Kamis, 24 September 2015

Air mata bisa menjadi " buaya ".

Seorang ahli biokimia dan pimpinan tim peneliti  dari Universitas Minnesota, Amerika Serikat, menduga bahwa air mata dapat membersihkan substansi-substansi tubuh yang terkumpul di bawah pengaruh stres,
Dengan kata lain, menangis sepertinya menjadi cara yang sesuai dalam memberikan relaksasi terhadap ancaman stres.
Sebaliknya, menahan tangis mungkin akan berbahaya bagi kesehatan seseorang.
Sangat mungkin bahwa laki-laki dapat memperkuat stres yang berhubungan dengan penyakit karena, laki-laki tidak menangis sebebas yang biasa dilakukan para wanita.
Mungkin bagi laki-laki menangis itu dianggap tidak jantan, rasa malu dan gengsi.
Jadi kalau ingin menangis, baik perempuan maupun laki-laki, biarkan air mata mengalir membasahi pipi, tanpa harus merasa malu atau gengsi.
Menangis adalah obat terbaik untuk stres dan berbagai gangguan kecemasan yang melanda pikiran seseorang.
Jangan malu mengungkapkan berbagai perasaan kalut dan kegalauan pikiran untuk melampiaskannya dengan cara menangis.

Berbagai penelitian tentang air mata banyak ragam, diantaranya :
Air mata dapat mempengaruhi agresivitas seseorang.
Bila seseorang itu sedang marah atau mengamuk, lalu dilihat lawannya atau rivalnya menangis, agresivitas itu menjadi mengendur dan berkurang drastis.

Air mata juga dapat mempengaruhi libido laki-laki.
Bila ke dua insan sedang melakukan hubungan intim, lantas sang perempuan tiba-tiba menangis, laki-laki itu menjadi menurun libido seksnya dan akan menjadi kendur seleranya.

Pada penelitian selanjutnya dilakukan test fungsi otak terhadap ketajaman penciuman.
Ada beberapa orang disuruh mencium bau air mata pada sapu tangan yang diberikannya, dan satu lagi dengan mencium bau ludah pada saputangan yang lain, responnya berbeda.
Yang mencium bau ludah, langsung orang itu tidak menyukai dan menghindar.

Yang mencium bau air mata orang itu langsung terdiam dan menjadi tenang.

Jadi dalam penelitian berkesimpulan, pusat otak yang dipengaruhi bau dari air mata lebih memberikan sinyal untuk menenangkan daripada bau ludah yang tidak disukai.

Para pria di Yunani, Italia, Spanyol dan Prancis tidak pernah merasa malu untuk menangis saat mereka benar-benar merasa sedih, terharu atau di saat sedang mengalami stres.
Pria yang mudah menangis sebaiknya tidak langsung divonis bahwa mereka lebih lemah atau pribadi yang lembek, cengeng dan mudah menyerah.
Bahkan pria yang mampu menangis, biasanya jauh lebih kuat secara mental daripada pria yang merasa " sok jantan " dan " sok tegar " di luar, padahal di dalam hatinya mereka sangat rentan dan lemah kepribadiannya sehingga memiliki semangat hidup yang lemah, mudah menyerah dan bahkan dalam beberapa kasus lebih mudah untuk melakukan bunuh diri.
Kita ambil contoh pada pria-pria Jepang yang dalam budaya mereka mengenal tradisi bunuh diri ( hara kiri ) saat harga diri mereka terusik, atau saat gagal dalam mencapai tujuan.
Padahal pria-pria Jepang terlihat seperti pria-pria yang tegar dan kuat serta tidak mudah untuk menangis.
Masalah tidak menangis itu ternyata menjadi faktor yang bermasalah, menjadi penyebab utama mengapa pria pada umumnya berumur lebih pendek dari wanita.
Dari hasil sensus penduduk dunia menunjukkan bahwa wanita berumur 4 sampai 15 tahun lebih lama daripada umur pria, jawabannya karena kaum wanita biasanya lebih mudah untuk menyalurkan emosi dan kegundahan hatinya dengan cara menangis.
Gengsi, ego yang tinggi pada pria yang membuatnya malu untuk menangis justru merupakan racun yang menggerogoti dari dalam tubuh pria itu sendiri yang mengakibatkan sebagian besar pria tidak bisa panjang umur.
Padahal menurut sejumlah riset para ahli psikologi mengatakan ; aktivitas menangis merupakan obat bagi kesehatan jiwa dan stabititas emosi serta penyeimbang terhadap daya nalar seseorang sehingga lebih mudah terkontrol dan berjalan seimbang.

Bau air mata merupakan bau yang specifik bagi otak untuk meresposnya.
Bau air mata tersusun dari berbagai senyawa, tetapi otak merespons rangsangan bau sebagai satu kesatuan, bukan fragmen campuran senyawa yang dianalisis secara terpisah dan disatukan kembali.
Ini pun yang membuat bau kopi atau bunga mawar dipersepsikan otak sebagai satu bau walau tersusun atas banyak senyawa.

Terima kasih, Tuhan memberkati.

Minggu, 20 September 2015

Hidup bersama dengan asam urat, bagian II ( dua ).

Kekurangan air dalam waktu tidak terlalu lama saja sudah berpotensi menyebabkan peningkatan asam urat sesaat, apalagi kekurangan cairan dalam waktu yang lama sampai air kencing berwarna kuning pekat.
Banyak orang memiliki kebiasaan jarang minum sehingga pasokan air untuk tubuh tidak memadai.
Semua orang tahu tentang pentingnya air bagi tubuh, tetapi tidak semua orang berusaha memenuhi kebutuhan air bagi tubuh.
Air memiliki beragam fungsi vital bagi kelangsungan sistem tubuh secara mrnyeluruh.( Baca tulisan dr.Sintoso Pujianto tentang air ).
Air diperlukan sebagai pelarut asam urat yang dibuang atau diekskresi melalui ginjal bersama urine.
Jika tubuh kekurangan air, maka akan menghambat ekskresi asam urat sehingga memicu peningkatan asam urat.
Karena itu, jumlah air yang cukup menjadi syarat penting untuk membuang kelebihan asam urat pada penderita hiperurisemia.

Para penderita asam urat umumnya memiliki sejumlah ciri individu dan kebiasaan tertentu.
Bisa dilihat bila sejak kecil atau masa kanak - kanaknya suka melinjo, sayuran hijau, daging, ikan laut, tahu tempe dan sering jajan goreng-gorengan ( kandungan minyak trans yang tinggi ) pastilah dikelak kemudian hari akan terkena hiperurisemia, timbunan asam urat yang tinggi.
Hiperurisemia terkait erat dengan faktor genetik, begitulah menurut Anthony J, Bleyer dan Thomas C, 2006.
Penelitian genetik menemukan adanya kaitan antara faktor genetik dan hiperurisemia.
Beberapa gen terkait hiperurisemia yang telah ditemukan, yaitu ABCG2, SLC 17 A3,SLC22A12, SLC1A9, dan SLC2 A9.
Diperkirakan 60 % gen yang mengendalikan hiperurisemia adalah SLC2A9 dan ABCG2.
SLC2A9 disebut oleh sejumlah ilmuwan sebagai gen utama yang menentukan hiperurisemia.
Gen SLC2A9 umumnya dimiliki oleh ras tertentu di belahan dunia.
Dari ras tertentu ini memiliki kecenderungan hiperurisemia lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata yang dialami oleh populasi luas.
Bangsa kulit hitam memiliki risiko hiperurisemia dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan bangsa kulit putih.
Sementara itu, bangsa yang memiliki garis keturunan Afrika- Amerika ( Afro-Amerika ), biasa disebut negro-Amerika memiliki risiko dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain yang ada di dunia.

Ras lain yang berisiko tinggi terhadap hiperurisemia adalah Suku Maori di Selandia Baru.
Risiko hiperurisemia yang tinggi juga dimiliki oleh bangsa yang memiliki garis keturunan Cina, Polinesia, dan Subsahara- Afrika.
Sementara itu, suku Aborigin di Australia termasuk ras dengan risiko hiperurisenia terendah dari ras-ras lain yang pernah diteliti.

Pada studi epidemiologi dan genetika menyatakan iklim ( temperatur udara ) turut mempengaruhi tinggi rendahnya hiperurisemia.
Bangsa yang berasal dari daerah beriklim panas memiliki risiko hiperurisemia yang lebih tinggi dibandingkan dengan bangsa yang berasal dari daerah beriklim dingin.

Penyakit yang dilatar belakangi oleh Asam Urat dapat dialami pria dan wanita.
Namun, pria memiliki risiko lebih tinggi dibanding wanita.
Risiko penyakit oleh asam urat pada wanita akan meningkat terkait penurunan produksi estrogen.
Estrogen disini dapat berfungsi untuk membantu pengaturan sekresi asam urat sehingga mampu melindungi wanita dari hiperurisemia.
Terima kasih, Tuhan memberkati.

Sabtu, 18 Juli 2015

Hidup bersama asam urat

Makan makanan yang kering umumnya banyak disukai orang, seperti kerupuk kering, ikan asin kering, pecel lele digoreng kering, biskuit gosong dan seterusnya.
Perlu diketahui kandungan purin pada suatu makanan akan meningkat saat di keringkan.
Penyusutan air karena proses pengeringan menyebabkan pemecahan molekul xanthin dan adenin pembentuk asam urat.
Tidak hanya terjadi pada ikan laut saja, tetapi pada makanan tinggi purin lainnya, seperti melinjo.
Melinjo yang dikeringkan menjadi emping memiliki kadar purin yang lebih tinggi dibandingkan dengan biji melinjo segar.
Kandungan purin itu dapat menyebabkan kenaikan kadar asam urat dan kekambuhan gout.
Begitu pula dengan yang namanya garam, garam yang dikandung pada ikan ikan asin, jika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak akan mengharuskan ginjal lebih aktif bekerja untuk membuang kelebihan sodium ( biasanya makan ikan asin tak mau berhenti ) akibatnya kadar asam urat akan meningkat.
Gout pun akan spontan kambuh karena ekskresi asam urat harus bersaing dengan sekresi sodium.
Melalui mekanisme lain peningkatan sodium memicu kenaikan tekanan darah.
Disini baik secara langsung maupun tidak langsung, peningkatan tekanan darah menyebabkan keseimbangan asam urat terganggu.
Bagi individu yang peka terhadap garam, hal ini menjadi sebuah persoalan penting.
Jadi nagi penggemar ikan asin sangat mungkin akan memicu kekambuhan gout terutama pada individu yang peka terhadap garam.
Penderita hipertensi berisiko tinggi menderita hiperurisemia dan gout, demikian juga sebaliknya.
Penanganan hipertensi merupakan langkah awal yang baik untuk mempercepat penurunan kadar asam urat.
Dengan turunnya tekanan darah, kinerja ginjal akan lebih ringan sehingga fungsi ginjal dalam membuang kelebihan asam urat dapat berjalan dengan baik.
Pengobatan hiperurisemia menjadi sangat bermakna bila pada waktu yang bersamaan tekanan darah dikondisikan pada level normal.
Pengendalian yekanan darah secara tidak langsung sangat bermanfaat untuk menurunkan risiko komplikasi hiperurisemia yang lebih serius.

Waspada pula dengan orang yang perutnya gendut alias buncit, karena di dalam perut yang buncit tersimpan berbagai persoalan termasuk faktor yang berisiko sebagai pemicu hiperurisemia.
Sejumlah studi mengatakan bahwa perut gendut merupakan faktor risiko hiperurisemia.
Peningkatan body mass index ( BMI ), rasio lingkar punggung dan lingkar pinggul, peningkatan trigliserida, peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik, serta penurunan HDL merupakan faktor kuat pemicu terjadinya hiperurisemia.
Semakin besar ukuran lingkar pinggang seseorang, semakin tinggi hiperurisemia yang harus dihadapi
Hati-hati minum obat-obatan pelangsing karena dapat menimbulkan efek yang lebih buruk dan berbahaya daripada persoalan obesitas itu sendiri.
Karena ada beberapa obat pelangsing memiliki efek diuretik yang dapat menyebabkan kadar asam urat semakin terdongkrak ke level yang jauh dari angka normal.

Orang yang sering makan dengan makanan dari luar, biasanya bagi orang-orang yang sibuk bekerja dan jarang makan makanan rumah.
Makan diluar rumah terasa akan lebih enak dan lebih ada rasanya, hal seperti itu dikarenakan makanan di luar banyak menggunakan penyedap rasa yang lebih dikenal vetsin atau MSG.
MSG merupakan toxin saraf ( neurotoxin ).
Dengan beragam mekanisme, MSG menyebabkan keseimbangan sistem tubuh terganggu ( baca tulisan dr. Sintoso Pujianto tentang MSG ).
MSG juga merupakan sumber peradangan tersamar.
Berbagai sunber menyebut bahwa MSG sebagai pemicu peradangan, termasuk peradangan sendi.
Russel Baylock dalam bukunya : Taste that kill menyebut MSG sebagai pemicu peradangan.
Bagi penderita hiperurisemia dan gout, peradangan merupakan peristiwa buruk yang harus dihindari.
Peradangan bukan saja mengacaukan pengaturan keseimbangan asam urat, tetapi juga memicu serangan gout.

Minum air bening bagi sebagian orang rasanya tidak begitu terbiasa apalagi suruh minum sampai tiga liter dalam sehari dianggap sangat menyiksa jiwa dan raga.
Kalau air kencing yang keluar sudah berwarna kuning pekat dan kencing terasa sakit, baru mau untuk minum, padahal keadaan seperti itu sudah termasuk dalam tahap dehidrasi.

Bersambung ke bagian II ( dua )........

Minggu, 03 Mei 2015

Ciptakan Makanan yang benar, bukan Makanan yang salah.

Di dalam kitab Perjanjian Lama telah tertulis memakan makanan yang salah akan menghancurkan hidup manusia.
Meskipun kita ini berada dalam dunia yang telah terpolusi, berusahalah untuk hidup sedekat mungkin dengan alam bebas yang segar.
Berusahalah untuk menjauhi kawasan tercemar, sehingga kita dapat menghirup udara segar.
Seperti yang sudah biasa disebut orang makanan sehat yaitu sayur-sayuran, buah-buahan, daging tanpa lemak ( terutama daging yang berwarna putih ), dan biji-bijian.
Tidak menambahkan makanan olahan ( kalengan ).
Makanan olahan sangat kaya toxin ( bahan pengawet, rasa, dan warna buatan, serta vitamin sintetis ) yang tidak diperlukan oleh tubuh kita, bahkan sangat merugikan.
Makanan olahan terkadang tampak menarik dan lebih enak daripada makanan segar.
Namun makanan olahan akan menyebabkan tubuh menjadi cepat letih dan selalu sakit-sakitan, serta membuat penampilan seseorang menjadi lebih tua.
Seterusnya akan tersiksa dan akhirnya bisa mati muda.
Untuk mencegah supaya hidup ini, tidak cepat berakhir, sebaiknya perhatikan cara mengolah dan memasak makanan yang mau dimakan seperti kebiasaan dari kebanyakan orang bila setiap kali memasak menggunakan wajan dan panci yang terbuat dari alumunium.

Pada suatu penelitian disebutkan, alumunium yang terkumpul dalam otak akan menyebabkan timbulnya penyakit Alzheimer, gangguan persendian non spesifik, dan hiperaktivitas pada anak.
Produk-produk yang biasa kita akrabi sehari-hari seperti obat jerawat, antasid, obat anti diare, anti keringat dan bau badan ( diodoran ), kosmetik, obat semprot, produk kesehatan wanita, pencegah wasir, lipstik, krim kulit, lotion, dan pasta gigi. Semua memiliki kandungan alumunium.

Ada juga yang mengandung kadar alumunium tinggi seperti roti dan kue buatan pabrik, baking powder ( bubuk pengembang kue ), keju olahan, acar, saus salad, garam dapur, tepung putih, dan jus buah yang disimpan dalam wadah alumunium.

Sebaiknya hindari penggunaan panci atau cerek ( teko ) alumunium, karena akan melepaskan sedikit alumunium pada makanan, khususnya bila air yang digunakan mengandung fluorida, akan bereaksi dengan alumunium dan menyebabkan ion alumunium terlepas dari panci dan terserap ke dalam makanan.
Jika memang demikian setiap hari mesti terpapar oleh penumpukan alumunium.
Cara menguranginya dan mungkin bisa mencegah Alzheimer juga, konsumsilah vitamin C ( dosis untuk hal ini antara 500 - 1000 mg ), kalsium, dan magnesium setiap hari.

Jika otak terus terpapar alumunium setiap hari ( dengan penggunaan alat-alat masak yang tidak disadari ), jumlah asetilkolin dalam otak terus akan berkurang, akhirnya menyebabkan hilangnya daya ingat, paling tidak suka sering lupa misalnya menaruh kunci dimana, atau tadi menaruh kaca mata dimana dan seterusnya ( baca tulisan dr. Sintoso Pujianto sebelumnya tentang mengatasi lupa atau pada buku terbitan kompas Sehat itu enak dan perlu ).
Mundurnya daya ingat masih dapat diperbaiki dengan preparat kolin ( zat gizi yang terdapat dalam kedelai, hati dan kuning telur ) yang berubah menjadi asetilkolin di otak.

Makanan sering kali disalah gunakan alias penyalahgunaan makanan.
Penyalahgunaan makanan ini karena manusia bernapsu, rakus terhadap makanan.
Jiwa yang lapar, atau orang yang pikirannya malas dan tidak disiplin, menganggap segala sesuatu itu terasa enak.
Makan melampaui batas rasa kenyang karena makan itu terasa sangat enak.
Orang yang mengerti kesehatan tentunya tidak makan terlalu kenyang,mereka makan secukupnya, sekenyangnya.
Makan berlebihan akan membebani organ-organ pencernaan, karena tubuh tidak dapat mencerna makanan secara cepat.
Kebiasaan itu membuat lambung, hati, ginjal, dan usus bekerja lebih keras daripada seharusnya.
Bila makanan itu tidak terproses dengan baik, racun yang terbentuk akan terserap kedalam darah sehingga seluruh sistem akan terkontaminasi.
Makan yang berlebihan juga akan menyedot energi lebih besar.
Bila setelah makan merasa mengantuk, biasanya itu menandakan makan terlalu banyak.
Yang perlu diingat walaupun makanan itu sehat, bila dikonsumsi berlebihan akan menjadi tidak sehat bahkan bisa merugikan.

Beberapa ahli gizi mengatakan, manusia membawa sekitar dua setengah sampai sepuluh kilogram toxin dan bahan limbah dalam tubuhnya.
Jika toxin itu tidak dibuang, tubuh akan rusak oleh stres dan menjadi sakit, dampaknya akan berlanjut mempengaruhi hubungan antar personal / pribadi.
Toxin / racun akan terkumpul di dalam tubuh, bila makan makanan sembarangan / asal-asalan, yang nilai gizinya tak ada.
Disini tidak memberi kesempatan pada tubuh untuk beristirahat dan membuang racun.
Tubuh akan terus berusaha membuang toxin itu secara alami.
Racun / toxin akan bersarang, jika ada area yang lemah dalam tubuh seseorang.
Area yang lemah itu biasanya akan terserang berulang-ulang.
Sinus, sakit perut, nyeri bahu, atau sekedar rasa tidak enak badan yang berulang kali muncul istilah awamnya sering kena masuk angin.
Jadi jika ada keluhan seperti itu jangan-jangan racun yang ada dalam tubuh telah bertumpuk dan sudah melebihi kemampuan tubuh untuk melakukan proses pembuangan racun.

Berhati-hatilah dalam memilih makanan, disekitar kita pada umumnya diperjualbelikan makanan yang tidak sehat, makanan yang tidak berbudaya.
Makanan yang berbudaya artinya makanan yang dapat memberikan tubuh menjadi sehat, segar dan bugar.
Sedangkan makanan yang tidak berbudaya makanan yang dapat memberikan kerusakan organ tubuh alias menimbulkan sakit.
Terima kasih, Tuhan memberkati.

Minggu, 22 Maret 2015

Tinggal di ruang angkasa, mempercepat proses penuaan.

Belum lama ini Badan Antariksa Amerika Serikat merencanakan penduduk AS akan dipindahkan ke antariksa atau planet lain selain Bumi, karena dirasakan bumi sudah terlalu padat untuk ditinggali manusia.
Ada juga yang berpendapat harga perumahan yang terus membumbung tinggi, beli rumah pun semakin sulit, lebih baik tinggal di planet lain saja barangkali disana harga rumah lebih terjangkau, bebas dari banjir dan tidak kena macet yang bisa bikin pusing tujuh keliling.
Ditambah bumi sudah padat dan panas.
Begitulah kira-kira pendapat banyak orang yang menginginkan tinggal di luar angkasa.
Melihat dari beberapa pendapat itu, apakah benar diluar angkasa sana lebih baik daripada di bumi, dimana kita tinggal sekarang.

Bumi adalah planet yang sejak dahulu kala adalah tempat manusia untuk memperoleh hidup.
Tetapi sejak adanya misi manusia sampai ke bulan, serta berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi modern, manusia menjadi sering tamasya ke antariksa.
Di antariksa manusia mendirikan stasiun ruang angkasa, menanam tumbuh-tumbuhan dan sejumlah perangkat penelitian lainnya.
Belum lama ini juga ilmuwan Amerika Serikat meneliti sejumlah antariksawan yang tinggal selama enam bulan di stasiun ruang angkasa internasional ( ISS ).
Ternyata memiliki pembuluh darah arteri yang lebih kaku saat kembali ke bumi.
Kekakuan arteri ini sebagai akibat berkurangnya elastisitas pembuluh darah, yang umumnya justru banyak dialami warga lansia di bumi.
Kekakuan itu membuat tekanan darah yang dihasilkan oleh denyut jantung tak dapat dikurangi sehingga memicu peningkatan tekanan darah dalam tubuh dan otak.
Kondisi itu bisa mengganggu aliran darah ke otak, mempermudah kerusakan pembuluh darah di otak yang lebih besar, sehingga menimbulkan demensia / pikun dan berkurangnya penglihatan.

Richard Hughson, peneliti pembuluh darah warga lansia dari Universitas Waterloo, Kanada mengatakan, data itu diperoleh dari empat antariksawan.
Tinggal di antariksa dalam waktu lama berdampak ekstrem pada tubuh.
Beberapa penelitian menunjukkan, tinggal di ruang tanpa bobot / berat justru mempercepat proses penuaan.
Begitu besarnya pengorbanan para antariksawan, menyerahkan hidupnya untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Masa-masa pensiun pun menjadi lebih dipercepat
Pada penelitian oleh Shell Oil Company yang diterbitkan pada akhir tahun 2003 menunjukkan bahwa " orang-orang yang pensiun lebih awal, misalnya pada usia 55 tahun, memiliki risiko terhadap kematian sebanyak hampir dua kali lebih tinggi dibanding mereka yang pensiun pada usia 60 tahun atau lebih, atau mereka yang terus bekerja."
Pensiun dinipun membawa lebih banyak risiko pada kaum pria.
Semakin dini masa pensiun, semakin tinggi risiko kematian yang dihadapi, baik pada kelompok masyarakat golongan bawah maupun atas.
Status kesehatan orang-orang yang pensiun pada usia 60 tahun ternyata sama dengan mereka yang terus bekerja pada usia yang sama.
Orang-orang yang pensiun pada usia 65 tahun memiliki kemungkinan bertahan hidup lebih lama dibanding mereka yang pensiun pada usia 55 tahun.
Orang yang bekerja di ruang tanpa bobot, akan lebih cepat mengalami penyusutan / pengecilan otak dan otomatis akan mempengaruhi kinerja dari otak tersebut.
Pada akhirnya sang otak pun sulit untuk menysuaikan kondisi yang ada.
Ujung-ujungnya pensiun pun jadi lebih dipercepat.
Terima kasih, Tuhan memberkati.

Minggu, 08 Februari 2015

Mengetahui peran Kosmetika, Biokosmetika dan Kosmetika Tradisional, bag II.

Pada daerah beriklim panas, keaktifan kelenjar palit / minyak dan kelenjar keringat secara terus menerus menjamin dibentuknya lapisan asam yang lebih baik.
Kelembaban udara yang tinggi di daerah ini akan mempersulit penguapan keringat dengan demikian tetap membasuh lapisan tanduk, membuatnya lemas dan lentur.
Di negara-negara yang beriklim dingin dan kering, lapisan asam cenderung menjadi kurang sempurna, sehingga dapat terjadi pengeringan lapisan tanduk, dan juga karena keringat sangat cepat menguap.
Terlihat bahwa lapisan tanduk menjadi mudah patah dan rapuh.

Mengapa kebanyakan orang memakai kosmetika ?
Karena kosmetika untuk perlindungan kulit terutama untuk mempertahankan keadaan / kondisi kulit agar tetap sehat, segar dan lembut.
Ada beberapa gangguan yang senantiasa berpengaruh pada kulit, diantaranya ; pengaruh sinar matahari, penurunan kadar air ( dehidrasi ), dan berkurangnya kelenjar ( degradasi skin ) kosmetika dalam bentuk pelembab ( moisturizing cream ) yang mengandung :
Parafin cair, asam stearat, trientanolamin, propilenglikol, lanolin, boraks, aqua destilata.

Krim untuk menahan pengaruh sinar ultraviolet ( sunscreen foundation ) yang terdiri dari :
Parafin cair, cera alba, asam stearat, trietanolamin, propilenglikol, boraks, seng oksida, titanium dioksida, aqua destilata.

Khusus untuk titanium dioksida dan seng oksida dapat menyerap dan memantulkan sinar ultraviolet.


Kosmetika untuk pemupukan kulit.
Untuk memenuhi tujuan pemupukan kulit zat-zat aktif tidak cukup sekedar mengenai lapisan tanduk saja, tetapi harus menembus lapisan tanduk yang secara biologis dianggap mati, untuk mencapai lapisan-lapisan epidermis lebih dalam, dermis dan hipodermis.
Harus mampu melalui hambatan sawar rein.

Kosmetika peralatan toilet.
Mencakup sabun, deodoran dan anti perspiran, epilatoria, dan kosmetika untuk pemeliharaan dan perawatan rambut.
Shampo rambut berfungsi untuk membersihkan rambut dan kulit kepala.
Rambut adalah tempat kumpulnya debu dari udara, dan getah-getah yang berasal dari kelenjar-kelenjar kulit, pengelupasan sel-sel tanduk, sisa-sisa kosmetika rambut, dan lain-lain.
Shampo tidak boleh bersifat terlalu basa, karena dapat membuat rambut menjadi kering, dan rapuh.

Biokosmetika.

Biokosmetika adalah kosmetika yang mengandung zat-zat biologis aktif.
zat-zat dapat berasal dari sumber hewan, sumber nabati, atau dari sumber-sumber lain dalam alam semesta.

Zat-zat yang berasal dari sumber hewan disebut juga sari plasenta.
Zat-zat ini sering digunakan di klinik-klinik kecantikan, misalnya zat dari sari embrio, air ketuban lembu, serum lembu, sari jaringan tubuh, dan kolagen.
Penggunaan dari zat-zat ini harus hati-hati sebaiknya dalam pengawasan dokter, karena dapat menimbulkan reaksi alergi bagi yang berkulit sensitif.

Sari plasenta.
Seperti kita ketahui plasenta atau uri atau ari-ari adalah organ yang berguna untuk mengatur oksigenasi darah janin dalam rahim.
Sari plasenta merupakan zat aktif kompleks yang berguna untuk perawatan kulit yang menua ( sudah mulai keriput ), karena mengandung nukleotida, enzim-enzim, hormon-hormon steroid, asam lemak, asam amino, vitamin-vitamin dan unsur-unsur mikro ( trace elements ).
Sari plasenta memiliki khasiat diantaranya :
Meningkatkan peredaran darah setempat, merangsang metabolisme kulit, memperbaiki kekenyalan serabut-serabut jaringan ikat, merangsang pernapasan kulit.

Sari embrio, air ketuban lembu, serum lembu, dipakai dalam kosmetika, karena kaya zat-zat yang dapat merangsang pertumbuhan, dan dikenal sebagai biostimulansia.


Kolagen.
Unsur yang satu ini juga sering digunakan di klinik-klinik kecantikan.
Kolagen ini untuk memperbaiki kekenyalan kulit, melicinkan permukaan kulit, meningkatkan kelembaban kulit, serta memperbaiki fungsi pembuluh-pembuluh kapiler kulit, sehingga digunakan untuk peremajaan kulit.


Sari buah ( fruit juice ).
Sering digunakan dalam kosmetika, karena dianggap sebagai penyokong keseimbangan metabolisme kulit, dan sari buah ini diserap pada stratum korneum sehingga membuat permukaan kulit menjadi lembut dan halus.


Sari ketimun ( cucumber juice ).
Sari ketimun ini sudah dikenal di daratan Eropa sejak tahun 1950 an, jika dioleskan atau ditoreh pada kulit dapat menghilangkan noda-noda hiperpigmentasi, terutama pada kehamilan ( kloasma gravidarum ).
Bekerja juga sebagai astringen, dan mempunyai efek bleaching lemah.
Ketimun juga memiliki efek baik terhadap granulasi, dan pembentukan epitel pada kerusakan epidermis.
Dapat dipakai juga sebagai komponen masker, dan kompres.


Kosmetika Tradisional.

Perawatan kecantikan sehari-hari secara tradisional yang merupakan salah satu manifestasi kebudayaan kita atau dapat juga dianggap sebagai seni perawatan diri yang turun-temurun warisan nenek moyang.

Seperti perawatan kulit tubuh dengan mangir atau lulur, dan melalui berendam dalam air yang mengandung rempah-rempah.
Brotawali dianggap dapat menghilangkan rasa gatal dan bau badan, terutama jika dibantu dengan hangatnya rendaman.
Beluntas, untuk menghilangkan bau badan.
Parutan kulit jeruk, dan kenanga sebagai pewangi.
Kemukus dan cengkeh untuk menyehatkan rahim.
Kunyit dan temulawak, sebagai pencuci vagina.
Centongan, sebagai penghilang panas dalam, kulit kasar jadi lebih halus.
-Dan masih banyak lagi kekayaan rempah-rempah di negara kita.

Bahan tumbuh-tumbuhan lain yang dipakai dalam kosmetika tradisional diantaranya :
Minyak zaitun, sebagai emolien untuk melemaskan, dan menghaluskan.
Minyak jarak, rambut jadi lebat.
Cengkeh, menghilangkan rasa mual, bau mulut dan menormalkan fungsi selaput lendir saluran kemih.
Terima kasih, Tuhan memberkati.

Selasa, 16 Desember 2014

Mengetahui peran Kosmetika, Biokosmetika dan Kosmetika tradisional.

Untuk tampil menarik dan cantik bagi seorang perempuan adalah hal yang didamba.
Perempuan yang cantik dimata sebagian orang bisa saja menjadi tidak cantik bagi sebagian orang lainnya.
Namun, kecantikan yang paling asli tidak tergantung dari pendapat atau penilaian orang lain, lebih bergantung pada seberapa kenyamanan diri dari si perempuan itu sendiri.
Jadi perempuan yang bahagia adalah perempuan yang cantik.
Kecantikan sering kali dinilai dari penampilan fisik oleh karena itu soal merawat kecantikan bagi seorang perempuan sesuatu yang sangat perlu dan merawat kecantikan sendiri bukanlah sesuatu yang baru.
Hal ini dikenal sejak zaman dahulu kala, dan merupakan unsur kebudayaan masyarakat sepanjang masa-masa perkembangan umat manusia.
Penilaian norma-norma kecantikan kerap berubah sesuai dengan tuntutan zaman dan dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, jenis-jenis kosmetika yang tersedia, peralatan perawatan kecantikan, dan teknik perawatan.
Berkembangnya berbagai kosmetik baru, serta peralatan modern, sehingga dimungkinkan perencanaan bermacam-macam teknik perawatan yang lebih canggih.

Dalam dekade 20 tahun terakhir ini, klinik-klinik kecantikan di kota-kota besar banyak dikunjungi oleh para perempuan yang menginginkan tampil cantik secara fisik, walau biaya yang diperlukan tidak sedikit tak menjadi soal.
Teori dan praktek pemeliharaan dan perawatan kecantikan terangkum dalam ilmu kosmetologi.
Ilmu ini sangat berkaitan dengan peraturan dan tata cara produksi, penyimpanan dan penggunaan kosmetika, mempelajari sifat-sifat bahan kosmetika yang digunakan untuk memelihara, dan merawat kesehatan, serta kecantikan tubuh, wajah, maupun bagian-bagian tubuh lainnya.

Adapun kualitas dari produk-produk kosmetika dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya :
- Faktor Kimiawi ( bleaching cream  yang mengandung a.l. peroseide ).
- Faktor Perubahan Fisis ( krem yang menjadi keras ) ;
- Faktor Farmakologis ( terjadinya interaksi, efek samping, dsb ) ;
- Faktor Mikrobiologis ( pemilihan zat pengawet dengan pH dan keaktifan yang sesuai terhadap jasad-jasad renik tertentu ) ;
- Faktor Yuridis ( peraturan yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan ).

Kosmetika.
Perbedaan kosmetika dan obat, dalam Federal Food, Drug and Cosmetic Act ( 1938 ) dijelaskan bahwa " Kosmetika adalah bahan atau campuran bahan untuk digosokkan, dilekatkan, dituangkan, dipercikkan atau disemprotkan pada, dimasukkan dalam, dipergunakan pada badan atau bagian badan manusia dengan maksud untuk membersihkan, memelihara, menambah daya tarik atau mengubah rupa, dan tidak termasuk golongan obat ".
Zat tersebut tidak boleh mengganggu faal kulit atau tubuh manusia.

Dikenal beberapa istilah lain seperti :
Kosmedik :
Kosmetika yang mengandung obat seperti preparat anti pespiran, preparat untuk pengobatan akne, kosmetika yang mengandung preparat hormon dll.

Kosmetika hipoalergik :
Kosmetika yang tidak mengandung zat yang sering menimbulkan reaksi iritasi atau sensitisasi seperti perubahan, lanolin, mercury compounds, paraphenylenediamine, gum arabic dll, sehingga dianggap lebih aman bagi kesehatan kulit.
Obat dirumuskan sebagai bahan, zat atau benda yang dipakai untuk diagnosis, pengobatan dan pencegahan suatu penyakit, atau bahan, zat yang dapat mempengaruhi struktur dan faal tubuh.


Isi Kosmetika

Kosmetika mengandung bahan dasar, bahan aktif dan bahan pelengkap seperti bahan pelarut, emulgator, bahan pengawet, pelebar, derumpaklon dll.
Pada umumnya 95 % dari kandungan dalam kosmetika adalah bahan dasar dan 5 % adalah bahan aktif atau kadang-kadang tidak mengandung bahan aktif.
Jadi sifat dan efek kosmetika tidak selalu ditentukan oleh bahan aktif yang dikandungnya, tetapi terutama oleh bahan dasar kosmetika tersebut.


Fungsi dari bahan-bahan kosmetika.

Bahan-bahan yang terkandung dalam kosmetika mempunyai fungsi yang berbeda-beda.
Ada yang sebagai :
1. Pelarut ( dalam suatu larutan ) ;
2. Emulgator ( dalam emulsi ) ;
3. Pengawet ( dalam krem / emulsi ) ;
4. Pelekat ( dalam bubuk bedak ) ;
5. Pengencang ( dalam face lotion );
6. Penyerap ( dalam bubuk bedak, masker );
7. Desinfektan ( dalam acne lotion );

Manfaat kosmetika untuk kesehatan kulit :
Kosmetika harus berfungsi untuk memelihara kesehatan kulit, mempertahankan kondisi kulit agar tetap baik dengan mencegah timbulnya kelaian pada kulit akibat proses usia, pengaruh lingkungan ( cuaca, suhu, dll ).

Menurut kegunaanya kosmetika dibagi menjadi dua golongan :
1. Kosmetika untuk memelihara, merawat, dan mempertahankan kondisi kulit.
2. Kosmetika untuk mempercantik wajah, disebut juga kosmetika tata rias.

Kosmetika untuk memelihara dan perawatan kulit, mencakup :
- Kosmetika untuk membersihkan kulit, diikuti penyegaran  ;
- Kosmetika untuk perlindungan kulit.
- Kosmetika untuk pemupukan kulit
- Kosmetika peralatan toilet ( toiletries ).

Kosmetika untuk membersihkan kulit :
Harus memiliki daya melarutkan bahan-bahan, baik yang larut dalam air, maupun yang larut dalam minyak.

Untuk masker terdapat dalam bentuk bubuk, pasta, krem dan gel.
Jenis masker :
- Masker kecantikan ( Schoonheidmasker ).
- Masker pemupukan ( Voedingmasker ).
- Masker perawatan ( Kuumasker ).

Masker kecantikan :
Memiliki daya pembersih, disamping sebagai penyegar dan pengencang kulit wajah.
Karena kulit muka tertutup secara sempurna oleh masker, penguapan keringat tertahan ; ini menyebabkan meningkatnya suhu kulit, sehingga peredaran darah menjadi lebih lancar, dan pengaturan zat-zat ke lapisan-lapisan permukaan kulit dipercepat, dengan hasil kulit muka terlihat lebih segar.
Peningkatan suhu, peredaran darah lebih lancar, fungsi kelenjar-kelenjar kulit meningkat, kotoran dan sisa-sisa metabolisme dikeluarkan ke permukaan kulit, kemudian diserap oleh lapisan masker yang mengering.
Dengan diangkatnya masker, zat-zat tersebut turut terbuang, dan kulit mengalami pembersihan secara sempurna.
Efek masker kecantikan itu menyehatkan, membersihkan, mengencangkan, dan menyegarkan kulit.
Masker pemupukan dan masker perawatan : penyerapan zat-zat berkhasiat ke kulit dalam waktu singkat.


Pengertian Peeling ( Pembersihan pengelupasan ) adalah cara menghilangkan / membuang dengan cepat, serta efektif sel-sel dipermukaan lapisan tanduk, dan kotoran-kotoran yang melekat dengan jalan melembutkan dan melepaskannya.

Ada beberapa macam peeling :
- Peeling biologis : digunakan larutan bahan yang secara biologis memusnahkan sel-sel tanduk yang telah mati.
- Peeling kimiawi : berdasarkan atas zat-zat yang berkhasiat secara kimiawi terhadap lapisan permukaan epidermis. Disebut juga Peeling Progresif, karena khasiatnya berimbang sejajar dengan lamanya waktu olah.
- Peeling abrasif : lapisan kulit dibuang dengan menggosokkan bahan pengikis mekanis pada permukaan kulit.


Peran kosmetika harus bisa melindungi kulit, harus bisa mengatasi pengaruh bagian sinar matahari yang tidak terlihat oleh mata yaitu ultraviolet.
Sinar ultraviolet pada kulit menyebabkan penebalan lapisan tanduk, menimbulkan keriput-keriput, dan menambah pigmentasi.
Untuk meniadakan pengaruh buruk sinar ultraviolet, kulit harus diberi selapis pelindung yang menghilangkan efek sinar tersebut dengan memantulkannya ( seng oksida, titanium oksida ), atau menyerapnya ( senyawa-senyawa kina, tanin, asam paraaminobenzoat atau PABA, ester asam salisilat ).
Bila kulit tidak terlindung oleh lapisan asam ( asam barrier ), kulit cenderung menjadi kasar karena permukaan lapisan tanduk menjadi tidak rata.
Tidak adanya lapisan asam, pertumbuhan kuman menjadi tidak terkendali, sehingga terjadi infeksi melalui kulit menjadi lebih besar.
Tanpa lapisan asam, penguapan melalui lapisan tanduk menjadi lebih mudah, maka terjadi dehidrasi akan berakibat sifat kenyal dan lembut lapisan tanduk dan bagian epidermis berkurang.
Jika sudah menjadi kondisi seperti ini pemberian lemak-lemak, seperti lanolin atau minyak pelikan, tidak akan bisa mengatasinya.
Penambahan bahan air diusahakan dengan menggunakan emulsi yang mengandung humectant untuk mengantarkan air ke jaringan yang kehausan.
Lapisan asam dan air dalam lapisan tanduk dilindungi terhadap dehidrasi oleh zat-zat higroskopis-hidrofil yang larut dalam air, dan terdapat dalam sitoplasma sel-sel tanduk seperti asam-asam amino bebas, ribose, desoksiribose, dan purin.

Bersambung ke bagian II.