Rabu, 23 Februari 2011

Apakah gen dihadirkan untuk menimbulkan penyakit.

Seperti bunyi judul tulisan diatas, sebenarnya gen tidak dihadirkan untuk menimbulkan penyakit, tetapi penyakit itu sendiri timbul karena hadirnya gen.
Bahkan jika sebuah gen menyebabkan suatu penyakit karena " rusak ", kebanyakan gen itu bukan " rusak " melainkan hanya hadir dengan warna berbeda.
Gen untuk mata warna biru bukan versi gen untuk mata cokelat yang mengalami kerusakan, atau gen rambut merah bukan gen rambut cokelat yang rusak.
Mendefinisikan gen menurut penyakit sama dengan mendefinisikan organ-organ tubuh menurut penyakit yang dideritanya.
Sebagai contoh : keberadaan hati membuat orang berpeluang menderita sirosis, keberadaan jantung membuat orang berpeluang terkena serangan jantung, dan keberadaan otak memungkinkan orang terkena stroke dan seterusnya.
Pengetahuan tentang gen mengantarkan kita kepada petunjuk bahwa kegagalan suatu gen dapat menyebabkan penyaki tertentu.
Pada mulanya dunia yang sesungguhnya tidaklah rupawan, dunia mengandung berbagai tingkat
kelabu, penuh nuansa, pertimbangan dan tawar menawar dalam upaya memahami hereditas dunia nyata genetika.
Sampai pada akhirnya kemampuan berpikir manusia telah memaksa menghadirkan suatu karya yang luar biasa, manusia telah berhasil memetakan sekitar delapan ribu gen manusia.
Para ilmuwan diseluruh dunia telah berhasil mengurai sandi untuk seluruh genom manusia.
Termasuk membaca sandi, perintah atau kode tentang bagaimana membangun dan mengaktifkan tubuh manusia, ini sebuah revolusi yang luar biasa.
Seperangkat gen manusia ( genom ) hadir dalam paket berisi dua puluh tiga pasangan kromosom yang terpisah-pisah.
Dua puluh dua pasang diberi nomor berdasarkan urutan ukuran, dari yang paling besar ( nomor 1 ) hingga yang paling kecil ( nomor 22), sedangkan sepasang sisanya terdiri atas kromosom seks ; dua kromosom X yang besar pada wanita, satu X dan satu Y pada pria.
Dalam hal ukuran, kromosom X terletak antara kromosom 7 dan 8, sedangkan kromosom Y paling kecil.

Dalam genom manusia diperkirahan terdapat 30.000 - 80.000 gen, hanya 8000 an yang telah berhasil dipetakan, dan masih terus bertambah jumlahnya sekitar beberapa ratus dalam sebulan.
Yang perlu diperhatikan tidak semua gen terdapat pada ke dua puluh tiga kromosom utama, beberapa diantaranya terdapat didalam mitokondria.
Untuk mengenali lebih dekat tentang pekerjaan kromosom sebaiknya kita perlu tahu sifat dan karakter apa yang terdapat pada masing-masing kromosom.

Kromosom 1 ; lebih dikenal dengan kromosom kehidupan, karena berisi kode rahasia tentang seluruh pola perkembangan seseorang dimasa depan serta fungsi yang dijalaninya ketika beranjak dewasa.
Sebab seperti gelembung-gelembung di laut berasal, mereka muncul, kemudian pecah, dan kepada laut mereka kembali.
Kromosom inilah yang menentukan manusia bergiliran lahir dan mati.

Kromosom 2 ; lebih dikenal sebagai kromosom spesies.
Pada kromosom ini masih menyimpan unsur-unsur primitif yang diwariskan dari leluhurnya.
Gambaran yang paling dekat adalah kerangka manusia kera yang pernah hidup ratusan juta tahun silam.
Tidak dapat dipungkiri manusia sekarang walaupun sudah dibilang modern, tetapi sifat-safat primitif yang dimilikinya masih tetap ada.

Kromosom 3 ; sering disebut sebagai kromosom sejarah.
Dikarenakan kromosom ini mampu menyingkap rahasia kehidupan.
Seperti misalnya : kenapa orang kulit hitam kebanyakkan kalau terserang anemia sangat parah, dimana sel-sel darah merah berubah menjadi berbentuk bulan sabit.
Ini semua disebabkan oleh kesalahan gen dalam pembuatan protein hemoglobin.
Kesalahan itu menghasilkan prilaku seperti mutasi.

Kromosom 4 ; Kromosom ini berhubungan dengan sang takdir.
Gen-gen ini hadir untuk mendatangkan penyakit dan gen ini juga berguna untuk mengobati penyakit jiwa.
Gen ini dapat mengisolasi kanker ginjal, autisme yang terkait dengan gen pembawa serotonin dan sebagai penyebab alzheimer.
Kromosom 4 paling terkenal diantara semua gen " penyebab penyakit ", karena ditemukannya beragam penyakit masih terkait dengan gen ini.
Seseorang akan mengalami sakit penyakit bila mengalami mutasi dari gen ini.
Penyebab penyakit ada pada gen, bukan pada yang lain.

Kromosom 5 ; Kromosom ini tempat tinggal beberapa gen, yang paling dicurigai sebagai " gen asma ".
Hampir semua orang mempunyai asma atau suatu bentuk alergi pada tahap tertentu hidup mereka
Asma hanyalah puncak sebuah " gunung es " yang disebut " atopi ".
Kebanyakan penderita asma juga alergi terhadap sesuatu.

Kromosom 6 ;Kromosom yang satu ini termasuk kromosom kecerdasan, yang dapat menentukan kwalitas otak seseorang.
IQ sampai batas tertentu dapat diturunkan sejak ditemukannya satu bagian kecil pada lengan panjang kromosom 6, anak-anak cerdas yang kerap berbeda dari urutan pada orang lain.
Sekedar berbeda tidak jadi soal, tetapi dalam hal ini sangat menarik perhatian untuk diteliti lebih lanjut.
Urutan itu terletak di bagian tengah gen yang disebut IGF2R1

Kromosom 7 ; Kromosom ini berhubungan dengan naluri seseorang.
Pada kromosom 7 terdapat satu gen yang berperan penting dalam kehidupan manusia yaitu naluri, karena naluri yang menjadi tumpuan utama peradaban manusia.
Kata naluri lebih banyak digunakan pada hewan, tetapi naluri lebih menggali prilaku orang tuanya sebagai rantai keturunan.
Manusia tidak harus bergantung pada naluri, karena mempunyai kemampuan belajar, mahluk kreatif, berbudaya dan mempunyai kesadaran.
Yang harus diyakini bahwa prilaku manusia adalah bawaan, berdasarkan gen-gen yang telah ada sebelum mereka lahir.

Kromosom X dan Y ; kromosom yang berkaitan dengan konflik.
Gen-gen ini sering menimbulkan dilema, ketika satu gen mutan menghalangi proses normal pertukaran materi genetik antara dua kromosom yang berpasangan.
Gen-gen ini harus menentukan sikap, selanjutnya disebut gen-gen yang secara seksual berlawanan atau bermusuhan.

Kromosom 8 ; kromosom yang mementingkan diri sendiri alias egois.
Dalam kromosom ini ditemukan sandi kehidupan yang egois, hampir tidak terkendali.
Setiap tingkat kehidupan mempunyai parasit tersendiri.
Sebagai contoh : dalam usus ada cacing, dalam darah cacing ada bakteri, dalam sel bakteri ada virus.
Disini ada persaingan antar gen dengan menggunakan individu-individu sebagai kendaraan mereka sementara.

Kromosom 9 ; Kromosom ini dikenal dengan kromosom penyakit, sangat berpengaruh pada penentuan suatu penyakit.
Pada kromosom 9 ada sebuah gen yang sangat terkenal, yaitu gen penentu golongan darah A, B, O ( nol ), jauh sebelum orang mengenal " sidik jari " DNA.
Gen pada kromosom 9 sering menimbulkan penyakit paru-paru dan usus, rentan terhadap demam tipoid, penyakit yang disebabkan oleh salmonella.
Tetapi terbilang kebal terhadap penyakit disentri amuba.
Gen-gen ini muncul dan tenggelam dalam hal popularitas.
Seiring sejalan dengan muncul dan tenggelamnya penyakit.

Kromosom 10 ; berhubungan dengan Stres.
Jadi jika kita sakit karena suatu penyakit itu adalah akibat prilaku sendiri.
Jangan salahkan kepada matahari, kepada bulan, kepada bintang-bintang yang seolah-olah korban sang takdir, atau sebuah permainan kekuatan surgawi, kutukan sang penyair agung dan seterusnya.
Ada sebuah gen pada kromosom 10 yang diberi nama CyP 17, gen ini membuat sebuah enzim, yang memungkinkan tubuh mengubah kolesterol menjadi kortisol, testosteron, dan estradiol.
CyP 17 yaitu kortisol yang digunakan oleh sistem dalam tubuh, memadukan tibuh dan pikiran dengan mengubah-ubah konfigurasi otak.
Kortisol mengganggu sistem kekebalan, mengubah kepekaan telinga, hidung dan mata, serta mengubah-ubah berbagai fungsi tubuh.
Ketika kortisol berkeliaran di pembuluh darah akan memicu timbulnya stres.
Kortisol dan stres dianggap setali tiga uang alias sama.

Kromosom 11 ; berhubungan dengan kepribadian seseorang.
Di lengan pendek kromosom 11 ada gen D4DR, merupakan reseptor dopamin, aktif dalam sel-sel otak.
Dopamin mengendalikan aliran darah melalui otak. Kekurangan dopamin dalam otak menyebabkan kepribadian yang kaku dan dingin, bahkan malas menggerakkan tubuh sendiri.
Sebagai contoh dalam bentuk ekstrem kasus penyakit parkinson.
Sebaliknya jika kelebihan dopamin dalam otak akan membuat keingintahuan lebih besar dan bersemangat petualang.
Pada manusia kelebihan dopamin bisa langsung menyebabkan shizofrenia, dan beberapa obat penyebab halusinasi bekerja dengan cara merangsang sistem dopamin.

Kromosom 12 ; berhubungan dengan kemampuan merakit diri.
Telur ditakdirkan sedemikian rupa oleh alam termasuk menjadi seekor anak ayam.
satu hal yang paling indah, dahsyat dan ajaib yang dikerjakan oleh alam tanpa kesulitan yaitu kemampuan membangun tubuh manusia dari suatu gumpalan yang tak terdeferensiasi yaitu telur.
Manusia mempunyai analogi dengan alam ini.
Jantung dipadankan dengan pompa, mata sama dengan kamera, otak tersusun dari kawat disebut akson dan sakelar ( sinaps ), sistem hormon menggunakan kontrol umpan balik dan seterusnya.

Kromosom 13 ; Dihubungkan dengan jaman prasejarah.
Kemiripan gen-gen embriologis pada cacing, lalat, unggas dan manusia seolah-olah melantunkan syair pujangga tua yang berkisah tentang leluhur bersama.
Kemiripan DNA, sandi yang ditulis dalam sebuah alfabet sederhana.
Inilah filogenetika dalam menuju suatu sejarah migrasi manusia, mementaskan masa lampau yang sangat jauh, masa prasejarah, yang mempunyai catatan tertulis dalam gen dan catatan lisan dalam perbendaharaan kata bahasa manusia.

Kromosom 14 ; kromosom keabadian.
Jika kita tarik garis masa lampau dan masa kini, genom seperti sesuatu yang tak pernah mati dan tak pernah putus.
Ia merupakan mata rantai tak terputus yang panjangmya mencapai lima puluh miliar salinan selama kurun waktu empat miliar tahun.
Tak ada yang putus atau mengalami kerusakkan fatal sepanjang rantai itu.
Meskipun demikian keabadian masa lampau, tak menjamin keabadian masa mendatang.
Selama bumi masih berada dalam kondisi sekarang, ada mahluk entah dimana akan menjadi leluhur spesies masa mendatang dan rantai keabadian akan berlanjut.
Genom ini akan abadi, tetapi tubuh akan mati.

Kromosom 15 ; Kromosom ini berhubungan dengan seks atau jenis kelamin.
Gen tidak dihadirkan untuk menyebabkan penyakit, tetapi ada penyakit dalam keluarga yang sama, dalam wujud penyakit yang berbeda.
Gen diwariskan oleh orang tua, karena informasi disertakan saat pembuahan dengan sebuah tanda asal ayah atau tanda asal ibu.
Pada kenyataannya sifat digital yang dimiliki oleh genom, menyiratkan bahwa sebuah gen bukan hanya sebuah gen melainkan bermuatan sebagian sejarah rahasia asal- usul.

