Rabu, 27 April 2011

Jika Gaji rendah, umur juga pendek..

Judul tulisan diatas adalah sebuah gambaran makna hidup, yang tak lain merupakan bagian dari setiap manusia.
Dengan demikian makna dari seorang pegawai rendah akan diuji dalam kehidupannya.
Ia harus menerima dalam kondisi apapun dan harus menghadapi segala situasi yang dihadirkannya.

Dari hasil penelitian dikatakan bahwa peningkatan dalam pendapatan bagi beberapa pekerja dapat meningkatkan kesehatan.
Penelitian itu dilakukan terhadap pekerja kontrak, yang dinaikan gajinya hingga sesuai dengan kebutuhan hidup dasar, menunjukkan pengaruh pada kesehatan para pekerja itu beserta keluarganya.
Begitu juga hasil yang ditunjukkan pada penelitian yang dilakukan terhadap pekerja tetap.

Kenaikan gaji akan memberikan penurunan angka kematian pekerja sebanyak lima persen, dan sebaliknya akan terjadi peningkatan kesehatan serta penurunan jumlah hari sakit ( rawat jalan ).
Selain itu, penurunan indikasi depresi dan batasan dalam bekerja serta beraktivitas juga merupakan hasil dari kenaikan gaji pada pekerja.
Selain pekerja itu sendiri, keluarga mereka juga ikut merasakan pengaruh positif dari kenaikan gaji.
Dari hasil penelitian juga mengungkapkan, kenaikan gaji juga berpengaruh pada kenaikan tingkat pendidikan anak-anak dari para pekerja ( 37 persen jumlah anak pekerja lulus SMU ), serta penurunan terhadap kasus kehamilan remaja ( menurun 23 persen ).
Dalam hal ini kenaikan penghasilan terbukti berhasil memberikan banyak pengaruh positif terhadap pekerja dan keluarganya, terutama dalam urusan kesehatan.
Bila pekerja itu sendiri sehat, tentunya mereka akan semakin produktif dalam bekerja.

Pada penelitian selanjutnya, pegawai golongan rendah lebih cepat meninggal dibandingkan dengan atasan mereka.
Dan setelah pensiun, pegawai rendahan ini yang tidak memiliki mobil lebih cepat lagi meninggal dibandingkan rekan mereka yang memiliki mobil.
Pada penelitian ini tidak meneliti dengan seksama apa yang dilakukan para pegawai ini setelah pensiun, namun pegawai yang lebih tinggi memiliki sumber penghasilan dan relasi lebih banyak, mereka lebih memiliki banyak kegiatan setelah pensiun.

Dari penelitian yang dilakukan oleh Shipley dari Fakultas Kedokteran di London menyimpulkan 69 persen dari pegawai rendah meninggal selama 25 tahun penelitian tersebut.
Sementara pegawai dari golongan tinggi hanya 30 persen yang meninggal.
Dari sini dapat dipastikan penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara tingkat sosio-ekonomi seseorang dengan kesehatannya.
Hal ini belum merupakan suatu kesimpulan yang pasti, mengapa pegawai golongan rendah meninggal lebih cepat.
Diduga pegawai rendah lebih ke masalah psikis.
Misalnya ; lebih tertekan dibandingkan pegawai tinggi.

Dalam penelitian, bagi mereka yang memiliki mobil berpengaruh terhadap nasib mereka dikemudian hari setelah pensiun.
Mereka yang tidak memiliki mobil, 57 persen kemungkinan meninggal sebelum pensiun, dan 34 persen kemungkinan lebih tinggi setelah mereka pensiun.
Mengapa hal seperti ini bisa terjadi ?
Kemungkinan mereka yang memiliki mobil menunjukkan secara sosio-ekonomi mereka memang mampu.
Dari data yang dimiliki sekitar 90 persen dari pegawai tinggi memiliki mobil, sedangkan pegawai rendah hanya 30 persen.
Yang membuat perbedaan pegawai rendah dan pegawai tinggi disamping masalah psikologi, juga dari segi konsumsi makanan.
Biasanya dari kalangan pegawai rendah banyak makan makanan yang berkadar garam tinggi serta karbohidrat yang berlebih, akibatnya banyak yang terserang penyakit tekanan darah tinggi, jantung, kencing manis, kegemukan, kurang gizi dan penyakit infeksi.
Sehingga kecenderungan berumur pendek lebih besar pada pegawai rendahan.
Selanjutnya mereka dituntut untuk bekerja keras dengan banyak menggunakan fisiknya, sehingga sering terjadi kelelahan, ditambah makanan yang kurang berkwalitas.

Dari hasil penelitian keseluruhan disimpulkan bahwa pegawai rendahan yang nota bene sosio-ekonominya tidak mencukupi lebih cepat meninggal ketimbang pegawai tinggi yang sosio-ekonominya berkecukupan.
Trimakasih, Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar