasi ke jaringan sangat berkurang.
Jadi berendam sangat berpengaruh pada tubuh kita, oleh sebab itu harus diperhatikan segala tata caranya.
Kegunaan / khasiat air tak berhenti pada soal mandi atau berendam, minum air putih sangatlah diperlukan, karena bila kekurangan air akan berakibat fatal bagi tubuh.
Air memang diperlukan dalam segala aspek kehidupan.
Terima kasih, Tuhan memberkati.

Rabu, 04 September 2013

Penelitian terbaru, jumlah neuron hanya 86 miliar dan fungsi otak menurun mulai usia 45 tahun.

Adalah suatu kewajaran jika manusia semakin hari semakin tambah umurnya dan semakin tua.
Organ otak pun ikut-ikutan menjadi tua.
Proses otak menjadi tua tentunya terjadi karena perubahan-perubahan pada anatomis sel-sel neuron atau sel-sel otak.
Perubahan itu perlu diketahui untuk menginterpretasi perubahan-perubahan fungsi.
Proses menua pada otak terlihat dari penurunan jumlah sel neuron yang terjadi tidak sama di berbagai bagian otak.
Bagian otak yang memantau memori didaerah pelipis ( girus temporal superior ) mengalami penurunan jumlah sel yang paling banyak, disusul oleh bagian otak yang memantau kemampuan eksekusi didaerah otak depan ( girus presentral ).
Sedangkan yang paling sedikit adalah area striata.
Bagian otak yang memantau perasaan tubuh didaerah otak bagian atas ( girus postsentral ) tidak mengalami perubahan.
Di hipokampus, pusat pantauan memori juga terjadi penurunan jumlah sel neuron dalam jumlah besar.

Selama ini, para ahli mengatakan jumlah sel saraf ( neuron ) dalam otak manusia mencapai 100 miliar.
Namun, pendapat ini tidak didasarkan atas eksperimen yang kuat.
Hasil penelitian Suzana Herculano - Houzel dari Universitas Federal Rio de Janeiro, Brazil menunjukkan, neuron otak manusia hanya 86 miliar.
Jumlah ini diperoleh dengan meneliti otak yang disumbangkan empat pria, masing-masing berumur 50 tahun, 51 tahun, 54 tahun, dan 71 tahun.
Penelitian dilakukan dengan melarutkan membran sel otak dan menjadikannya sebagai larutan homogen.
Larutan itu selanjutnya dihitung inti selnya, kemudian dinaikkan skalanya, hingga diperoleh jumlah neuron dalam satu otak.
Metode ini tidak dilakukan dengan mengambil salah satu bagian otak saja dan kemudian melakukan ekstrapolasi karena jumlah neuron pada setiap bagian otak berbeda.
Hasilnya, tidak satu pun dari ke empat otak pria itu yang memiliki neuron sebanyak 100 miliar.
Beda 14 miliar neuron ini sepertinya kecil.
Padahal, 14 miliar neuron itu hampir sama dengan neuron otak baboon ( monyet afrika ) atau hampir separuh neuron otak gorila.
Meski demikian, para ahli masih memperdebatkan apa pentingnya jumlah neuron banyak bagi otak manusia.
Penelitian atas otak binatang sebelumnya menunjukkan, otak yang besar tidak selalu berarti lebih baik.
Otak besar dengan banyak neuron hanya dibutuhkan untuk mengontrol tubuh yang lebih besar.
Ahli lain berpendapat, otak besar penting untuk kehidupan sosial yang kompleks atau untuk metakognisi yaitu berpikir tentang pemikiran dan penggunaan alat yang kompleks.
Peneliti lain percaya, kecerdasan tidak ditentukan dari besarnya otak, tetapi dari kompleksitas interaksi dalam otak.

Selama ini juga, fungsi kognitif otak diyakini mulai berkurang saat seseorang memasuki usia 60 tahun.
Namun, penelitian terbaru tim Universitas College London ( UCL ) menunjukkan, fungsi otak mulai menurun di usia 45 tahun.
Tim meneliti 5.198 pria dan 2.192 wanita pegawai negeri sipil Inggris berusia 45 - 70 tahun selama tahun 1997 - 2007.
Dari uji memori otak, kemampuan mengingat kosokata hingga kemampuan memahami melalui audio dan visual, terlihat fungsi penalaran turun hingga 3,6 persen pada pria dan wanita berusia 45 - 49 tahun.
Penurunan terbesar terjadi pada responden pria berumur 65 - 70 tahun, yaitu 9,6 persen, pada wanita umur sama hanya 7,4 persen.
Pemimpin studi dari pusat penelitian Epidemiologi dan kesehatan masyarakat Perancis, Archana Singh Manoux, mengatakan, penelitian ini membuktikan penurunan kognitif selama 20 -30 tahun bisa memicu demensia ( hilang ingatan ).
Tingkat demensia akan makin tinggi jika penderita merokok.
Penting untuk mengidentifikasi faktor risiko sejak dini.
Jika gejala penyakit muncul pada usia 50-an tahun tetapi baru diamati pada usia 60-an tahun, sulit membedakan mana sebab dan akibat.
Tentang kapan penurunan kemampuan kognitif otak dimulai, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami bagaimana pengukuran kemampuan otak bisa memperbaiki diagnosis demensia.
Alzheimer alias pikun merupakan penyebab demensia terbesar pada orang tua.
Kepala pusat penelitian Alzheimer Inggris Simon Ridley mengatakan, meski belum diketahui cara pasti mencegah Alzheimer, gaya hidup sehat, seperti tidak merokok, makan makanan sehat, serta menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol, dapat mengurangi risiko demensia.
Kemunduran intelektual pada penyakit Alzheimer adalah akibat adanya kematian sel-sel otak ( neuron ) dalam jumlah besar dipermukaan ( korteks serebral ) yang terjadi secara menahun, perlahan-lahan tetapi progresif.
Kelainan itu berupa proses degeneratif sel neuron, terutama didaerah pelipis otak ( lobus temporoparietal ) pusat pemantauan kemampuan memori karena fungsi kognitif adalah hasil komunikasi diantara sel-sel neuron, kematian sel-sel neuron dan penghubung antar sel itu menimbulkan gambaran demensia.
Sel-sel neuron mengalami pertumbuhan pesat pada usia balita dan sejak itu sel neuron tidak tumbuh dan bertambah lagi, tetapi jaringan antar sel ( nerve cell connections ) terus tumbuh sampai usia lanjut.
Berangkat dari pendapat ini, teori perkembangan otak menjadi penuh pengharapan.
Dari hasil pengamatan Anokhin, berpendapat kemampuan intelegensi manusia bukan ditentukan oleh jumlah sel neuron tetapi oleh jaringan antar - sel ( nerve cell connections ) tersebut.
Mark Rosenweig dan koleganya menyatakan bahwa apabila otak selalu dirangsang ( stimulasi ) tidak peduli pada usia berapa, maka akan terjadi pertumbuhan ranting-ranting sel ( protuberans ) dan keadaan ini akan menambah jumlah jaringan antar - sel dalam otak.
Dengan demikian teori lama yang mengatakan bahwa orang kehilangan sel-sel neuron selama hidupnya yang akan menyebabkan kemunduran fungsi mental, sudah tidak berlaku lagi alias sudah gugur.
Teori baru yang dianut sejak tahun 1960-an cukup memberikan harapan bagi para lanjut usia, menyatakan bahwa otak dapat menumbuhkan jaringan antar-sel yang lebih cepat dibandingkan kematian sel yang terjadi.
Kematian beberapa puluh ribu sel neuron setiap hari dari awal kelahiran sampai usia 80 tahun tidak sampai berjumlah 8 persen.
Jadi dapat disimpulkan bahwa kualitas otak tidak saja bergantung pada faktor genetik, tetapi juga pada faktor stimulasi lingkungan seperti contohnya membiasakan diri dengan membaca sejak usia dini dan menyukai hal tulis menulis.
Dipastikan otak manusia akan terus berkualitas sampai usia uzur.
Terima kasih, Tuhan memberkati.

Selasa, 03 September 2013

Metode " Kuda Troya " penemuan baru untuk kanker prostat.

Kanker prostat merupakan jenis kanker kedua paling banyak diderita pria.
Data International Agency for Research on Cancer ( IARC ) organisasi kesehatan dunia ( WHO ) pada tahun 2008 menunjukkan, penderita kanker prostat di dunia mencapai 899.000 orang dengan kematian 258.000 orang.
Secara umum kanker prostat terbagi atas dua golongan, yaitu kanker terbatas pada organ prostat ( kanker dini ), dan yang sudah menyebar ke luar, baik ke organ sekitar atau sudah berupa metastasis regional ( kanker lanjut ).
Gangguan prostat berupa pembesaran prostat jinak ( PPJ ) mulai terlihat pada sekitar usia 50 tahun.
Perubahan ke arah keganasan berupa adenokarsinoma prostat ( kanker prostat ) terjadi pada usia 60 tahun.
Belum diketahui secara pasti penyebabnya, Namun berdasarkan penelitian epidemiologi, usia lanjut menjadi faktor penting timbulnya kanker prostat.
Sekitar 70 % pria usia 80 tahun ke atas terbukti mengindap kanker prostat secara histopatologi.
Sementara ada beberapa keadaan menjadi menjadi faktor risiko timbulnya keganasan pada kelenjar prostat yaitu, usia diatas 50 tahun, diet tinggi lemak, pembesaran prostat jinak, infeksi virus lewat hubungan kelamin alias " suka jajan ", riwayat kanker prostat dalam keluarga, pekerja di industri karet, dan pekerja yang kontak dengan logam kadmium ( bahan pembuat batery ).

Gejala dan tanda-tandanya :
Gejala dan tanda kanker prostat tidak spesifik, bahkan pada tahap awal sering tidak menampakkan gejala, sehingga menyebabkan keterlambatan diagnosis.
tetapi pada tahap berikutnya sering timbul gejala atau keluhan sebagai berikut :
- Sering buang air kecil, terutama pada malam hari.
- Ketika buang air kecil harus mengejan.
- Sulit menahan buang air kecil ( ada kalanya ngompol ).
- Tidak dapat buang air kecil sama sekali.
- Buang air kecil terasa sakit atau panas.
- Ada darah dalam air seni dan air mani.
- Terasa sakit saat ejakulasi.
- Nyeri atau kaku di daerah pantat, panggul, dan pangkal paha.

Bagi pria yang berusia 50 tahun ke atas, dan mengalami salah satu gejala seperti itu, segeralah berkonsultasi dengan dokter.
Bagi kaum pria yang berusia 40 tahun ke atas dianjurkan memeriksakan diri secara teratur setahun sekali.
Diawali dengan pemeriksaan colok dubur.
Pemeriksaan ini mempunyai derajat ketepatan antara 21 - 53 % untuk mendeteksi adanya kanker prostat.
Ada beberapa kondisi yang patut dicurigai adanya kemungkinan kanker prostat :
Konsistensi prostat keras, serta adanya nodul dan pembesaran prostat tidak simetris.
Selain itu, tentunya diperlukan beberapa pemeriksaan penunjang untuk sampai pada diagnosis pasti.
Diantaranya pemeriksaan ultrasonografi kelenjar prostat ( Transrectal Ultrasonography, TRUS ) atau pemeriksaan kadar prostate spesific  antigen ( PSA ) dalam darah, suatu glikoprotein yang diproduksi oleh sel prostat.

Para ahli juga mengembangkan obat baru bagi penderita yang tidak bisa dibedah ataupun dikemoterapi.
Obat itu bernama radium - 223 diklorida.
Obat ini bekerja mengikat bagian tulang yang membelah dengan cepat.
Bagian tulang itu menunjukkan lokasi tumor.
Obat jenis suntik ini hanya menyasar tumor di tulang penderita sehingga kerusakan jaringan, termasuk sumsum tulang belakang penderita, bisa dikurangi.

Ditemukannya cara baru penyembuhan kanker prostat.
Kanker prostat seperti diketahui adalah penyakit yang timbulnya lambat.
Penyakit yang satu ini banyak orang sering mengabaikan pengobatan secara dini.
Untuk kasus kanker prostat pengobatan yang dilakukan adalah pendekatan observasional kanker, yang disebut pengamatan aktif ( active surveillance ).
Diawal tahun 2013, ada metode baru menggunakan prosedur biopsi prostat atau pengambilan jaringan prostat untuk pemeriksaan mikroskopik setahun sekali atau setengah tahun sekali, serta tes darah rutin untuk mengetahui antigen khusus prostat.
Metode baru ini menjadi harapan baru agar bisa sembuh dan tetap menjalankan aktivitas.

Cara baru ini dinamakan penyembuhan dengan strategi " Kuda Troya ".
Cara ini terinspirasi dari mitos peperangan bangsa Yunani Kuno, ketika pasukan Yunani berhasil menaklukkan kota Troya dengan cara bersembunyi di dalam patung kuda raksasa.
Melalui patung kuda dari kayu itu, pasukan Yunani berhasil mengelabui tentara Troya dengan menyusup ke dalam kota.
Prinsip yang sama dilakukan tim peneliti yang dipimpin Profesor Claire Lewis dari Universitas Sheffield, Inggris.
Dalam percobaan ini, virus pembunuh kanker disisipkan ke dalam sistem imun kelompok tikus.
Setelah virus ini masuk, lalu menjalar ke dalam sebuah sel tumor, maka virus kuda troya itu akan melepaskan puluhan ribu virus lainnya yang bakal membinasakan sel-sel yang terkena kanker.
Butuh waktu sekitar 12 jam untuk mengetahui apakah virus yang disisipkan melalui sel darah putih itu bekerja dengan baik.
Prosesnya, saat sel darah putih sudah dapat disisipi, selanjutnya akan pecah dan melepaskan 12.000 virus lain yang segera berefek membunuh sel kanker.
Hasilnya, setelah penelitian dilakukan selama 40 hari, sel tumor pada tikus tersebut hilang dan tidak ada tikus yang mati pada kelompok tikus percobaan itu.
Sedangkan kelompok pembandingnya, tikus percobaan yang telah disisipi tumor yang sama dan diberi tindakan medis, ternyata tidak dapat bertahan hidup dan dalam tubuh tikus itu telah menyebar sel kanker.
Cara ini berhasil memberantas kanker dan mencegahnya tumbuh kembali.
Persoalan utama yang masih dicari jalan keluarnya adalah bagaimana cara malakukan penyusupan virus-virus itu jauh ke dalam sel tumor tanpa memberikan efek berbahaya bagi penderitanya.
Eksperimen-eksperimen masih terus dilakukan agar bisa menjangkau sel darah putih sebanyak-banyaknya, supaya mendapatkan virus penghancur tumor sehingga bisa mencapai inti tumor, begitu kata peneliti Claire E. Lewis.

Meski masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut terkait dengan ampuhnya virus penghancur kanker Kuda Troya itu, hal ini sudah memberikan titik terang dalam pengobatan penderita kanker secara umum.
Selama ini, yang dikenal masyarakat, proses pengobatan kanker harus melalui terapi kemoterapi dan radioterapi, yang dapat berisiko merusak sel-sel sehat yang vital pada penderita.
Penelitian ini masih pada tahap awal dan dibutuhkan tes lebih lanjut untuk menunjukkan metode itu aman dan efektif pada manusia.
Dengan temuan ini juga memungkinkan adanya metode inovatif yang lain.
Jika metode ini sukses dalam percobaan ke manusia, maka hal ini menandai kemajuan substansial dalam menemukan pengobatan yang lebih baik untuk pria yang mengindap kanker prostat.
Terima kasih, Tuhan memberkati.

Minggu, 11 Agustus 2013

Kanker dan Antioksidan.

Kanker adalah suatu penyakit yang paling mengerikan dan manakutkan banyak orang.
Khususnya dibidang kedokteran sampai saat ini masih belum bisa mengatasi secara tuntas tentang penyakit ini, karena memang keterbatasan dari otak manusia.

Deskripsi medis pertama mengenai kanker ditemukan dalam sebuah manuskrip berbahasa Mesir yang ditulis pada tahun 2500 SM.
Transkripsi ini menyebutkan penemuan tonjolan yang tumbuh abnormal pada payudara.
Imhotep, dokter terkenal dari Mesir yang hidup sekitar tahun 2625 SM, mengajarkan bagaimana merasakan adanya tumor pada payudara melalui sentuhan tangan.

Kanker berasal dari Karkinos, yang dalam bahasa Yunani berarti kepiting.
Kata ini muncul pertama kali dalam literatur medis pada era Hippocrates sekitar tahun 400 M.
Penggambaran tumor dianggap menyerupai kepiting dengan cengkeraman kaki-kakinya dalam pasir.
Pada abad pertengahan, ahli bedah melakukan tindakan medis terhadap kanker dengan metode yang masih primitif.
Johannes Scultetus ( 1595 - 1645 ) menggambarkan mastektomi, operasi untuk mengangkat kanker payudara, dengan menggunakan api, cairan asam ( acid ), dan bahan kulit untuk membalut luka bedah.
Bagi penderita kanker keinginan untuk hidup bukanlah sebuah pilihan.
Ini merupakan misteri akan hasrat yang terdalam menuju kehidupan, yang tersembunyi dalam hati semua mahluk hidup.
Terkubur dalam di alam bawah sadar, keinginan ini membentuk perilaku insting, mempengaruhi pikiran-pikiran bawah sadar, dan bahkan fisiologi seseorang.
Keinginan untuk hidup bukanlah sesuatu yang dikondisikan.
Keinginan untuk hidup, disisi lain, sangatlah spesifik.
Keinginan untuk hidup itu lebih besar dari dirinya sendiri.
Dalam tulisan ini, penulis akan memaparkan bagaimana peranan antioksidan terhadap kanker.

Oksigen merupakan zat esensial untuk tubuh, yang membuat tubuh mampu menghasilkan energi dalam jumlah besar dari jumlah makanan yang terbatas.
Walau begitu, terkadang oksigen yang kita pakai berubah menjadi molekul reaktif yang tidak stabil, dan dapat berinteraksi dengan banyak cara.
Molekul-molekul ini kadang-kadang disebut oksidan, jenis oksigen yang reaktif, atau radikal bebas.
Senyawa-senyawa maupun reaksi kimia yang cenderung menghasilkan spesies oksigen reaktif ( spesies oksigen yang potensial toksik ) disebut pro - oksidan.

Radikal bebas adalah atom / molekul yang pada kulit terluarnya mengandung satu / lebih elektron tak berpasangan.
Tidak semua spesies oksigen reaktif adalah radikal bebas, misalnya H2O2 dan singlet oksigen bukan radikal bebas, tetapi termasuk spesies oksigen reaktif.
Karena adanya kecenderungan mengambil sebuah elektron ( e- ) dari senyawa-senyawa lain, maka spesies oksigen ini sangat reaktif.
Ada beberapa spesies oksigen reaktif yang dijumpai dalam tubuh, diantaranya :
Radikal bebas superoksida, hidroksil, alkoksil, peroksil, peroksida lipid, hidrogen peroksida, singlet oksigen, dan ion hipoklorit.
Asap rokok, polusi, NO2 dan Ozon ( O3 ) merupakan contoh oksidan eksternal yang masuk ke dalam tubuh melalui inhalasi.
Setiap hembusan asap rokok sigaret mengandung 10 pangkat 14 radikal bebas dan 800 ppm Nitrogen Oksida ( NOx ) yang dapat bereaksi dengan peroksida sel radang membentuk oksiradikal lain yang sangat kuat.
Senyawa-senyawa yang mampu menghilangkan, membersihkan ( scavenging ), menahan pembentukan ataupun meniadakan efek spesies oksigen reaktif disebut antioksidan.

Antioksidan-antioksidan ini diantaranya :
Vitamin A.
Vitamin ini dapat menguatkan dan mendukung terapi radiasi dan kemoterapi.
Vitamin A akan menginduksi program bunuh diri ( apoptosis ) pada sel-sel kanker dan diferensiasi sel.
Vitamin A dapat meningkatkan sistem imun menstimulasi aktivitas sel-sel pembunuh alamiah, dan menghambat pembentukan pembuluh darah baru pada tumor, sebuah proses yang disebut angiogenesis.
Sebaiknya memakai vitamin A dengan dosis yang tepat, sebab pada dosis yang tinggi, beberapa bentuk tertentu dari vitamin A justru dapat menstimulasi pertumbuhan beberapa jenis sel tumor serta memiliki efek toksik.
Carotenoid ( carotene, lutein, lycopene ) merupakan molekul yang dapat diubah menjadi vitamin A.
Karotenoid meningkatkan efek beberapa jenis kemoterapi seperti alkylating agents ( contohnya cytoxan ), terutama jika dikombinasikan dengan vitamin E.
Karotenoid merupakan antioksidan yang efektif yang perlu diwaspadai bersama, bahwa dalam dua penelitian besar, beta-karoten sintetik tampaknya justru meningkatkan kanker paru-paru pada perokok dan / atau pekerja asbes, sementara dalam satu studi terhadap non-perokok tidak ditemukan efek merugikan ini.
Hati-hati buat orang-orang dengan zat oksidatif yang tinggi ( contohnya aktivitas radikal bebas yang tinggi akibat merokok dan diet tinggi lemak ) akan bereaksi secara negatif terhadap suplemen beta-karoten tunggal.
Beta-karoten justru akan menjadi pro-oksidan dalam suasana stres oksidatif yang berat.
Sebaliknya, dampak pro-oksidan tampaknya akan menghilang dengan menghindari rokok, diet rendah lemak, dan penggunaan suplemen antioksidan yang lain seperti vitamin E, glutation, dan campuran berbagai karotenoid.

Makanan sumber vitamin A dan karotenoid yang dianjurkan adalah :
Susu dan produk susu, kuning telur, minyak ikan, sayuran berdaun hijau tua ( bayam, lobak, kubis ), wortel, mangga, pepaya, labu, kentang, dan ubi manis.

Vitamin C.
Dapat memperkuat dan mendukung efek kemoterapi dan radiasi, memerangi sel kanker, serta meningkatkan sistem imun tubuh dengan mengaktifkan sel-sel pembunuh alamiah.

Ada suatu temuan terbaru bahwa sel-sel kanker mengambil vitamin C dalam jumlah besar, hal ini justru akan menjelaskan laporan tentang efek membunuh selektif oleh vitamin C terhadap sel kanker, dimana sel-sel normal tetap hidup dan tampaknya terlindungi.
Vitamin C dapat bertindak sebagai agen anti-inflamasi ( anti radang ) dan analgesik ( anti nyeri ), yang membuat rasa sakit berkurang.
Pada uji coba klinis, pemberian kombinasi suplemen Vitamin C ( 500 mg ) dan vitamin E ( 400 mg ) selama pengobatan dengan tamoxifen pada wanita penderita kanker payudara dapat mengurangi level kolesterol dan risiko kadar trigliserida yang meningkat dalam darah akibat tamoxifen.
Tetapi ada laporan yang memperkirakan bahwa sel-sel leukemia ( sel-sel darah putih imatur ) dapat dirangsang pertumbuhannya oleh vitamin C.

Vitamin C dosis tinggi ( lebih dari 3000 mg ) juga dapat menyebabkan diare dan perut kembung, tetapi pengurangan dosis akan segera menghentikan gejala.
Hati-hati menggunakan vitamin C jika punya riwayat batu ginjal, penyakit kelebihan zat besi ( hemochromatosis ).

Pada penggunaan dosis tinggi vitamin C juga dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan oksidatif di dalam tubuh.

Vitamin E ( Tokoferol ) adalah antioksidan yang dapat mencegah kerja spesies oksigen reaktif.
Senyawa ini dapat mengatasi singlet oksigen, superoksida, dan radikal bebas peroksil.
Berguna untuk meningkatkan efek kemoterapi serta melindungi membran sel dan mitokondria melawan efek radikal bebas yang dapat merusak integritas sel.
Membantu memperbaiki fungsi sistem imun dan sistem saraf pusat.
Vitamin E dapat memberikan perlindungan terhadap setiap efek samping yang merugikan dari vitamin A dosis tinggi dan memelihara kelangsungan persediaan vitamin tersebut dengan cara meningkatkan potensi kerjanya.

Yang menjadi peringatan pada pemakaian vitamin E, dapat mengurangi agregasi platelet ( zat pembeku darah ) dan adhesi ( perlekatan platelet ke jaringan kolagen, yang berarti mengurangi efektivitas sistem pembekuan darah.
Bila dikombinasikan dengan obat anti-pembekuan darah ( obat pengencer darah ) seperti aspirin dan kaumadin, Vitamin E dengan dosis lebih dari 300 IU ( 1 mg = 1,5 IU ) per hari dapat menyebabkan hitungan jumlah platelet yang rendah dan berbahaya, yang dapat mengakibatkan perdarahan di dalam tubuh.
Setiap orang dengan hitung jenis platelet yang rendah selama menjalani kemoterapi seharusnya tidak diberi vitamin E melebihi 600 IU per hari.
Bagi penderita diabetes, penyakit jantung rematik, atau hipertiroid, pertahankan level vitamin E di bawah 600 IU per hari.
Bagi penderita tekanan darah tinggi, mulailah dengan dosis rendah ( tidak lebih dari 200 IU ) dan perlahan-lahan dapat ditingkatkan selama tekanan darah terkontrol.

Makanan sumber vitamin E yang dianjurkan :
Minyak biji gandum, sayuran berdaun, kacang-kacangan dan biji-bijian lainnya.

Mineral.
Disini mineral yang banyak digunakan diantaranya :
Selenium, sebagai antioksidan dan bahan yang esensial untuk sistem imun.
Pada dosis yang lebih tinggi, selenium dapat membantu menekan pembentukan dan penyebaran sel-sel tumor.
Efek dari berbagai jenis kemoterapi dapat mengakibatkan terjadinya defisiensi selenium, sehingga dibutuhkan penggantian dari luar.
Selenium bekerja sangat efektif, bila bergabung dengan vitamin E.
Namun, dosis yang tinggi dari mineral ini dapat membuat beberapa tumor menjadi lebih resisten terhadap kemoterapi, sehingga untuk hal ini dianjurkan dosis 200 mikrogram per hari sebagai dosis aman tertinggi.

Makanan sumber selenium yang dianjurkan :
Ikan ( sumber yang paling stabil ), biji-bijian dan sayuran-sayuran.

Zink.
Merupakan antioksidan cukup baik dan dapat mendukung metabolisme sel-sel normal, fungsi sistem imun, dan beroperasinya sistem saraf pusat.
Zat ini sering berkurang pada pasien penderita kanker.
Selain itu, ratio zink / tembaga sering rendah pada pasien kanker, yang dapat berperan dalam timbulnya peradangan dan pembentukan pembuluh darah baru, termasuk yang memberi makanan sel-sel tumor.
Zink dengan dosis tinggi diatas 100 mg / hari dapat menekan imunitas.
Dosis zink yang dianjurkan 30 -50 mg / hari.
Terlalu banyak zink dapat berakibat terhambatnya efek dari selenium.

Makanan sumber zink yang dianjurkan :
Produk hewan, kerang, sayuran hijau, kacang-kacangan dan sereal.

Magnesium.
Diperlukan untuk metabolisme sel ( merupakan komponen adenosine triphosphate, suatu substansi yang menyediakan energi untuk sel ).
Sangat penting untuk berfungsinya sistem imun.
Harus hati-hati ada laporan bahwa beberapa tumor dapat distimulasi oleh mineral magnesium ini.

Makanan sumber magnesium yang dianjurkan :
Sayuran hijau, sereal, dan kacang polong.

Dari hasil penelitian di Amerika Serikat, Dole dan Peto ( 1981 ) mengatakan sekitar sepertiga kanker yang diderita manusia disebabkan oleh pola konsumsi makanan.
Peran dari cara pengolahan makananpun menjadi penting.
Karena pengolahan makanan yang melibatkan suhu tinggi seperti menggoreng, dan membakar makanan berproten dan lemak tinggi, akan menghasilkan senyawa karsinogen.
Menggoreng yang dilakukan pada suhu minyak 180 derajat celsius, selama sekitar 10 menit.
Selama proses penggorengan, terjadi pengeluaran kandungan air dalam bahan pangan yang akan mengakibatkan terjadinya proses hidrolisis pada minyak goreng, sehingga minyak goreng semakin lama digunakan semakin tengik.
Yang menjadi permasalahan tidak hanya bau tengik yang mengganggu cita rasa makanan, tetapi selama terjadinya proses ketengikan, akan terbentuk senyawa-senyawa radikal bebas bersifat karsinogen.
Minyak goreng yang digunakan berkali-kali akan mengandung radikal bebas yang tinggi.
Sebaiknya menggoreng dilakukan dengan api kecil, dan minyak goreng jangan digunakan lebih dari dua kali.
Minyak goreng bekas yang warnanya berubah menjadi coklat kehitaman bersifat karsinogenik.

Peringatan bagi penderita jantung koroner, sebaiknya menggunakan minyak goreng yang sekali pakai, agar beban kerja jantung tidak bertambah berat.

Proses pengolahan makanan seperti pemanggangan makanan berprotein dan lemak tinggi ( pirolisis ), yaitu sate, hamburger, berbagai steak dan masakan cina yang menumis daging atau ikan pada suhu tinggi untuk dijadikan kaldu, banyak mengandung asam amino terpirolisis yang membentuk heterocyclic amine ( HAs ), suatu mutagen kuat.
Konsumsi lemak tinggi juga akan meningkatkan steriel dalam usus besar dan meningkatkan sekresi garam empedu, yang selanjutnya akan dimetabolis oleh bakteri usus menghasilkan senyawa karsinogenik.

Tubuh manusia memiliki mekanisme pertahanan terhadap pengaruh destruktif radikal bebas dengan tetap menjaga keseimbangan antara pro-oksidan dan anti-oksidannya.
Namun pada keadaan tertentu dimana terjadi pergeseran keseimbangan ke arah pro-oksidan, maka akan timbul kelainan-kelaian patologis seperti keganasan, inflamasi, aterosklerosis, penuaan, iskemi, hemolisis dan seterusnya dan sebagainya.
Terima kasih, Tuhan memberkati.

Kamis, 08 Agustus 2013

Berbeda jangan paksakan untuk jadi sama.( Tak baik mengekor terus ).

Pada awalnya manusia dibelahan bumi ini dibentuk dengan warna kulit ( ras ) yang berbeda, budaya, makanan, perilaku dan seterusnya, memang berbeda.
Malah setelah perang dunia ke II, UNESCO mengeluarkan pernyataan resmi tentang tiga identifikasi ras yang dimuat dalam The Race Question ( 1950 ).
Ke tiga ras tersebut adalah Mongoloid, Negroid, dan Kaukasoid.
Penggolongan ini sebelumnya dilakukan oleh para pakar taksonomi berdasarkan warna kulit.
Jadi bila dari orang yang berlainan ras menderita suatu penyakit yang sama, belum tentu timbul gejalanya yang sama pula ( bisa berlainan ), dan dosis untuk pengobatannyapun akan berbeda ( tidak selalu disamakan ), pada dasarnya semuanya memang berbeda.
Sebagai contoh soal :
Orang yang menderita penyakit jantung, di Indonesia gejalanya sering disebut orang " Angin duduk " ( serangan jantung ), karena gejala seperti ini yang paling sering dijumpai di masyarakat kita dikala terjadi serangan jantung.
Di Indonesia, serangan jantung gejalanya tidak khas tak seperti di Barat, yaitu nyeri di bagian dada yang menjalar ke lengan dan kemudian ke leher.
Di Indonesia kebanyakan tanda yang muncul adalah sakit di ulu hati, kembung, dan seperti sedang masuk angin, konon orang awam mengatakan.
Ini menunjukkan bahwa ketika orang-orang yang merasa dirinya masuk angin diperiksa, 30 % dari mereka sebenarnya tidak sedang masuk angin, melainkan terkena serangan jantung koroner.
Karena yang tertutup / menyempit adalah pembuluh darah LAD ( Left Anterior Descending ) yang menuju ke depan dan ke bawah jantung, sehingga kelihatan seperti sakit lambung ( maag ) dan masuk angin.

Contoh lain untuk pengobatan Tuberkulosis.
Kadar terapeutik obat tuberkulosis untuk pasien Indonesia tidak perlu setinggi pasien Kaukasia ( Barat ).
Pemberian Rifampisin, obat utama tuberkulosis, dibawah ambang terapeutik tetap menyembuhkan sebagian besar penderita di Indonesia.
Dari hasil penelitian menyebutkan, tidak ada hubungan bermakna antara konsentrasi rifampisin dan respon pengobatan.
Konsentrasi rifampisin pada darah orang Indonesia tidak perlu setinggi orang Barat yang diatas 8 mg / l.
Dengan kadar dibawah kombinasi dosis standar, pasien Indonesia tetap sembuh.
Jenis kuman TB di Indonesia berbeda dengan di Asia Tenggara lainnya, yang umumnya galur Beijing yang bersifat ganas dan cenderung resisten.
Di Indonesia, kuman yang beredar adalah galur non- Beijing.
Untuk memastikan konsentrasi dan dosis obat yang sesuai untuk penduduk Indonesia harus dilakukan penelitian lebih lanjut.
Pemberian dosis obat yang terlalu tinggi juga akan mengakibatkan keracunan pada hati, yang ditandai dengan kenaikan bilirubin, mual, dan muntah.
Karena efek samping berat, banyak pasien berhenti minum obat.
Akibatnya kuman TB bermutasi menjadi resisten, sehingga obat-obat yang dikonsumsi tidak manjur.
Laporan dari organisasi kesehatan dunia ( WHO ) 2011 mengatakan, Indonesia berada diperingkat ke empat untuk beban penyakit TB, setelah India, China, dan Afrika Selatan, dengan angka kematian 27 per 100.000 penduduk.