Kromosom 16 ; Kromosom ini disebut juga kromosom memori.
Genom manusia sama dengan sebuah buku dengan membacanya secara cermat dari awal sampai akhir, sambil memperhitungkan anomali-anomali penandaan asal-usul.
Gen ini bertugas mempersatukan sel-sel untuk membangkitkan memori secara harfiah.

Kromosom 17 ; Dikenal dengan nama kromosom maut.
Gen-gen ini dapat merangsang pertumbuhan sel-sel.
Sel-sel di dalam tubuh manusia mempunyai gen-gen yang dapat tumbuh pada setiap organ tubuh, gen-gen ini harus dalam keadaan non aktif sepanjang waktu.
Sebab jika gen-gen ini aktif, hasilnya bisa menimbulkan bencana.
Sel dapat tumbuh dengan jumlah mencapai 100 trilliun dan masa pergantiannya relatif cepat.
Gen-gen itu dikenal dengan gen kanker yang sangat mengerikan.

Kromosom 18 ; Dikenal sebagai kromosom penyembuhan.
Dengan kromosom 18 kita kenal dengan terapi gen, terapi didasarkan pada penghambatan angiogenesis, telomerase, atau p 53 yang akan memberikan harapan bagi penderita kanker.
Terapi gen dipastikan tidak menimbulkan rasa sakit, bila dibandingkan dengan terapi-terapi konvensional.
Gen-gen yang ditambahkan tidak mempengaruhi sel-sel reproduksi dalam arti akan berpengaruh terhadap generasi berikutnya.
Dengan terapi gen diharapkan tidak perlu cemas lagi.

Kromosom 19 ; Dikenal dengan kromosom pencegahan.
Pada kromosom 19 terdapat gen APOE ( disebut apo-epsilon ) gen-gen ini dapat mempengaruhi prilaku kolesterol, trigliserida dan lemak bebas dalam darah yang ikut berperan dalam menyebabkan serangan jantung.
Keadaan ini dapat dihindari dengan makanan bebas lemak.
Gen APOE memiliki 3 versi ; E2, E3, dan E4. Bagi pemilik gen E2 sangat sensitif terhadap makanan berlemak dan kaya kolesterol.

Kromosom 20 ; Kromosom politik.
Gen yang sama ketika terekspresikan disemua bagian otak, berprilaku berbeda di tiap bagian otak, itu tergantung dari mutasi yang dialami.
Sebagai contoh: ada orang yang tahan terhadap penyakit tertentu, ada juga yang tidak tahan.

Kromosom 21 ; Disebut juga Eugenika.
Kromosom ini berukuran paling kecil, yang memiliki gen ini akan tampak sangat bahagia, sehat dan ditakdirkan hidup cukup lama.
Gen ini pemuja kenikmatan dan pendamba ketenaran.
Eugenika berarti setiap orang berhak mencari pasangan yang baik, seorang berpikiran waras dan bertubuh sehat.
Gen ini bisa untuk menyeleksi pasangan sebelum menikah.

Kromosom 22 ; Berhubungan dengan kehendak bebas.
Pada kromosom ini terdapat satu gen yang besar dan rumit, kaya makna, dan dikenal sebagai HFW. Gen-gen ini untuk kesukaan atau selera, bukan untuk bakat ; artinya, gen tersebut membuat pemiliknya senang belajar.
Gen kehendak bebas akan menempatkan sumber-sumber prilaku kita dalam diri kita sendiri, yang tidak dapat dijangkau oleh orang lain.

Pemaparan genom ini sebagai petunjuk untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan filosofis yang sulit dijawab dimasa lalu dan sekaligus dapat mengungkap misteri yang selama ini kabur.
Meskipun berbagai penemuan yang dilengkapi dengan berbagai teori, gen sendiri tetap menjadi suatu yang belum dapat disentuh dan misterius.
Kemampuannya dalam memetakan sifat dan karakter manusia menjadikannya gen begitu penting dalam menentukan kwalitas manusia.
Trimakasih, Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar