Senin, 26 Juli 2010

Meluruskan bahasa awam tentang istilah medis

Dengan hati yang tulus, sanubari nan safi, nurani nan mukhlis, saya akan meluruskan istilah-istilah yang sudah kepalang alang dan terlanjur lajur salah pengertiannya di kalangan masyarakat kita.
Hati saya merasa tergerak untuk meluruskan apa yang dianggap benar oleh masyarakat awam, padahal suatu kesalahan besar.
Saya akan mencoba meluruskan istilah itu satu persatu, tetapi hannya beberapa saja dan tak mungkin semuannya dibahas, ditulis disini.
Mari kita mulai dengan istilah Catch cold ( common cold ), konon menurut bahasa awam " masuk angin " , terpapar hawa dingin.
Bila badan terasa kurang enak, kurang tidur, telat makan, lama terpapar hawa dingin,kehujanan, badan terasa hangat-hangat kuku dan badan jadi lemah itu adalah tanda awal dari flu, dikarenakan kondisi tubuh menurun, fisik, dan pikiran terlalu letih. Obatnya hanya istirahat cukup.
Jadi bukan " masuk angin " angin tak bisa masuk tubuh, karena tubuh kita bukan ventilasi rumah.

Istilah " Perkapuran " pembuluh darah.
Penebalan dari dalam dinding pembuluh darah karena lemak yang menempel didinding pembuluh darah ( atherosklerosis ) lebih tepatnya disebut penebalan " karat lemak " bukan " Perkapuran " didinding pembuluh darah. Tak ada kapur didinding pembuluh darah.

" Asam urat " istilah ini sering ditemui dipraktek dokter. Biasanya kalau pasien datang dengan nyeri-nyeri dibagian tubuhnya, langsung pasien mengatakan ke dokternya, dok ? saya sakit " Asam urat ", Jadi seolah-olah kalau nyeri itu biang keladinya " asam urat ". Padahal sama sekali tidak benar alias salah. Nyeri itu penyebabnya kompleks, bisa karena asam uratnya tinggi, bisa juga karena sebab lain mis ; cholesterol tinggi, trigliserida tinggi, keturunan ( genetik ), zat-zat tertentu dari makanan yang kita makan sehari-hari yang bikin sakit, adanya penyakit penyerta lain, efek pengobatan lama, dsb. Jadi tidak melulu karena asam urat.

Istilah Darah kotor dan Darah bersih.
Sebenarnya semua darah yang ada pada tubuh manusia bersih dan steril. Mungkin munculnya istilah itu karena faktor perbedaan warna. Warna merah kehitaman ( kotor ), dan merah muda ( bersih ). Penjelasannya : kalau darah itu berwarna merah tua, darah yang miskin oksigen, darah yang belum menuju ke paru-paru, sedangkan darah yang berwarna merah muda, darah yang setelah melewati paru-paru, sudah kaya oksigen teroksigenasi ).

Angin warnanya merah, kalau sehabis dikerik, mis; pada punggung. Sebenarnya tidak ada angin warnanya merah.

Kurang darah dan Darah rendah, kedua istilah ini sering dianggap sama, padahal keduanya berbeda. Kurang darah berarti kurangnya komponen-komponen dalam darah mis : kurang Hemoglobin, kurang eritrosit dst. Nama penyakitnya anemia. Kalau darah rendah, tekanan darahnya rendah (Hypotensi).

Jika tekanan darah rendah ( Hypotensi ), makanlah daging kambing sebanyak-banyaknya, supaya tensinya dapat naik ( terangkat ). Ini salah besar, malah bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan mis ; pusing seperti berputar, muntah-muntah, keringat dingin, lemas bahkan sampai jatuh pingsan dan bisa sampai meninggal kalau hal ini dilaksanakan. Daging kambing bukan menyelesaikan masalah malah bikin masalah baru. Didalam serat daging kambing terdapat zat-zat yang dapat menaikkan tensi dengan cepat dan menurunkannya lagi dengan cepat. Jadi bisa dibayangkan orang tersebut akan pusing, oleng ( gangguan keseimbangan ) dan bisa terjatuh mendadak.

Obat penghilang batuk, minum air jeruk nipis dicampur kecap. Ini salah besar, Karena jeruk nipis bersifat asam, keasaman ini dapat mengiritasi dengan kuat selaput lendir ditenggorokkan,apalagi ditambah dengan kecap malah akan terjadi peradangan dan luka di tenggorokkan.

Penyebutan golongan darah O ( baca O ).Ini juga salah, yang benar golongan darah nol, karena sifatnya netral. Jadi yang benar jika ditulis golongan darah A, B, AB dan O (nol).

Nasi bekas masak kemarin baik untuk dimakan penderita diabetes. Ini juga salah. Nasi ( karbohidrat kompleks ) sama saja kemarin atau hari ini, yang penting jangan sampai rusak ( basi ).

Coklat menyebabkan jerawat, pada penelitian tidak menemukan bukti nyata ( signifikan ) antara coklat dengan timbulnya jerawat.

Olah raga akan memperbesar buah dada. Itu tidak benar, karena buah dada tidak memiliki otot.

Mengompres muka dengan es membuat kulit wajah kencang. Itu salah. Es tidak akan mengubah struktur kulit.

Mengunyah permen karet membantu memperindah bibir dan leher. Kalau pendapat ini benar, sapi pasti punya leher seindah angsa.

Krem yang mengandung kolagen membantu membangun kembali kulit berkerut karena ketuaan. Ini kebohongan besar. Molekul kolagen terlalu besar untuk menembus lapisan terluar kulit. Ini ibaratnya sama saja seperti memaksakan bola basket masuk ke lubang kunci.

Mencuci muka dengan menggunakan air hangat dapat membuka pori-pori kulit dan membilas dengan air dingin untuk menutupnya, atau mengencangkan pori-pori muka. Ini tidak benar.
Yang benar, tidak ada otot disekitar pori-pori, jadi pori-pori tidak bisa membuka atau menutup. Ukurannya sudah tertentu, jadi tidak bisa diapa-apakan lagi.

Pecandu rokok supaya jadi netral ( maksudnya mungkin supaya tidak terlalu banyak nikotin dalam tubuhnya ), harus ditambah kopi sebagai pelengkapnya. Ini sama saja ibarat memikul beban satu ton sudah terlalu berat, ditambah satu ton lagi. Tamat deh riwayatnya.

Dan masih banyak lagi, anggapan yang salah di masyarakat awam. Kalau saya tulis semua, penuhlah blog ini.
Jadi kalau sudah begini siapa yang salah ? Yang salah bukan bunda mengandung, tetapi nenek yang sudah tidak perawan lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar