Selasa, 28 Oktober 2014

Nyeri punggung tak selalu dijawab saraf kejepit.

Kebanyakan orang mengalami nyeri pada punggungnya.
Nyeri ini boleh dibilang sangat umum, 90 % populasi orang dewasa akan mengalami nyeri punggung.
Nyeri biasanya berulang dan pasien sering kali datang ke dokter dengan keluhan yang sama.
Banyak kondisi yang dapat menimbulkan nyeri punggung.
Sumber nyeri berkaitan dengan tulang belakang dan struktur disekitarnya.
Jarang sekali ditemui kasus nyeri punggung oleh sebab kegagalan fungsi organ perut seperti pankreas, batu ginjal atau infeksi, luka pembuluh darah ( pada diseksi aorta ) dan infeksi yang mempengaruhi saraf ( ruam saraf ).
Bahkan, beberapa kasus nyeri punggung tidak memiliki penyebab yang jelas.
Sebagian besar nyeri punggung sembuh sendiri secara spontan dalam enam sampai delapan minggu.

Nyeri punggung yang berkaitan dengan struktur tulang belakang dan sekitarnya antara lain :

1. Degenerasi diskus lumbalis / Lumbar disc.
Diskus Lumbalis adalah jaringan lunak yang ditemukan disetiap ruas vertebrata ( tulang belakang ).
Diskus ini bertanggung jawab dalam kestabilan tulang belakang, mobilitas dan penyerapan guncangan yang disalurkan lewat tulang belakang.
Sekitar 80 % komposisi diskus normal sebagian besar terdiri dari air.
Hal itu dapat memberi konsistensi elastisitas dan membuat fungsinya menjadi normal.
Ketika diskus mengalami degenerasi, bagian ini kehilangan beberapa kandungan airnya.
Akibat dari itu, diskus kehilangan ketebalan dan menonjol dibatas luarnya.
Tonjolan itu mengiritasi saraf yang ditemukan di ujung diskus, sehingga menimbulkan nyeri punggung.
Nyeri dapat menyebar ke bawah di bokong dan diperparah oleh posisi duduk yang lama.
Hal itu karena diskus tertekan oleh tulang belakang yang tertekuk / terlipat.
Pada posisi duduk terlalu lama, seseorang akan cenderung membungkuk dan menekuk tulang belakang, menambah tekanan diskus.
Hal itu mengganggu saraf, sehingga memperparah nyeri di punggung dan bokong.

2.Diskus Lumbalis akibat hernia.
Diskus lumbalis akibat hernia terjadi ketika bagian tengah diskus yang mirip jelly ( nucleus pulposus ) menonjol melewati sendi.
Herniasi ini sering menyebabkan tekanan pada saraf yang memberi persarafan ke anggota tubuh bagian bawah sehingga menimbulkan rasa nyeri pada kaki, sebagai nyeri tambahan selain nyeri punggung.
Selain itu akan memunculkan gejala kelemahan tubuh bagian bawah, matirasa dan kesemutan, karena gangguan pada fungsi saraf sekundernya.
Terkadang, hernia menyebabkan tekanan pada saraf yang memasok usus dan kandung kemih, sehingga menghasilkan gejala inkontinensia ( sering mengompol ).

3. Penyempitan tulang belakang.
Penyempitan tulang belakang mempunyai ciri nyeri punggung yang berkaitan dengan nyeri kaki setelah berjalan pada jarak tertentu.
Fenomena ini dikenal dengan nama neurogenik klaudikasi.
Jarak berjalan yang dapat dicapai bisa diprediksi dan nyeri kaki juga dapat diprediksi pulih dengan duduk tetapi bukan dengan berdiri.
Kondisi itu disebabkan oleh penyempitan lubang tulang belakang yang dilewati saraf pemasok untuk mempersarafi anggota badan bagian bawah.
Penyempitan biasanya dipicu oleh penyakit encok / arthritis persendian kecil tulang belakang ( sendi facet ) yang menghasilkan pembesaran di persendian dari pertumbuhan tulang spur ( osteophytes ).
Penyempitan juga dikontribusi oleh bengkak dan degenerasi diskus.
Dapat juga menimbulkan nyeri pada lapisan otot ( nyeri miofasial ), nyeri berasal dari otot dan penyokong jaringan lunak yang mengelilingi bagian kerangka tulang belakang.
Ciri nyerinya adalah nyeri di wilayah setempat di punggung ( titik pemicu ).
Rasa nyeri biasanya redah dengan meregangkan sekelompok otot yang terlibat atau dengan pelepasan titik pemicu ( dengan pijatan ) atau injeksi.

Nyeri punggung selain disebabkan oleh keadaan di tulang belakang dan sekitarnya, bisa juga disebabkan oleh keretakan tulang belakang akibat trauma, dan kerapuhan tulang akibat penyakit dan penuaan.
Bisa juga karena infeksi dan tumor.

Untuk mencegah nyeri punggung dimulai dengan kata ' jangan', jangan mengangkat terlalu berat, jangan bekerja terlampau keras, jangan sampai kurang makan sayur dan buah dan seterusnya.
Tetapi ada juga nasehat yang lebih positif dengan kata ' lakukanlah '.
1. Latihlah tubuh anda.
Otot-otot yang kuat, terutama otot-otot psoas yang menghubungkan punggung bagian bawah dengan bagian dalam panggul dan erector spinae ( yang sejajar dengan tulang punggung ) untuk membantu menjaga tulang punggung terasa enak.
Disini ibarat gedung fondasi harus kokoh.
Berenang merupakan cara yang paling baik untuk memperkuat otot-otot ini, karena berenang, sesungguhnya mengurangi gaya berat, maka tindakan itu merupakan olahraga yang ideal bagi orang yang menderita arthritis / encok atau kesulitan-kesulitan persendian lainnya.
Jika tidak bisa berenang, dapat diganti dengan berjalan di air setinggi pinggul itu sama saja nilainya.

2. Kenakanlah sepatu anda.
Boleh mengenakan sepatu apa saja, sepatu lari, sepatu aerobik atau sepatu olahraga apa saja yang penting sepatu.
Semakin sering berolahraga, semakin kecil menderita kesakitan.
Olahraga yang praktis dan murah meriah dengan jalan kaki keliling komplek perumahan dan naik turun tangga.
Latihan aerobik dapat memperbaiki peredaran darah dan menolong mempertahankan cakram-cakram tulang belakang supaya tetap utuh dan kuat.
Jika berolahraga jangan lupa minum air bening, supaya cakram-cakram itu tidak kekeringan.

3. Usahakan jika mengangkat benda-benda agar lebih dekat dengan tubuh si pengangkat.
Bila mengangkat benda terlalu jauh dari jangkauan, yang pertama menderita adalah tulang punggung.

4. Beristirahatlah.
Beristirahat dengan berbaring sebentar untuk mengurangi gaya beban di tulang belakang.
Duduk berlama-lama sangat berat bagi tulang punggung, karena bagian-bagian anatomi tubuh posisinya sedikit lebih ke belakang.
Duduk memberi tekanan lebih banyak kepada tulang punggung daripada berdiri.

5. Mengurangi berat badan.
Kalau tubuh bertambah terus beratnya, beban yang akan ditanggung tulang punggung bertambah berat.
Tulang punggung akan bengkok karena tambahan berat.

6. Getaran yang memperburuk.
Getaran dapat menyakitkan punggung, bukan goyangan di jalan.
Kebanyakan mobil yang bergetar pada frekuensi antara empat dan lima siklus per detik, merupakan frekuensi yang tepat untuk dapat merusak tulang punggung.
Getaran keras yang merusak lainnya : penunggang kuda, pembonceng motor roda dua yang berjalan ditempat berbatu-batu dan terjal tidak rata.

Untuk penyelamatan punggung. :
- Berbaring dan tidur akan membawa kesembuhan.
- Mencari posisi yang nyaman ; penderita sakit punggung harus membiasakan sikap atau posisi yang membuat punggung kurang tekanan.
- Kompres dingin beberapa hari, lantas lakukan pijat perlahan-lahan..
- Bernapas dalam-dalam biar memberikan suasana lebih rileks dan santai untuk merangsang produksi endorfin-endorfin, pengurang rasa sakit alami.
- Lakukan peregangan, melakukannya di pagi hari sebelum kaki menyentuh lantai, lakukan beberapa menit.

Dilakukan pengobatan.
Bila didapat kondisi seperti :
- Luka berat seperti jatuh dari ketinggian ( pohon dan seterusnya ), kecelakaan sepeda motor.
- Luka ringan pada yang telah berusia diatas 50 tahun.
- Riwayat penggunaan steroid lama.
- Riwayat osteoporosis.
- Bagi yang berusia 70 tahun, karena meningkatnya risiko kanker, infeksi dan penyebab nyeri punggung selain tulang belakang..
- Riwayat kanker.
- Riwayat infeksi.
- Temperatur diatas 38,5 derajat celsius berkaitan dengan nyeri punggung.
- Penggunaan obat intravena.
- Nyeri punggung yang semakin parah saat beristirahat yang berkaitan dengan infeksi dan tumor.
- Berat badan berkurang tanpa sebab.
- Nyeri punggung berkepanjangan.
- Nyeri punggung yang berkaitan dengan timbulnya kelemahan atau mati rasa akut dianggota bagian bawah atau nyeri tubuh bagian bawah.
- Nyeri punggung yang berkaitan dengan inkontinensia ( sering mengompol ).


Penilaian tentang nyeri punggung termasuk riwayat nyeri, gejala dan kondisi yang berkaitan, serta diikuti oleh pemeriksaan punggung dan fungsi saraf anggota tubuh bagian bawah.
Bila ada kondisi tulang belakang yang dicurigai, dapat dilakukan dengan sinar X, scan MRI bila diperlukan.
Sebagian besar nyeri punggung akan berkurang dengan istirahat, pengobatan dan terapi fisik.
Hanya pada kondisi-kondisi tertentu diperlukan operasi.
Terima kasih, Tuhan memberkati.

Minggu, 21 September 2014

Telinga jadi budek karena bising.

Dari pagi hari sampai malam hari suara bising kendaraan bermotor, terutama di kota-kota besar tak ada henti-hentinya, bahkan sampai-sampai knalpot dibikin supaya suaranya sekeras mungkin.
Suara bising dimana-mana, telinga pun menjadi menderita.
Kita bisa mengatakan bising atau tidak, tentunya jika kita mempunyai telinga dan telinga itu masih dapat berfungsi untuk mendengarkan bunyi.
Telinga memang mempunai peran penting, orang-orang Mesir kuno, misalnya, menganggap telinga sebagai pemegang napas kehidupan.
Mereka percaya bahwa " udara kehidupan " memasuki telinga kanan, sedangkan " udara kematian " masuk ke telinga kiri.
Dan orang-orang Mesir, seperti halnya pada kebanyakan orang kebudayaan kuno lainnya, menindik telinga mereka karena percaya bahwa logam bisa menahan roh-roh jahat menyerang tubuh.
Berabad-abad kemudian, para pelaut menindik telinga mereka karena mengira itu dapat meningkatkan penglihatan mereka.
Sampai sekarang titik yang berlokasi tepat di tempat tindik ( anting ) dipercaya di kalangan ahli akupunktur sebagai titik untuk mata ( Eye Point ).
Telinga dan kebisingan keduanya tidak dapat dipisahkan, suara bising / cempreng yang memekakkan telinga itu cukup mendominasi bising jalanan.
Jika diukur dengan alat pengukur dB meter, tingkat suara bajaj saja 82 -89 desibel, motor roda dua dengan knalpot yang sudah mengalami modifikasi bisa mencapai 93 - 95 desibel.
Diperempatan Slipi petamburan misalnya, dalam catatan aplikasi pengukur selama tiga puluh menit tidak pernah berada dibawah angka 90 dB.
Bahkan, saat suara dari knalpot, mesin, dan klakson puluhan kendaraan terdengar bersamaan, angka yang tercatat mencapai 103 dB.
Kurang 17 tingkat menyamai deru pesawat saat lepas landas ( 120 - 130 dB ) yang lama durasi pajanannya tidak boleh lebih dari 15 menit.
Angka-angka ini hampir sama dengan catatan intensitas suara disekitar jalan MH Thamrin, seperti di Bundaran Hotel Indonesia yang menunjukkan angka 91 - 102 dB.

Kebisingan memiliki dampak psikologis, seperti tidak tenang, mudah marah, kurang konsentrasi dan sensitif.
Selain itu kebisingan juga menyebabkan gangguan pendengaran ringan sampai tuli permanen.
Tingkat kebisingan di jalan raya dalam batas wajar berada di angka 70 - 80 dB.
Jika ambang batas dan waktu pajanan terlampaui, akan terjadi kelelahan pada alat pendengar, rambut getar penerima suara akan capek, rusak, dan tidak dapat kembali lagi.

Perlu juga untuk diingatkan, mendengar musik melalui earphone dalam jangka lama dapat merusak pendengaran ( misalnya sambil naik motor, sambil jalan dengan telinga dipasang earphone dan berbagai kegiatan lainnya ).
Harus sesekali dilepas.
Survei kesehatan indra di tujuh provinsi pada tahun 1994 - 1996 lalu menemukan sekitar 16,8 persen penduduk Indonesia menderita gangguan pendengaran.
Dari sekitar 4 juta penduduk Indonesia yang tidak dapat mendengar dengan baik tersebut, sebanyak 12.000 orang ( 0,3 persen ) tidak dapat mendengar karena terpapar kebisingan.
Oleh karena itu hendaknya tingkat kebisingan di kota-kota besar perlu disikapi dengan serius supaya tidak menimbulkan masalah yang lebih serius pula.
Terima kasih, Tuhan memberkati.

Kamis, 11 September 2014

Pengungkapan kadar estrogen dalam popok bayi.

Sifat feminim pada seseorang dapat diketahui sejak dari awal kehidupan yaitu dapat di ukur kadar estrogennya lewat popok dari bayi yang bersangkutan.
Tim peneliti dari Emory University telah berhasil mengembangkan suatu metode yang bersifat non invasif dan metode ini dijamin bisa diandalkan serta akurat hasilnya.
Metode ini adalah untuk menentukan kadar estrogen pada bayi-bayi.
Ide dari penelitian ini berkat bantuan orang tua dari beberapa bayi dengan cara mengumpulkan popok bekas lebih dari 5000 popok.
Metode semacam ini sebelumnya telah digunakan pada kelompok primata ( non-manusia ).
Dengan bantuan metode baru ini, dimungkinkan dapat meneliti hubungan antara kadar estrogen pada bayi dengan perkembangan produktifnya dikemudian hari, maupun perkembangan yang bersifat spesifik untuk jenis kelamin tertentu, seperti perbedaan preferensi dan sifat kognitif.
Selain itu metode ini juga memungkinkan untuk meneliti bagaimana gangguan dini sistem endokrin dapat mempengaruhi proses pematangan jangka panjang, dimana hal ini makin dikhawatirkan oleh para ilmuwan dibidang kedokteran.
Selama ini umumnya orang hanya sedikit mengetahui mengenai kadar hormon selama masa bayi.
Studi sebelumnya pada manusia telah difokuskan pada pengukuran kadar hormon darah, urine, dan saliva.
Sedangkan data terbaru ini dihasilkan dari pemeriksaan sampel feses yang dikumpulkan dari popok-popok yang terbuat dari kain katun.
Dengan metode baru ini, para ilmuwan berhasil mengukur kadar estradiol fekal, dimana estradiol merupakan turunan estrogen.
Walaupun peran estradiol dalam perkembangan tubuh, otak dan tingkah laku setelah bayi dilahirkan sudah diketahui sepenuhnya, tetapi belakangan ini mulai timbul kekhawatiran akan estrogen eksogen atau estrogen lingkungan yang berasal dari kedelai, buah-buahan, sayuran, plastik, dan alat-alat rumah tangga sehingga dapat mempengaruhi kehidupan individu yang bersangkutan.

Dr. Michelle Lampl, peneliti dari Universitas Emory mengatakan metode baru yang non-invasif ini kelihatannya suatu upaya yang tidak perlu atau bahkan dapat dikatakan aneh, tetapi kebutuhan mengenai hal ini benar-benar dirasakan.
Selama ini orang sedikit mengetahui mengenai dinamika hormonal secara pasti, yang terjadi selama perkembangan manusia tahap dini.
Hal ini dikarenakan selama ini juga orang tidak mempunyai metode yang terpercaya untuk melacak kadar hormon pada bayi neonatus dan pada anak-anak yang masih kecil.
Ketersediaan metode untuk mengukur hormon penting yang mempengaruhi tingkah laku dan perkembangan berbagai jaringan vital termasuk otak, akan memungkinkan orang memahami berbagai hal yang dianggap normal.
Keberhasilan ini merupakan langkah besar dari penemuan tim peneliti dan patut mendapat acungan jempol.

Terkendala masalah etis dan kepraktisan dalam pengambilan contoh darah yang dilakukan secara berulang pada bayi-bayi sehat, maka pada saat ini hanya tersedia sedikit data mengenai pemetaan jalur perkembangan estradiol.
Data-data tersebut hanya menginformasikan variabilitas kadar hormon, tetapi bukan untuk melihat hubungan dengan perkembangan atau keterangan mengenai arti dari variabilitas kadar tersebut terhadap perkembangan fisik dan tingkah laku seorang individu.
Pada studi ini diteliti 32 bayi yang terdiri dari 15 bayi laki-laki dan 17 bayi perempuan, dan berusia diantara 7 hari sampai15 bulan.
Orang tua bayi diminta menyimpan popok bekas setelah penggantian popok setiap 24 jam.
Popok-popok tersebut dikumpulkan dan kemudian dibekukan, serta disimpan dalam suhu - 80 derajat celsius.
Popok tersebut dianalisis 24 jam sampai 12 bulan setelah dikumpulkan.
Sebelum dianalisis, popok tersebut dicairkan semalam dengan suhu 2 - 8 derajat celsius.
Studi sebelumnya yang dilakukan pada primata menunjukkan adanya hubungan erat antara kadar estradiol dalam feses dengan kadarnya dalam serum.
Demikian juga, perbandingan kadar steroid fekal pada studi bayi dan studi sebelumnya pada manusia dewasa, menunjukkan pola yang sama yaitu pola yang juga terlihat pada serum bayi yang dibandingkan dengan serum orang dewasa.
Para peneliti menyatakan bahwa hasil studi ini merupakan studi pertama terhadap kadar estradiol fekal pada bayi manusia, dan hasil studi ini menghasilkan metode baru untuk meneliti perkembangan manusia secara dini.
Karena jumlah popok berlimpah, maka sampel fekal dapat dikumpulkan lebih sering dan dapat dilakukan penelitian untuk jangka waktu yang panjang.
Adanya studi longitudinal dimasa datang akan memungkinkan kita menentukan hubungan antara kadar steroid fekal dengan, efek fisiologinya, sehingga memperluas pemahaman kita tanpa bergantung pada pengukuran kadar hormon dalam serum.
Jadi dengan ditemukannya metode baru yaitu dengan mengukur kadar estradiol dalam popok bayi, kita dapat mengetahui adanya perilaku feminim pada manusia dewasa sejak usia dini.
Terima kasih, Tuhan memberkati.

Sabtu, 23 Agustus 2014

Darah tinggi, penyakit kehidupan modern, bagian III.

Tekanan darah pada orang tua.

Kebanyakan pada orang tua terutama wanita, menunjukkan adanya peningkatan yang berarti pada tekanan sistolik ( nilai atasnya ), seringkali diatas 160 mmHg, setelah mencapai usia 60 tahun, sedangkan tekanan diastolik ( nilai dibawahnya ) tetap normal.
Rentang tekanan antara sistolik dan diastolik sangat lebar.
Kondisi yang berkaitan dengan usia ini bukanlah hipertensi sejati tetapi produk samping dari keausan arteriosklerosis dari arteri-arteri utama, terutama aorta, dan akibat dari berkurangnya kelenturan.
Dengan mengerasnya arteri-arteri ini dan menjadi semakin kaku, arteri dan aorta itu kehilangan daya penyesuaian diri.
Dinding, yang sudah tidak elastis, tidak dapat lagi mengubah darah yang keluar dari jantung menjadi aliran yang lancar.
Hasilnya adalah gelombang denyut yang tidak terputus dengan puncak yang tinggi ( sistolik ) dan lembah yang dalam ( diastolik ).
Berlawanan dengan hipertensi sejati, arteriosklerosis adalah penyebab dan bukanlah efek dari meningkatnya tekanan darah.
Orang yang menderita kelainan sirkulasi jenis ini seringkali juga mengalami diabetes, metabolisme lemak yang abnormal, perokok berat dan faktor risiko lain yang berkaitan dengan arteriosklerosis.


Hipertensi dan stroke.

Hipertensi yang tidak diobati adalah penyebab utama stroke.
Dua pertiga orang yang terserang stroke pertama memiliki tekanan darah lebih tinggi dari 160 / 95.



Hipertensi dan gagal jantung kongestif.

Orang yang hipertensi memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk mengalami gagal jantung dibanding dengan orang yang tekanan darahnya normal.
Karena memaksa jantung untuk bekerja lebih keras guna memompa darah ke seluruh tubuh.
Akibatnya serambi kiri, bilik pemompa utama jantung, menjadi lebih tebal dan lebih berotot karena dikenai kekuatan yang lebih besar.
Kompensasi ini, dikenal sebagai hipertrofi ventrikel kira ( LVD = Left Ventricular Hypertrophy ), akhirnya menjadi kontraproduktif.


Hipertensi dan demensia.
Orang penderita hipertensi cepat pikun, karena aterosklerosis mengganggu siskulasi, kurangnya darah dapat menghasilkan area jaringan mati di otak yang disebut infark kecil.
Demensia multiinfark, dikenal juga sebagai penyebab hilangnya memori pada orang tua, disebabkan oleh serangkaian stroke kecil.
Masing-masing dipengaruhi sebagian kecil di otak yang gejalanya mungkin tidak diketahui hingga sejumlah besar jaringan telah dihancurkan.


Olahraga yang dianjurkan.

Pada prinsipnya, semua jenis olahraga ringan boleh dilakukan.
Bisa dengan berjalan kaki ( tidak terlalu santai, agak semangat sedikit, contohnya seperti mau menagih hutang ), bersepeda keliling perumahan atau diudara terbuka yang segar dan sehat.
Olahraga ini melibatkan hampir semua otot, dan karena ritmenya yang tetap, olahraga ini sangat membuat santai.
Boleh juga bermain bola yang membuat santai dan tidak bersifat kompetitif ( seperti liga Inggris dan sebagainya. ).
Berenang adalah aktivitas yang ideal.
Namun, masih ada beberapa catatan, tidak pada temperatur air jauh dibawah 20 derajat celsius, dan berenang harus bersama orang lain disekitarnya, terutama jika sedang meminum obat yang keras.
Pertolongan yang harus segera dilakukan bila menderita pening mendadak atau pingsan.
Mandi air panas dengan suhu air diatas 27 derajat celsius hanya diperbolehkan jika jantung benar-benar sehat.
Berenanglah dengan baik dan nikmati olahraga ini, mungkin tidak akan cepat cape ( kelelahan ).


Obat-obatan anti hipertensi.

1. Secara tidak langsung ,dengan cara menurunkan tekanan darah melalui pengeluaran garam dalam tubuh.
Misalnya dengan obat diuretik, mengeluarkan sodium lewat ginjal, menurunkan sodium tubuh, sehingga tekanan darah turun.

2. Secara langsung ,dengan cara bekerja  langsung pada mekanisme pengatur yang mengendalikan tekanan darah.
Misalnya beberapa obat anti hipertensi yang lain.


Pesan penutup.

Kita harus mengubah kesehatan dan kesejahteraan menjadi yang lebih baik lagi.
Galileo mengatakan : seseorang tidak dapat mengajarkan apa pun kepada orang lain, anda hanya dapat membantu mereka menemukannya dalam diri mereka sendiri.
Yang perlu untuk diingat, jalan menuju sukses jarang berupa garis lurus.
Terimalah naik dan turun yang tak terelakkan sebagai bagian penting dari proses.
Terima kasih, Tuhan memberkati.

Rabu, 20 Agustus 2014

Darah tinggi, penyakit kehidupan modern bagian II.

ad 2. Faktor Risiko yang dapat diubah.

a. Merokok dalam penelitian sebelumnya mengungkapkan tidak ada hubungan langsung antara perokok dengan hipertensi.
Namun ketika peneliti menguji takanan darah perokok, mereka menemukan bahwa dalam waktu lima menit pengisapan, tekanan sistolik subjek meningkat secara dramatis, rata-rata lebih dari 20 mmHg, sebelum secara bertahap menurun ke tingkat asli takanan darah mereka setelah 30 menit.
Hal ini berarti takanan darah perokok melonjak berkali-kali sepanjang hari.
Seperti penderita hipertensi labil ( tekanan darah sering melonjak saat merespon stres sehari-hari ), perokok mungkin menderita hipertensi paruh waktu.

b. Daging Kambing.
Daging ini memiliki hubungan yang erat dengan hipertensi.
Pada penelitian ditemukan orang yang mengonsumsi daging kambing, tekanan darahnya meningkat secara mendadak sampai 40 mmHg, kemudian menurun secara cepat ke level awal.
Hal ini dapat memicu serangan jantung dan stroke secara mendadak.

c. Obesitas.
Kelebihan berat badan dan hipertensi sering berjalan beriringan, karena penambahan beberapa kilogram saja membuat jantung bekerja lebih keras.
Orang dengan kelebihan lemak diatas pinggul ( bentuk apel ), lebih berisiko hipertensi, kolesterol,  dan trigliserida tinggi sera diabetes melitus.

d. Gaya hidup malas ( kurang gerak ).
Gaya hidup manusia sekarang cenderung malas, pergi ke kantor sering terlambat, waktu istirahat pun dibuat lama, banyak ngobrol, bila ada tanggal kejepit sekalian libur diperpanjang, ke dokter minta surat sakit walau tak sakit dan seterusnya.
Bila dibanding dengan orang yang aktif, orang yang sering duduk secara signifikan lebih mungkin mengalami hipertensi dan serangan jantung.
Contohnya seperti otot yang lain, otot jantung pun akan semakin kuat bila sering bergerak atau olahraga.
Jantung yang kuat akan memompa darah lebih efisien.
Keuntungan kardiovaskular lain berkat olahraga adalah menurunkan berat badan, meningkatkan level HDL, dan menurunkan trigliserida.

e. Kelebihan Garam.
Hampir 65 % orang di muka bumi ini memiliki hipertensi sensitif terhadap garam, berarti terlalu banyak mengonsumsi garam akan berakibat langsung menaikan tekanan darah.
Disini garam menyebabkan tubuh menahan cairan, sehingga meningkatkan volume darah dalam sistem sirkulasi.
Hal ini menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk melalukan pekerjaannya, dan menyebabkan tekanan darah meningkat.

Garam gandakan risiko serangan jantung.
Pola makan tinggi gula memicu diabetes, sedangkan tinggi garam meningkatkan tekanan darah yang bisa memicu penyakit jantung.
Namun, ternyata diet tinggi garam juga meningkatkan risiko penyakit jantung pada penderita diabetes.
Studi di Jepang yang melibatkan 1600 penderita diabetes berusia 40 - 70 tahun yang dipantau delapan tahun menunjukkan, responden yang mengonsumsi natrium 6 gram per hari berisiko dua kali lebih besar terkena penyakit jantung dibandingkan pengonsumsi natrium 2,8 gram per hari.
" Untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, penderita diabetes tipe 2 ( akibat gaya hidup ) harus meningkatkan kontrol gula darah serta memperhatikan pola makannya ".
Begitu menurut Chika Horikawa, peneliti dari Universitas Prefektur Niigata, Jepang, kepada Livescience, baru-baru ini ( tgl.22 Juli 2014 ).
Temuan yang dimuat dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism itu menunjukkan, konsumsi sedikit garam bisa membantu mencegah komplikasi penyakit diabetes.
Efek negatif garam pada tekanan darah dan kesehatan jantung sebenarnya sudah lama diketahui.

Menurut penelitian lain dari ilmuwan Dr. David Mc Curron, dalam artikelnya di Journal Amerika untuk Nutrisi Klinis, menyebutkan dengan asupan garam yang secukupnya alias tidak berlebihan ditambah dengan unsur kalium, kalsium dan magnesium dinyatakan cukup aman untuk tidak menimbulkan hipertensi.
Menurut pandangannya bahwa volume air didalam dan di luar sel-sel tubuh perlu berada dalam keseimbangan.
Kalium, magnesium, dan kalsium adalah mineral yang menyeimbangkan volume air di dalam sel-sel.
Yang perlu diingat lima unsur : air, garam, kalium, magnesium, dan kalsium terlibat dalam pengaturan energi di dalam sel.

f. Kafein.
Kafein bila dikonsumsi kurang dari 100 mg per hari masih belum menyebabkan hipertensi.
Tetapi bila diminum terus menerus dalam waktu kurang lebih tiga bulan akan cenderung menyebabkan hipertensi.
Lain lagi bila kafein dalam kopi diminum sampai bertahun-tahun ( minimal 10 tahun ) justru menyebabkan hipotensi, karena diameter pembuluh darah arteri hampir diseluruh tubuh melebar ( mekar ), sehingga tekanan berkurang. ( Baca artikel Dr. Sintoso Pujianto sebelumnya, tentang Kafein. ).

g. Pengguna Alkohol.
Banyak penelitian menghubungkan alkohol dengan hipertensi.
Konsumsi alkohol yang berlebihan, tiga kali atau lebih dalam sehari merupakan faktor penyebab 9 % dari kasus hipertensi.
Wanita hamil dan orang tua, tidak diperbolehkan untuk meminum alkohol, karena dapat berakibat fatal.

h. Stres.
Stres dalam penelitian memegang peranan penting dalam hal yang berkaitan dengan hipertensi.
Jika tingkatan stres turun, tekanan darah pun akan turun.


Kehidupan manusia modern cenderung bergumul dengan bahaya, terutama dalam hal makan yang berlebihan, makan berlemak, tinggi garam, kurang istirahat dan stres yang meningkat setiap harinya.
Sebenarnya tubuh manusia masih bisa mengatasi ( mengkompensasi ) kalau berjalan tidak melebihi batas yang ditentukan tubuh itu sendiri.
Mekanisme tubuh untuk mengimbangi terjadinya bahaya hipertensi, sedikitnya ada 8 macam alat pengatur tekanan darah yang bekerja bersama dalam menentukan tekanan darah di dalam tubuh.
Sistem itu antara lain :
1. Mekanisme Baroreseptor.
Jika tekanan darah naik, baroreseptor yang terletak di sinus carotikus dan di lengkung aorta terangsang, kemudian akan merangsang pusat vosomotor di hipotalamus.
Dari sini terjadi rangsangan pada sistem saraf otonom, sehingga menyebabkan organ jantung relaks dan pembuluh darah perifer mengembang.
Akibatnya, tekanan darah turun lagi, sampai normal kembali.

2. Sistem Chemoreseptor.
Jika tekanan darah sistolik turun hingga dibawah 80 mmHg, chemoreseptor yang berada di sinus carotikus dan aorta mendapat rangsangan, karena kekurangan oksigen dan karbondioksida menumpuk, juga karena turunnya tekanan darah.
Rangsangan dikirim dari sini ke pusat vasomotorik dan sistem saraf otonom, yang menyebabkan vasokonstriksi dan tekanan darah kembali menjadi normal.

3. Respons Ischemik dari pusat saraf.
Bila tekanan darah turun, sampai misalnya 40 mmHg, ischemia yang terjadi dari medulla oblongata menyebabkan terkirimnya rangsangan ke seluruh sistem saraf simpatik.
Akibatnya, pembuluh-pembuluh darah perifer menguncup ( kontraksi ), dan memacu pekerjaan jantung yang menyebabkan naiknya kembali tekanan darah.

4. Mekanisme Renin - Angiotensin - Vasokonstriktor.
Apabila tekanan dalam arteri turun sampai kurang dari 100 mmHg, ginjal mulai mengeluarkan zat renin.
Ini bereaksi dengan renin - substrat menjadi angiotensin I yang kemudian berubah menjadi angiotensin II yang menyebabkan penguncupan pembuluh darah perifer dan kembalinya tekanan darah pada nilai normal.

5. Mekanisme stres - relaksasi.
Apabila tekanan darah terlampau tinggi naiknya, pembuluh-pembuluh darah mulai memanjang, relaks.
Ini disebut reaksi stres- relaksasi yang menyebabkan tekanan darah dalam pembuluh darah turun, sehingga normal kembali.

6. Mekanisme  Capillary - Fluid - Shiff.
Sering terjadi apabila tekanan arteriol naik, misalnya sesudah transfusi yang cukup banyak, tekanan kapiler mulai meningkat.
Ini mengakibatkan merembesnya cairan keluar dari kapiler ke jaringan diantara sel-sel.
Volume darah oleh karenanya turun, yang menyebabkan pula turunnya tekanan darah kembali ke normal.

7. Mekanisme Ginjal dan Cairan tubuh..
Apabila tekanan darah turun lebih rendah dari normal, tekanan di kapiler yang turun menyebabkan kurangnya pengeluaran NaCl dan air dari tubuh melalui ginjal.
Oleh karena orangnya tetap makan NaCl dan air akan terjadi penumpukan garam dan air kembali ke tubuh, yang meningkatkan volume cairan tubuh dan kembalinya tekanan darah ke normal.

8. Mekanisme Aldosterone.
Pengurangan tekanan darah arteriol, menimbulkan keluarnya renin lebih banyak dari ginjal yang membentuk angiotensin I dan kemudian angiotensin II yang merangsang kelenjar suprarenalis untuk mengeluarkan lebih banyak aldosterone.
Dan aldosterone ini menyebabkan resorpsi dari Na menjadi lebih banyak yang menyebabkan lebih menumpuknya NaCl dalam tubuh, ini merangsang ADH yang menyebabkan menumpuknya air dalam tubuh, volume cairan tubuh meningkat, akibatnya kembalinya tekanan darah ke normal.

Selain ke 8 macam mekanisme pengontrolan dan pengaturan tekanan darah, ada juga faktor lain yang mempengaruhi tinggi rendahnya tekanan darah, seperti dibawah ini :
Pengeluaran ADH pada tekanan yang rendah, zat vasodilator pada kerusakan jaringan, termasuk histamin dan bradykinin, yang menurunkan tekanan darah ; kontrol pengaruh arus balik dari prostaglandin yang mengatur fungsi ginjal dan tahanan perifer untuk mengatur tekanan darah dan mekanisme vasodilator lain dan vasokonstriktor yang belum diketahui secara pasti.

Bersambung ke bagian III.

Senin, 11 Agustus 2014

Darah tinggi, penyakit kehidupan modern.


Penyakit yang menghancurkan di masa lalu seperti tuberkulosis, kolera, tetanus, dan leptospirosis, berjalan berangsur menghilang ditelan zaman.
Di zaman modern seperti sekarang ini kedudukan penyakit-penyakit masa lalu itu telah tergantikan oleh penyakit di kehidupan modern yang tentunya tak kalah mengerikannya.
Penyebarannya paling luas dan dijamin mantap dalam spesialisasi mematikan, penyakit itu adalah tekanan darah tinggi.
Penyakit ini memang paling mengerikan, karena gelalanya tidak tampak.
Cara penyakit ini bekerja serupa dengan pembunuh siluman, oleh karena itu diberi nama " Silent Killer "
Hipertensi yang nyaris tanpa keluhan itu.
Bahkan, adakalanya dengan meminum obat-obatan anti hipertensi, keluhan hilang dengan sendirinya.
Anehnya lagi, banyak penderita yang tidak punya keluhan, lalu minum obat, sudah dianggap cukup.
Justru kalau tensinya diturunkan malah jadi pusing.
Hal itu terjadi karena misalnya pada saat tensi 240 tidak ada keluhan, begitu diturunkan menjadi 160 atau 140 langsung pusing.
Karena tensinya sudah terbiasa naik sejak beberapa tahun terakhir dan si penderita sudah terbiasa dengan kondisi seperti itu, tubuhnya sudah beradaptasi, semua organ sudah beradaptasi, saat diubah maka akan timbul reaksi dari organ tubuh otak, ginjal, jantung, sudah beradaptasi dengan tensi yang tinggi begitu diturunkan, badannya tidak enak, pusing, pandangan kabur, vertigo dan seterusnya dan sebagainya.
Jadi, selama adaptasi tubuhb baik, tidak ada gejala kecuali begitu tekanan darah naik tiba-tiba lalu terlambat beradaptasi, maka terjadilah pusing, keluhan lain seperti sesak napas, itulah kenapa hipertensi disebut The Silent Killer, membunuh secara diam-diam tanpa pernah memberi peringatan sekecil apapun.

Sekitar 20 % dari populasi orang dewasa menderita tekanan darah tinggi dan menurut statistik angka ini akan terus meningkat seiring dengan perilaku manusia dikehidupan modern.
Sekitar 40 % dari semua kematian dibawah usia 65 tahun adalah akibat tekanan darah tinggi.
Dan sekitar 40 % dari semua orang yang pensiun dini adalah akibat penyakit kardiovaskular, dimana tekanan darah tinggi sering menjadi biang keladinya.

Tekanan darah tinggi adalah " bahaya diam-diam " karena tak memunculkan gejala khas.
Penderitanya merasa sehat dan energik walau sebagai pengindap.
Kehidupan modern seperti sekarang ini sering menawarkan banyak kemudahan dan kenyamanan membuat banyak orang keenakan dan menjadi pemalas, yang akhirnya harus dibayar harga yang terlalu mahal yaitu meningkatnya bahaya dan risiko.
Mungkin bahaya terbesar adalah penyakit-penyakit pada sistem kardiovaskular dan komplikasinya yang sering kali fatal, yaitu serangan jantung dan stroke.
Penyakit yang menempati ranking pertama sebagai penyebab stroke dan serangan jantung, serta merupakan faktor utama dalam gagal jantung kongestif.
Framingham dalam penelitiannya pada lebih dari 5000 orang.
Ditemukan bahwa pada kelompok umur yang sama, risiko gagal jantung kongestif enam kali lebih besar bagi pengindap hipertensi daripada orang yang tekanan darahnya normal.

Mengapa hipertensi itu menjadi berbahaya ?
Hipertensi membuat jantung bekerja lebih ekstra keras untuk melakukan pekerjaannya.
Denyutan darah yang hebat dapat merusak dinding arteri secara bertahap.
Arteri yang kecil terutama sangat rentan.
Dinding arteri meresponsnya dengan penebalan dan penghilangan elastisitas serta kekakuan arteri itu sendiri.
Hasilnya, hanya sedikit darah yang dapat lewat, dan merampas jaringan sekitarnya seperti oksigen dan nutrisi.
Dinding pembuluh darah juga mudah pecah.
Akhirnya, hipertensi tidak hanya merusak pembuluh darah, tetapi juga organ seperti jantung, otak, ginjal, dan mata.
Semakin lama hipertensi bercokol, semakin besar peluang kerusakan organ.
Akibatnya, kondisi yang serius seperti penyakit jantung, stroke, penyakit ginjal, dan kerusakan mata pun terjadi.
Dinding pembuluh darah yang rusak akan menyebabkan peradangan.
Peradangan ini akan berakibat pada penebalan dan pada gilirannya mendorong penumpukan puing yang disebut plak yang terbentuk dari lemak atau kolesterol.
Ketika plak diarteri ini terjadi, pembuluh darah menjadi sempit dan terjadi aterosklerosis.
Selanjutnya, plak akan membatasi aliran darah sehingga membuat jantung bekerja lebih keras lagi.
Ketika arteri koroner menyempit karena plak dan pembekuan darah ( thrombus ) membuat arteri menyempit, maka terjadilah serangan jantung.
Serpihan dari endapan ini disebut emboli.
Bila emboli ini dapat melepaskan diri dan mengikuti aliran darah hingga akhirnya menyumbat pembuluh darah, seperti pembuluh darah yang menyuplai darah ke kaki ( menyebabkan masalah peredaran darah ) atau otak ( menyebabkan stroke ).

Kita perlu juga mewaspadai faktor risiko yang menjadi fakta munculnya penyakit hipertensi.
Faktor risiko adalah suatu kondisi yang secara potensial berbahaya dan dapat memicu suatu penyakit spesifik atau cacat.
Orang yang memiliki faktor risiko tinggi akan lebih sering mengalami sakit penyakit dalam bentuk yang lebih serius, ketimbang yang tak memilikinya.
Adapun yang namanya faktor risiko dapat dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu :
1. Faktor risiko yang tidak dapat diubah dan
2. Faktor risiko yang dapat diubah.

ad 1. Faktor risiko yang tidak dapat diubah :

a. Genetis.
Hipertensi termasuk penyakit yang diturunkan, jika dalam satu keluarga ada yang mengindap penyakit ini, kemungkinan diturunkan lebih besar.
Bila satu atau dua orang dari orang tua atau saudara kandung menderita hipertensi, peluang untuk menderita hipertensi semakin besar.
Penelitian menunjukkan bahwa 25 % dari kasus hipertensi esensial dalam keluarga mempunyai dasar genetis.
Namun demikian, hal ini tidak berarti sesuatu yang pasti.
Beberapa kesamaan yang tampak pada banyak keluarga justru mungkin merupakan dampak pengaruh lingkungan.
Pola makan yang tidak sehat biasanya diturunkan dari dalam keluarga.

b. Usia.
Hipertensi biasanya terjadi pada usia uzur, tetapi hal ini juga tidak selalu.
Pada usia antara 30 dan 65 tahun, tekanan sistolik meningkat rata-rata sebanyak 20 mm / Hg dan terus meningkat setelah usia 70 tahun.
Peningkatan risiko yang berkaitan dengan faktor usia ini sebagian besar menjelaskan tentang hipertensi sistolik terisolasi dan dihubungkan dengan peningkatan peripheral vascular resistance ( hambatan aliran darah dalam pembuluh darah perifer ) dalam arteri.

c. Jenis kelamin.
Laki-laki paling sering mengalami tanda-tanda hipertensi pada usia akhir tiga puluhan, sedangkan perempuan sering mengalami hipertensi  setelah menopause.
Tekanan darah pada perempuan, khususnya sistolik, meningkat lebih tajam sesuai usia.
Setelah usia 55 tahun, perempuan memang mempunyai risiko lebih tinggi untuk menderita hipertensi.
Salah satu penyebab terjadinya pola tersebut adalah perbedaan hormon kedua jenis kelamin.
Produksi hormon estrogen menurun saat menopause, perempuan kehilangan efek menguntungkan sehingga tekanan darah meningkat.

d. Ras.
Orang dari ras afro Amerika ( Afrika - Amerika ) menunjukkan tingkat hipertensi lebih tinggi dibanding populasi lain, dan cenderung berkembang lebih awal dan agresif.
Memiliki peluang hampir dua kali lebih besar untuk mengalami stroke yang fatal, satu setengah kali lebih mungkin meninggal karena penyakit jantung, dan empat kali lebih mungkin untuk mengalami gagal ginjal dibandingkan dengan ras Kaukasia.
Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor satu pada orang Afrika - Amerika.
Untuk ras Melayu angka peningkatan penderita hipertensi tiga kali lebih besar dibanding ras Mongoloid.
Umumnya hipertensi dari ras Melayu menetap dan berjalan lambat, biasanya disertai dengan peningkatan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah serta penyakit diabetes melitus.

Bersambung ke bagian II.

Jumat, 25 Juli 2014

Psikopat gangguan jiwa yang mengerikan.

Gangguan jiwa ini disebut mengerikan, karena si pengindap seringkali tampak seperti biasa-biasa saja, hal ini pun dikarenakan kurangnya pengetahuan dan pengenalan akan gangguan jiwa ini di masyarakat, sehingga lolos dari perhatian umum.
Psikopat merupakan istilah umum dari gangguan kepribadian anti sosial atau dissosial.
Dapat dibedakan antara gangguan kepribadian anti sosial dengan perilaku anti sosial.
Gangguan kepribadian anti sosial ini merupakan pola respons yang menetap dari seseorang terhadap kehidupannya, lingkungannya, termasuk terhadap diri sendiri.
Misalnya seorang mafia yang terlibat dalam aktivitas kriminal belum tentu psikopat.
Dia melakukan perilaku anti sosial seperti berdagang heroin yang melanggar norma hukum.
Perilakunya itu merupakan pola bisnis yang hanya sebagian dari pola menetap dia dalam berespons.
Dalam hubungannya dengan keluarga maupun teman, dia bertanggung jawab, punya rasa kasih sayang, baik, hangat relasinya dan tidak merugikan.
Pada gangguan kepribadian anti sosial, pola responsnya selalu melanggar norma sosial yang berlaku, tidak bertanggung jawab terhadap perilakunya, cenderung agresif impulsif, tidak penuh pertimbangan, manipulatif, merugikan orang lain tanpa merasa bersalah dan dalam membina hubungan dengan orang lain cenderung tidak stabil.
Menurut Prof. Robert D. Here, PhD dalam bukunya Without Conscience ( tanpa nurani ).
Psikopat adalah pemangsa sosial yang menarik, manipulatif / penuh tipu muslihat, emosinya dangkal, tidak menggunakan hati nurani dan perasaan dalam hubungan dengan orang lain, mementingkan diri sendiri, kurang rasa empati, mengambil apa yang mereka mau, tidak dapat mengendalikan tingkah laku, kurang rasa tanggung jawab, melanggar norma hukum dan sosial tanpa sedikitpun merasa bersalah dan menyesal.
Walau begitu bukan berarti jika seseorang memiliki beberapa gejala diatas adalah seorang psikopat.
Perlu pendapat ahli untuk memastikan seseorang psikopat atau bukan.
Jangan terlalu mudah menggunakan istilah psikopat, kecuali jika dalam semua aspek muncul perilaku anti sosialnya secara menetap.
Psikopat tidak merasa ada sesuatu yang salah setelah melakukan perilaku menyimpang seperti membunuh, menyakiti, merugikan orang lain dan manipulatif.
Mereka merasa biasa-biasa saja.
Sama seperti orang yang punya kepribadian histrionik dengan perilaku cenderung mencari perhatian, merajuk dan berlebih-lebihan, dia merasa itu sesuatu yang wajar dan mengatakan " Ya, itulah saya ".
Oleh sebab itu, psikopat sulit untuk disembuhkan karena mereka tidak merasa ada yang perlu dikoreksi dan tidak menyadari bahwa itu gangguan kepribadian.
Psikopat tidak selalu akan tampil dalam perilaku yang selalu berpola.
terkadang dipermukaan psikopat berpenampilan baik tetapi kecenderungan merugikan orang lain dan melanggar norma tetap ada.
Ada juga yang berpenampilan buruk atau berangasan, suka berkelahi, perilaku kekerasan dalam rumah tangga, dalam berhubungan dengan istri cenderung tidak setia dan menyakiti.

Proses pembentukan psikopat.
Proses terbentuknya seorang psikopat merupakan interaksi biopsikososial.
Dari penelitian mengatakan bahwa faktor genetik memegang peranan.
Penelitian itu diteliti pada seseorang yang kembar satu telur.
Ketika salah satu memiliki pola perilaku anti sosial, setelah diikuti ternyata saudara kembarnya juga memiliki pola perilaku yang sama.
Mereka kedua orang tuanya peminum ( alkoholik ), perilakunya cenderung anti sosial.
Pola asuh yang ambivalen dimana tidak ada nilai-nilai yang jelas mana benar dan mana salah, norma sosialnya kabur, dan ada kecenderungan di keluarganya mudah sekali terjadi perilaku kekerasan yang menyakiti ibunya atau ayahnya juga dapat menjadi penyebabnya.
Here mengatakan faktor psikologis, biologis, dan genetis berpengaruh terhadap terbentuknya gangguan kepribadian psikopat.
Gangguan kepribadian tersebut sudah dapat diamati sejak masa remaja akhir yaitu sekitar usia 15 tahun.
Biasanya mereka memperlihatkan pola perilaku dissosial, banyak terlibat pada kenakalan disekolah, perkelahian atau tawuran, penyalahgunaan narkoba dan cenderung pada kegiatan-kegiatan penipuan atau manipulatif.
Perilaku tersebut malai menetap setelah usia 18 tahun.

Orang yang tergolong psikopat tidak mamiliki rasa empati saat malihat ada orang lain merasa kesakitan.
Psikopat merupakan gangguan kepribadian yang ditandai dengan tidak berperasaan, mencari sensasi sendiri dan tidak mau bersosialisasi.
Pada suatu penelitian dengan menggunakan MRI fungsional untuk mengamati aktivitas otak pada 121 narapidana di penjara AS, narapidana dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan tingkat psikopati mereka, tinggi, sedang, dan rendah.
Para narapidana kemudian ditunjukkan beberapa foto gambar yang menunjukkan rasa sakit seperti foto jari yang terjepit dipintu, kaki yang terjepit dibawah benda berat, korban teroris WTC yang bergelimpangan dan bersimbah darah.
Setelah itu mereka diminta untuk membayangkan, bagaimana jika kondisi ini terjadi pada mereka dan terjadi pada orang lain.
Untuk Psikopat tingkat tinggi, menunjukkan aktivitas yang lebih tinggi dari normal pada daerah otak yang terlibat pada empati untuk nyeri.
Namun hasil yang didapat berbalik ketika mereka membayangkan orang lain kesakitan.
Ketika membayangkan orang lain kesakitan, psikopat tingkat tinggi justru menunjukkan peningkatan aktivitas didaerah otak yang berperan dalam fungsi kesenangan.
Itulah sebabnya mengapa mereka tidak memiliki rasa kasihan terhadap orang lain.
Temuan ini diharapkan bisa membantu peneliti selanjutnya melakukan pendekatan untuk pengobatan psikopat.

Terapi Psikopat.
Sangatlah berbeda dengan orang depresi atau skizofrenia, keduanya bisa dianggap sakit.
Orang pengindap psikopat bukan orang sakit karena merupakan kepribadian yang dia lakukan segala sesuatunya dengan sadar dan dengan motif tertentu yaitu merugikan orang lain.
Oleh sebab itu harus disadarkan dengan koreksi yang bersifat penjeraan yaitu penjara misalnya, pelatihan perilaku melalui lembaga korektif dengan program yang jelas untuk pengelolaan perilaku dan termonitor dengan benar.
Di Indonesia belum ada lembaga korektif.
Dengan psikoterapi psikoanalisis bisa membaik tetapi presentasinya kecil.
Dari literatur, didapatkan angka 70 % akan kambuh pasca terapi.

Pencegahan tentunya akan lebih baik yaitu dengan deteksi dini sehingga kecenderungan perilaku anti sosial dapat dikoreksi sejak remaja akhir.
Koreksi saat itu masih bisa bermanfaat.
Perilaku anti sosial perlu pendidikan khusus, kemungkinan akan sembuh lebih besar.
Terima kasih, Tuhan memberkati.