Selasa, 03 September 2013

Metode " Kuda Troya " penemuan baru untuk kanker prostat.

Kanker prostat merupakan jenis kanker kedua paling banyak diderita pria.
Data International Agency for Research on Cancer ( IARC ) organisasi kesehatan dunia ( WHO ) pada tahun 2008 menunjukkan, penderita kanker prostat di dunia mencapai 899.000 orang dengan kematian 258.000 orang.
Secara umum kanker prostat terbagi atas dua golongan, yaitu kanker terbatas pada organ prostat ( kanker dini ), dan yang sudah menyebar ke luar, baik ke organ sekitar atau sudah berupa metastasis regional ( kanker lanjut ).
Gangguan prostat berupa pembesaran prostat jinak ( PPJ ) mulai terlihat pada sekitar usia 50 tahun.
Perubahan ke arah keganasan berupa adenokarsinoma prostat ( kanker prostat ) terjadi pada usia 60 tahun.
Belum diketahui secara pasti penyebabnya, Namun berdasarkan penelitian epidemiologi, usia lanjut menjadi faktor penting timbulnya kanker prostat.
Sekitar 70 % pria usia 80 tahun ke atas terbukti mengindap kanker prostat secara histopatologi.
Sementara ada beberapa keadaan menjadi menjadi faktor risiko timbulnya keganasan pada kelenjar prostat yaitu, usia diatas 50 tahun, diet tinggi lemak, pembesaran prostat jinak, infeksi virus lewat hubungan kelamin alias " suka jajan ", riwayat kanker prostat dalam keluarga, pekerja di industri karet, dan pekerja yang kontak dengan logam kadmium ( bahan pembuat batery ).

Gejala dan tanda-tandanya :
Gejala dan tanda kanker prostat tidak spesifik, bahkan pada tahap awal sering tidak menampakkan gejala, sehingga menyebabkan keterlambatan diagnosis.
tetapi pada tahap berikutnya sering timbul gejala atau keluhan sebagai berikut :
- Sering buang air kecil, terutama pada malam hari.
- Ketika buang air kecil harus mengejan.
- Sulit menahan buang air kecil ( ada kalanya ngompol ).
- Tidak dapat buang air kecil sama sekali.
- Buang air kecil terasa sakit atau panas.
- Ada darah dalam air seni dan air mani.
- Terasa sakit saat ejakulasi.
- Nyeri atau kaku di daerah pantat, panggul, dan pangkal paha.

Bagi pria yang berusia 50 tahun ke atas, dan mengalami salah satu gejala seperti itu, segeralah berkonsultasi dengan dokter.
Bagi kaum pria yang berusia 40 tahun ke atas dianjurkan memeriksakan diri secara teratur setahun sekali.
Diawali dengan pemeriksaan colok dubur.
Pemeriksaan ini mempunyai derajat ketepatan antara 21 - 53 % untuk mendeteksi adanya kanker prostat.
Ada beberapa kondisi yang patut dicurigai adanya kemungkinan kanker prostat :
Konsistensi prostat keras, serta adanya nodul dan pembesaran prostat tidak simetris.
Selain itu, tentunya diperlukan beberapa pemeriksaan penunjang untuk sampai pada diagnosis pasti.
Diantaranya pemeriksaan ultrasonografi kelenjar prostat ( Transrectal Ultrasonography, TRUS ) atau pemeriksaan kadar prostate spesific  antigen ( PSA ) dalam darah, suatu glikoprotein yang diproduksi oleh sel prostat.

Para ahli juga mengembangkan obat baru bagi penderita yang tidak bisa dibedah ataupun dikemoterapi.
Obat itu bernama radium - 223 diklorida.
Obat ini bekerja mengikat bagian tulang yang membelah dengan cepat.
Bagian tulang itu menunjukkan lokasi tumor.
Obat jenis suntik ini hanya menyasar tumor di tulang penderita sehingga kerusakan jaringan, termasuk sumsum tulang belakang penderita, bisa dikurangi.

Ditemukannya cara baru penyembuhan kanker prostat.
Kanker prostat seperti diketahui adalah penyakit yang timbulnya lambat.
Penyakit yang satu ini banyak orang sering mengabaikan pengobatan secara dini.
Untuk kasus kanker prostat pengobatan yang dilakukan adalah pendekatan observasional kanker, yang disebut pengamatan aktif ( active surveillance ).
Diawal tahun 2013, ada metode baru menggunakan prosedur biopsi prostat atau pengambilan jaringan prostat untuk pemeriksaan mikroskopik setahun sekali atau setengah tahun sekali, serta tes darah rutin untuk mengetahui antigen khusus prostat.
Metode baru ini menjadi harapan baru agar bisa sembuh dan tetap menjalankan aktivitas.

Cara baru ini dinamakan penyembuhan dengan strategi " Kuda Troya ".
Cara ini terinspirasi dari mitos peperangan bangsa Yunani Kuno, ketika pasukan Yunani berhasil menaklukkan kota Troya dengan cara bersembunyi di dalam patung kuda raksasa.
Melalui patung kuda dari kayu itu, pasukan Yunani berhasil mengelabui tentara Troya dengan menyusup ke dalam kota.
Prinsip yang sama dilakukan tim peneliti yang dipimpin Profesor Claire Lewis dari Universitas Sheffield, Inggris.
Dalam percobaan ini, virus pembunuh kanker disisipkan ke dalam sistem imun kelompok tikus.
Setelah virus ini masuk, lalu menjalar ke dalam sebuah sel tumor, maka virus kuda troya itu akan melepaskan puluhan ribu virus lainnya yang bakal membinasakan sel-sel yang terkena kanker.
Butuh waktu sekitar 12 jam untuk mengetahui apakah virus yang disisipkan melalui sel darah putih itu bekerja dengan baik.
Prosesnya, saat sel darah putih sudah dapat disisipi, selanjutnya akan pecah dan melepaskan 12.000 virus lain yang segera berefek membunuh sel kanker.
Hasilnya, setelah penelitian dilakukan selama 40 hari, sel tumor pada tikus tersebut hilang dan tidak ada tikus yang mati pada kelompok tikus percobaan itu.
Sedangkan kelompok pembandingnya, tikus percobaan yang telah disisipi tumor yang sama dan diberi tindakan medis, ternyata tidak dapat bertahan hidup dan dalam tubuh tikus itu telah menyebar sel kanker.
Cara ini berhasil memberantas kanker dan mencegahnya tumbuh kembali.
Persoalan utama yang masih dicari jalan keluarnya adalah bagaimana cara malakukan penyusupan virus-virus itu jauh ke dalam sel tumor tanpa memberikan efek berbahaya bagi penderitanya.
Eksperimen-eksperimen masih terus dilakukan agar bisa menjangkau sel darah putih sebanyak-banyaknya, supaya mendapatkan virus penghancur tumor sehingga bisa mencapai inti tumor, begitu kata peneliti Claire E. Lewis.

Meski masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut terkait dengan ampuhnya virus penghancur kanker Kuda Troya itu, hal ini sudah memberikan titik terang dalam pengobatan penderita kanker secara umum.
Selama ini, yang dikenal masyarakat, proses pengobatan kanker harus melalui terapi kemoterapi dan radioterapi, yang dapat berisiko merusak sel-sel sehat yang vital pada penderita.
Penelitian ini masih pada tahap awal dan dibutuhkan tes lebih lanjut untuk menunjukkan metode itu aman dan efektif pada manusia.
Dengan temuan ini juga memungkinkan adanya metode inovatif yang lain.
Jika metode ini sukses dalam percobaan ke manusia, maka hal ini menandai kemajuan substansial dalam menemukan pengobatan yang lebih baik untuk pria yang mengindap kanker prostat.
Terima kasih, Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar