Kamis, 21 September 2017

Gejolak " Darah muda ", Gejolak remaja.

Kalau kita melihat perilaku remaja terkadang menyebalkan dan sekaligus menjengkelkan
Sudah lebih dari 2300 tahun yang lalu Aristoteles menyimpulkan bahwa " kaum muda dibuat gila oleh alam seperti orang mabuk anggur ".

Seorang gembala dalam drama The winter's tale karya William Shakespeare membayangkan " andai saja tak ada usia antara sepuluh dan dua puluh tiga, atau kaum muda tidur pada masa itu ; karena diantara ke dua usia itu kerja remaja hanya menghamili gadis, membantah orang tua, mencuri,dan berkelahi ".

G. Stanley Hall dalam penelitian ilmiah modern mengatakan masa remaja adalah masa " Badai dan stres ".
Hal ini mencerminkan tahap perkembangan awal umat manusia yang belum beradab.

Freud memandang masa remaja sebagai ekspresi konflik psikoseksual yang menyiksa.
Erik Erikson mengatakan sebagai krisis identitas yang paling bergejolak dalam hidup.
Masa remaja selalu bermasalah.
Pemikiran seperti itu terus berlanjut hingga akhir abad ke 20, saat para peneliti  mengembangkan teknologi pencitraan otak yang memungkinkan untuk melihat otak remaja secara terperinci, sehingga mampu melacak perkembangan fisik dan pola aktivitasnya.
Ternyata meneliti perkembangan otak manusia memerlukan waktu lebih lama daripada perkiraan semula.
Penemuan baru ini menawarkan penjelasan tentang perilaku remaja yang seringkali menjengkelkan.

Proyek National Institutes of Health ( NIH ) yang meneliti lebih dari seratus remaja yang tumbuh besar pada tahun 1900 an menunjukkan bahwa otak manusia mengalami penataan ulang besar-besaran antara usia 12 dan 25.
Otak tidak banyak membesar pada masa ini. Namun, ketika kita menempuh nasa remaja, otak mengalami renovasi meluas, mirip peningkatan jaringan dan perkabelan komputer.
Pertama-tama akson otak, dimana serat saraf panjang yang digunakan neuron untuk mengirim sinyal ke neuron lain akan perlahan-lahan diselubungi semakin tebal oleh zat berlemak bernama mielin ( materi putih pada otak ), yang kelak melejitkan kecepatan transmisi akson hingga seratus kali lipat.
Sementara itu dendrit, yaitu perpanjangan seperti cabang yang digunakan neuron untuk menerima sinyal dari akson didekatnya, semakin bercabang.
Sinapsis yang paling sering digunakan pada persimpangan kimiawi kecil yang digunakan akson dan dendrit untuk bertukar informasi akan semakin kaya dan kuat.
Sementara itu, sinapsis yang jarang digunakan mulai layu.
Pemangkasan sinapsis menyebabkan kortek otak dan lapisan luar materi abu-abu tempat berlangsungnya pikiran sadar yang rumit akan menipis tapi semakin efisien.

Perubahan-perubahan ini membuat seluruh otak menjadi organ yang lebih cepat dan canggih.
Proses pematangan ini terus berlanjut sepanjang masa remaja.

Dari hasil pencitraan ( 1900 ) menunjukkan bahwa perubahan fisik ini terjadi secara bertahap dan perlahan dari bagian belakang otak ke dapan, dari area didekat batang otak yang mengurus fungsi perilaku dasar yang lebih tua, seperti penglihatan, gerakan, dan pemrosesan dasar, hingga area berpikir di depan yang lebih baru dan lebih rumit dari segi evolusi.
Korpus kalosum, yang menghubungkan belahan otak kiri dan otak kanan serta mengangkut lalu lintas yang penting bagi banyak fungsi otak tingkat lanjut, terus menebal.
Hubungan yang lebih kuat juga berkembang antara hipokampus, yaitu semacam direktori ingatan, dan area depan yang menetapkan sasaran dan mempertimbangkan pro-kontra dalam memutuskan ; akibatnya kita semakin mahir menyertakan ingatan dan pengalaman ke dalam keputusan kita.

Seiring dengan itu, area depan semakin cepat dan koneksinya semakin kaya, sehingga kita dapat menghasilkan dan mempertimbangkan variabel dan agenda yang jauh lebih banyak daripada sebelumnya.

Bila perkembangan berlangsung normal kita akan semakin mampu menyeimbangkan antara dorongan hati, keinginan,sasaran, kepentingan pribadi, dan etika, sehingga menghasilkan perilaku yang lebih kompleks dan setidaknya lebih masuk akal.
Tapi ada kalanya di masa perkembangan otak masih belum biasa melakukannya.
Tidak mudah mengatur kerjasama yang baik antara berbagai area dan sistem yang baru berubah ini.

Pada pemindaian otak, remaja cenderung tidak terlalu menggunakan area otak yang memantau kinerja, mengenali kesalahan, menyusun rencana, dan menjaga fokus.
Pada orang dewasa, area otak tampaknya otomatis aktif.
Namun, jika ditawari hadiah ekstra , remaja menunjukka bahwa mereka mampu mendorong area-area pelaksana itu bekerja lebih keras, sehingga nilai mereka naik.

Dan pada usia 20, otak mereka sudah menanggapi tugas ini sebaik orang dewasa.
Disini ketika jaringan yang lebih kaya dan koneksi yang lebih cepat menjadikan area pelaksana itu lebih efektif.

bersambung ke bagian II.

Minggu, 17 September 2017

Sore-muscle bukanlah overtraining.

Pernahkah anda bila sebelumnya tidak pernah melakukan olahraga, lalu tiba-tiba melakukan olahraga berlebihan.
Sekitar 12 jam kemudian seluruh tubuh akan merasakan seperti " remuk redam ", pegal-pegal di sekujur tubuh.
Hal seperti ini sebenarnya hanya merupakan kelainan yang fisiologis saja.
Keluhan itu akan hilang setelah 3 - 7 hari.
Kejadian seperti ini hanya faktor kelelahan dan ada sedikit jejas luka di otot ( fatique dan sore muscle ) akibat olahraga berlebihan tada, yang sebelumnya tidak pernah berolahraga.
Kalau cuma merasa cape sekali, sebenarnya yang dialami hanya fatique, kelelahan fisik.
Kelelahan ini sifatnya lokal di otot lantaran karbohidratnya habis, ATP - asam laktat nya terlambat.
Dengan beristirahat beberapa saat, rasa capek akan segera hilang.
Masalah seperti ini sebenarnya termasuk masalah yang ringan dan sangat sederhana alias simpel saja.

Lain halnya dengan apa yang disebut Overtraining.
Overtraining adalah suatu kelainan tubuh patologis yang kronis akibat akumulasi kelelahan fisik ( karena kegiatan olahraga ) dan mental.
Kelainan ini sering disebut pula sport neurosis, dan arahnya lebih pada kelainan neuromuscular function
( fungsi saraf otot ).
Overtraining bukan kondisi akut.
Kelelahan fisik dan mental itu akibat kegiatan olahraga, fisik, dan mental, yang berlebihan selama jangka waktu tertentu.
Kelelahan fisik terjadi akibat beban latihan yang berat dan kelelahan mental akibat tekanan psikologis.
Beban mental itu bisa dalam bentuk masalah keluarga, sekolah, pekerjaan, atau masalah sosial seperti hubungan dengan pelatih, pacar, dan sebagainya.

Pada seorang atlet tuntutan masyarakat terhadap prestasinya juga menjadi beban mental yang berat.
Jadi, overtraining bukan terjadi hanya karena latihan olahraga berlebih.
Hal seperti ini tidak hanya menimpa para atlet saja, orang awam pun bisa saja terjadi, bila mengalami kelelahan kronis akibat olahraga dan tekanan mental yang berlebih.
Pengaruh beban psikologis untuk terjadinya overtraining sangatlah besar.
Kelelahan fisik biasanya hanya merupakan pencetus terjadinya overtraining.

Setiap individu memiliki kapasitas fisik dan mental tertentu.
Begitu beban fisiknya sudah tak sanggup lagi ditahan, maka overtraining pun terjadi.
Saat itu biasanya daya tahan mental sudah tidak kuat.
Oleh karena itu, untuk melakukan terapi overtraining perlu penggalian informasi tentang beban yang dialami atlet.
Penggaliannya harus sangat dalam dan melibatkan sebuah tim yang diantaranya meliputi dokter olahraga, dokter gizi, dan psikolog atau psikiater.
Melakukan diagnosis terhadap overtraining juga tidak gampang..
Seorang dokter tidak bisa mendiagnosis overtraining dalam waktu sehari.
Kurang bersemangat sampai tidak bergairah.
Perubahan performa yang terjadi pada seseorang yang menderita overtraining diantaranya :
Intoleransi terhadap latihan, sehingga performanya tidak meningkat meskipun intensitas latihannya ditingkatkan.
Yang terjadi malah sebaliknya, dia malah mengalami keletihan.
Dia juga mengalami penurunan performa.

Penderita mengalami penundaan pemulihan dari dampak latihan akibat rasa sakit yang tidak mengenakan dan rasa " berat " pada otot.

Seorang yang mengalami overtraining diketahui melalui gejala-gejala psikologi dan fisik.
Secara psikologi, orang yang mengalami overtraining merasa loyo kurang bertenaga, kurang motivasi untuk berlatih atau memperbaiki prestasi, menurun kemampuannya berkonsentrasi, lekas marah dan depresi, serta pola tidurnya kacau.
Cepat tersinggung atau suka menyendiri.

Gejala fisik penderita overtraining antara lain : denyut nadi meningkat saat istirahat ( normalnya tanpa olahraga 60 x / menit ), frekuensi pernapasan meningkat ( normalnya 12 - 15 kali / menit ), adanya rasa sakit dan " berat " pada otot yang menetap akibat terjadinya penurunan cadangan glikogen dalam otot.
Tangannya gemetar ( tremor ) dan mata suka goyang.
Perubahan tingkat enzim, dan hormon seperti insulin.
Gangguan proses-proses yang menghasilkan energi.
Gangguan imunologis dalam bentuk sakit ringan yang terus-menerus.
Kehilangan selera makan.
Terjadi gangguan termodinamika sehingga sering berkeringat.

Secara subyektif, penderita overtraining merasakan keluhan otot terasa " berat ", tidak bergairah, tidak bertenaga, pola makan berubah yang berakibat bobot badannya turun naik, dan mudah letih meskipun menjalani latihan olahraga dengan tingkat intensitas relatif rendah.

Informasi dari gejala-gejala tersebut pada atlet umumnya didapat dari seorang pelatih dan diketahui dari grafiknya selama jangka waktu tertentu.
Setelah diketahui adanya dugaan overtraining, barulah dilakukan pengumpulan data psikologis lebih dalam dari si atlet dan lingkungan yang memberinya beban mental oleh psikolog.
Pengumpulan data fisik dilakukan oleh dokter di lapangan.
Bila diperlukan dilakukan pemeriksaan laboratorium, diantaranya terhadap adrenalin dan nor adrenalin/

Pada orang yang mengalami overtraining biasanya pompa adrenalin dan nor adrenalin meningkat, sehingga menyebabkan berdebar-debar ( deg-degan ) pada jantung nya dan gemetar ( tremor ) pada tangannya.