Contoh yang lainnya lagi dalam hal pemakaian vitamin C.
Pemakaian vitamin C bila disesuaikan dengan tubuh orang Indonesia dosis 500 mg sampai 1000 mg itu sudah dianggap melebihi takaran.
Beberapa ahli tidak menganjurkan pemakaian jenis vitamin dan mineral dalam jumlah megadosis ( dosis besar ) atau lebih dari 100 % kecukupan gizi yang dianjurkan RDA ( Recommended Dietary Allowances ) karena justru dapat menimbulkan efek sampingan yang tidak diinginkan.
Dosis yang wajar untuk konsumsi vitamin C 225 - 280 mg/ hari.
Jika meminum vitamin C secara berlebihan ( diatas 500 mg per hari ) dapat menimbulkan efek negatif, terutama yang berisiko menderita kelebihan zat besi ( hemochromatosis ), karena dengan kadar yang tinggi dapat mengakibatkan kerusakan oksidatif didalam tubuh.
Bagi yang mempunyai batu ginjal atau riwayat batu ginjal atau penyakit ginjal lainnya atau sedang dalam pengobatan hemodialisis ( cuci darah ) pemakaian vitamin C harus hati-hati.
Vitamin C juga berpengaruh pada penyerapan obat ( dapat meningkatkan absorbsi obat ).
Hal ini pertama kali diteliti oleh Edgar dan Bailey pada obat-obat : nifedipin, felodipin, terfenadin, eritromisin dan lain-lain.
Jadi harus hati-hati bagi penderita hipertensi yang meminum obat-obatan antagonis kalsium dan antibiotika jenis eritromisin, karena bila dicampur dengan vitamin C dapat meningkat daya absorbsi obatnya.

Contoh berikutnya :
Takaran dosis untuk orang Indonesia dianggap terlalu tinggi dalam penggunaan obat tidur dan antidepresi.
Sebab dari penelitian respons obat tidur dan antidepresi terhadap lima kelompok etnis terbesar di Indonesia seperti Melayu, Sunda, Jawa, Bugis dan Benoaq Dayak menunjukkan tingkat respons buruk terhadap obat itu tergolong tinggi.
Reaksi enzim CYP2C19 yang mencerna atau memetabolisme obat tidur diazepam, antidepresi, dan obat sakit maag.
Bila seseorang memiliki tipe gen buruk yang enzimnya tidak mampu atau tidak baik dalam metabolisme obat-obatan itu, maka obat itu akan menumpuk dalam darah atau tubuh hingga bersifat toksik.
Normalnya, obat akan habis dimetabolisme tubuh dalam waktu delapan jam.
Penggunaan obat tidur akan berdampak buruk dan fatal bagi orang Indonesia.
Pasien dengan tingkat metabolisme buruk bila mendapat dosis yang standar bagi kelompok dengan respons normal akan tidur dalam jangka waktu lebih lama.
Bila obat tidur ini memberikan respons negatif bagi etnis Timur atau bangsa Asia, kondisi sebaliknya terjadi untuk obat Antibiotika yang dimetabolisme oleh enzim CYP2D6.
Obat antibiotik memiliki respons negatif lebih besar pada etnis Barat.
Hal ini terkait juga dengan pengaruh lingkungan, termasuk pola makan dan minum kelompok etnis tersebut.
Perusahaan farmasi Amerika Serikat dan Eropa, selama ini melakukan uji klinik respons obat yang dibuat terhadap manusia terbatas di negaranya.
Padahal, populasi yang memiliki metabolisme buruk terhadap reaksi obat tertentu pada kelompok etnis di negeri Barat hanya dua persen.
Oleh karena itu, penggunaan produk obat dari negara ini akan berdampak buruk bagi etnis di kawasan lain, yang persentase populasi metabolisme buruknya lebih besar.
Penelitiannya menyebutkan, semakin ke Timur metabolisme buruk kelompok etnis dunia semakin besar.
Di Indonesia, metabolisme buruk berkisar 20 hingga 48 persen.
Penemuan tentang farmakogenomik ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan perusahaan farmasi untuk obat-obatan yang dipasarkan di Indonesia, agar dosis pemberian disesuaikan dengan metabolisme tubuh orang Indonesia.
Dan masih banyak lagi peristiwa-peristiwa semacam ini, kalau ditulis semua contoh-contohnya blog ini bisa penuh.

Jadi pada dasarnya memang berbeda, lain orang Eropa lain pula orang Asia, begitu juga dengan orang Afrika.
Sebaiknya kita harus mempunyai standar sendiri dalam menentukan gejala penyakit maupun dosis pengobatannya disesuaikan dengan metabolisme tubuh dan keadaan lingkungan yang mendukungnya.
Tentu dengan melakukan penelitian sendiri, supaya kita tidak dibilang cuma pintar mengekor saja.
Terima kasih, Tuhan memberkati.