Semua hasil penggalian data kesehatan fisik dan mental itu lalu dianalisis untuk bisa mengambil kesimpulan apakah seseorang menderita overtraining atau tidak.
Begitu hasilnya positif, penderita harus istirahat minimal 3 - 6 bulan dibawah pengawasan dokter.
Istirahat ini suatu keharusan tidak ada yang namanya toleransi atau setengah-setengah.
Yang ada sakit atau tidak, harus istirahat atau tidak.
Kalau sakit, harus istirahat.
Kalau tidak, boleh olahraga.

Selama masa istirahat penderita mendapatkan treatment fisik dan mental.
Kalau penderita bukan atlet, biasanya cukup ditangani psikolog karena overtraining lebih bersifat psikologis.

Pada terapi fisik,penderita harus menjalani program peningkatan kapasitas fisik di bawah pengawasan dokter, dan untuk mental pengawasan psikoterapi.
Penderita tidak diperbolehkan latihan sama sekali, harus menerima gizi yang baik, dan diberi suplemen vitamin.
Istirahat harus cukup dan perlu rekreasi.

Jika neurosisnya agak berat, diperlukan obat penenang.
Jika sulit tidur diberi obat tidur.
Dibebaskan dari lingkungan yang menyebabkan penderita tekanan mental.

Setelah selesai menjalani masa istirahat, kondisi fisiknya masih harus diperiksa kembali untuk menentukan bisa tidaknya si penderita dilatih untuk sampai pada prestasi yang pernah dicapai.
Artinya, si atlet masih mempunyai peluang untuk kembali ke kondisi semula.

Menurut E. Randy Eichner dari laboratorium hematologi pusat ilmu pengetahuan kesehatan Universitas Oklahoma, pencegahan merupakan cara terbaik dalam menghadapi overtraining. untuk itu perlu adanya keseimbangan antara latihan dan istirahat dengan membuat program latihan yang baik dan diimbangi dengan masa istirahat yang cukup.
Latihan berat pun, bila kemudian disertai dengan istirahat, memungkinkan tubuh beradaptasi dengan yang sedang dihasilkan oleh latihan yang telah dilakukan
Adaptasi itu ditandai dengan peningkatan kebugaran ke tingkat lebih baik daripada sebelumnya.
Sebagai contoh, ketika mulai berlatih mendaki bukit kita merasakan sebagai perjuangan berat.
Setelah beberapa kali latihan dan ratusan kilometer jarak yang ditempuh, kita bisa merasakan betapa mudahnya bukit itu didaki.
Dengan keseimbangan yang benar antara latihan dan istirahat, berikutnya kita tidak lagi merasa letih, gelisah, dan kelebihan latihan

Bila kita tidak memberikan waktu yang cukup pada tubuh untuk pemulihan, maka bisa terjadi cedera dengan berbagai cara.

Penelitian di Afrika Selatan ditemukan, pada seorang pelari yang menjalani latihan berlebih produksi hormonnya, termasuk hormon pertumbuhan mengalami penurunan dari keadaan normal.
Untuk memulihkan kembali ke kapasitas produksi semula diperlukan waktu istirahat selama paling sedikit 4 minggu

Yang perlu diperhatikan dalam latihan ; bila kita merasa enak saat latihan, jangan cepat-cepat meningkatkan intensitas latihan atau memperpanjang waktu latihan, jangan menaikkan jumlah latihan lebih dari 10 % setiap minggunya.
Selingi hari-hari atau minggu latihan yang berat dengan hari-hari atau minggu-minggu latihan yang ringan.

Pemantauan terhadap suasana hati, keletihan, gejala adanya ketidakberesan dan performa, juga penting dalam mencegah terjadinnya overtraining.

Pemantauan dengan pemeriksaan kesehatan dan evaluasi perkembangan fisik secara berkala.
Pengurangan terjadinya stres perlu dilakukan.
Penyediaan menu makanan yang mengandung nutrisi optimal, khususnya asupan vitamin, mineral, dan karbohidrat.
Bila tidak cukup mengkonsumsi karbohidrat, otat-otot akan mengalami kekurangan glikogen yang akhirnya dapat menyebabkan kelelahan kronis.
Jika pada saat yang bersamaan terjadi kelelahan mental, maka akan lebih memudahkan untuk terjadinya overtraining.

Terima kasih, Tuhan memberkati..

Semakin akrab dengan bahaya HCA ( Heterocyclic Amines ).

Bahaya amina-amina heterosiklis yang biasa terbentuk saat memasak daging.
Senyawa HCA ini muncul sebagai reaksi antar - protein hewani selama proses terjadinya reaksi pencoklatan ( browning reaction ).
Sayangnya, HCA ini tidak terdapat di permukaan daging sehingga kita tidak dapat mengeruknya, seperti kita mengeruk arang pada makanan yang gosong.

HCA ini sendiri memang dihasilkan dari makanan yang digoreng atau dipanggang.
Namun, memanggang daging di dalam oven akan menghasilkan HCA yang lebih sedikit dibandingkan menggoreng, menyate, atau memanggang diatas kompor yang suhunya tinggi.
Sedangkan merebus secara perlahan-lahan dengan panas bertahap, mengukus, atau memasak dengan oven, praktis tidak menghasilkan HCA.
HCA  paling banyak ditemukan pada daging babi asap yang dipanggang.
Menurut publikasi pada The National Cancer Institutes,, proses pemanasan daging pada suhu 100 derajat celsius dapat menyebabkan timbulnya HCA.


HCA merupakan zat penyebab mutasi yang dapat merangsang munculnya radikal bebas dan secara luas merusak DNA sel-sel tubuh manusia.
Berbagai penelitian pada hewan percobaan menunjukkan bahwa HCA mengakibatkan terjadinya kanker usus besar, payudara, pankreas, hati, dan kandung kemih.
HCA disinyalir bertanggung jawab juga terhadap meningkatnya insiden kanker payudara dan usus besar pada kaum wanita di Amerika Serikat.

Hasil laporan dari penelitian terbaru juga menyebutkan, daging merah jika dibakar atau dipanggang pada suhu tinggi dapat memunculkan zat karsinogen ( HCA ).
Sementara untuk daging ayam dan ikan atau jenis daging putih lainnya tidak menimbulkan kanker.

Untuk daging yang diproses, disajikan dalam bentuk kaleng haruslah lebih hati-hati, karena banyak mengandung HCA.
Terima kasih, Tuhan memberkati.

Minggu, 10 September 2017

Kekuatan penyembuh kerokan

Ingat semasa kecil dulu kalau badan sudah merasa kurang enak, batuk, pilek, meriang alias ngreges, solusinya yang paling ampuh adalah kerokan.
Dan bila sudah mulai dikerok harus sampai merah benar, persis seperti film Bruce Lee ; Enter the Dragon.
Kerokan atau kerikan berkembang dari kearifan lokal masyarakat kita, khususnya Jawa.
Tetapi sekarang bukan lagi milik sebagian kecil dari masyarakat, melainkan sudah menjadi milik nasional dan bahkan internasional.

Pengaruh kerokan terhadap kesehatan tubuh, kini banyak diteliti oleh kalangan medis.
Biasanya yang namanya kerokan / kerikan adalah suatu kegiatan penyembuhan atau penyegaran tubuh yang sangat familier di masyarakat Jawa sebagai pengobatan tradisional untuk mengatasi gejala masuk angin ( di medis dikenal sebagai Common Cold atau Sindrome dingin ).
Pengetahuan tersebut diperoleh secara turun temurun dari nenek moyang, kake buyut.
Masyarakat sudah terbiasa dengan kerokan untuk mengatasi gejala-gejala masuk angin, seperti meriang ( panas-dingin ), kepala pusing, rasa mual, perut kembung dan pegal-linu ( nyeri otot ).
Bahkan sakit pun segera lenyap bila sudah di kerik dan zonder ke dokter lagi.
Karena bagi mereka/ masyarakat ke dokter itu perlu biaya mahal, jadi cukup di kerok dan kesembuhan pun lebih menjanjikan, alat kerok yang digunakan pun murah meriah, cukup dengan gelendong jaman Belanda atau pengerok lainnya plus minyak kayu putih, balsam dan sejenisnya, sudah bablas penyakitnya.

Masyarakat punya keyakinan pengobatan alternatif mampu memberi solusi penyembuhan dengan biaya yang relatif lebih murah.
Kerikan tidak menimbulkan rasa sakit bila dilakukan dengan benar, misalnya secara pelan, teratur, dan konstan.
Gesekan alat kerik yang terlalu keras dan tekanan yang kuat akan menimbulkan rasa sakit pada bagian yang di kerik.
Oleh karena itu, orang yang mengerik harus benar-benar terampil dan berpengalaman.
Tarikan alat kerik pada permukaan kulit akan menghasilkan balur-balur merah.
Warna balur-balur merah tersebut dipercaya oleh masyarakat dapat digunakan untuk mengukur derajat ringan beratnya masuk angin, semakin merah warna balurnya ( bekas kerikannya ) semakin berat derajat penyakitnya.
Warna kemerahan tersebut akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.
Kerikan ini tidak boleh dilakukan asal-asalan, karena dapat berbahaya.
Kerikan akan efektif bila menyentuh titik-titik akupunktur dan meridian ( alur titik-titik akupunktur ) sesuai keluhannya.
Kalau sesuai meridian tidak hanya satu titik akupunktur yang terangsang, melainkan merangsang lebih banyak lagi titik-titik akupunktur.
Bagian tubuh yang akan dikerok pun tak bisa sembarangan misalnya pada leher bagian depan dan leher bagian samping tidak boleh dikerik, karena leher bagian depan dan leher bagian samping terdapat banyak pembuluh darah dan saraf-saraf kecil yang sangat penting.
Bila bagian tersebut di kerok akan sangat berbahaya dan dapat berakibat fatal.
Karena jika saraf yang tertekan akan menyebabkan napas tersumbat yang berujung pada kematian.

Kerikan tidak boleh dilakukan pada kulit yang teriritasi, sensitif, luka, alergi, luka bakar, anak-anak dibawah lima tahun dan wanita hamil.
Untuk anak-anak diatas lima tahun dilakukan harus hati-hati, dan wajib mengikuti prosedur kerikan seperti tidak diperbolehkan mengerik pada bagian depan badan, hanya diperbolehkan di belakang badan dengan hati-hati.
Kerikan pada anak-anak bisa dilakukan dengan bawang merah dengan hati-hati.

Manfaat Kerikan :
Manfaat kerikan khususnya di masyarakat Jawa memberikan andil yang sangat besar.
Kerikan dilakukan bila merasakan gejala-gejala seperti masuk angin dan badan yang kurang nyaman.
Masuk angin dan nyeri-nyeri pada bagian tubuh merupakan gangguan kesehatan yang sering kali dialami masyarakat.
Ke duanya mempunyai gejala-gejala yang spesifik.

1. Masuk angin.

Yang dimaksud gejala masuk angin disini, yaitu timbulnya rasa dingin mendadak disertai bersin-bersin dan hidung berair.
Gejala tersebut sering disebut dengan istilah flu atau pilek.
Di dunia kedokteran tidak mengenal istilah masuk angin, karena angin masuk lewat mana/
? kecuali kalau tubuh kita seperti balon.
Fenomena angin masuk ke dalam tubuh tidak dapat diterima di kalangan medis.
Medis lebih suka menggunakan istilah Common Cold.
Masuk angin dimasyarakat awam identik dengan istilah tidak enak badan untuk menggambarkan berbagai kondisi tubuh, seperti perut kembung, pegal linu, batuk pilek, pusing, sakit kepala, dan meriang.

Pada saat orang terkena masuk angin, suhu tubuh bagian belakang akan turun atau terjadi defisiensi energi ( panas ) pada tubuh bagian belakang.
Itulah sebabnya kalangan medis menyebut masuk angin dengan istilah Common Cold atau Sindrome dingin.

Secara umum, medis mendefinisikan masuk angin sebagai suatu kumpulan gejala dan kondisi dari Common Cold sampai stres pasca trauma, yaitu sebagai berikut :
- Bukan angin atau udara secara fisik, tetapi keadaan tubuh yang tidak stabil karena kerja yang berlebihan, kurang makan, kurang tidur, dan terpapar cuaca yang tidak bersahabat seperti saat pergantian cuaca.

- Keadaan tubuh merespons kondisi Common Cold, diabetes, dan hipertensi.

- Keadaan ketidakseimbangan empat basis elemen tubuh ( air, angin, tanah dan api ).
Di dalam ilmu akupunktur di tambah unsur logam ( lima unsur atau U sing sesuai ajaran Taoisme yang mengklasifikasikan alam semesta ).

Gambaran klinis masuk angin menurut Graham et al, (1997 ) :
-Perasaan panas atau dingin, sakit kepala, dan nyeri otot.
- Lelah, lemas, nyeri perut, mual, dan diare.
- Sulit tidur, tidak napsu makan, dan sesak napas.



2. Nyeri.

Nyeri menurut kamus Besar Bahasa Indonesia adalah rasa sakit seperti ditusuk-tusuk jarum atau bagian tubuh seperti di jepit.
Nyeri ini merupakan sensasi spasial dan kompleks sehingga sulit untuk memberi definisi.
Nyeri merupakan bagian dari mekanisme pertahanan tubuh terhadap rangsangan yang dapat merusak jaringan.
Nyeri merupakan suatu masalah yang tidak dapat dihindari, dapat terjadi tiba-tiba tanpa peringatan sebelumnya, dan dapat berjalan lama sehingga menyebabkan disabilitas.
Disabilitas diartikan sebagai ketidakmampuan tubuh untuk terlibat dalam aktivitas penting yang berguna karena keterbatasan fisik / mental.
Oleh karena itu, nyeri merupakan suatu fenomena yang sangat penting.

Bagian tubuh yang sering muncul rasa nyeri menurut Sidharta ( 1983 ).

a. Tengkuk.
Jika bagian ini sakit/ nyeri otot dapat menyebabkan gerakan aktif leher menjadi terbatas.
Rasa nyeri atau ngilu dirasakan pada otot yang disebut otot splenicus capitis et cervicalis atau otot levator scapulae.
Nyeri pada bagian ini disebut Torticalis miofacial, yaitu nyeri otot yang hebat sehingga leher terpaksa miring untuk mencegah rasa nyeri tersebut.
Masyarakat Jawa menyebut tengeng atau biasa juga disebut tegleg.

b. Bahu.
Nyeri bahu ini sering disebut nyeri akibat tumpuan saat memikul beban.
Otot yang terkena imbas biasanya : otot trapezius, otot supraspinatus, dan otot levator scapulae.
Mialgia ini sering menyerang para penata rambut, tukang cat, pekerja bangunan, pedagang keliling dengan alat pikul, atau karyawan kantor yang mengetik dengan bahu terangkat karena mejanya terlalu tinggi..

c. Antar tulang belikat.
Bagian ini terdiri dari atas otot seratus anterior, otot ranboit, dan sebagian otot levator scapulae.
Juru ketik, tukang cat yang mengecat langit-langit, atau ibu yang mencuci baju sering menderita penyakit ini.
Rasa nyeri ini bertambah hebat karena keletihan, stres mental, iklim, AC, kipas angin, atau kehujanan.

d. Pinggang.
Biasanya akibat beban gendongan, pinggang sering digunakan sebagai tumpuan menggendong barang.
Otot-ototnya yang berperan : otot erektor trunksi dan otot abdominal.
Rasa nyeri ini diberi nama Low Back Pain.
Biasanya menyerang pekerja kasar yang kekurangan gizi, pekerja kasar yang sudah uzur, pekerja yang banyak duduk, dan orang yang kegemukan.
Nyeri ini menjalar secara menyebar.


Sampai pada zaman gejet, zaman generasi Z ini kerokan masih tetap eksis kehadiranya.
Kerikan masih tetap digemari, baik di kota-kota besar maupun di desa.
Alangkah baiknya di desa-desa dan di kota-kota didirikan Balai Pengobatan Kerokan ( BPK ) tak lain bertujuan untuk melestarikan pengobatan tradisional ala nenek moyang kita.

Terima kasih, Tuhan memberkati.

Jumat, 06 Mei 2016

Sentuhan musik bisa membuat tahir.

Dalam perkembangan ilmu pengetahuan, lahir disiplin baru dalam bidang ilmu kesehatan yang dikenal dengan sebutan terapi musik untuk pengobatan.
Dari kesimpulan berbagai riset akademis merekomendasikan bahwa musik memiliki kapasitas untuk menjadi instrumen pengendali kesehatan dan penyembuhan penyakit.
Sejak saat itu melahirkan banyak peminat dari kalangan akademisi untuk memasukkan terapi musik ke dalam ranah ilmu pengetahuan pengobatan modern.
Didalam teori musik menjelaskan bagaimana suara dinotasikan atau dituliskan dan bagaimana suara tersebut ditangkap ke dalam benak pendengarnya sehingga menimbulkan harmoni.
Jika harmoni musik setara dengan irama internal jiwa seseorang, musik akan memberikan kesan menyenangkan.
Sebaliknya jika harmoni musik tidak setara dengan irama internal jiwa seseorang, maka musik akan memberikan kesan kurang menyenangkan.
Bahkan bukan hanya organ pendengaran atau telinga saja yang mampu menangkap stimulus musik, tetapi saraf di kulit pun akan turut serta merasakannya.
Organ vestibuler, terletak disekitar belakang telinga yang merupakan alat untuk keseimbangan manusia, juga memperoleh dampak yang berarti dari adanya musik.

Irama yang keluar dari alat musik, baik musik vokal maupun musik instrumentalia memberi efek pada sentuhan kejiwaan manusia maupun mahluk-mahluk hidup lainnya melalui indera pendengaran.

Dari hasil penelitian intelegensi terhadap anak dan bayi, jenis-jenis musik lembut ( soft music ) mampu menciptakan suasana ketenangan batin dan harmoni lingkungan, sehingga dapat disimpulkan akan mendatangkan efek positif bagi perkembangan daya pikir bayi dan anak.
Namun perlu di kaji lebih dalam lagi, ternyata tidak semua jenis musik dapat berdampak positif.
Sebagai contoh soal ; musik keras atau musik cepat seperti aliran hard rock dapat membangkitkan sikap agresif pada anak-anak yang terkadang mengarah ke tindakan destruktif.
Tetapi musik keras atau musik cepat dapat juga memberikan dampak positif bagi orang dewasa yaitu dapat membangkitkan semangat kejiwaan dalam menghadapi tekanan hidup alias tidak cengeng dan tidak gampang rapuh jiwanya, malah sang filsuf Aristoteles mengatakan dapat membangkitkan patriotisme seseorang.

Lengkingan suara gitar elektrik pada musik rock dapat memberikan rasa tenang dan percaya diri yang kuat, khususnya bagi orang yang tingkat emosinya seringkali tidak bisa dikendalikan.
Musik dipandang sebagai medium pembentuk jiwa yang dinamis dan reaktif.
Suara musik dapat menciptakan sikap yang responsif terhadap suatu objek.

Pada penelitian terpisah terhadap anak sekolah menyimpulkan bahwa efek musik dapat mempengaruhi penurunan gradasi bolos sekolah pada tingkat sekolah menengah atas.
Demikian juga dapat memberikan pengaruh pada peningkatan daya kreativitas, mendukung perkembangan sosial, kepribadian, penyesuaian diri, dan jatidiri.
Semua itu bisa terjadi akibat pengaruh musik terhadap perubahan psikologi seseorang.

Banyak kajian telah membuktikan bahwa terpapar suara yang keras selama periode waktu tertentu dapat mengarah ke pengurangan pendengaran yang signifikan dan permanen.
Mendengarkan konser musik rock, atau mesin jet, kalau diukur dengan satuan desibel besarnya sampai mencapai 120 desibel, hampir menyamai suara tembakan atau petasan 140 desibel.
Paparan-paparan semacam ini dapat mengakibatkan pengurangan pendengaran atau lebih pasti mengarah ke kerusakan pendengaran secara permanen.

Musik merupakan salah satu perangsang bagi otak kanan.
Otak kanan yang kurang didayagunakan bisa menjadi penghalang ( " pengganggu " ) otak kiri yang sedang bekerja menghadapi kerumitan pelajaran matematika, fisika, hitungan dan sebagainya.
Musik dapat meningkatkan daya ingat anak untuk proses belajar dan penyimpan informasi.
Jelasnya dapat meningkatkan kecerdasan.
Bermain musik dapat membantu koordinasi antara indera dan kemampuan motorik anak.

Bagi anak yang sering mendengarkan musik, kepekaan pendengarannya lebih terlatih untuk menangkap bunyi sehingga lebih mudah mengembangkan kemampuan sinkronisasi ritme dan urutan-urutan gerakan.
Selain menciptakan kesenangan, bermain musik dapat juga meningkatkan keterampilan dan kreativitas.
Musik dapat menjadi salah satu fasilitas untuk menyalurkan daya imajinasi dan emosi.
Sehingga emosi dan keperibadian anak dapat berkembang ke arah positif.

Dalam penelitian terbaru di Chicago AS, musik klasik dengan ketukan tertentu ternyata selaras dengan bunyi detak jantung manusia.

Pada publikasi karya ilmiah Bodner, musik klasik kembali menempati kelasnya sebagai musik yang bermakna medis ( kedokteran ).
Musik klasik memiliki magnitude yang luar biasa dahsyatnya dalam perkembangan ilmu kesehatan modern.
Berdasarkan penelitian-penelitian spektakuler di negara-negara Barat, musik klasik diyakini sebagai sebuah karya ilmiah yang berlatar belakang produk seni, tidak sekedar berdampak menghibur ( entertaining effect ), namun juga memiliki efek penunjang belajar ( learning-support effect ) serta efek memperkaya pikiran ( enriching-mind effect ), dan membangun hal-hal positif lainnya yang menyangkut pada proses peningkatan gairah hidup dan prestasi kerja maupun mendorong semangat belajar seseorang.

Jadi menggunakan musik menjadi sarana penjaga kesehatan dan menuju hidup yang sehat merupakan pilihan yang paling ideal.
Membangun hidup sehat, menjaga kesehatan baik fisik maupun mental.
Terima kasih, Tuhan memberkati.

Kamis, 05 Mei 2016

Pola makan berubah penyakit pun tiba.

Informasi yang salah akan menjadi petaka, informasi yang benar akan mendatangkan berkat.
Kekeliruan kebijakan yang diambil pemerintah pada masa lalu, hasilnya akan dituai sekarang.
Dulu ada stigmatisasi bahwa orang yang makan nasi lebih pintar.
Jadi orang yang minim pengetahuan serta cetek penalaran dan pemahaman berbondong-bondong beralih dari makanan aslinya ke yang namanya beras atau kalau sudah dimasak namanya nasi ( bahasa Jawa : Sego ).
Nasi atau sego memang menjadi makanan pokok orang Indonesia khususnya, hampir 80% makan nasi.
Dengan beralihnya makanan asli masyarakat setempat , kita ambil salah satu contoh saja masyarakat di kepulauan Mentawai, Sumatera Barat dari sagu dan keladi ke nasi sebagai makanan pokoknya.
Ternyata akan mempengaruhi daya tahan tubuh terhadap penyakit yang ada di masyarakat tersebut.
Banyak ditemukan penyakit tidak menular, seperti sindrom metabolis dan diabetes melitus.
Penyakit-penyakit non infeksi ini disebabkan oleh perubahan gaya hidup, terutama karena perubahan pola makan.
Perubahan pola konsumsi akan mempengaruhi mikroflora dan mikroba usus, akhirnya mempengaruhi ketahanan tubuh terhadap penyakit.

Ditemukan kaitan variasi basa T16189C pada DNA ( asam deoksiribonukleat ) mitokondria dengan risiko diabetes melitus.
Makin tinggi T16189C -nya, makin tinggi pula risiko diabetesnya.
Warga Indonesia rata-rata punya kadar basa T16189 C diatas 30 - 40 persen dengan Nias 60 persen atau yang tertinggi.
Disamping rawan terkena diabetes, masyarakat juga rawan mengalami hipertensi.
Masyarakat yang menderita diabetes dan hipertensi ini umumnya yang sudah beralih dari makanan asalnya ke beras atau nasi.
Masyarakat yang dulu biasa makan sagu membutuhkan konsumsi nasi jauh lebih banyak agar bisa kenyang.
Sagu memiliki Indeks Glikemik ( IG ) rendah, sehingga lama dicerna dibandingkan dengan nasi.
Indeks Glikemik ( IG ) nasi yang sangat tinggi cepat meningkatkan kadar gula darah dan tidak baik bagi penderita diabetes.
Indeks Glikemik nasi diatas 70 persen, tergolong tinggi.
Sementara sagu hanya sekitar 20 persen dan talas sekitar 50 persen.
Pada intinya jangan hanya mengonsumsi nasi, tetapi juga perlu ada kombinasi dan keragaman pangan, terutama makanan tradisional.
Kombinasi pangan ke makanan lain juga akan membantu ketahanan pangan masyarakat.
Terima kasih, Tuhan memberkati.

Minggu, 28 Februari 2016

Pencucian Otak " Brain washing "

Apa itu cuci otak, yang belakangan ini sedang marak dibicarakan.
Bentuk kejahatan seperti penculikan dan pencucian otak cukup membuat heboh di masyarakat.
Para korban diculik dari kampus, rumah kos, mall, kafe dan tempat-tempat umum untuk didoktrin dicuci otaknya dan membentuk suatu gerakan yang antisosial.
Disini masyarakat harus melawannya karena sangat berbahaya dan sangat radikal.
Metode pencucian otak ini orang menamakannya kaum New Age ( Abad Baru ), permulaan dari era baru, dunia baru, dan pengertian baru, yang mereka sebut " abad spiritual modern ".
Cuci otak adalah sebuah upaya rekayasa pembentukan ulang tata berpikir atau disebut Reprograming, agar perilaku dan kepercayaan tertentu menjadi sebuah tata nilai baru bagi seseorang.
Sedangkan nilai lamanya terputus, baik terhapus sementara maupun permanen.
Praktek ini biasanya merupakan hasil dari tindakan indoktrinasi, dalam psikopolitik, sosial, budaya, agama dan lain-lain.
Pelaku cuci otak adalah seseorang yang berkuasa kepada korbannya dengan bantuan penggunaan kekuatan daya hipnotis, obat-obatan, dan sebagainya.

Cuci otak sudah dikenal sejak sebelum Perang Dunia II.
Metode reprogramming digunakan oleh tentara Jerman.
Tujuan cuci otak untuk membangun semangat para prajurit sejak usia masih remaja, untuk membentuk mental prajurit yang tahan banting, loyal, dan sejiwa dengan haluan partai NAZI ( Hitler ) saat itu.
Tekhnik yang digunakan merupakan sebuah metode yang saat itu dikembangkan secara ilmiah oleh para pakar psikologi dan pikiran manusia.
Digunakan metode hipnotis dan obat-obatan psikotropika atau LSD, dimana para pakar Jerman saat itu melakukan berbagai percobaan terhadap pikiran manusia disebut holocaust di Jerman.
Disamping itu, juga pada saat negara komunis seperti China, Uni soviet, dan Korea utara masih berkuasa..
Di Indonesia pada saat itu permulaan pendudukan ( penjajahan ) Jepang, dimana rakyat Indonesia di paksa untuk menjadi tentara Jepang yang sebelumnya dilakukan cuci otak terlebih dahulu bagi calon tentara.


Di Indonesia sekarang kelompok Radikalisme telah lama ada dan melebarkan jaringannya ke penjuru daerah-daerah dan ke kampus-kampus.
Strategi gerakannya mengalami perubahan. Dulu mereka masuk ke kelompok-kelompok kajian yang eksklusif, kini mereka lebih cair mencari korban yang berusia muda-muda ke kamar-kamar kos bahkan ke kafe maupun ke mall.

Ada beberapa tipe manusia yang mudah terpengaruh mekanisme cuci otak yaitu orang yang berkepribadian labil dan rentan mengalami gangguan jiwa.
Sementara tipe manusia dengan kepribadian yang labil dan dewasa, tidak akan mudah masuk dan terjerumus dengan tindakan cuci otak atau dokrin radikalisme.
Orang dengan kepribadian labil akan mudah terpengaruh dan sulit untuk keluar dan bisa timbul keinginan bunuh diri karena perasaan yang kacau akibat adanya paksaan dan tekanan.

Mekanisme cuci otak sering digunakan ajaran tertentu untuk memperluas jaringan.
Korban tidak boleh menerima informasi dari luar, dan demikian mutlak kepatuhannya kepada pimpinan sehingga jika sudah terjerat sulit untuk keluar.
Jika memaksa ingin keluar akan terancam jiwanya.
Pergaulan korban target cuci otak dibatasi, hanya boleh bergaul dengan komunitasnya saja.
Identitas aslinya pun sering kali diganti, ditanamkan perasaan bersalah yang berlebihan.
Korban dibuat gila terlebih dahulu agar merasa kebergantungan terhadap kelompoknya.
Orang-orang yang sedang mengalami frustasi dan baru beradaptasi dengan lingkungan baru, mengalami kegelisahan, merasa terasing, akan lebih mudah di cuci otaknya.
Terutama wanita, mereka lebih rentan dipengaruhi oleh kelompok-kelompok tersebut.
Efek cuci otak ini bisa menimbulkan gangguan kejiwaan yang cukup serius.
Biasanya juga pelaku melakukan indoktrinasi di ruang tertentu dan menggunakan pendekatan holistik untuk merangsang lima panca indra target.
Yang perlu diingatkan, agar orang tidak berjalan sendirian di jalan, memberikan bekal untuk menumbuhkan mekanisme pertahanan diri, memiliki keteguhan hati dan pandangan hidup yang jauh ke depan, jangan terbawa arus kebebasan, jangan mudah dihasut orang lain, perkuat persaudaraan untuk mengasihi sesama manusia.

Pikiran, kata hati, Pancaindra, dan seluruh anggota tubuh dapat dikendalikan lewat kesadaran.
Kesadaran sangat menentukan, pengaruh pikiran sadar ( conscious ) hanya 10 % , sedangkan pengaruh pikiran bawah sadar ( subconscious ) bisa 50 % - 60 %.
Disini dapat dilihat pikiran bawah sadar mengendalikan manusia 5 kali lebih kuat dibandingkan pikiran sadar.
Pikiran sadar mempunyai fungsi mengidentifikasi informasi yang masuk, membandingkan dengan data yang sudah ada dalam memori kita, menganalisis data yang baru masuk tersebut dan memutuskan data baru akan disimpan, dibuang, atau diabaikan sementara.
Sementara itu pikiran bawah sadar yang kapasitasnya jauh lebih besar dari pikiran sadar mempunyai fungsi yang jauh lebih kompleks.
Semua pikiran kita diatur cara kerjanya dari pikiran bawah sadar.
Selain itu nilai-nilai yang kita pegang, sistem kepercayaan dan keyakinan terhadap segala sesuatu juga disimpan disini.
Memori jangka panjang kita juga terdapat dalam pikiran bawah sadar.

Apabila terjadi konflik antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar, maka pikiran bawah sadar biasanya lebih kuat.
Misalnya contoh soal seorang perokok yang kesulitan berhenti merokok, karena kebiasaan merokok adalah hasil kerja dari pikiran bawah sadar. Sedangkan keinginan untuk berhenti merokok adalah hasil logika pikiran sadar.
Perokok ingin berhenti merokok karena jelas rokok merugikan secara kesehatan maupun ekonomi.
Namun, logika bahwa rokok itu merugikan kesehatan dan menguras kantong terkalahkan oleh kebiasaan yang sudah tertanam kuat dipikiran bawah sadar.
Pada prinsipnya segala perbuatan yang mencelakakan orang baik secara fisik maupun mental termasuk dalam korban cuci otak.
Metode utama yang digunakan adalah dengan memasukkan informasi, dogma-dogma secara audio- visual secara berkala dan panjang, dan bersifat terfokus.
Sebuah informasi yang ditekankan dan dimasukkan secara terfokus, dengan akses audio maupun visual, dan dilakukan secara terus-menerus, mampu menggiring persepsi dan pola pikir maupun perasaan seseorang sedikit demi sedikit ke arah sasaran yang ditantukan oleh pelaku atau si pembuat program pengendalian pikiran tersebut.
Inilah yang kita sebut sebagai memasukkan nilai dibawah sadar seseorang.
Ketika sebuah nilai telah tertanam cukup kuat di dalam pikiran bawah sadar seseorang, maka nilai itu lama-kelamaan semakin kuat, berakar dan permanen.
Ini sangat berbahaya, cukup mengerikan efek yang ditimbulkan dari alam bawah sadar ini.
Tidak semua orang dapat dicuci otaknya, bergantung pada kepribadian seseorang atau korbannya.
Sebagai penutup, ada suatu penelitian dengan menggunakan metode terkini untuk mengendalikan pikiran yaitu dengan meminum secangkir kopi atau minuman akstra strong, agar seseorang tetap segar dan tidak mengantuk, sehingga pola gelombang otak seseorang dalam kondisi gelombang beta ( fully ALERT ) dan sulit dipengaruhi hipnotis ( jangan menerima minuman dari pelaku ).....
Terima kasih, Tuhan memberkati.